Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 76


__ADS_3

Hari-hari Alvaro dan Angelica disibukkan dengan ujian semester.


Selama masa ujian , James diminta Angelica untuk tidak menghubunginya untuk sementara waktu , karena dia mau fokus belajar untuk menghadapi ujian.


Karena setiap James video call dengan Angelica , James pasti gak tau waktu , sebelum Angelica ujian , mereka bisa mengobrol sampai tengah malam , makanya Angelica tidak mau diganggu selama masa ujian.


James yang sudah beberapa hari gak menghubungi kekasihnya , membuatnya tidak bersemangat menjalani hari-harinya.


"Kenapa kamu kelihatan kucel? Sudah berapa hari kamu gak mandi?" , tanya mama Heni ketika melihat anaknya turun ke bawah untuk sarapan.


"Baru juga hari ketiga gak mandi" , jawab James dengan santai.


"Apa!!! Pantesan mama duduk disini bisa mencium bau kamu yang asam itu" , ucap mama Heni.


"Kamu kenapa lesu begitu nak?" , ucap papa Freddy yang sedang sarapan disana.


"Aku gak bisa mengobrol dengan Angelica pa , aku kan kangen sekali sama dia , setiap malam aku selalu ingin menelponnya" , ucap James.


"Calon istri kamu itu sedang menghadapi ujian semester , wajar kalau dia gak mau diganggu dulu" , ucap papa Freddy.


"Masa Angelica baru gak bisa dihubungi karena sedang ujian semester , kamu sudah seperti orang patah hati begini" , ucap mama Heni sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang satu ini.


"Rindu itu kalau ditahan terasa berat ma" , jawab James.


"Baru juga ujian semester , nanti ketika Angelica mau ujian akhir , papa rasa dia gak akan mengijinkan kamu menghubunginya lebih lama dari ini" , ucap papa Freddy.


"Aku harus bagaimana pa? Aku kangen banget dengan Angelica" , ucap James.


"Lebih baik kamu fokus dengan kerjaan kamu selama gak bisa menghubungi Angelica" , ucap papa Freddy.


"Kalau aku bisa melihat wajah Angelica , baru aku bisa bersemangat menjalani hari-hari aku" , jawab James.


"Sudah sudah , baru juga beberapa hari sudah kayak gini. Bagaimana kalau Angelica kuliah di luar negeri?" , ucap mama Heni.


"Aku akan ikut dia tinggal disana selama dia kuliah sampai tamat" , jawab James.


"Gak bisa gitu juga nak , kamu punya tanggung jawab yang besar disini , perusahaan papa sudah menyerahkannya kepada kamu" , ucap papa Freddy.


"Baiklah pa , aku ada meeting pagi ini , aku jalan duluan ya" , ucap James sambil mengambil tas kerjanya.


"Gak disangka James kalau sudah jatuh cinta seperti ini ya pa?" , ucap mama Heni.


"Iya ma , papa juga gak menyangka , tapi papa juga senang karena dia bersama dengan Angelica bukan dengan wanita wanita yang hanya menginginkan uangnya saja" , ucap papa Freddy.


"Sebenarnya wanita dulu itu mengejar anak kita , karena selain uangnya , James itu juga tampan pa , cuma ketika mereka sudah kena kebiasaan jelek James yang suka gak mandi dan kentut sembarangan , mereka pun memilih untuk meninggalkannya" , ucap mama Heni.

__ADS_1


"Iya , untung saja kebiasaan jeleknya itu bisa menyelamatkannya dari wanita wanita yang gak benar ya ma , kalau Angelica kan berbeda , dari statusnya saja sudah lebih diatas kita. Makanya papa bersyukur Angelica mau bersama dengan James. Dengan adanya keluarga Winata , perusahaan kita juga bisa tambah stabil dan lebih berkembang lagi ma".


Mama Heni pun menganggukkan kepalanya.


********


James yang sudah berada di ruangan meeting...


"Aduh kenapa si pak bos kali ini mulai bau lagi sih. Udah punya calon istri juga. Mana udah lama banget aku gak mencium bau ini lagi. Kenapa hari ini mulai ke cium lagi bau yang sangat mengganggu pernafasan ini" , ucap Susan yang berdiri di dekat James dalam hatinya.


Sampai beberapa waktu...


"Baiklah pak Bertrand , senang bekerja sama dengan anda" , ucap James sambil menjabat tangan teman bisnisnya yang baru.


"Akhirnya selesai juga meeting yang sangat menyiksa hidung aku ini. Untung saja nanti siang meeting nya di ruangan meeting , jadi aku bisa duduk agak jauh dari dia" , ucap Susan dalam hatinya.


Susan mengantarkan pak Bertrand sampai ke depan pintu.


"Susan , setelah ini kamu tolong persiapkan bahan meeting untuk saya ya" , ucap James.


"Siang ini kan meeting tentang laporan keuangan bulanan pak. Bukankah manager keuangan yang akan mempersiapkan laporannya?" , ucap Susan.


"Oh , nanti meeting tentang laporan keuangan ya. Baiklah , kamu sudah bisa kembali mengerjakan pekerjaan kamu lagi" , jawab James.


.


.


"Ada apa dengan pak bos hari ini?" , ucap Susan sambil duduk di kursi kerjanya.


"Maksudnya?" , tanya Yuli yang mendengarkan perkataan Susan.


"Iya , si pak bos kebiasaan jeleknya mulai lagi" , jawab Susan.


"Kebiasaan jelek gak mandi nya?" , ucap Yuli.


"Iya dan parahnya ntah sudah berapa hari dia gak mandi , bau banget tau" , ucap Susan.


"Untung aku asistennya pak Freddy , bukan pak James" , jawab Yuli.


"Iya , ditambah lagi , masa dia baru dikasih tau tentang meeting siang ini tadi pagi , selesai meeting dengan pak Bertrand bisa lupa tentang meeting siang" , ucap Susan.


"Apa pak James putus ya dengan pacarnya?" , ucap Yuli.


"Gak mungkin putus , kalau putus masa fotonya masih terpasang di ruangannya. Tapi dia selalu memandangi foto itu belakangan ini" , jawab Susan.

__ADS_1


"Ada apa ya?" , tanya Yuli sambil mengerutkan keningnya.


"Apa ceweknya lagi sakit?" , ucap Susan.


"Gak mungkin juga , kalau sakit pasti dia pulang cepat untuk pergi ke rumah sakit , seperti waktu calon mama mertuanya sakit waktu itu" , ucap Yuli.


"Iya , kamu benar juga. Ya sudah la , bukan urusan kita juga. Lebih baik kita mengerjakan pekerjaan kita saja" , ucap Susan.


"Iya" , jawab Yuli.


Tidak lama Ernest datang membawa setumpuk dokumen yang mau di tanda tangani oleh James.


Ernest yang sudah sampai di depan ruangan kerja James , mulai mengetuk pintunya.


Tok...tok...tok...


"Masuk" , jawab James sambil melihat foto pertunangannya yang bersama dengan Angelica.


"Permisi pak , ini ada dokumen yang harus bapak tanda tangani hari ini" , ucap Ernest sekretaris James.


James memutar kursi kebesarannya dan mulai membuka dokumen itu langsung ke bagian akhir dan menandatangi nya tanpa membacanya dulu seperti biasa yang dia lakukan.


"Sudah semua" , jawab James sambil menutup dokumen yang terakhir.


"Baik pak , kalau gitu saya permisi dulu" , ucap Ernest.


James pun menganggukkan kepalanya.


Ernest berjalan keluar dengan penuh tanda tanya.


"Susan apa yang terjadi dengan pak James?" , ucap Ernest setelah menutup pintu ruangan kerja James.


"Aku juga gak tau , dia aneh dari tadi pagi. Memangnya kamu ditanyain apa sama pak bos?" , ucap Susan.


"Gak ada nanya sih , cuma dia tanda tangan dokumen tanpa membacanya terlebih dahulu , nanti kalau ada yang salah , aku juga yang di salahkan" , jawab Ernest.


"Kayaknya kalau beberapa hari kedepan dia masih kayak gitu , dia gak akan marah-marah deh" , ucap Susan.


"Dari mana kamu tau?" , tanya Ernest.


"Dia aja bisa lupa tentang meeting siang ini , masa mau meeting laporan keuangan aku yang disuruh buat bahan meeting nya , itu kan bukan kerjaan aku" , jawab Susan.


"Iya juga ya. Gak biasanya dia yang selalu ingat semuanya jadi pelupa gini" , ucap Ernest.


Susan pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.

__ADS_1


__ADS_2