Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 170


__ADS_3

Yogi dan Rangga yang baru pulang malam itu kerumahnya , langsung menuju ke kamar papanya.


Begitu Yogi masuk ke kamar papanya , Yogi terkejut melihat papanya bisa duduk di kasurnya , meskipun masih dikasih bantal guling di sisi kanan dan kirinya.


"Tio , papa saya beneran sudah mulai bisa duduk?", tanya Yogi kepada perawat papanya.


"Iya mas , berkat rutin menjalankan fisioterapi bapak sudah mulai bisa duduk" , jawab Tio sambil tersenyum.


"Syukurlah papa loe sudah ada kemajuan bro" , ucap Rangga.


"Iya bro , loe benar , kakak gue pasti akan senang mendengar berita ini" , ucap Yogi.


Rangga pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Tapi kapan papa bisa bicara lagi Tio?" , tanya Yogi.


"Saya gak bisa pastikan mas , kalau bisa mas Yogi atau temannya ajak bapak mengobrol , saya perhatikan setiap bik Iyem mengajak bapak ngobrol , bapak bahagia mas" , ucap Tio.


"Iya , saya masih sibuk mengurus bengkel , nanti hari libur saya akan luangkan waktu untuk papa" , jawab Yogi.


"Loe sih hari libur bukannya ngurusin bokap malah pergi tidur dengan Katherine" , bisik Rangga di telinga Yogi.


"Hush...." , ucap Yogi.


"Papa kapan jadwal kontrol dokternya Tio?" , beberapa hari lagi mas.


"Nanti dokternya masih datang kesini kan?" , tanya Yogi.


"Iya mas , masih datang kesini buat kontrol" , jawab Tio.


"Baiklah , kalau gitu saya mau ke kamar saya dulu" , ucap Yogi.


"Iya mas" , jawab Tio.


"Pa , Yogi ke kamar dulu ya" , ucap Yogi.


Papa Doddy pun menganggukkan kepalanya.


"Om , saya ke kamar dulu ya" , ucap Rangga.


Papa Doddy juga menganggukkan kepalanya.


Yogi dan Rangga berjalan memasuki kamar Yogi.


Rangga mengambil bajunya dan masuk ke kamar mandi terlebih dahulu , untuk membersihkan dirinya.


Yogi duduk di atas kursi yang ada di kamarnya dan mengeluarkan ponselnya dari sakunya , dilihatnya banyak notifikasi dari Katherine.


Tapi Yogi mau menelpon kakaknya terlebih dahulu.


Terdengar suara sambungan telpon berbunyi dan tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo dek" , jawab Amanda.


"Halo kak , papa sudah mulai bisa duduk kak , tapi tubuhnya masih dibatasi dengan bantal guling di sisi kanan dan kirinya" , ucap Yogi.


"Berarti papa sudah mulai ada kemajuan dek , apakah papa sudah mengenali kamu?" , tanya Amanda.


"Sudah kak , setiap aku ngomong papa akan menganggukkan kepalanya" , ucap Yogi.


"Tapi papa belum bisa ngomong ya dek" , tanya Amanda.


"Iya kak" , jawab Yogi.


"Ya udah , nanti ya kita bahas lagi...sekarang kakak masih ada pekerjaan disini , coba ya kakak lihat nanti , kalau kakak ada hari libur , kakak ke sana buat lihat papa" , ucap Amanda.


"Iya kak" , jawab Yogi.


Setelah itu Yogi pun memutuskan panggilan telponnya.


"Telponan sama Katherine ya?" , tanya Rangga yang sudah keluar dari kamar mandi.


"Enak aja loe , gue telponan sama kakak gue , kasih kabar tentang papa gue" , ucap Yogi sambil berdiri dan mengambil bajunya di lemari , masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Rangga hanya tersenyum melihat temannya itu.


*******"


2 minggu berlalu....


Sandra dan Antonio seperti biasa masih sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Sandra masih sibuk dengan ujian dan tugas-tugas kuliahnya dan Antonio masih sibuk mengurusi kerjaannya.


Hari itu Sandra ada jadwal pagi sampai sore di kampusnya.


"Sayang...nanti kamu pulangnya sore ya" , ucap Antonio yang sedang memakai kemejanya.


"Iya hubby , ada apa hubby , apa aku ke All Star Hotel setelah pulang dari kampus?" , tanya Sandra.


"Gak usah ke All Star Hotel sayang , kamu kan sedang mengandung anak kita yang kembar , langsung ke apartemen aja ya , nanti kamu kecapean , mana nanti malam juga kita berangkat ke kota B untuk acara peresmian All Star Hotel besok , aku juga nanti akan pulang lebih cepat" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra.


Setelah Sandra dan Antonio selesai siap-siap , mereka menuju ke meja makan dan sarapan bersama.


Setelah selesai , mereka keluar dari apartemen bersama.


Ketika sampai di tempat parkiran mobil , sudah terlihat pak Maman berada disana.


Sebelum Antonio masuk ke mobilnya Antonio tidak lupa mencium kening istrinya dan mencium perut istrinya yang sedang hamil anak kembar mereka yang sudah memasuki usia kandungan 15 minggu itu.


Waktu usia kandungan Sandra memasuki usia 14 minggu , Sandra dan Antonio pergi kontrol rutin ke dokter Sarah dan dokter mengatakan bahwa Sandra hamil anak kembar cowok dan cewek.


Sandra dan Antonio sangat bahagia sekali mendengarnya , karena mereka akan memiliki sepasang anak gak sampai satu tahun lagi.


"Papa pergi kerja dulu ya , anak-anak papa baik-baik ya...jagain mama selama di kampus jangan sampai ada cowok ganteng yang culik mama ya" , ucap Antonio setelah mencium perut istrinya.


"Iya papa , hati-hati di jalan ya" , jawab Sandra sambil tersenyum.


Pak Maman hanya tersenyum melihat kemesraan bos dan nona mudanya yang bisa dibilang sudah sangat sering dilihat olehnya.


Sejak mobil itu diberikan oleh papa mertuanya , Sandra selalu menggunakan mobil barunya ke kampus.


Sampai di kampus , begitu Sandra turun dari mobilnya , ternyata Chika juga baru turun dari mobilnya.


"Chika..." , panggil Sandra begitu melihat yang keluar dari sebelah mobil yang parkir di sebelah mobilnya adalah Chika.


"Hi...Sandra" , jawab Chika sambil tersenyum.


"Perut kamu semakin besar ya" , ucap Sandra.


"Iya nih , sudah 23 minggu , sudah sering merasa capek kalau jalan banyak" , jawab Chika sambil terkekeh.


"Aku aja yang baru 15 minggu juga sering merasa capek kalau jalan banyak" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Jadi ibu hamil ternyata gini ya , buat kita cepat lelah , dulu sebelum hamil mau jalan seharian di mall juga masih sanggup" , ucap Chika.


"Iya kamu benar , aku dari awal hamil kerjanya suka tidur aja" , jawab Sandra.


"Asik dong , aku awal awal hamil mual-mual sampai bulan ke 3" , ucap Chika.


"Oh kamu mual-mual ya , aku untungnya gak , cuma suka tidur dan makan aja" , ucap Sandra.


"Iya , enak bisa hamil seperti itu" , jawab Chika.


Sandra pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Kamu nanti ke kota B gak , buat ikut acara peresmian All Star Hotel besok?" , tanya Sandra.


"Aku dan Victor gak ikut Sandra , karena aku suka sakit pinggang belakangan ini kalau duduk terlalu lama di mobil , jadinya cuma papa Wira , papa Wijaya , mama Farah dan mama Vivi yang pergi" , ucap Chika.


"Baiklah , aku kirain bisa ketemu kamu disana , kalau aku mau gak mau harus pergi" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Kalau kamu memang harus pergi , karena memang sudah tuan rumahnya" , ucap Chika sambil tersenyum.


"Iya" , jawab Sandra sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ya udah , aku jalan kesana lagi ya , karena gedung fakultas aku ke arah sana" , ucap Chika.


"Iya Chika" , jawab Sandra.


Setelah itu mereka berpisah dan menuju ke kelas masing-masing.


"Halo bumil...." , sapa Niken.


"Halo Niken" , jawab Sandra.


"Perut kamu sudah semakin besar ya sekarang" , ucap Niken.


"Iya Niken , sudah 15 minggu" , jawab Sandra sambil tersenyum.


Tidak lama bel tanda masuk pun berbunyi dan dosen sudah memasuki kelas.


Hari itu ada ujian di kelas Sandra.


Semua murid dengan tenang mengerjakan soal ujian yang diberikan dosen.


Setelah selesai waktu habis , semua mahasiswa mengumpulkan kertas ujian mereka , setelah itu dosen keluar dari kelas.


Tidak lama , dosen yang mengajar di mata kuliah kedua sudah masuk ke kelas Sandra.


Semua murid mendengarkan penjelasan dosennya dengan serius.


Sebelum di akhir kelas , dosennya memberikan tugas kepada mereka , tidak lama kelas pun berakhir.


"Sandra , hari ini kamu ke kantin gak?" , tanya Niken.


"Iya , hari ini aku gak bawa makanan" , ucap Sandra.


Sandra dan Niken berjalan keluar dari kelas dan menuju ke kantin kampus.


Sampai di kantin kampus Sandra dan Niken membeli mie ayam.


Tidak lama orang yang menjual mie ayam datang ke tempat mereka duduk , mengantarkan pesanan mereka.


"Tumben kamu gak bawa makanan?" , tanya Niken sambil menyendok mienya.


"Iya , aku lagi bosen makanan rumah" , jawab Sandra.


"Apa suami kamu gak masalah?" , tanya Niken.


"Untungnya gak apa apa" , jawab Sandra.


Tidak lama tiba-tiba Feri datang ke meja mereka.


"Hai Sandra...Niken..." , sapa Feri.


"Hi Feri" , jawab Sandra dan Niken bersamaan.


"Boleh ya aku duduk disini dengan kalian , meskipun aku gak bisa memiliki Sandra , tapi paling gak aku boleh kan temenan sama kamu" , ucap Feri.


"Ya...kalau temenan aku mau , kalau lebih aku gak mau" , jawab Sandra.


"Iya , aku sudah bisa menerima kalau kamu sudah punya suami , ditambah dengan perut kamu yang semakin membesar , awalnya aku gak percaya kalau kamu hamil , tapi melihat dari hari ke hari , ternyata benar" , ucap Feri dengan lirih.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya sambil memakan mie ayam nya.


Bodyguard utusan Antonio langsung mengirimkan foto Feri yang duduk dengan Sandra dan Niken di kantin kampus.


Antonio yang sedang berada di ruangan meeting saat itu , langsung melihat foto yang dikirim dari bodyguard utusannya.


"Kenapa cowok ini masih mendekati istri aku?" , ucap Antonio dalam hatinya.


Antonio langsung mengatakan....


"Untuk meeting hari ini saya mundurkan 15 menit" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab semua staf yang ikut meeting pada saat itu.


Antonio langsung berjalan menuju ke ruangannya dan langsung menelpon bidadari cantiknya.

__ADS_1


__ADS_2