
Antonio sudah bersiap dengan tubuh setengah polosnya dan celana pendek , duduk di atas kasur sambil menantikan kedatangan istri tercintanya.
"Kenapa lama sekali sayang?" , ucap Antonio ketika melihat Sandra sudah masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar mereka.
"Angelica ajak aku mengobrol sebentar sayang" , jawab Sandra sambil berjalan menuju ke meja riasnya.
Sandra mulai mengambil kapas dan cairan pembersih make up nya yang ada disana.
Antonio turun dari kasur dan berjalan mendekati istrinya.
"Kenapa aku masih harus menunggu lagi sayang?" , ucap Antonio sambil memeluk pinggang Sandra dan menciumi leher istrinya.
"Aku harus membersihkan wajah aku dari make up ini dulu hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Tangan Antonio pun sudah mulai membuka kancing daster yang digunakan oleh istrinya saat itu , karena kancingnya hanya setengah , maka Antonio tidak bisa membuka semua baju istrinya , hanya bisa membuka sebagian dari tubuh bagian atas istrinya itu.
Sandra mulai menggeliat ketika suaminya memainkan bulatan kecil yang ada disana.
"Hubby , aku mohon sabar sedikit lagi ya , aku sudah hampir selesai" , ucap Sandra.
Antonio tidak menghiraukan perkataan istrinya dan terus memainkan tangannya disana.
Sandra mulai mempercepat gerakan tangannya untuk membersihkan wajahnya dan akhirnya dia pun selesai.
Antonio langsung menarik daster istrinya dan melemparkannya ke lantai , Antonio yang sudah tidak bisa menunggu lagi , langsung mengangkat tubuh istrinya sampai ke atas kasur.
"Ternyata kamu masih kuat menggendong aku ya" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Meskipun aku sudah mulai berumur tapi tenaga aku masih kuat sayang , jangankan mengangkat tubuh ramping kamu , mau bermain sampai pagi juga aku masih sanggup" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya hubby sayang" , ucap Sandra sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Malam itu Antonio dan Sandra melepaskan hasrat mereka sampai Antonio merasa puas dan mereka pun tidur sambil berpelukan dengan tubuh polos yang di penuhi oleh keringat sampai pagi.
Antonio yang sudah bangun pagi itu , langsung tersenyum melihat wajah istrinya yang masih tertidur nyenyak dalam pelukannya.
Biasanya Antonio akan turun dengan pelan dari kasur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya , tapi pagi itu dia tidak mau melepaskan pelukannya.
Antonio terus memandangi wajah cantik yang dimiliki oleh istrinya , wajah putih mulus yang tidak akan bosan untuk dia pandangi setiap saat.
Tidak lama Sandra yang sudah terbangun pun membuka matanya.
"Jam berapa sekarang hubby?" , tanya Sandra sambil mengucek matanya.
"Gak tau sayang , dari tadi aku hanya memandangi wajah kamu" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Ayo mandi lagi hubby , nanti anak-anak mencari kita" , ucap Sandra.
"Baiklah sayang" , jawab Antonio sambil mengecup kening bidadari cantiknya.
Antonio dan Sandra berjalan menuju ke kamar mandi untuk mandi bersama seperti biasanya.
********
Angelica yang sudah bangun dan bersiap-siap pagi itu , mendapatkan video call dari calon suaminya , Angelica memasang headset bluetooth ke telinganya dan menyentuh tombol terima panggilan disana.
__ADS_1
"Halo James" , jawab Angelica sambil meletakkan ponselnya di tempat ponsel yang ada di mejanya dan berjalan mondar mandir sambil bersiap-siap pagi itu.
"Halo sayang , ternyata setiap pagi kamu begini ya" , ucap James sambil tersenyum melihat Angelica yang sibuk disana.
"Iya sayang , aku kan mau siap-siap ke sekolah" , ucap Angelica.
"Aku sangat ingin hari-hari cepat berlalu dan kita segera menikah" , ucap James.
"Gak lama lagi sayang" , ucap Angelica sambil menggunakan sepatu sekolahnya.
"Menunggu sampai bulan Mei itu lama sayang , ini aja baru bulan November" , ucap James.
"Sabar ya sayang , nanti setelah aku selesai ujian , juga hari-hari akan cepat berlalu" , ucap Angelica sambil menyandang tas ranselnya di punggungnya.
"Aku sangat merindukan kamu sayang , satu hari saja gak bertemu dengan kamu , rasanya sudah satu tahun" , jawab James sambil turun ke bawah menuju meja makan.
Angelica hanya tersenyum mendengar perkataan calon suaminya sambil keluar dari kamar dan berjalan menuju ke meja makan.
Mama Heni dan papa Freddy hanya tersenyum melihat anaknya yang sedang jatuh cinta itu.
"Kamu mau minum selai nak?" , tanya mama Heni yang melihat James salah mengambil gelas.
"Hah , gak ma" , jawab James.
"Itu di tangan kamu bukannya botol selai" , ucap mama Heni sambil terkekeh.
"Oh iya , salah ambil ma" , jawab James sambil tersenyum.
"Kamu ngapain sayang?" , tanya Angelica.
"Aku salah ambil gelas sayang , aku mau minum air , yang di ambil malah selai" , jawab James.
"Nona kecil , ini sarapannya" , ucap mba Tuti sambil meletakkan lontong sayur disana.
"Iya mba , tumben mama dan papa belum turun" , ucap Angelica.
"Iya , Tuti juga gak tau nona kecil".
Angelica pun menganggukkan kepalanya.
"Sayang , aku mau makan lagi , nanti malam ya kamu telpon lagi" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang , aku akan melewati hari-hari dengan selalu merindukan kamu , love you baby" , ucap James.
"Love you too" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Senangnya lihat anak mama yang jatuh cinta dan sudah mau menikah" , ucap mama Heni.
"Iya dong ma" , jawab James.
"Apa kamu sekarang sudah mulai rajin mandi?" , ucap mama Heni.
"Kalau mau pergi dengan Angelica saja ma" , jawab James.
"Ya ampun James , nanti kalau kamu gak bisa mengubah kebiasaan kamu ini , Angelica membatalkan pernikahan kalian bagaimana?" , ucap papa Freddy.
__ADS_1
"Papa tenang saja , Angelica sudah terbiasa dengan bau badan aku , kemaren saja waktu kami terjebak di bianglala aja , Angelica bisa tertidur dengan bau badan aku yang asam itu" , ucap James sambil mengulum senyumnya.
"Memangnya Angelica gak marah ya dengan bau tubuh kamu" , ucap mama Heni.
"Katanya kalau sama orang lain , dia akan menjauhi orang itu , tapi sama aku , dia gak bisa menjauhi aku" , ucap James sambil tersenyum.
"Kayaknya kamu sudah menolong suatu negara di kehidupan jaman dulu , sampai kamu bisa mendapatkan wanita seperti Angelica yang sangat sempurna" , ucap mama Heni.
"Bisa jadi ma" , ucap James sambil tersenyum.
"Untuk itu kamu harus selalu menyayangi dan menjaga Angelica sampai akhir hayat kamu" , ucap papa Freddy.
"Iya pa , aku pasti akan selalu menjaga Angelica yang sudah menjadi malaikat dalam hidup aku" , jawab James sambil mengunyah rotinya.
Mama Heni dan papa Freddy pun tersenyum melihat anaknya.
********
Alvaro yang baru keluar dari kamar , melihat papa dan mamanya juga baru keluar dari kamar.
"Tumben papa dan mama telat turun ke bawah" , ucap Alvaro.
"Papa dan mama melakukan olah raga malam" , jawab Antonio.
"Gak boleh gitu hubby" , ucap Sandra.
"Biarin sayang , dia juga gak akan mengerti" , ucap Antonio.
"Kenapa papa dan mama olah raga di malam hari? Bukankah biasanya orang olah raganya di pagi dan sore hari" , jawab Alvaro.
"Papa juga masih pengen olah raga di pagi hari , tapi mama gak mau , mama maunya cuma malam saja" , jawab Antonio sambil mengulum senyumnya.
Sandra langsung mencubit perut suaminya.
"Sakit sayang" , ucap Antonio sambil meringis kesakitan.
"Kenapa mama mencubit papa?" , tanya Alvaro yang masih tidak mengerti.
"Sudah...sudah...ayo sarapan lagi , nanti kamu telat lho ke sekolah" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro sambil berjalan bersama papa dan mamanya turun ke bawah menuju meja makan.
"Ternyata anak papa sudah sarapan duluan".
"Iya pa , tadi aku turun pada gak ada orang disini , jadi aku sarapan saja duluan" , jawab Angelica.
"Iya nak , gak apa-apa" , jawab Antonio.
"Perhiasan dari calon mertua kamu disimpan dimana sayang?" , tanya Sandra.
"Di lemari meja rias aku ma" , jawab Angelica.
"Hubby , kita harus membelikan Angelica brankas mulai sekarang" , ucap Sandra.
"Iya sayang , nanti aku minta Robi untuk pesankan" , ucap Antonio.
__ADS_1
Sandra pun menganggukkan kepalanya.
Alvaro dan Angelica yang sudah selesai sarapan , berpamitan sambil mencium papa dan mamanya untuk pergi ke sekolah pagi itu.