Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 70


__ADS_3

Sore harinya , Chika mulai bersiap untuk bertemu dengan cowok , yang mau di jodohkan dengan dirinya.


"Sudah siap belum sayang?" , tanya mama Vivi.


"Iya sudah ma" , jawab Chika.


Mama Vivi dan Chika masuk ke mobil , yang di kendarai oleh pak Ilham , sopir mama Vivi.


"Nanti biar mama aja yang kasih tau ya , kamu diam aja" , ucap mama Vivi.


"Iya ma" , jawab Chika.


Ketika mama Vivi dan Chika sudah sampai di cafe Matahari , jeng Farah dan Victor sudah ada disana.


"Hi jeng" , sapa Vivi.


"Hi jeng Vivi , cantik sekali anak kamu" , ucap Farah sambil tersenyum.


"Halo tante" , sapa Chika.


"Halo sayang , kenalin ini anak tante , Victor namanya" , ucap Farah.


"Halo...aku Chika" , ucap Chika sambil bersalaman dengan Victor.


"Ganteng juga ternyata anak temannya mama , lebih ganteng dari Yogi malahan" , ucap Chika dalam hatinya.


"Ayo silahkan duduk , kalian mau pesan apa?" , tanya Farah.


"Kita pesan lemon tea aja" , ucap Vivi.


Farah memesan 2 lemon tea dan snack buat Vivi dan Chika , kepada petugas restoran disana.


"Farah , sebelumnya ada yang mau aku beri tahu dulu sama kamu" , ucap Vivi setelah petugas di restoran pergi.


"Ada apa Vi?" , tanya Farah.


"Anak kamu ganteng , aku pasti juga mau Chika dengan anak kamu" , ucap Vivi.


"Sebenarnya anak aku Chika lagi hamil dan pria yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab , malah mau mengaborsi anaknya" , ucap Vivi dengan pelan.


"Apaaaaa , jadi cowoknya tidak mau bertanggung jawab , cowok seperti apa yang mau enaknya saja seperti itu" , ucap Farah yang terbawa emosi.


"Iya , aku tau kalau ini kesalahan anak aku yang tidak bisa menjaga dirinya , kalau seandainya kamu gak bisa menerima keadaan anak aku , aku gak masalah kok" , ucap Vivi dengan lirih.


"Tapi aku gak ada masalah tante , aku bisa menerimanya" , ucap Victor , yang membuat semuanya terkejut.


Sampai-sampai mamanya , Farah juga terkejut , mendengar anaknya mau menerima wanita yang sedang hamil anak dari pria lain.


"Kamu mau dengan Chika nak?" , tanya Farah kepada Victor.


"Iya ma , aku mau , Chika cantik dan kelihatannya juga baik" , ucap Victor.


Membuat Chika terkejut , tiba-tiba ada cowok yang mau menerima dia , dengan keadaan mengandung anak pria lain.


"Kenapa aku gak dari dulu aja ketemu Victor , kalau aku bertemu dia dari dulu , aku tidak akan jatuh cinta sama Yogi" , ucap Chika dalam hatinya.


"Benarkah Victor , kamu mau menerima anak tante?" , tanya Vivi.


"Iya tante , aku serius , tapi setelah ini Chika harus ikut aku" , jawab Victor.


"Bagaimana Chika?" , tanya mama Vivi.


"Aku mau ma" , jawab Chika.


"Baiklah , tante tidak masalah Victor" , ucap Vivi.


"Ok deh , kalau gitu biarkan mereka saling mengenal dulu , nanti setelah itu baru kita bahas lagi" , ucap Farah.


"Iya , aku juga setuju" , jawab Vivi.


"Kalau gitu masalahnya sudah beres , aku jalan dulu ya" , ucap Farah.


"Iya aku juga mau jalan lagi" , ucap Vivi sambil berdiri.


Tinggallah Chika dan Victor berdua disana.


"Sekarang kita jalan langsung aja ya" , ucap Victor.


Chika hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Victor.


Tadi Victor memang datang secara terpisah dengan mamanya.


Mama Farah dengan menggunakan mobil , Victor membawa motornya sendiri.

__ADS_1


Sampai di depan motor , Victor membuka jaket kulitnya dan memakaikannya ke tubuh Chika.


"Loe pake jaket gue ya , nanti kena angin loe bisa sakit , untung aja loe pake celana jeans , jadi bisa ikut gue naik motor" , ucap Victor sambil tersenyum.


"Makasih Victor" , ucap Chika.


Victor menjalankan motornya dengan kecepatan sedang , menuju ke arah danau.


Sampai di pinggir danau , Victor memberhentikan motornya.


Victor turun dari motornya , setelah itu dia membantu Chika turun dari motornya yang besar itu.


Setelah itu mereka duduk di pinggir danau.


"Gue bawa loe kesini , cuma mau tau , bagaimana loe bisa hamil , kalau loe jujur sama gue , gue bisa menerima loe dan anak loe" , ucap Victor.


Chika yang dari awal memang tidak mau membohongi orang yang akan di jodohkan dengannya , mulai menceritakan kejadiannya...


Sebenarnya ini kebodohan gue sendiri , gue cinta mati sama cowok itu.


Awalnya gue sama dia cuma kencan biasa , dia sering ajak gue jalan , gue kira di juga suka sama gue , tapi ternyata cuma untuk bersenang-senang saja , dia menyukai cewek lain.


Gue gak mau melepaskannya , gue ingin dia jadi milik gue , jadi ketika gue tau dia mabuk , gue manfaatkan keadaan , gue datangi dia dan bawa ke hotel.


Dia mikir gue cewek yang disukainya , lalu terjadilah pada malam itu.


Tidak lama , gue hamil , gue datangi rumahnya , tapi dia tidak mau bertanggung jawab , dia minta gue untuk melakukan aborsi.


"Sekarang kalau loe gak mau sama gue , gue juga gak akan memaksa loe , karena ini memang salah gue", ucap Chika.


"Siapa cowok yang sudah hamilin loe?" , tanya Victor.


Yogi...


Kayaknya gue pernah dengar namanya.


"Loe kenal dia" , tanya Chika , dengan mata yang membulat karena terkejut.


Kayaknya dia rival gue di balapan liar.


"Loe ikut balap liar?" , tanya Chika.


"Iya...cuma hobby aja , tapi karena gue sering menang , dapatnya juga lumayan" , ucap Victor sambil terkekeh.


"Apa gue ikut loe aja ke arena balapan liar?" , ucap Chika.


"Tapi kan loe lagi hamil , kalau kenapa-kenapa dengan loe dan anak loe gimana?" , ucap Victor.


"Gue lihat sebentar aja , setelah itu gue pulang , nanti gue bawa mobil gue sendiri kesana , loe kasih alamatnya aja sama gue" , kata Chika yang mau memastikan itu Yogi nya dia atau bukan.


"Jangan , gue gak akan biarin loe pergi sendiri ke sana , berbahaya , apalagi loe cewek" , ucap Victor.


"Jadi , bagaimana mau memastikannya?" , tanya Chika.


"Loe pergi sama gue aja , nanti malam gue jemput loe , tapi gue gak tanding , setelah lihat orangnya... gue antar loe pulang lagi , gimana?" , ucap Victor.


"Boleh juga , gue mau" , ucap Chika sambil tersenyum.


"Ok sekarang gue antar loe pulang , nanti malam jam setengah 11 gue jemput loe , gimana?" , tanya Victor.


"Ok" , jawab Chika.


********


Antonio dan Sandra memutuskan pergi ke mall.


Mereka nonton film di bioskop , sambil makan popcorn karamel kesukaan Sandra dan minum lemon tea.


Setelah filmnya selesai , mereka jalan-jalan di dalam mall.


Sandra melihat ada baju kaos couple dijual disana.


"Hubby , beli baju kaos couple yuk" , ucap Sandra dengan manja.


"Iya boleh sayang" , ucap Antonio.


Sandra sibuk memilih baju yang mana dia sukai.


"Hubby...bagus yang mana? Kuning atau biru muda..." , tanya Sandra.


"Kalau suka ambil keduanya sayang" , jawab Antonio.


"Gak mau hubby....masa gambarnya sama" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Yang biru muda aja sayang" , jawab Antonio.


"Ok ini yang biru muda , trus apa lagi ya" , ucap Sandra sambil melihat-lihat baju disana.


"Sama kemeja couple ini aja ya hubby , nanti kalau ke kantor bisa pake baju couple ya" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Iya sayang , boleh" , ucap Antonio dengan lembut.


Setelah Antonio membayar belanjaan , mereka jalan keluar dari toko baju.


Sekarang Sandra melihat-lihat toko-toko yang ada di mall.


"Hubby ke toko piyama ya , lucu-lucu gambarnya , aku pengen beli..." , ucap Sandra dengan manja.


"Iya boleh sayang , hari ini kamu boleh beli apa aja yang kamu mau" , ucap Antonio dengan lembut.


"Aku mau yang kuning gambar kucing , yang merah gambar beruang juga lucu , ada yang couple juga hubby , aku beli juga ya..." , ucap Sandra yang sibuk memilih-milih baju piyama disana.


Antonio hanya menganggukkan kepalanya , sambil tersenyum melihat bidadari cantiknya yang semangat belanja hari ini.


"Hubby yang couple aku beli 3 ya , biar kita setiap hari bisa samaan piyama nya" , ucap Sandra sambil memperlihatkan baju yang dipilihnya kepada Antonio.


"Iya boleh , tapi sekarang kita juga jarang pakai baju sayang , ketika tidur" , ucap Antonio dengan senyum simpulnya.


Sandra langsung mencubit perut suaminya dengan pelan.


"Sakit sayang" , ucap Antonio dengan manja , yang sebenarnya cubitan Sandra tidak ada berasa sakit sama sekali.


"Pokoknya hari ini kamu mau beli apa aja gak masalah sayang" , ucap Antonio dengan lembut.


Sandra langsung bahagia dan membawa baju yang dia inginkan ke kasir.


Antonio langsung menuju ke kasir dan membayar semua baju piyama yang bidadari cantiknya pilih.


Tidak jauh dari toko piyama , terdapat toko lingerie....


"Sayang , lingerie yang itu kayaknya lebih bagus dari pada yang dikasih kak Angga , apa kita mau beli itu juga , buat kamu pakai nanti malam" , goda Antonio pada bidadari cantiknya.


"Gak mau hubby , yang dari kak Angga aja aku gak mau pakai" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.


Melihat bidadari cantiknya yang mulai sebel , Antonio tidak mau menggodanya lagi.


"Ya udah , sekarang kita mau makan dulu atau pulang" , ucap Antonio.


"Makan dulu aja hubby , sudah malam juga , di apartemen juga gak ada makanan" , jawab Sandra.


"Kamu mau makan dimana sayang?" , tanya Antonio.


"Makan ramen aja hubby" , jawab Sandra.


Sandra dan Antonio menuju ke restoran ramen yang ada di mall.


Mereka makan sambil mengobrol ringan , sampai makanan mereka habis , mereka pun keluar mall menuju ke parkiran mobil.


Setelah masuk ke dalam mobil , Antonio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang , menuju ke apartemennya.


Tidak berasa , mereka pun sampai di parkiran apartemen.


Antonio dan Sandra turun sambil membawa barang belanjaan.


Sampai di apartemennya , Sandra langsung membuka label di baju yang dia beli tadi dan diletakin ke keranjang baju kotor , yang akan dicuci oleh Tuti besok.


Setelah itu Sandra langsung masuk ke kamar , terdengar suara air di kamar mandi berbunyi , berarti suaminya lagi mandi.


Sandra mengambil piyama yang diberikan oleh kak Alex dan membawanya ke kamar mandi.


Sejak mereka menikah , pintu kamar mandi sudah tidak pernah di kunci lagi.


Sandra langsung membuka pintu kamar mandi...


Hubby , nanti pakai piyama ini ya , aku mau pakai piyama dari kak Alex...


"Iya sayang , dikirain kamu mau mandi bareng" , ucap Antonio dengan rambutnya yang penuh dengan shampoo.


Gak deh , aku mau keluar aja.


Ketika Sandra mau melangkahkan kakinya , Antonio langsung menarik bidadari cantiknya.


"Mandi bersama saja , sudah malem juga sayang" , ucap Antonio sambil mulai melepaskan baju bidadari cantiknya.


Akhirnya mereka mandi bersama malam itu , tapi hanya mandi saja tidak melakukan hal yang lainnya.


Setelah selesai mandi , mereka pun menggunakan baju piyama hadiah dari kak Alex , lalu langsung menuju ke kasur.

__ADS_1


__ADS_2