
Setelah selesai makan , Sandra menyusun piring dan gelas kotor mereka di dapur mini yang ada di kamar khusus mereka , karena sebentar lagi pak Wira akan datang.
"Hubby , aku mau ke kamar ya , tapi cium dulu" , ucap Sandra dengan manja.
Antonio pun langsung mencium dengan lembut bibir merah istrinya untuk beberapa saat.
Ting...tong....
"Kayaknya pak Wira sudah datang sayang" , ucap Antonio setelah melepaskan bibirnya.
"Iya hubby , aku ke kamar dulu ya" , ucap Sandra sambil mencium sekilas bibir suaminya.
Sandra masuk ke dalam kamar dan naik ke atas kasur.
"Aku ngapain ya?" , ucap Sandra dalam hatinya.
Setelah beberapa saat.....
"Nonton film korea aja deh di Hp" , ucap Sandra dalam hatinya.
Setelah itu Sandra mengambil Hp nya dan mencari film korea yang menarik menurutnya , lalu dia pun mulai menonton.
Antonio berjalan kearah pintu dan membuka pintu kamar khususnya , terlihat Susi dengan pak Wira sudah berada disana.
"Siang pak , pak Wira sudah datang" , ucap Susi.
"Iya terima kasih Susi" , jawab Antonio.
"Iya pak , kalau gitu saya permisi dulu" , ucap Susi.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya.
"Silahkan masuk pak Wira" , ucap Antonio.
"Iya Antonio" , ucap pak Wira sambil mengikuti Antonio ke sofa.
"Tumben kamu tidak di ruangan kamu?" , tanya pak Wira setelah mereka duduk di sofa.
"Iya pak , istri saya sedang hamil , entah kenapa sejak hamil ini jadi lebih manja , saya gak boleh jauh-jauh" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Wah...selamat ya Antonio" , ucap pak Wira sambil tersenyum.
"Iya , terima kasih pak" , jawab Antonio.
"Ini semua perincian yang akan dikirimkan bulan ini" , ucap pak Wira sambil memberikan berkas-berkas kepada Antonio.
Antonio melihat beberapa saat...
"Ok pak" , jawab Antonio.
"Setelah pembangunan di kota C apa kamu ada rencana mau melakukan pembangun hotel di mana lagi?" , tanya pak Wira.
"Masih belum ada rencana pak , saya lagi berpikir untuk membangun rumah dulu , karena sebentar lagi saya akan punya anak" , ucap Antonio.
"Kamu mau bangun dimana?" , tanya pak Wira.
"Dekat dari hotel ini ada tanah saya yang kosong , rencananya saya akan bangun disana" , ucap Antonio.
"Nanti kalau butuh bahan apa kabari aja" , ucap pak Wira.
"Pasti pak" , jawab Antonio sambil tersenyum.
"Bagaimana dengan anak bapak yang sedang hamil? Apakah sama dengan istri saya yang manja sekali sejak mengandung?" , tanya Antonio.
"Setau saya dia biasa saja , Victor selalu bisa ke kantor setiap hari" , jawab pak Wira.
"Asik ya , saya beneran susah mau kekantor" , jawab Antonio sambil tersenyum.
__ADS_1
"Setau saya bawaan ngidam orang hamil itu berbeda-beda Antonio , anak saya aja mual-mual waktu awal awal hamil" , ucap pak Wira.
"Iya juga ya , kalau diingat istri saya gak ada mual sama sekali , cuma ya lebih manja dan suka tidur" , ucap Antonio.
"Bagus itu kalau gak ada mual , jadi gak susah makan" , ucap pak Wira.
"Oh...kalau mual jadi susah makan ya" , ucap Antonio.
"Iya , karena apa yang masuk kan langsung keluar , kalau istri kamu gak mual , berarti gizi nya tercukupi selama hamil" , ucap pak Wira.
"Iya juga ya pak , terima kasih pak , saya jadi ngerti sekarang" , ucap Antonio.
"Iya sama-sama Antonio , saya jalan dulu ya...masih ada yang mau diurus lagi" , ucap pak Wira.
"Baiklah pak" , jawab Antonio sambil mengantarkan pak Wira ke pintu.
Setelah pak Wira pergi dari sana , Antonio melihat istrinya di kamar.
Terlihat istrinya sedang menangis sambil memegang ponselnya.
"Kenapa sayang?" , tanya Antonio yang langsung berjalan dengan cepat mendekati bidadari cantiknya.
"Sedih banget hubby..." , ucap Sandra.
"Apa yang sedih sayang?" , tanya Antonio yang sudah memeluk bidadari cantiknya.
"Film korea nya hubby , sedih banget" , jawab Sandra yang masih terisak tangis.
"Ya ampun sayang , aku kirain kamu menangis kenapa , aku sudah panik lho tadi liat kamu nangis nangis seperti itu" , ucap Antonio sambil mencium kening istrinya.
"Beneran ceritanya sedih banget hubby , kasian ceweknya tau hubby , sudah mau menikah tapi cowoknya mengalami kecelakaan dan meninggal" , cerita Sandra sambil terisak tangis.
"Iya sayang , ini minum air dulu" , ucap Antonio sambil memberikan segelas air kepada bidadari cantiknya.
Setelah Sandra meminum air nya , Antonio meletakkan kembali gelasnya diatas lemari di sebelah kasurnya.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil melihat ke ponselnya.
"Tumben hari ini gak terlalu nempel seharian" , ucap Antonio dalam hatinya sambil berjalan ke ruang tamu.
Antonio mulai melanjutkan kerjaannya sambil duduk di sofa ruang tamu.
*********
Sore itu Victor pulang membawa rujak mangga pesanan istrinya.
Victor yang sudah sampai di rumah masuk ke kamarnya dan memanggil istrinya.
"Sayang" , panggil Victor setelah memasuki kamarnya.
"Mas sudah pulang" , ucap Chika sambil tersenyum.
"Iya , rujak mangga muda pesanan kamu , aku letakin di meja makan ya" , ucap Victor.
"Iya mas , bentar lagi ya aku makan , aku masih mau rebahan dulu" , ucap Chika.
"Iya sayang , aku mandi dulu ya" , ucap Victor sambil mengambil baju rumahnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tidak lama Victor keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sedang mengangkat baju atasnya sambil melihat ke perutnya.
"Kenapa sayang?" , tanya Victor.
"Perut aku sudah mulai sedikit membulat mas" , ucap Chika sambil melihat kearah perutnya.
"Nanti beberapa bulan lagi juga perut kamu akan semakin besar sayang" , ucap Victor sambil mengelus perut Chika.
Tidak lama tangannya mulai bergerak naik , ke kedua dada istrinya dan tangannya yang satu lagi menyentuh ke tempat sensitif lainnya di tubuh istrinya.
__ADS_1
Chika mulai menggeliat dengan sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
Pada saat itu Victor sudah tidak bisa lagi menahan keinginannya yang sudah beberapa minggu ini di tahannya.
Victor mulai menciumi bibir Chika , lalu turun ke lehernya , perlahan Victor membuka semua pakaian istrinya dan juga membuka pakaiannya sendiri , setelah itu dia menciumi seluruh tubuh istrinya.
Yang terdengar hanyalah de...sa...han... dan nafas berat diantara mereka berdua.
Sampai akhirnya ketika mereka sudah siap , terjadilah penyatuan diantara mereka pada saat itu.
Kamar yang hening dan keringat yang bercucuran di tubuh polos mereka menjadi saksi cinta mereka selama ini.
"Akhirnya aku bisa memiliki kamu seutuhnya sayang" , ucap Victor setelah melepaskan tubuhnya dan berbaring di samping istrinya.
"Iya mas , aku sangat bahagia sekali" , ucap Chika sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"Kamu cantik sekali sayang" , ucap Victor.
"Cantik karena gak pake baju ya" , ucap Chika sambil terkekeh.
"Iya sayang , tau aja kamu" , ucap Victor yang tangannya mulai bermain-main lagi di daerah sensitif istrinya.
"Kalau kamu seperti itu , aku gak bisa menahannya mas , kalau aku mau punya kamu lagi bagaimana?" , tanya Chika.
"Kita tinggal melakukannya sekali lagi sayang" , bisik Victor di telinga istrinya.
Lalu Victor mulai menciumi bibir istrinya lagi dengan mendalam.
Tok....tok....tok....
Terdengar ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
"Siapa yang ganggu kita , mana aku udah hampir diujung lagi" , ucap Victor.
Chika hanya tersenyum melihat suaminya.
Tidak lama terdengar suara mama Farah.
"Chika...." , panggil mama Farah.
"Mama mas yang panggil aku" , ucap Chika sambil melepaskan tubuhnya dari Victor dan turun dari kasur mengambil bajunya yang berada di lantai.
"Iya ma , sebentar ya" , ucap Chika sambil menggunakan bajunya.
Setelah Chika selesai memakai bajunya , dia langsung menuju ke pintu dan membukanya.
"Ketika mama pulang lihat ada rujak di meja makan , apa Victor sudah pulang?" , tanya mama Farah.
"Iya ma , mas Victor sudah pulang , sekarang lagi istirahat" , ucap Chika.
"Oh...ok sayang , nanti kita makan malam bersama ketika papa sudah pulang ya" , ucap mama Farah.
"Iya ma" , jawab Chika.
Setelah itu mama Farah berjalan ke arah kamarnya dan Chika menutup pintunya , berjalan menuju ke kasur.
"Sayang , buka lagi dong bajunya" , ucap Victor ketika melihat istrinya sudah masuk kedalam.
"Masih mau mas" , tanya Chika sambil tersenyum.
Victor langsung menganggukkan kepalanya.
Chika langsung membuka bajunya dan membiarkannya terjatuh di lantai , setelah itu dia pun naik ke atas kasur.
"Kamu benar-benar cantik sekali sayang" , ucap Victor sambil memandangi dan menciumi lagi setiap tubuh istrinya yang membuatnya menjadi candu.
Tidak lama terjadilah penyatuan lagi diantara mereka berdua.
__ADS_1
Setelah itu Victor dan Chika terbaring lemah di kasur , karena kelelahan setelah aktifitas yang mereka lakukan.