
Setelah selesai makan siang , Alvaro yang manja gak mau berpisah dengan mamanya.
Alvaro juga ikut sampai ke kamar mamanya.
"Kamu gak buat tugas sekolah nak?" , tanya Sandra.
"Gak ada tugas ma , kan aku gak masuk hari ini" , jawab Alvaro yang sedang bermain game di atas kasur mamanya.
"Kamu tanya dong sama teman kamu" , ucap Sandra.
"Biarin aja deh ma" , jawab Alvaro.
Antonio hanya tersenyum melihat anaknya sambil menonton televisi di dalam kamar.
"Ma...kapan labor mini aku dibuatin?" , tanya Alvaro dengan manja.
"Tunggu papa sudah ke kantor dulu ya , nanti papa minta pak Budi yang urus" , ucap Antonio.
"Papa kan bisa langsung telpon dan pak Budi langsung datang ke sini untuk membuatkannya" , jawab Alvaro.
"Anak kamu sudah gak bisa di bohongi lagi hubby" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya , anak-anak sudah semakin besar , tapi tetap aja Alvaro seperti anak kecil" , ucap Antonio.
"Aku kan tetap anak kecilnya mama" , ucap Alvaro sambil bergelayut manja di tubuh mamanya.
"Kamu sudah besar nak , jangan bilang masih kecil juga" , ucap Sandra.
Alvaro hanya tersenyum sambil melihat ke arah mamanya.
Tidak lama ponselnya Alvaro berbunyi , Alvaro melihat siapa yang menelponnya.
"Kenapa Natalie menelpon aku?" , gumam Alvaro.
"Wah....banyak juga ternyata pacarnya anak papa ya" , ucap Antonio sambil tersenyum simpul.
"Ya iya dong , aku kan cakep dan pinter , banyak yang mau sama aku" , jawab Alvaro.
"Iya , tapi mau di pegang saja sama cewek-cewek langsung lari cari mama" , jawab Antonio sambil tertawa terbahak-bahak.
Alvaro yang kesel , langsung mengambil bantal dan melempari ke arah tubuh papanya.
"Sudah...sudah...kamu angkat dulu telponnya" , ucap Sandra.
"Untung ada mama , kalau gak aku lempari bantal terus" , ucap Alvaro.
Alvaro mulai menjawab panggilan telponnya.
"Halo".
"Halo Alvaro , kita ada dikasih tugas dari pak Hendra guru kimia , jadi kamu dan aku sekelompok" , ucap Natalie.
"Tugas apa?" , tanya Alvaro.
"Kita disuruh buat sesuatu dari bahan-bahan alami , terserah mau buat apa" , ucap Natalie.
"Baiklah , nanti aku pikirkan dulu , kamu juga cari ide , nanti setelah dapat baru kita bahas bersama" , ucap Alvaro.
__ADS_1
"Baiklah , tapi inget ya...kita cuma dikasih waktu 2 minggu untuk mengerjakannya" , ucap Natalie.
"Iya" , jawab Alvaro sambil memutuskan sambungan telponnya.
Antonio langsung mencari kesempatan untuk bersandar di tubuh istri tercintanya.
"Sayang , anak kamu jahat sama aku" , ucap Antonio yang sudah meletakkan kepalanya di bahu bidadari cantiknya.
"Makanya hubby jangan berantem lagi dengan Alvaro" , ucap Sandra.
"Iya sayang , ternyata sakit lho tubuh aku dilempari sama dia" , ucap Antonio.
"Kasian nya hubby" , ucap Sandra sambil menciumi kening suaminya.
"Papa bohong , bilang aja papa mau mencari kesempatan biar dicium sama mama" , ucap Alvaro.
"Ngapain juga papa cari kesempatan , papa aja sama mama bisa melakukan yang lebih dari sekedar ciuman , memangnya kamu yang cuma dikasih pelukan sama cium dari mama" , ucap Antonio ngeledek anaknya.
"Papa selalu gitu kan , ya anggap papa menang karena selalu bersama dengan mama" , ucap Alvaro yang sudah kehabisan kata-kata untuk menjawab papa nya.
Antonio langsung tersenyum lebar melihat anaknya pada akhirnya mengaku kalah.
Sandra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat suami dan anaknya yang manja.
"Kenapa teman kamu menelpon nak?" , tanya Sandra.
"Paling juga mau ngajakin dia jalan" , jawab Antonio.
"Papa salah , wekkk" , cibir Alvaro.
"Jadi ada apa?" , tanya Sandra.
"Oh , kalau gitu kamu kerjakan aja sekarang" , ucap Sandra.
"Masih 2 minggu lagi ma , lagian aku belum tau mau buat apa , masih mencari ide dulu" , jawab Alvaro.
"Baiklah sayang" , ucap Sandra.
********
Esmeralda yang sudah bangun sore itu merasa kehausan.
Esmeralda keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan yang ada di bawah.
"Esmeralda , mama mau bicara bisa?" , tanya mama Renata yang melihat anaknya sudah keluar dari kamar.
"Iya boleh ma , tapi aku mau minum dulu ya" , ucap Esmeralda.
"Iya nak" , jawab mama Renata.
Setelah Esmeralda minum air , Esmeralda berjalan menuju ke kulkas dan melihat ada makanan apa disana.
Esmeralda mengambil pudding buah dan membawanya sambil menuju ke ruang keluarga dimana mama Renata sedang duduk di sana.
"Mama mau bicara apa ma?" , tanya Esmeralda setelah duduk di kursi sofa yang ada di depan mamanya.
"Kamu kenapa tadi setelah pulang sekolah langsung lari ke kamar kamu?" , tanya mama Renata yang masih ingin tau.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sedang kesal ma" , jawab Esmeralda.
"Kamu kesal kenapa , bukankah kamu pergi ke rumah teman kamu setelah pulang sekolah , apa kalian berantem?" , tanya mama Renata.
"Dari mana mama tau kalau aku pergi ke rumah teman aku?" , ucap Renata.
"Mama tanya dengan Doni dong , kalau gak...dari mana mama bisa tau" , jawab mama Renata.
"Sebenarnya bukan rumah teman aku ma , tapi rumah cowok yang aku suka" , jawab Renata.
"Wah , ternyata Esmeralda sudah jatuh cinta" , ucap Louis kakak Esmeralda yang baru pulang dari kuliah.
"Kan biasa kak kalau aku jatuh cinta" , ucap Esmeralda.
"Iya , terus sudah punya pacar dong berarti sekarang?" , goda kak Louis.
"Aku ditolak juga tadi" , jawab Esmeralda dengan lirih.
"Bagaimana mungkin adik kakak yang cantik dan pintar ini bisa ditolak , cowok mana yang berani menolak adik kakak satu-satunya ini" , ucap kak Louis.
"Jadi tadi kamu ke rumah cowok yang kamu suka untuk menyatakan perasaan kamu?" , tanya mama Renata.
"Awalnya aku kesana karena mau melihat keadaan dia yang sedang sakit ma" , ucap Renata sambil menceritakan semua kejadian yang terjadi ketika dia berada di rumah Alvaro kepada mama dan kakaknya.
Mama Renata mendengarkan setiap cerita Esmeralda dengan seksama.
"Jadi cowok yang kamu suka ini anaknya Antonio Winata pemilik All Star Hotel yang megah itu?" , ucap mama Renata.
"Iya benar ma" , jawab Esmeralda.
"Tapi kamu juga salah dek , kamu pakai acara mengambil foto dia dan mamanya , meskipun dia cowok manja , tapi gak ada orang yang suka di foto secara diam-diam untuk dicari tau identitasnya" , ucap kak Louis.
"Aku kan hanya mau tau supaya aku bisa lebih dekat dengan dia , siapa tau karena papa dan mama kenal dengan orang tuanya , aku bisa menjadi lebih dekat dengannya atau bisa jadi kami bertunangan" , ucap Esmeralda.
"Kayaknya adik kakak yang satu ini beneran suka banget sama cowok manja ini , memangnya orangnya ganteng banget ya , sampai adik kakak ini suka banget sama dia" , ucap kak Louis.
"Ganteng banget kak , kakak lihat nih fotonya" , ucap Esmeralda sambil memperlihatkan foto Alvaro dan mamanya yang diambilnya kemaren.
"Wow....gak salah ini mamanya?" , ucap kak Louis.
"Iya kak , itu mamanya" , ucap Esmeralda.
"Cantik sekali ya mamanya" , ucap kak Louis yang jadi melihat kecantikan Sandra di dalam foto.
"Awalnya kan kakak cuma mau melihat cowok yang aku suka , kenapa kakak jadi suka melihat mamanya" , ucap Esmeralda sambil mengambil ponselnya di tangan kakaknya.
"Ya wajar dong dek , namanya juga kakak laki-laki normal , melihat wanita cantik ya langsung hijau matanya" , ucap kak Louis sambil tersenyum simpul.
"Iya , istrinya Antonio Winata itu sangat cantik dan masih muda , mama dengar juga mereka itu usianya terpaut jauh , dulu katanya Antonio itu menikah ketika istrinya baru tamat SMA" , ucap mama Renata.
"Hebat banget om Antonio , bisa nemu istri secantik itu dimana ya , aku harus menanyakan jurusnya nanti kepada om Antonio kalau bertemu dengannya" , ucap kak Louis.
Mama Renata hanya tersenyum melihat anak lelakinya.
"Jadi aku bagaimana?" , tanya Esmeralda yang sudah dicuekin oleh mama dan kakaknya karena membahas orang tua Alvaro.
"Ya kamu masih SMA nak , masalah perasaan mama juga gak bisa bantu , kalau anak Antonio gak suka dengan kamu , kamu jangan memaksakan perasaan kamu juga" , ucap mama Renata.
__ADS_1
Esmeralda hanya terdiam mendengarkan perkataan mamanya , jauh di lubuk hatinya yang dalam , dia sangat ingin bisa bersama dengan Alvaro.