Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 71


__ADS_3

Antonio dan Sandra duduk di kasur sambil bersandar di kepala kasur.


Sandra menyalakan TV dikamar mereka.


Antonio melihat email dan notifikasi di Hp nya , ada chat dari Citra.


Room chat Antonio


"Bos , loe punya lemari sudah bisa dipasang besok , apa loe ada di apartemen besok?"


-Citra-


"Ada , loe sama tukang loe mau datang jam berapa?"


(Pesan dikirim)


"Jam 9 pagi"


-Citra-


"Ok"


(Pesan dikirim)


"Sayang , besok pagi Citra mau kesini sama tukangnya , mau pasang lemari di kamar sebelah" , ucap Antonio yang sudah duduk bersebelahan dengan bidadari cantiknya , sambil memeluk bahu bidadari cantiknya.


"Iya hubby" , jawab Sandra sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Hubby...gak lama lagi Ajeng mau menikah , kita pergi sama papa mama atau ketemu di acara pernikahan aja?" , ucap Sandra.


"Nanti kita jemput papa mama dulu ya sayang , biar perginya barengan aja" , jawab Antonio.


"Iya hubby..." , jawab Sandra.


Sandra sudah mulai mengantuk , mulutnya menguap terus karena mengantuk.


Antonio melihat istrinya yang sudah ngantuk , langsung mematikan TV dikamarnya.


"Kita tidur lagi ya sayang..." , ucap Antonio.


Sandra pun menganggukkan kepalanya , setelah itu mereka tidur bersama sambil berpelukan.


********


Malam itu , Victor sudah sampai di rumah Chika.


Awalnya Victor mau menelpon Chika , begitu di keluarkan Hp nya , dia baru ingat kalau dia belum ada nomor Hp Chika.


Chika yang sudah janji dengan Victor langsung keluar , begitu melihat ada orang di depan halaman rumahnya.


Sampai di depan rumahnya , ternyata benar Victor yang sudah sampai disana. Chika langsung berjalan keluar mendekati Victor.


"Kenapa loe pake baju kayak gini , apa loe gak ada jaket tebal , nanti loe sakit lagi" , ucap Victor , yang melihat Chika hanya memakai kaos lengan panjang 1 lapis saja.


"Memangnya kenapa kalau gue cuma pake baju ini , sudah tangan panjang juga kan" , jawab Chika.


"Iya Chika sayang , tapi ini udah malam , loe harus lapisi lagi , kalau gak nanti loe sakit , loe sakit ntar gue yang repot" , ucap Victor.


"Ya udah , gue ambil jaket gue dulu" , kata Chika.


Chika berjalan masuk kembali ke rumahnya , untuk mengambil jaket.


"Gue gak menyangka kalau Victor perhatian sama gue , Yogi aja gak pernah perhatian sama gue" , ucap Chika dalam hatinya.


Setelah Chika memakai jaketnya , dia pun langsung menuju keluar , karena Victor menunggunya.

__ADS_1


"Nah kayak gitu dong , kalau kayak gini kan loe gak akan sakit" , ucap Victor sambil tersenyum.


Chika hanya menganggukkan kepalanya sambil naik ke motor Victor.


Victor menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.


Karena hari sudah hampir tengah malam , jalanan pun sepi , jadi mereka cepat sampai di arena balapan liar.


Disana sudah ada Yogi dan Rangga yang sedang mengobrol.


Chika yang menggunakan helm memberitahukan kepada Victor , "benar itu Yogi yang aku maksud".


Victor langsung membuka helmnya dan melihat ke Chika.


"Beneran itu cowok yang gak mau tanggung jawab sama loe" , ucap Victor.


"Iya Victor" , jawab Chika sambil menganggukkan kepalanya.


"Dia itu selalu ingin mengalahkan gue , tapi sampai sekarang dia gak pernah menang melawan gue" , ucap Victor sambil tersenyum.


"Jadi sekarang loe mau gimana , apa mau kita kesana memperlihatkan kalau loe cewek gue" , ucap Victor.


"Terserah loe aja deh" , jawab Chika.


Victor menjalankan motornya ke arah arena balapan.


Semua penonton yang melihat Victor langsung meneriakkan namanya.


Victor....Victor....Victor.....


"Ternyata loe terkenal juga ya disini" , ucap Chika sambil terkekeh.


"Ya iya la , kan gue jagoannya disini sekarang , belum ada yang bisa ngalahin gue" , ucap Victor dengan bangga.


Chika hanya tersenyum mendengar ucapan Victor.


Lalu Victor membuka helm yang di pakai Chika.


Semua orang langsung heboh begitu melihat Victor membawa ceweknya kesana , karena sebelumnya dia tidak pernah membawa cewek kesana.


Melihat ada keramaian yang terjadi , Yogi dan Rangga pun menuju ke arena balapan.


Yogi langsung terkejut begitu melihat Chika disana bersama dengan rival balapnya.


"Chika....kenapa kamu disini?" , tanya Yogi.


Victor langsung berdiri di samping Chika dan memeluk bahu Chika.


"Dia cewek gue bro , makanya gue bawa kesini , tapi malam ini gue gak ikut tanding dulu , gue cuma mau pamer cewek gue aja disini" , ucap Victor sambil menatap tajam mata Yogi.


"Jadi ini cowok yang dijodohkan sama loe?" , tanya Yogi.


"Iya" , jawab Chika.


"Tapi loe kan lagi mengandung anak gue , kenapa loe sama dia", kata Yogi.


"Memangnya kenapa kalau dia mengandung anak loe , gue aja terima dia , meskipun sedang mengandung" , ucap Victor.


Yogi hanya terdiam , karena dia yang tidak mau bertanggung jawab dari awal...dan sekarang ada pria lain , yang bisa menerima keadaan Chika.


Seketika dada Yogi terasa sakit.


"Ya udah bro , gue jalan dulu ya , mau anterin cewek gue pulang" , ucap Victor sambil memakaikan helm ke kepala Chika dan dia pun menaiki motornya dan menjalankannya.


Yogi hanya terdiam disana , sampai terdengar suara Rangga.

__ADS_1


"Itu cewek yang loe hamilin bro" , tanya Rangga.


Yogi hanya menganggukkan kepalanya.


"Dunia ini kecil ya , baru juga loe hamilin dia , sekarang sudah sama Victor lawan loe di arena balap" , ucap Rangga.


"Gue gak sangka kalau Victor bisa menerima cewek yang loe hamilin" , kata Rangga lagi.


"Jadi apa rencana loe bro?" , tanya Rangga.


"Gue gak tau lagi harus ngapain , dada gue tiba-tiba terasa nyeri sekali melihat mereka" , ucap Yogi dengan suara lirih.


"Harusnya kemaren loe mau tanggung jawab bro , kalau sudah sama Victor gue rasa akan susah loe dapetin lagi", ucap Rangga.


"Iya bro , ini kesalahan terbesar gue" , ucap Yogi dengan lirih.


"Hari ini kayaknya gak akan ada pertandingan , gue pulang dulu ya" , ucap Rangga.


"Iya bro , gue juga mau balik" , jawab Yogi yang langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Victor apa kata-kata kamu tadi serius?" , tanya Chika.


"Kata-kata yang mana?" , tanya Victor.


"Yang kamu bilang mau menerima aku dengan anakku" , ucap Chika dengan lirih.


"Iya , gue yakin , besok gue bilang sama mama kalau pernikahan kita dipercepat saja , sebelum nanti perut loe semakin membesar" , kata Victor.


Mendengar kata-kata Victor , Chika langsung memeluk pinggang Victor.


"Terima kasih Victor , gue gak nyangka kalau loe mau menerima gue dan anak gue" , ucap Chika.


"Iya , gue mau menerima loe , karena gue udah suka pada saat pertama kali lihat loe" , jawab Victor.


Chika sangat terharu mendengar kata-kata Victor , tidak terasa air mata pun jatuh membasahi wajahnya.


"Seandainya gue ketemunya lebih dulu sama loe , pasti gue akan jatuh cinta sama loe , bukan sama Yogi", ucap Chika dalam hatinya.


Tidak berasa motor Victor sudah sampai di rumah Chika.


Chika turun dari motor dibantu oleh Victor.


"Terima kasih ya Victor , kalau gak ada loe , gue gak tau bagaimana masa depan gue" , ucap Chika dengan lirih.


"Udah loe tenang aja , gue akan jagain loe , dan akan anggap anak loe anak gue juga" , ucap Victor sambil memeluk dan mengecup kening Chika.


"Eh...kenapa loe menangis?" , tanya Victor setelah melihat wajah Chika yang sudah basah dengan air mata.


"Gue terharu aja" , jawab Chika.


"Ya udah , sekarang loe masuk ke rumah ya , istirahat , besok gue temenin loe ke rumah sakit periksa kandungan loe" , ucap Victor.


Chika hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke rumah.


"Tunggu Chika" , panggil Victor.


"Iya , kenapa Victor?" , ucap Chika.


"Kasih nomor Hp kamu ke aku" , ucap Victor sambil mendekati Chika.


Chika langsung menekan nomor Hp nya di layar Hp Victor.


Victor langsung call nomor Chika.


"Itu nomor gue , loe simpan ya , sekarang loe masuk lagi" , titah Victor.

__ADS_1


"Iya" , jawab Chika sambil menganggukkan kepalanya.


__ADS_2