
Sudah mulai siang , Sandra mulai siap-siap di kamarnya.
Sandra mengambil dress simple di dalam lemarinya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah beberapa waktu , Sandra selesai mandi dan mulai berjalan ke meja riasnya , seperti biasa Sandra akan berdandan natural.
Selesai berdandan , Sandra mengambil tas nya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju ke bawah.
"Mba Tuti , aku pergi dulu ya" , ucap Sandra.
"Iya nona muda" , ucap mba Tuti.
"Nona muda , tunggu sebentar" , ucap mba Ida.
"Iya mba Ida , ada apa?" , tanya Sandra.
"Itu , tikus putih tuan kecil Alvaro mati lagi" , ucap mba Ida yang sedang membersihkan taman belakang.
"Yang mati dibuang saja mba" , ucap Sandra.
"Itu tikus bisa gak dibuang saja semuanya nona muda , saya geli melihatnya setiap hari" , ucap mba Ida.
"Jangan mba , nanti Alvaro bisa marah-marah kalau tau tikus putihnya dibuang" , jawab Sandra.
"Baik nona muda" , ucap mba Ida.
"Ya sudah , kalau gitu saya pergi lagi ya , sebentar lagi sudah jam pulang sekolah Alvaro" , ucap Sandra.
"Bukannya tuan kecil Alvaro ada pak Kamil yang menunggu di sekolah nona muda" , ucap mba Tuti.
"Siang ini dia pergi dengan saya ke mall , makanya saya yang jemput" , ucap Sandra.
"Baik nona muda" , jawab mba Tuti.
Sandra berjalan menuju ke luar dan memasuki mobilnya yang sudah dinyalakan oleh pak Maman.
"Pak , kita ke sekolah Alvaro dulu ya" , ucap Sandra.
"Baik nona muda" , jawab pak Maman sambil menjalankan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah Alvaro.
********
"Tuti , kamu saja ya yang beresin tikus yang mati" , ucap mba Ida.
"Gak mau ah mba , aku juga geli lihatnya" , ucap Tuti.
"Kenapa tuan kecil Alvaro beli binatang-binatang yang menggelikan gitu sih" , ucap mba Ida.
"Setau aku , tuan kecil itu suka buat percobaan percobaan gitu kalau hari libur sekolah" , jawab Tuti.
"Memangnya percobaannya itu tugas dari sekolahnya?" , tanya mba Ida.
"Gak tau juga aku mba , besok-besok mba Ida tanya aja sendiri dengan tuan kecil Alvaro" , jawab Tuti.
"Gak berani aku nanya ke tuan kecil Alvaro , nanti marah lagi sama aku , lalu ngadu sama mamanya" , ucap mba Ida.
"Tuan kecil Alvaro gak seperti itu juga kali mba" , ucap Tuti sambil terkekeh.
"Coba saja kalau tuan kecil Alvaro seperti nona kecil Angelica , yang rapi , bersih dan gak pakai binatang-binatang begitu" , ucap mba Ida.
__ADS_1
"Ya mereka itu kembar tapi sifatnya beda , dari kecil juga sudah kelihatan" , ucap Tuti.
"Iya kamu benar juga" , ucap mba Ida.
"Udah mba , aku mau kerjain kerjaan aku lagi ya" , ucap Tuti.
"Ya terpaksa deh aku harus beresin kelinci putih yang mati" , ucap mba Ida.
"Selamat bekerja mba , yang semangat ya" , ucap Tuti sambil terkekeh.
"Iya" , jawab mba Ida dengan wajah lesu sambil berjalan ke taman belakang.
********
Bel pulang telah berbunyi , Alvaro langsung berjalan keluar dari kelasnya mau menuju ke kelas Angelica.
Alvaro yang baru keluar dari kelas , langsung di panggil oleh Esmeralda cantik.
"Alvaro".
"Iya" , jawab Alvaro sambil menghentikan langkahnya disana.
"Kita jalan-jalan yuk siang ini , ikut mobil aku aja , kebetulan aku dengan sopir pribadi aku" , ucap Esmeralda.
"Aku sudah janji sama mama aku , aku pergi dulu ya" , ucap Alvaro sambil melangkahkan kakinya dari sana.
Esmeralda terus mengikuti langkah Alvaro.
"Kamu ngapain ikutin aku" , ucap Alvaro.
"Aku gak percaya kalau kamu mau pergi dengan mama kamu" , ucap Esmeralda.
"Terserah kamu deh" , jawab Alvaro sambil terus berjalan.
"Kak Angelica" , panggil Alvaro.
"Iya dek , bukannya kamu di jemput mama?" , ucap Angelica.
"Iya kak , tapi kita jalan keluar bersama ya" , ucap Alvaro.
"Bukannya kamu jalan bersama cewek baru kamu" , ucap Angelica sambil melirik Esmeralda.
"Gak kakak , dia aja yang ngikutin aku terus" , ucap Alvaro.
"Nanti kakak cerita ke papa ya kalau kamu sudah punya pacar" , goda Angelica.
"Jangan kakak , dia bukan pacar aku" , ucap Alvaro.
Angelica langsung tertawa mendengar ucapan saudara kembarnya.
Sampai di depan sekolah , Sandra sudah berdiri di depan mobil menunggu anak kembarnya.
"Mama" , panggil Alvaro yang langsung berlari memeluk mamanya.
"Iya sayang" , ucap Sandra sambil mengecup kening Alvaro.
"Ma" , sapa Angelica.
"Iya nak" , ucap Sandra sambil mengecup kening anaknya.
__ADS_1
"Itu , mamanya Alvaro , kelihatan masih muda sekali dan sangat cantik" , ucap Esmeralda dalam hatinya yang melihat Alvaro dan mamanya.
"Ma , Alvaro sudah punya pacar sekarang?" , ucap Angelica.
"Benarkah sayang?" , tanya Sandra dengan mata yang berbinar.
"Iya ma , itu ceweknya" , ucap Angelica sambil menunjuk ke arah Esmeralda.
"Cantik pacarnya kamu sayang" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Bukan pacar aku ma , bukan....kakak , aku kan sudah bilang bukan pacar aku" , ucap Alvaro.
"Sudah ya ma , aku pergi ke All Star Hotel dulu" , ucap Angelica yang langsung melarikan diri dari sana dan masuk ke dalam mobilnya.
Sandra hanya tersenyum melihat anak kembarnya.
"Bukan ma" , ucap Alvaro.
"Ya sudah kita masuk ke dalam mobil dulu ya sayang" , ucap Sandra.
Alvaro menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam mobil mamanya.
Esmeralda yang masih berdiri disana....
"Ternyata Alvaro selain pintar , anak orang kaya juga , kalau papa bisa tau siapa orang tua Alvaro , aku bisa minta papa untuk menjodohkan aku dengan Alvaro" , ucap Esmeralda dalam hatinya sambil berjalan menuju ke mobilnya.
"Pak , kita ke perusahaan textile papa ya" , ucap Esmeralda kepada sopirnya.
"Baik non" , jawab sopir Esmeralda.
********
Selama di dalam mobil , Sandra selalu menggoda Alvaro.
"Gak mama , aku sudah bilang dia bukan pacar aku mama , aku maunya cari pacar yang seperti mama" , ucap Alvaro.
"Mama lihat dia cantik sayang dan sepertinya anaknya pintar juga , apa dia satu kelas dengan kamu?" , tanya Sandra.
"Gak satu kelas mama , dia di IPA 2" , jawab Alvaro.
"Berarti masih satu jurusan sama kamu , bisa cocok dong" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Gak cocok mama , udah ah jangan bahas Esmeralda lagi" , ucap Alvaro.
"Namanya bagus juga ya Esmeralda" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Udah mama , jangan bahas lagi , aku gak suka" , ucap Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.
Sama persis dengan Sandra ketika ngambek suka memanyunkan bibirnya.
Sandra yang gemes melihat anak manjanya , langsung memegang bibir Alvaro yang sudah maju 5 cm ke depan itu dengan tangannya.
"Aduh , jangan digituin mama , nanti kalau bibir aku bengkak gimana" , ucap Alvaro setelah Sandra melepaskan tangannya.
"Habisnya gemesin deh liat bibir kamu manyun gitu" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Mamaaaaaaaa" , jerit Alvaro.
Yang membuat suaranya menggelegar di dalam mobil , membuat Sandra harus menutup telinganya , karena kerasnya suara jeritan anaknya.
__ADS_1
Pak Maman hanya tersenyum melihat Sandra dan anak manjanya.
"Iya...iya deh , mama gak akan menggoda kamu lagi" , ucap Sandra setelah Alvaro diam dan Sandra menurunkan kedua tangannya.