
Angelica dan Alvaro yang sudah sampai di sekolah.
"Dek , itu pacar kamu sudah menunggu kamu disana" , ucap Angelica yang melihat Esmeralda sudah berdiri di depan gerbang sekolah.
"Bukan pacar aku kakak" , ucap Alvaro.
"Terus kalau bukan pacar apa dong yang ceweknya nempel terus sama cowoknya" , ucap Angelica sambil tersenyum.
"Nempel terus kayak papa dan mama dong" , ucap Alvaro.
"Kalau papa dan mama beda dek , mereka sudah menikah" , jawab Angelica sambil turun dari mobil.
"Halo sahabat kembar ku" , ucap Vincent yang tiba-tiba sudah ada di depan mobil Alvaro dan Angelica.
"Ya ampun , untung jantung aku gak melompat keluar" , ucap Alvaro.
"Memangnya tadi jantung kamu mau lompat keluar?" , tanya Vincent.
"Iya kan aku kaget , sekarang aja masih berdebar-debar dengan sangat cepat" , ucap Alvaro sambil menyentuh dadanya.
"Berdebar-debar nya apa karena mau bertemu dengan Esmeralda" , goda Angelica.
"Kakakkkkkkk" , ucap Alvaro.
"Ya sudah , temuin tuh cewek kamu" , ucap Angelica.
"Gak mau , aku mau ke dalam bersama kakak aja" , ucap Alvaro sambil menggandeng tangan Angelica.
Angelica hanya tersenyum melihat saudara kembarnya itu.
"Alvaro , kita jalan ke kelas bareng yuk" , ucap Esmeralda ketika Alvaro sudah sampai di depan gerbang sekolah.
"Aku mau jalan bersama kakak aku" , jawab Alvaro.
"Gak apa apa kali dek , kalau cuma barengan ke kelas saja" , ucap Angelica.
"Kakak kamu saja tidak mempermasalahkannya" , ucap Esmeralda sambil tersenyum.
"Ya sudah , cuma jalan ke kelas ini kan" , ucap Alvaro.
Ketika sudah sampai di dalam , karena arah kelas mereka yang berbeda , membuat Alvaro harus berpisah dengan kakaknya.
"Kakak , anterin aku sampai ke kelas ya" , ucap Alvaro dengan manja.
"Gak mau dek , capek ah kalau harus nganterin kamu" , jawab Angelica.
"Masa kakak gak mau temenin aku , padahal aku masih berduka lho gara-gara semua tikus putih aku mati tadi pagi" , ucap Alvaro.
"Bagus dong dek , akhirnya mati juga itu tikus" , ucap Angelica.
"Kok kakak gitu ngomongnya , terus aku mau melakukan percobaan nanti pakai apa?" , tanya Alvaro.
"Gak perlu percobaan percobaan gituan dek , masuk ke All Star Hotel saja , udah ah kakak mau ke kelas kakak dulu" , ucap Angelica.
"Kakak sama dengan papa JAHAT!" ucap Alvaro.
__ADS_1
"Biarin wek" , ucap Angelica sambil menjulurkan lidahnya.
Esmeralda yang mendengarkan percakapan Alvaro dan Angelica langsung mengambil kesempatan.
"Kamu sering membuat percobaan apa Alvaro?" , tanya Esmeralda.
"Percobaan macam-macam , seperti apa yang terjadi dengan bahan-bahan jenis yang berbeda kalau dicampurkan , buat makanan organik buat hewan , sama sekarang aku lagi mau buat racun pembunuh serangga dari bahan alami" , ucap Alvaro.
"Wah kamu hebat ya , aku juga tertarik buat seperti itu , tapi aku gak ngerti cara buatnya , apa yang sudah berhasil dari hasil percobaan yang sudah kamu buat?" , ucap Esmeralda.
"Gak ada , semuanya gagal" , jawab Alvaro sambil tersenyum manis.
"Oh , aku kirain sudah ada yang berhasil" , ucap Esmeralda sambil tersenyum simpul.
"Tapi aku masih mau terus membuatnya sampai aku berhasil" , ucap Alvaro dengan optimis.
"Kamu nanti mau jadi ilmuan ya" , ucap Esmeralda.
"Kok tau?" , tanya Alvaro.
"Ya kan kamu melakukan percobaan percobaan seperti itu , berarti kamu mau jadi ilmuan" , ucap Esmeralda.
"He...he...he...benar juga ya , kenapa aku gak kepikiran" , jawab Alvaro.
"Kenapa kamu gak mau jadi dokter saja?" , tanya Esmeralda.
"Gak mau , aku gak sanggup untuk membelah tubuh manusia , tangan aku pasti akan bergetar hebat ketika akan melakukannya" , ucap Alvaro.
Perkataan Alvaro membuat Esmeralda langsung tertawa.
"Kamu gak boleh pegang-pegang aku , cuma mama sama kakak yang boleh" , ucap Alvaro sambil menepis tangan Esmeralda.
"Baiklah...baiklah...tapi nanti aku pasti akan membuat kamu suka sama aku" , ucap Esmeralda.
"Kalau kamu mau aku menyukai kamu , kamu harus bisa seperti mama aku dulu" , ucap Alvaro.
"Memangnya mama kamu gimana?" , tanya Esmeralda.
"Kamu cari tau aja sendiri" , ucap Alvaro sambil berjalan masuk ke dalam kelasnya.
Esmeralda langsung terdiam melihat Alvaro yang sudah meninggalkannya disana.
********
Angelica yang berjalan ke kelas bersama dengan Vincent.
"Angelica , ketika libur sekolah kita pergi jalan-jalan berdua yuk" , ucap Vincent.
"Aku gak bisa Vincent" , jawab Angelica.
"Kenapa lagi? Gak mungkin kan kamu masih ke All Star Hotel di hari libur" , ucap Vincent.
"Aku sudah janji sama opa mau ikut ke lapangan golf" , ucap Angelica.
"Kamu ngapain ke lapangan golf?" , tanya Vincent dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Opa mau mengenalkan aku dengan teman-teman pengusahanya" , jawab Angelica.
"Alvaro ikut gak?" , tanya Vincent.
"Mana mau dia ikut ke lapangan golf" , ucap Angelica.
"Iya juga ya , tapi lapangan golf itu sangat membosankan lho , gak ada suara-suara yang mendukung disana , sangat sepi sekali suasananya , pasti akan membosankan" , ucap Vincent.
"Aku kan gak suka dengan keramaian dan kebisingan , jadi aku rasa lapangan golf sangat cocok dengan aku" , ucap Angelica.
"Oh iya , Angelica sangat suka ketenangan" , ucap Vincent dalam hatinya.
"Jadi kapan kamu mau jalan-jalan dengan aku?" , tanya Vincent.
"Aku gak punya waktu untuk jalan-jalan dengan kamu" , jawab Angelica.
"Kenapa kamu selalu menolak ajakan aku Angelica?" , ucap Vincent.
"Memang aku gak bisa Vincent , udah ya aku mau ke kelas dulu" , ucap Angelica.
"Tunggu Angelica , kamu kuliah ambil jurusan apa?" , tanya Vincent.
"Internasional bisnis" , jawab Angelica sambil berjalan masuk menuju ke kelasnya.
"Baiklah" , jawab Vincent.
"Apa aku ikut kuliah yang sama dengan Angelica , jadi aku bisa dekat dengan dia terus" , ucap Vincent sambil berjalan masuk ke dalam kelasnya.
Tidak lama terdengar suara bel masuk berbunyi , semua murid masuk ke kelas mereka masing-masing dan guru yang mulai mengajar pagi itu juga sudah berjalan memasuki kelas.
********
"Nona muda , hari ini semua tikus putih tuan kecil Alvaro mati" , ucap mba Ida.
"Oh , berarti tadi pagi Alvaro mencari aku mau kasih tau tikus putihnya mati semua" , ucap Sandra.
"Iya nona muda , tadi pagi begitu tuan kecil ke belakang dan melihat semua tikus putihnya mati , dia langsung berlari masuk ke dalam" , ucap mba Ida.
Sandra hanya tersenyum sambil mengingat tingkah manja lucu dan menggemaskan anaknya itu.
"Ya sudah mba , semua tikus putih yang mati dibuang saja dan kandangnya di bersihkan , lalu masukin ke gudang ya" , ucap Sandra.
"Kalau nanti tuan kecil Alvaro menanyakan kandangnya gimana nona muda?" , tanya mba Ida.
"Bilang saja saya yang suruh simpan mba , nanti dia gak boleh lagi beli tikus putih" , ucap Sandra.
"Baik nona muda , harusnya iya nona muda , jangan bolehin tuan kecil beli tikus putih lagi" , ucap mba Ida.
"Hamster nya Alvaro gimana mba?" , tanya Sandra.
"Hamster nya masih hidup nona muda , tadi baru saja saya bersihkan kandangnya dan saya kasih makan" , ucap mba Ida.
"Baiklah mba" , jawab Sandra.
Setelah itu mba Ida berjalan ke belakang untuk membersihkan semua tikus yang mati.
__ADS_1
Sandra berjalan menuju ke dapur untuk membuat makan siang , karena dia akan mengantarkan makanan ke All Star Hotel siang ini buat suami tercintanya.