
Vincent yang sudah berada di restoran dengan keluarga besarnya , tidak merasakan bahagia saat itu.
Vincent terus memikirkan Angelica yang sudah memiliki pacar.
Setiap papa Victor , mama Chika , opa Wijaya dan oma Farah mengobrol dengannya , Vincent hanya menjawab sekedarnya saja.
"Kamu kenapa nak? Kenapa kamu berbeda hari ini , biasanya setiap kamu menang pertandingan basket , kamu yang bersemangat menceritakan selama di lapangan" , ucap Chika yang menyadari perubahan dari anak sulungnya.
"Angelica sudah bersama dengan pria lain ma" , ucap Vincent.
"Mama kan sudah bilang nak , kalau Angelica gak suka dengan kamu , kamu jangan memaksakannya" , ucap Chika.
"Tapi bagaimana caranya ma , aku sangat mencintai Angelica , bagaimana caranya untuk aku menghilangkan rasa ini" , ucap Vincent.
"Kamu harus bisa menemukan cinta baru nak , sama ketika mama bertemu dengan papa dulu , sebelumnya mama juga sangat mencintai seorang pria , tapi pria itu tidak pernah mencintai mama , sampai akhirnya mama bertemu dengan papa Victor , setiap perhatian yang papa Victor berikan kepada mama , membuat mama bisa merasakan dicintai dan mencintai" , ucap Chika.
"Jadi Vincent suka dengan Angelica ya" , ucap papa Victor yang juga mendengarnya.
"Iya pa , tapi aku sudah tidak bisa mendapatkannya lagi" , jawab Vincent.
"Tadi papa sudah melihat , kayaknya Angelica dan pacarnya itu saling mencintai , kamu harus bisa melupakan perasaan kamu nak" , ucap papa Victor.
"Iya pa , tapi sungguh sulit untuk aku melupakannya" , ucap Vincent.
"Papa yakin suatu hari kamu pasti bisa melupakan Angelica dan bersama dengan cinta yang baru" , ucap Victor.
"Iya pa" , jawab Vincent.
Tidak lama , mereka semua sudah selesai makan malam , Vincent dan keluarganya menuju pulang ke rumah.
Sampai di rumah , Vincent langsung masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang masih patah hati pada saat itu.
Chika dan Victor juga masuk ke dalam kamar mereka untuk istirahat.
Setelah Chika dan Victor selesai membersihkan diri mereka...
"Mas , aku sebenarnya lebih tenang mendengar Angelica sudah memiliki pacar sekarang" , ucap Chika.
"Memangnya kenapa kamu lega Angelica sudah memiliki pacar?" , ucap Victor sambil mengerutkan keningnya.
"Karena kalau Vincent bersama dengan Angelica , Sandra dan suaminya beserta keluarganya pasti tidak akan bisa menerima Vincent mas" , ucap Chika sambil meletakkan kepalanya di dada suaminya.
"Kita kan belum tau mereka menerima Vincent atau tidak , selama ini kan Vincent kita yang besarkan sayang" , ucap Victor.
"Iya mas , tapi entah kenapa aku merasa kalau mereka mempunyai hubungan lebih dari teman , Sandra dan keluarganya pasti gak akan menyetujuinya" , ucap Chika.
"Ya sudah sayang , sekarang kita harus bisa membuat Vincent melupakan rasa cintanya terhadap Angelica" , ucap Victor.
"Iya mas" , jawab Chika.
__ADS_1
"Kalau gitu kita tidur lagi ya sayang , sudah malam dan aku pun sudah lelah" , ucap Victor.
"Iya mas" , jawab Chika sambil tidur di samping tubuh suaminya.
********
Pagi harinya Angelica dan Alvaro seperti biasa mulai bersiap-siap ke sekolah.
"Ma , nanti aku pulang dijemput dengan James ya , baru ke All Star Hotel" , ucap Angelica.
"Iya sayang" , ucap Sandra yang bahagia anaknya sudah mempunyai cowok yang disukai.
"Kalau gitu aku ikut pulang dengan kakak ya" , ucap Alvaro.
"Bukankah kamu sudah janji dengan Esmeralda , kalau Esmeralda gak masuk ke sekolah hari ini , kamu akan melihatnya di rumah" , ucap Angelica.
"Tapi dia pasti sudah sehat kak , kan cuma muntah-muntah karena main rollercoaster saja" , ucap Alvaro.
"Gak biasanya anak manja mama mau pergi melihat cewek , mama sudah dilupakan ya sekarang sejak ada Esmeralda" , goda Sandra.
"Gak mama , aku masih tetap mencintai mama , mama masih nomor satu di hati aku" , ucap Alvaro sambil memeluk tubuh mamanya yang duduk di sebelahnya.
"Iya sayang , mama cuma menggoda kamu , tapi mama senang kalau kamu sudah bisa menerima cewek lain dalam hati kamu" , ucap Sandra.
"Aku gak menyukainya ma , aku cuma kasihan saja melihat wajah dia yang pucat dan muntah-muntah setelah main rollercoaster kemaren" , jawab Alvaro.
"Ya sudah gak apa apa nak , nanti kalau kamu sudah mencintai seseorang , kamu harus memberitahukannya kepada mama ya" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Sudah...sudah...kamu pergi sekolah lagi , nanti terlambat sampai di sekolah" , ucap Antonio.
"Bilang saja papa cemburu kan , kalau aku nempel terus sama mama" , ucap Alvaro.
"Ngapain juga papa cemburu , mama saja selalu menempel sama papa dari malam sampai pagi , bahkan papa bisa melakukan lebih dari yang kamu lakukan" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Ya sudah , kalau gitu aku pergi ke sekolah lagi" , ucap Alvaro dengan nada kesal sambil berdiri dan mengambil tasnya berjalan keluar.
Sandra dan Antonio hanya tersenyum melihat anak manja mereka.
"Aku pergi dulu ya pa...ma..." , ijin Angelica sambil mencium pipi papa dan mamanya.
"Iya sayang" , jawab Sandra dan Antonio bersamaan.
Angelica dan Alvaro masuk ke dalam mobil mereka , pak Kamil langsung menjalankan mobil menuju ke sekolah.
Sampai di sekolah SMA Bhakti , tidak terlihat ada Esmeralda di depan gerbang.
Biasanya Esmeralda suka berdiri disana menunggu Alvaro datang.
"Dek , kayaknya Esmeralda beneran gak masuk hari ini" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Gak mungkin kak , dia pasti sudah masuk ke kelasnya" , ucap Alvaro.
"Kalau dia ternyata gak masuk , kamu jangan lupa dengan janji kamu , kalau sudah berjanji ingat harus ditepati" , ucap Angelica.
"Iya kakak , gak perlu dijelasin sejelas-jelasnya seperti itu" , ucap Alvaro.
Alvaro langsung berjalan menuju ke kelasnya dan Angelica berjalan menuju ke kelasnya.
Selama jam pelajaran , Alvaro terus memikirkan Esmeralda.
Sampai akhirnya bel tanda istirahat berbunyi....
Alvaro keluar dari kelas dan mencoba melihat ke kelas IPA 2.
Ketika Alvaro sudah sampai di sana , tidak kelihatan Esmeralda di sana.
"Berarti dia beneran masih sakit" , ucap Alvaro dalam hatinya.
Angelica yang sangat penasaran pergi melihat ke arah kelas Alvaro.
Begitu Angelica melihat adiknya ada di depan kelas IPA 2.....
"Jadi bagaimana dek , apa Esmeralda ada?" , tanya Angelica.
"Gak ada kak" , jawab Alvaro dengan lirih.
"Berarti dia menunggu kamu untuk datang ke rumah dia dek" , ucap Angelica.
"Berarti dia pura-pura sakit kak" , ucap Alvaro.
"Mana kakak tau" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Ya sudah kak , ayo ke kantin , aku mau makan mie ayam" , ucap Alvaro sambil menggandeng tangan Angelica.
Angelica menganggukkan kepalanya dan mereka berdua berjalan menuju ke kantin.
Sampai di kantin Alvaro membeli mie ayam yang dia inginkan , Angelica membeli sate ayam.
Ketika Angelica dan Alvaro mau duduk di salah satu meja kosong yang ada disana , seperti biasa Angelica akan menyemprotkan handsanitizer disana sebelum mereka duduk.
Sambil menunggu kakaknya selesai menyemprotkan handsanitizer disana , Alvaro melihat Vincent yang sedang duduk disana bersama dengan cewek-cewek yang menyukainya.
"Kak , tumben si Vincent gak menemui kita dan duduk bersama dengan cewek-cewek yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi" , ucap Alvaro setelah diperbolehkan duduk oleh kakaknya.
"Biarkan saja dek , siapa tau dia bisa menemukan pasangan untuk dirinya" , ucap Angelica sambil memakan sate yang sudah dibelinya.
"Iya juga ya kak , aku saja juga sedang mencari pacar untuk aku" , jawab Alvaro sambil memakan mie ayamnya.
"Iya dek".
__ADS_1
"Semoga kamu bisa menemukan wanita yang benar-benar mencintai kamu Vincent" , ucap Angelica dalam hatinya.