
Antonio dan Sandra duduk di kasur sambil bersandar di kepala kasur.
Sandra menyalakan TV dikamar mereka.
Antonio melihat email dan notifikasi di Hp nya , ada chat dari Citra.
Room chat Antonio
"Bos , loe punya lemari sudah bisa dipasang besok , apa loe ada di apartemen besok?"
-Citra-
"Ada , loe sama tukang loe mau datang jam berapa?"
(Pesan dikirim)
"Jam 9 pagi"
-Citra-
"Ok"
(Pesan dikirim)
"Sayang , besok pagi Citra mau kesini sama tukangnya , mau pasang lemari di kamar sebelah" , ucap Antonio yang sudah duduk bersebelahan dengan bidadari cantiknya , sambil memeluk bahu bidadari cantiknya.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"Hubby...gak lama lagi Ajeng mau menikah , kita pergi sama papa mama atau ketemu di acara pernikahan aja?" , ucap Sandra.
"Nanti kita jemput papa mama dulu ya sayang , biar perginya barengan aja" , jawab Antonio.
"Iya hubby..." , jawab Sandra.
Sandra sudah mulai mengantuk , mulutnya menguap terus karena mengantuk.
Antonio melihat istrinya yang sudah ngantuk , langsung mematikan TV dikamarnya.
"Kita tidur lagi ya sayang..." , ucap Antonio.
Sandra pun menganggukkan kepalanya , setelah itu mereka tidur bersama sambil berpelukan.
********
Malam itu , Victor sudah sampai di rumah Chika.
Awalnya Victor mau menelpon Chika , begitu di keluarkan Hp nya , dia baru ingat kalau dia belum ada nomor Hp Chika.
Chika yang sudah janji dengan Victor langsung keluar , begitu melihat ada orang di depan halaman rumahnya.
Sampai di depan rumahnya , ternyata benar Victor yang sudah sampai disana. Chika langsung berjalan keluar mendekati Victor.
"Kenapa loe pake baju kayak gini , apa loe gak ada jaket tebal , nanti loe sakit lagi" , ucap Victor , yang melihat Chika hanya memakai kaos lengan panjang 1 lapis saja.
"Memangnya kenapa kalau gue cuma pake baju ini , sudah tangan panjang juga kan" , jawab Chika.
"Iya Chika sayang , tapi ini udah malam , loe harus lapisi lagi , kalau gak nanti loe sakit , loe sakit ntar gue yang repot" , ucap Victor.
"Ya udah , gue ambil jaket gue dulu" , kata Chika.
Chika berjalan masuk kembali ke rumahnya , untuk mengambil jaket.
"Gue gak menyangka kalau Victor perhatian sama gue , Yogi aja gak pernah perhatian sama gue" , ucap Chika dalam hatinya.
Setelah Chika memakai jaketnya , dia pun langsung menuju keluar , karena Victor menunggunya.
__ADS_1
"Nah kayak gitu dong , kalau kayak gini kan loe gak akan sakit" , ucap Victor sambil tersenyum.
Chika hanya menganggukkan kepalanya sambil naik ke motor Victor.
Victor menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.
Karena hari sudah hampir tengah malam , jalanan pun sepi , jadi mereka cepat sampai di arena balapan liar.
Disana sudah ada Yogi dan Rangga yang sedang mengobrol.
Chika yang menggunakan helm memberitahukan kepada Victor , "benar itu Yogi yang aku maksud".
Victor langsung membuka helmnya dan melihat ke Chika.
"Beneran itu cowok yang gak mau tanggung jawab sama loe" , ucap Victor.
"Iya Victor" , jawab Chika sambil menganggukkan kepalanya.
"Dia itu selalu ingin mengalahkan gue , tapi sampai sekarang dia gak pernah menang melawan gue" , ucap Victor sambil tersenyum.
"Jadi sekarang loe mau gimana , apa mau kita kesana memperlihatkan kalau loe cewek gue" , ucap Victor.
"Terserah loe aja deh" , jawab Chika.
Victor menjalankan motornya ke arah arena balapan.
Semua penonton yang melihat Victor langsung meneriakkan namanya.
Victor....Victor....Victor.....
"Ternyata loe terkenal juga ya disini" , ucap Chika sambil terkekeh.
"Ya iya la , kan gue jagoannya disini sekarang , belum ada yang bisa ngalahin gue" , ucap Victor dengan bangga.
Chika hanya tersenyum mendengar ucapan Victor.
Lalu Victor membuka helm yang di pakai Chika.
Semua orang langsung heboh begitu melihat Victor membawa ceweknya kesana , karena sebelumnya dia tidak pernah membawa cewek kesana.
Melihat ada keramaian yang terjadi , Yogi dan Rangga pun menuju ke arena balapan.
Yogi langsung terkejut begitu melihat Chika disana bersama dengan rival balapnya.
"Chika....kenapa kamu disini?" , tanya Yogi.
Victor langsung berdiri di samping Chika dan memeluk bahu Chika.
"Dia cewek gue bro , makanya gue bawa kesini , tapi malam ini gue gak ikut tanding dulu , gue cuma mau pamer cewek gue aja disini" , ucap Victor sambil menatap tajam mata Yogi.
"Jadi ini cowok yang dijodohkan sama loe?" , tanya Yogi.
"Iya" , jawab Chika.
"Tapi loe kan lagi mengandung anak gue , kenapa loe sama dia", kata Yogi.
"Memangnya kenapa kalau dia mengandung anak loe , gue aja terima dia , meskipun sedang mengandung" , ucap Victor.
Yogi hanya terdiam , karena dia yang tidak mau bertanggung jawab dari awal...dan sekarang ada pria lain , yang bisa menerima keadaan Chika.
Seketika dada Yogi terasa sakit.
"Ya udah bro , gue jalan dulu ya , mau anterin cewek gue pulang" , ucap Victor sambil memakaikan helm ke kepala Chika dan dia pun menaiki motornya dan menjalankannya.
Yogi hanya terdiam disana , sampai terdengar suara Rangga.
__ADS_1
"Itu cewek yang loe hamilin bro" , tanya Rangga.
Yogi hanya menganggukkan kepalanya.
"Dunia ini kecil ya , baru juga loe hamilin dia , sekarang sudah sama Victor lawan loe di arena balap" , ucap Rangga.
"Gue gak sangka kalau Victor bisa menerima cewek yang loe hamilin" , kata Rangga lagi.
"Jadi apa rencana loe bro?" , tanya Rangga.
"Gue gak tau lagi harus ngapain , dada gue tiba-tiba terasa nyeri sekali melihat mereka" , ucap Yogi dengan suara lirih.
"Harusnya kemaren loe mau tanggung jawab bro , kalau sudah sama Victor gue rasa akan susah loe dapetin lagi", ucap Rangga.
"Iya bro , ini kesalahan terbesar gue" , ucap Yogi dengan lirih.
"Hari ini kayaknya gak akan ada pertandingan , gue pulang dulu ya" , ucap Rangga.
"Iya bro , gue juga mau balik" , jawab Yogi yang langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.
"Victor apa kata-kata kamu tadi serius?" , tanya Chika.
"Kata-kata yang mana?" , tanya Victor.
"Yang kamu bilang mau menerima aku dengan anakku" , ucap Chika dengan lirih.
"Iya , gue yakin , besok gue bilang sama mama kalau pernikahan kita dipercepat saja , sebelum nanti perut loe semakin membesar" , kata Victor.
Mendengar kata-kata Victor , Chika langsung memeluk pinggang Victor.
"Terima kasih Victor , gue gak nyangka kalau loe mau menerima gue dan anak gue" , ucap Chika.
"Iya , gue mau menerima loe , karena gue udah suka pada saat pertama kali lihat loe" , jawab Victor.
Chika sangat terharu mendengar kata-kata Victor , tidak terasa air mata pun jatuh membasahi wajahnya.
"Seandainya gue ketemunya lebih dulu sama loe , pasti gue akan jatuh cinta sama loe , bukan sama Yogi", ucap Chika dalam hatinya.
Tidak berasa motor Victor sudah sampai di rumah Chika.
Chika turun dari motor dibantu oleh Victor.
"Terima kasih ya Victor , kalau gak ada loe , gue gak tau bagaimana masa depan gue" , ucap Chika dengan lirih.
"Udah loe tenang aja , gue akan jagain loe , dan akan anggap anak loe anak gue juga" , ucap Victor sambil memeluk dan mengecup kening Chika.
"Eh...kenapa loe menangis?" , tanya Victor setelah melihat wajah Chika yang sudah basah dengan air mata.
"Gue terharu aja" , jawab Chika.
"Ya udah , sekarang loe masuk ke rumah ya , istirahat , besok gue temenin loe ke rumah sakit periksa kandungan loe" , ucap Victor.
Chika hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke rumah.
"Tunggu Chika" , panggil Victor.
"Iya , kenapa Victor?" , ucap Chika.
"Kasih nomor Hp kamu ke aku" , ucap Victor sambil mendekati Chika.
Chika langsung menekan nomor Hp nya di layar Hp Victor.
Victor langsung call nomor Chika.
"Itu nomor gue , loe simpan ya , sekarang loe masuk lagi" , titah Victor.
__ADS_1
"Iya" , jawab Chika sambil menganggukkan kepalanya.