
"Sayang , kamar kamu bagus dan rapi sekali" , ucap James ketika sudah melangkahkan kakinya di kamar Angelica yang besar dan shabby chic itu.
"Iya , ini mama yang memilih dekornya untuk kamar aku" , jawab Angelica sambil berjalan ke lemari bajunya.
James berjalan mengikuti Angelica dan melihat lemari Angelica yang terbuka.
"Apakah kamu selalu serapi ini sayang?" , ucap James yang melihat baju disana tertata dengan sangat rapi dan disusun dengan warna yang senada.
"Iya sayang , aku gak suka melihat yang berantakan , nanti kita mau kemana saja?"
"Aku juga gak tau sayang , aku cuma pengen bersama kamu saja seharian ini. Kamu mau kemana?" , tanya James sambil memeluk pinggang Angelica dari belakang.
"Aku gak tau sayang , aku itu jarang keluar , baju aja mama yang sering membelikannya" , ucap Angelica.
"Terus selama ini kamu ngapain?" , tanya James sambil mengerutkan keningnya.
"Aku belajar dan ikut meeting dengan papa di All Star Hotel , palingan dulu kalau keluar sama mama , kalau Vincent tanding basket baru aku pergi lihat dengan Alvaro , meskipun sebenarnya aku gak suka pergi ke acara seperti itu" , jawab Angelica.
"Kenapa kamu gak suka pergi ke acara seperti itu? Bukankah sangat seru ya" , ucap James.
"Aku gak suka keramaian sayang , itu membuat kepala aku terasa sakit dan aku selalu ingin cepat pergi dari sana" , jawab Angelica sambil terus mencari bajunya.
"Baiklah , kalau gitu aku gak akan membawa kamu ke tempat keramaian" , ucap James.
"Jadi kita mau kemana?" , tanya Angelica.
"Paling pergi makan , jalan-jalan , apa mau kita ke pantai menikmati suasana laut disana sambil memandangi matahari terbenam" , ucap James.
"Boleh , kalau gitu aku pakai baju kaos celana pendek saja ya" , ucap Angelica.
"Boleh sayang" , jawab James.
Tiba-tiba tangan Angelica terhenti ke baju James yang waktu itu terbawa pulang olehnya ketika mereka basah kuyup di waterboom milik James.
"Sayang , ini baju kamu sudah dicuci mba , apa kamu mau bawa pulang?" , tanya Angelica.
"Baju yang mana ya sayang?" , tanya James yang sudah lupa.
"Baju kamu yang saat kita disiram sampai basah kuyup di waterboom" , ucap Angelica.
"Oh , biarin disini saja sayang , siapa tau kalau kamu kangen kamu bisa mencium baju aku" , ucap James sambil terkekeh.
"Gak penting juga aku cium baju kamu" , ucap Angelica sambil mengambil bajunya.
"Ya memang gak penting sayang , karena kamu bisa mencium aku langsung" , ucap James yang sudah menciumi pipi Angelica.
"Kamu sudah mulai berani cium-cium aku ya sekarang" , ucap Angelica.
"Ya berani la , kan kamu calon istri aku" , jawab James sambil tersenyum manis.
"Baiklah calon suami aku , aku mau mandi dulu ya , kamu terserah deh mau ngapain disini" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Baiklah sayang" , jawab James sambil melepaskan pelukannya.
Angelica berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dan James mulai melihat-lihat apa yang ada di dalam kamar Angelica.
"Semuanya buku-buku pelajaran dan novel-novel remaja" , gumam James sambil melihat ke arah rak buku Angelica yang sudah penuh dan sesak oleh buku-buku yang dimilikinya.
James berjalan menuju ke atas kasur Angelica , ternyata sangat empuk dan wangi tubuhnya pun masih jelas tercium disini.
James memilih untuk merentangkan tubuhnya di atas kasur kekasihnya , tidak lama James yang merasa sangat nyaman disana pun tertidur.
Angelica yang sudah selesai mandi.....
"Sayang , aku siap-siap dulu ya" , ucap Angelica sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.
Tidak ada suara dari sana.....
"Mana si James?" , gumam Angelica.
Angelica meletakkan handuknya di tempat gantungan handuk dan melihat ke sekeliling kamarnya.
Mata Angelica langsung tertuju kepada seseorang yang sangat disayanginya itu , Angelica melangkahkan kakinya menuju ke kasurnya dan terlihat wajah James yang sedang tertidur pulas disana.
Angelica berjalan menuju ke meja rias miliknya , menyisir rambutnya dan berdandan natural seperti biasanya , setelah itu Angelica memilih untuk turun kebawah menuju ke meja makan , karena perutnya sudah mulai terasa lapar.
"James mana sayang?" , tanya Antonio yang sedang menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
"James ketiduran di kamar aku pa" , jawab Angelica sambil membuka kulkas dan mencari makanan yang ada disana.
"Gak tau pa , tadi ketika aku sudah selesai mandi , aku lihat dia sudah tidur nyenyak saja di atas kasur" , jawab Angelica.
"Ya sudah , nanti ketika jam makan siang bangunkan dia , buat makan bersama kita" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
Antonio berjalan sambil membawa air minum ke atas dan Angelica masih sibuk mencari makanan di dalam kulkas.
"Cari apa nona kecil?" , tanya mba Tuti.
"Aku cari makanan mba , perut aku lapar mba" , jawab Angelica.
"Oh , dikirain buat calon suaminya nona kecil" , ucap mba Tuti.
"Dia lagi ketiduran di kamar aku mba" , jawab Angelica.
"Kok bisa jam segini ketiduran?" , tanya Tuti sambil terkekeh.
"Gak tau mba , ada makanan apa mba?" , ucap Angelica.
"Tuti masih masak buat makan siang nona kecil , apa mau Tuti buatin mie rebus?"
"Boleh mba" , jawab Angelica.
__ADS_1
"Baiklah , ditunggu sebentar ya nona kecil" , ucap mba Tuti sambil mengambil mie dan panci.
Angelica berjalan menuju ke meja makan dan duduk disana sambil menunggu mie rebus nya selesai.
Alvaro yang mulai kelaparan juga turun kebawah , ketika di tangga tercium bau mie rebus yang sangat menggugah seleranya.
Alvaro langsung melangkahkan kakinya menuju ke meja makan.
"Siapa yang masak mie rebus kak?"
"Mba Tuti masakan untuk kakak , karena kakak lapar" , jawab Angelica.
"Aku juga mau kak".
"Minta buatin mba Tuti sana" , jawab Angelica.
Alvaro berjalan ke dapur dan minta dibuatin 2 mie rebus plus telor kepada mba Tuti , setelah itu dia berjalan menuju ke meja makan.
"Calon suami kakak sudah pulang?" , tanya Alvaro yang gak melihat James disana.
"Gak dek , dia ketiduran di kamar kakak" , jawab Angelica.
"Kenapa dia bisa ketiduran?" , tanya Alvaro sambil mengerutkan keningnya.
"Gak tau" , jawab Angelica sambil mengangkat bahunya.
Tidak lama mba Tuti keluar membawakan mie rebus buat Angelica.
"Punya aku mana mba?" , tanya Alvaro.
"Sebentar ya tuan kecil , sedang dimasak , sebentar lagi juga jadi" , jawab mba Tuti sambil berjalan ke dapur.
"Cepetan ya mba , aku sudah kelaparan" , ucap Alvaro.
"Iya tuan kecil" , sahut mba Tuti.
"Bukankah tadi kamu makan kue udah banyak banget , masa masih lapar aja" , jawab Angelica sambil memasukkan mie ke dalam mulutnya.
"Segitu mana bisa buat aku kenyang kak" , ucap Alvaro.
"Dasar perut karet" , ucap Angelica.
"Biarin , meskipun begini aku masih tetap ganteng kok" , ucap Alvaro.
"Iya , ganteng-ganteng tapi takut dengan cewek" , jawab Angelica sambil terkekeh.
"Gak kok , siapa bilang" , ucap Alvaro.
"Memang iya" , jawab Angelica.
Perdebatan diantara Alvaro dan Angelica terus terjadi , sampai akhirnya mba Tuti membawakan mie rebus sesuai permintaan Alvaro , baru akhirnya mereka diam dan makan makanan mereka dengan hening.
__ADS_1