Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 82


__ADS_3

Antonio dan keluarganya beserta James sudah sampai di kota Singapura.


"James kamu carikan taksi buat antar kita ke Marina Bay Sands ya , om sudah pesan kamar disana untuk kita malam ini" , ucap Antonio.


"Om sudah pesan kamar disana? Padahal aku sudah minta asisten yang jagain apartemen aku untuk membersihkannya" , ucap James.


"Iya James. Om memesannya karena istri om yang cantik ini suka dengan kamar hotel yang bagus dan pemandangan indah yang bisa dilihat dari kamar hotel" , ucap Antonio.


"Baiklah om" , jawab James yang sudah mengerti kalau calon papa mertuanya ingin memberikan yang terbaik buat calon mama mertuanya.


Tidak lama cab yang diminta James dari bandara telah datang , sopir cab langsung membantu memasukkan barang-barang mereka didalam mobil dan mengantarkan mereka sampai di Marina Bay Sands hotel.


Begitu mereka turun dari mobil cab , keluarga Antonio langsung disambut dengan welcome drink yang di bawakan oleh petugas hotel.


Antonio mengurus untuk check in di meja resepsionis.


Setelah mendapatkan cardlocknya...


"Kok cuma satu pa , kan kita harusnya nginap dengan dua kamar" , ucap Alvaro.


"Papa pesan presidential suite room disini sayang , didalamnya ada 3 kamar. Jadi James gak perlu pisah kamar dengan kita" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Wow , om pesan presidential suite room disini. Mahal banget lho om , saya saja kalau mau menginap disini cuma ambil kamar yang biasa" , ucap James.


"Gak mahal kalau untuk membahagiakan istri om yang cantik ini James" , ucap Antonio sambil memeluk pinggang istrinya.


"Makasih hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Memangnya nginap di kamar yang papa ambil ini seberapa mahal kak?" , tanya Alvaro.


"Satu mobil yang biasa dek" , jawab Alvaro.


"Ah" , ucap Alvaro yang terkejut sambil membulatkan mulutnya.


"Tutup tuh mulut , nanti masuk lalat baru tau rasa" , ucap Angelica.


"Iya kak , aku kan kaget" , jawab Alvaro.


"Norak kamu dek , dari dulu juga kita kalau keluar kota nginapnya di presidential suite room , sedangkan pesawat aja naik yang kelas bisnis. Jadi biasa saja dek" , ucap Angelica.


"Om Antonio benar-benar hebat , aku harus bisa memberikan yang terbaik juga buat Angelica nanti , ketika kami sudah menikah" , ucap James dalam hatinya.


Ketika Antonio sudah menempelkan cardlock nya di pintu kamar mereka berbunyi suara tring.... dan pintu kamar pun terbuka.

__ADS_1


Alvaro langsung terkagum-kagum melihat kamar yang bagus dan mewah itu , dan dia langsung sibuk sendiri mencari kamar untuk dia tidur malam ini.


Sandra dan Antonio masuk ke dalam kamar utama yang ada disana.


Seperti biasa Sandra akan berjalan menuju ke arah jendela yang ada di dalam kamar.


"Bagus sekali hubby" , ucap Sandra sambil memandangi pemandangan kota Singapura yang diterangi oleh lampu-lampu pada malam itu.


"Kamu suka sayang?" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh Sandra dari belakang dan menikmati pemandangan malam yang indah itu bersama.


"Suka banget hubby" , ucap Sandra sambil membalikkan kepalanya dan cup , bibir mereka pun menjadi bersentuhan , karena wajah Antonio yang sangat dekat dengan wajah istrinya disana.


Antonio langsung mencium bibir istrinya dengan intens sambil memainkan lidahnya disana.


Sampai Alvaro masuk dan menghancurkan suasana romantis yang sudah terbangun disana.


"Mama" , panggil Alvaro.


"Apa lagi nak?" , ucap Antonio yang merasa kesal kemesraannya diganggu.


"Aku gak mau tidur dengan kakak , aku mau tidur sendiri" , ucap Alvaro.


"Disini kamarnya cuma ada 3 sayang , masa kakak tidur bersama dengan James" , ucap Sandra.


"Tapi aku mau tidur sendiri disini ma" , ucap Alvaro yang gak mau mengalah.


"Biasanya kamu juga tidur dengan kakak kan kalau kita di hotel" , ucap Antonio.


"Tapi sekarang aku gak mau pa" , ucap Alvaro.


"Ya sudah pa , aku tidur bersama dengan James aja , lagian kan kami sudah bertunangan" , ucap Angelica yang jalan bersama dengan James masuk ke dalam kamar papa dan mamanya.


"Tapi gak begitu juga nak , kalian kan belum resmi sebagai suami istri" , ucap Antonio.


"Aku tau apa yang om khawatirkan , aku pasti gak akan lewat dari ciuman dan pelukan om" , ucap James.


"Tapi kalau dikamar berdua , susah banget lho menahannya James" , ucap Antonio.


"Aku pasti bisa menahannya om , aku janji gak akan melakukannya sampai kami menikah nanti" , ucap James meyakinkan calon papa mertuanya.


"Menahan apa yang susah pa?" , tanya Alvaro sambil mengerutkan keningnya.


"Anak kecil belum boleh tau" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Aku kan sudah besar pa" , jawab Alvaro yang sangat ingin tau.


"Iya , badan kamu aja yang besar , tapi pikirannya masih seperti anak kecil" , ucap Angelica.


"Kakakkkkkkk" , jerit Alvaro.


"Sudah , sudah , ayo kita pergi makan dulu , mama sudah lapar" , ucap Sandra.


"Baiklah sayang , kamu mau kita pesan makanan disini atau mau ke restorannya saja" , ucap Antonio.


"Ke restoran saja ya pa , aku mau makan yang banyak" , ucap Alvaro.


"Disini makanannya mahal lho nak , kalau kamu mau pesan sesuka kamu , harus bisa menghabiskannya ya. Kalau gak habis kamu papa tinggalin disini buat membayar semua makanan yang kita makan" , ucap Antonio.


Bulu kuduk Alvaro langsung berdiri , seperti ada udara dingin yang mengelilingi tubuhnya.


Alvaro langsung terbayang dengan harga kamar yang harganya sangat fantastis.


"Bagaimana kalau papa beneran ninggalin aku kalau makanan aku gak habis? Aku mau bayar pake apa?" , ucap Alvaro dalam hatinya.


.


.


"Baiklah papa , aku akan memesan secukupnya saja , nanti kalau aku merasa lapar , baru aku pesan lagi" , ucap Alvaro.


"Bagus , baru itu namanya anak papa" , ucap Antonio sambil tersenyum.


Sandra bersama Angelica dan James hanya tertawa kecil melihat tingkah Alvaro , setelah itu mereka semua berjalan bersama keluar dari kamar , masuk ke lift dan menekan tombol yang menuju ke restoran hotel.


"Wowww , banyak banget restoran nya pa. Tempatnya juga kelihatan sangat mewah" , ucap Alvaro.


"Iya nak , kamu mau makan makanan asia atau internasional?" , tanya Antonio.


"Aku mau makanan internasional pa" , jawab Alvaro.


"Baiklah" , ucap Antonio.


Mereka masuk kedalam restoran yang ada disana dan duduk di salah satu kursi kosong yang ada disana sambil melihat menu yang disediakan.


Setelah memesan makanannya , tidak lama makanan mereka pun telah terhidang di atas meja.


"Pa , bagaimana kalau untuk pembangunan resort kita yang baru nanti kita buat konsep mirip disini , kelihatannya sangat bagus sekali. Dalam satu gedung sudah komplit semuanya , bagi tamu yang malas untuk pergi keluar , mereka masih tetap bisa menikmati hari libur mereka dengan hanya berada di dalam hotel saja" , ucap Angelica.

__ADS_1


"Iya , kamu benar sayang , papa juga sempat memikirkan itu , tapi papa berpikir untuk hotel kita" , ucap Antonio.


James langsung merasa kagum melihat Angelica yang sudah membahas masalah bisnis dengan papanya.


__ADS_2