Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 12


__ADS_3

Angelica dan Alvaro yang sudah sampai di sekolah.


"Dek , itu pacar kamu sudah menunggu kamu disana" , ucap Angelica yang melihat Esmeralda sudah berdiri di depan gerbang sekolah.


"Bukan pacar aku kakak" , ucap Alvaro.


"Terus kalau bukan pacar apa dong yang ceweknya nempel terus sama cowoknya" , ucap Angelica sambil tersenyum.


"Nempel terus kayak papa dan mama dong" , ucap Alvaro.


"Kalau papa dan mama beda dek , mereka sudah menikah" , jawab Angelica sambil turun dari mobil.


"Halo sahabat kembar ku" , ucap Vincent yang tiba-tiba sudah ada di depan mobil Alvaro dan Angelica.


"Ya ampun , untung jantung aku gak melompat keluar" , ucap Alvaro.


"Memangnya tadi jantung kamu mau lompat keluar?" , tanya Vincent.


"Iya kan aku kaget , sekarang aja masih berdebar-debar dengan sangat cepat" , ucap Alvaro sambil menyentuh dadanya.


"Berdebar-debar nya apa karena mau bertemu dengan Esmeralda" , goda Angelica.


"Kakakkkkkkk" , ucap Alvaro.


"Ya sudah , temuin tuh cewek kamu" , ucap Angelica.


"Gak mau , aku mau ke dalam bersama kakak aja" , ucap Alvaro sambil menggandeng tangan Angelica.


Angelica hanya tersenyum melihat saudara kembarnya itu.


"Alvaro , kita jalan ke kelas bareng yuk" , ucap Esmeralda ketika Alvaro sudah sampai di depan gerbang sekolah.


"Aku mau jalan bersama kakak aku" , jawab Alvaro.


"Gak apa apa kali dek , kalau cuma barengan ke kelas saja" , ucap Angelica.


"Kakak kamu saja tidak mempermasalahkannya" , ucap Esmeralda sambil tersenyum.


"Ya sudah , cuma jalan ke kelas ini kan" , ucap Alvaro.


Ketika sudah sampai di dalam , karena arah kelas mereka yang berbeda , membuat Alvaro harus berpisah dengan kakaknya.


"Kakak , anterin aku sampai ke kelas ya" , ucap Alvaro dengan manja.


"Gak mau dek , capek ah kalau harus nganterin kamu" , jawab Angelica.


"Masa kakak gak mau temenin aku , padahal aku masih berduka lho gara-gara semua tikus putih aku mati tadi pagi" , ucap Alvaro.


"Bagus dong dek , akhirnya mati juga itu tikus" , ucap Angelica.


"Kok kakak gitu ngomongnya , terus aku mau melakukan percobaan nanti pakai apa?" , tanya Alvaro.


"Gak perlu percobaan percobaan gituan dek , masuk ke All Star Hotel saja , udah ah kakak mau ke kelas kakak dulu" , ucap Angelica.


"Kakak sama dengan papa JAHAT!" ucap Alvaro.

__ADS_1


"Biarin wek" , ucap Angelica sambil menjulurkan lidahnya.


Esmeralda yang mendengarkan percakapan Alvaro dan Angelica langsung mengambil kesempatan.


"Kamu sering membuat percobaan apa Alvaro?" , tanya Esmeralda.


"Percobaan macam-macam , seperti apa yang terjadi dengan bahan-bahan jenis yang berbeda kalau dicampurkan , buat makanan organik buat hewan , sama sekarang aku lagi mau buat racun pembunuh serangga dari bahan alami" , ucap Alvaro.


"Wah kamu hebat ya , aku juga tertarik buat seperti itu , tapi aku gak ngerti cara buatnya , apa yang sudah berhasil dari hasil percobaan yang sudah kamu buat?" , ucap Esmeralda.


"Gak ada , semuanya gagal" , jawab Alvaro sambil tersenyum manis.


"Oh , aku kirain sudah ada yang berhasil" , ucap Esmeralda sambil tersenyum simpul.


"Tapi aku masih mau terus membuatnya sampai aku berhasil" , ucap Alvaro dengan optimis.


"Kamu nanti mau jadi ilmuan ya" , ucap Esmeralda.


"Kok tau?" , tanya Alvaro.


"Ya kan kamu melakukan percobaan percobaan seperti itu , berarti kamu mau jadi ilmuan" , ucap Esmeralda.


"He...he...he...benar juga ya , kenapa aku gak kepikiran" , jawab Alvaro.


"Kenapa kamu gak mau jadi dokter saja?" , tanya Esmeralda.


"Gak mau , aku gak sanggup untuk membelah tubuh manusia , tangan aku pasti akan bergetar hebat ketika akan melakukannya" , ucap Alvaro.


Perkataan Alvaro membuat Esmeralda langsung tertawa.


"Kamu gak boleh pegang-pegang aku , cuma mama sama kakak yang boleh" , ucap Alvaro sambil menepis tangan Esmeralda.


"Baiklah...baiklah...tapi nanti aku pasti akan membuat kamu suka sama aku" , ucap Esmeralda.


"Kalau kamu mau aku menyukai kamu , kamu harus bisa seperti mama aku dulu" , ucap Alvaro.


"Memangnya mama kamu gimana?" , tanya Esmeralda.


"Kamu cari tau aja sendiri" , ucap Alvaro sambil berjalan masuk ke dalam kelasnya.


Esmeralda langsung terdiam melihat Alvaro yang sudah meninggalkannya disana.


********


Angelica yang berjalan ke kelas bersama dengan Vincent.


"Angelica , ketika libur sekolah kita pergi jalan-jalan berdua yuk" , ucap Vincent.


"Aku gak bisa Vincent" , jawab Angelica.


"Kenapa lagi? Gak mungkin kan kamu masih ke All Star Hotel di hari libur" , ucap Vincent.


"Aku sudah janji sama opa mau ikut ke lapangan golf" , ucap Angelica.


"Kamu ngapain ke lapangan golf?" , tanya Vincent dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Opa mau mengenalkan aku dengan teman-teman pengusahanya" , jawab Angelica.


"Alvaro ikut gak?" , tanya Vincent.


"Mana mau dia ikut ke lapangan golf" , ucap Angelica.


"Iya juga ya , tapi lapangan golf itu sangat membosankan lho , gak ada suara-suara yang mendukung disana , sangat sepi sekali suasananya , pasti akan membosankan" , ucap Vincent.


"Aku kan gak suka dengan keramaian dan kebisingan , jadi aku rasa lapangan golf sangat cocok dengan aku" , ucap Angelica.


"Oh iya , Angelica sangat suka ketenangan" , ucap Vincent dalam hatinya.


"Jadi kapan kamu mau jalan-jalan dengan aku?" , tanya Vincent.


"Aku gak punya waktu untuk jalan-jalan dengan kamu" , jawab Angelica.


"Kenapa kamu selalu menolak ajakan aku Angelica?" , ucap Vincent.


"Memang aku gak bisa Vincent , udah ya aku mau ke kelas dulu" , ucap Angelica.


"Tunggu Angelica , kamu kuliah ambil jurusan apa?" , tanya Vincent.


"Internasional bisnis" , jawab Angelica sambil berjalan masuk menuju ke kelasnya.


"Baiklah" , jawab Vincent.


"Apa aku ikut kuliah yang sama dengan Angelica , jadi aku bisa dekat dengan dia terus" , ucap Vincent sambil berjalan masuk ke dalam kelasnya.


Tidak lama terdengar suara bel masuk berbunyi , semua murid masuk ke kelas mereka masing-masing dan guru yang mulai mengajar pagi itu juga sudah berjalan memasuki kelas.


********


"Nona muda , hari ini semua tikus putih tuan kecil Alvaro mati" , ucap mba Ida.


"Oh , berarti tadi pagi Alvaro mencari aku mau kasih tau tikus putihnya mati semua" , ucap Sandra.


"Iya nona muda , tadi pagi begitu tuan kecil ke belakang dan melihat semua tikus putihnya mati , dia langsung berlari masuk ke dalam" , ucap mba Ida.


Sandra hanya tersenyum sambil mengingat tingkah manja lucu dan menggemaskan anaknya itu.


"Ya sudah mba , semua tikus putih yang mati dibuang saja dan kandangnya di bersihkan , lalu masukin ke gudang ya" , ucap Sandra.


"Kalau nanti tuan kecil Alvaro menanyakan kandangnya gimana nona muda?" , tanya mba Ida.


"Bilang saja saya yang suruh simpan mba , nanti dia gak boleh lagi beli tikus putih" , ucap Sandra.


"Baik nona muda , harusnya iya nona muda , jangan bolehin tuan kecil beli tikus putih lagi" , ucap mba Ida.


"Hamster nya Alvaro gimana mba?" , tanya Sandra.


"Hamster nya masih hidup nona muda , tadi baru saja saya bersihkan kandangnya dan saya kasih makan" , ucap mba Ida.


"Baiklah mba" , jawab Sandra.


Setelah itu mba Ida berjalan ke belakang untuk membersihkan semua tikus yang mati.

__ADS_1


Sandra berjalan menuju ke dapur untuk membuat makan siang , karena dia akan mengantarkan makanan ke All Star Hotel siang ini buat suami tercintanya.


__ADS_2