
Hari peresmian All Star Hotel telah tiba.
Antonio dan Sandra yang sudah siap dengan baju batik dan dandanan make up nya pagi hari itu , berjalan turun ke lobby All Star Hotel.
Papa Chandra , mama Shinta , papa Surya dan mama Amel sudah berada di lobby hotel.
"Pa...ma..." , panggil Antonio dan Sandra bersamaan.
"Iya nak" , jawab kedua papa dan mama bersamaan.
"Sandra gak kecapean kan , jangan sampai cucu kembar mama kecapean selama di jalan" , ucap mama Shinta yang sudah mengetahui kalau Sandra mengandung anak kembar.
"Gak kok ma , anak kembar aku baik-baik , paling juga nanti mintanya makan atau kalau gak tidur" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Sama manja sama aku terus ma" , jawab Antonio.
"Tapi sekarang menempelnya sudah gak sering lagi kan" , ucap mama Shinta.
"Udah gak sesering dulu ma , setiap hari aku bilangin sambil dielus-elus perutnya , anak papa jangan nakal , biar papa bisa kerja" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Tapi tiap malam , hubby ma yang nempel terus sama aku" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Kalau itu wajib sayang , aku kan gak bisa jauh dari kamu" , ucap Antonio.
Kedua papa mama mereka pun langsung tertawa melihat anak dan menantunya itu.
Tidak lama datang orang yang menjadi host untuk acara peresmian All Star Hotel di kota B.
"Pak , bapak dan ibu sudah waktunya untuk menggunting pita" , ucap host tersebut kepada Antonio dan Sandra.
Karena Sandra sudah menjadi nyonya bos dari All Star Hotel , maka Sandra juga diikut sertakan untuk menggunting pita.
"Baiklah" , jawab Antonio.
Antonio , Sandra dan beberapa komisaris berdiri di depan pintu All Star Hotel yang sudah ditempeli pita merah disana.
Setelah diberikan aba-aba dari host , mereka semua secara bersamaan menggunting pita merah.
Resmi All Star Hotel akan dibuka mulai hari itu.
Semua wartawan sudah siap dengan kamera mereka untu memotret acara pemotongan pita.
Setelah itu Antonio memberikan sepatah kata dan juga berterima kasih kepada semua orang yang sudah membuat All Star Hotel bisa berdiri di kota B.
Semua orang mulai memberikan selamat kepada Antonio dan Sandra , setelah Antonio turun dari panggung.
Pak Wijaya , tante Farah , tante Vivi dan pak Wira juga memberikan selamat kepada Antonio , Sandra dan juga kepada kedua orang tua mereka.
Pak Wijaya , tante Farah , pak Wira dan tante Vivi duduk bersama sambil mengobrol dengan papa Chandra , mama Shinta , papa Surya dan mama Amel.
"Anak dan menantu kamu kok gak ikut?" , tanya papa Chandra kepada Wijaya.
"Perutnya Chika sudah besar dan dia suka sakit pinggang kalau terlalu lama di mobil , jadi mereka tinggal dirumah saja" , jawab Wijaya.
__ADS_1
"Gak disangka ya sebentar lagi kita akan menimang cucu , Chika anaknya cewek atau cowok?" , tanya mama Shinta.
"Iya kamu benar Shinta , Chika anaknya cowok , kalau Sandra anaknya cewek atau cowok?" , tanya mama Vivi.
"Sandra hamil anak kembar , anaknya cewek dan cowok" , jawab mama Amel.
"Wah...kalian pasti sangat bahagia mendengarnya , selamat ya" , ucap mama Farah.
"Iya kami sangat bahagia bisa mendapatkan dua cucu sekaligus , sepasang lagi" , jawab papa Surya sambil tersenyum.
Sherly temannya Antonio dimasa kuliah , yang juga menjabat sebagai manager keuangan di All Star Hotel kota B juga memberikan selamat kepada Antonio.
"Selamat ya Antonio , aku tidak menyangka kalau kamu sesukses ini di usia muda" , ucap Sherly.
"Terima kasih , mulai dari sekarang harusnya kamu memanggil aku dengan sebutan bapak" , ucap Antonio.
"Baiklah , maafkan atas kelancangan saya pak , apakah wanita disebelah bapak ini adalah istri bapak Antonio?" , tanya Sherly.
"Iya , ini istri aku , mulai sekarang kamu panggil nona muda" , ucap Antonio.
"Baiklah pak" , jawab Sherly dengan senyum yang dipaksakan.
Sherly pun mengenalkan dirinya kepada Sandra dan setelah itu pergi dari sana.
"Ternyata istri kamu masih muda banget , lihat saja nanti...aku pasti bisa merebut kamu dari istri kecil kamu itu dan menjadi nyonya bos di All Star Hotel...
Dibandingkan istri kecil kamu...tubuh aku jauh lebih bagus dari pada dia , dadanya aja kecil gitu , mana bisa mengalahkan dada aku yang besar ini dan sangat berpengalaman di atas kasur , setiap lelaki saja takluk setelah melihat tubuh telanjang aku , apalagi kamu Antonio" , ucap Sherly dalam hatinya.
Sebelum Sherly memasukkan surat lamaran kerjanya di All Star Hotel kota B , Sherly mencari tau dulu siapa pemiliknya , karena dia sangat berambisi ingin menjadi nyonya kaya.
"Kamu itu hanya sebagai pemanas tubuhku saja dikala aku kedinginan".
"Kamu itu hanya pemuas nafsu aku aja selama istri aku hamil".
"Kamu itu hanya wanita selingkuhan , jadi jangan berharap banyak , cukup dengan uang yang aku berikan itu sudah bisa membuat hidup kamu lebih nyaman dari sebelumnya".
"Kamu itu hanya cewek yang dipanggil untuk memuaskan nafsu aku".
"Kamu itu sudah aku kasih uang yang banyak untuk melayaniku bermain setiap malam , jadi jangan berharap untuk menjadi istri aku , kalau kamu tetap melayani aku , aku akan selalu transfer buat kamu setiap bulan".
Kata-kata itu yang selalu di dapatkan oleh Sherly , setiap dia meminta untuk dinikahi setelah permainan panas mereka di atas ranjang selesai , tapi semua ucapan dari para lelaki yang hanya mencari kesenangan dengan dirinya itu , tidak membuat dia jera , sekarang dia mengincar Antonio karena Antonio lebih kaya dari cowok cowok yang dia kenal sebelumnya dan pastinya lebih muda juga , karena mereka seumuran.
********
Pagi itu Yogi terbangun dari tidurnya.
Ketika bangun , Yogi melihat Katherine berada dalam pelukannya dengan tubuh polosnya.
Yogi yang masih enggan untuk pulang , mulai memainkan mulutnya di dada Katherine.
Sampai ponselnya berbunyi , membuat Yogi menghentikan aktifitasnya.
Yogi mengambil ponselnya yang diletakkannya diatas lemari kemaren malam.
__ADS_1
Terlihat nama Amanda disana.
"Halo kak" , jawab Yogi.
"Halo dek , besok kebetulan kakak ada libur beberapa hari , jadi kakak dan Albert akan pulang , minta tolong bik Iyem bersihkan kamar kakak ya" , ucap Amanda.
Tiba-tiba Katherine bangun dari tidurnya.
"Pagi cowok ganteng" , ucap Katherine.
"Kamu lagi dimana dek dan dengan siapa?" , tanya Amanda , ketika mendengar ada suara cewek.
"Aku lagi di rumah kak , tadi itu Rangga" , jawab Yogi dengan berbohong.
"Kakak gak mungkin salah dengar , apakah ini cewek yang datang ke rumah sakit waktu itu?" , tanya Amanda.
"Iya kak" , jawab Yogi , yang sudah tidak bisa berbohong dengan kakaknya.
"Kamu ngapain pagi-pagi begini bersama dia , kamu sekarang ada dirumah kan?" , tanya Amanda.
"Gak kak , aku gak dirumah" , jawab Yogi.
"Apa , jadi kalian di hotel berduaan?" , tanya Amanda.
"Bukan kak , tapi di rumahnya" , jawab Yogi.
"Kamu tau kan kalau cewek dan cowok berduaan semalaman ngapain" , ucap Amanda.
"Iya kak tau" , jawab Yogi.
"Memang itu yang aku lakukan kak" , ucap Yogi dalam hatinya.
"Kalian gak melakukan hal itu kan?" , tanya Amanda.
"Gak kak , gak kok...kakak tenang aja" , ucap Yogi.
"Pokoknya kalau kakak mengetahui kamu sudah meniduri cewek , kakak sendiri yang akan menikahkan kalian" , ucap Amanda.
"Iya gak kok kak , beneran" , jawab Yogi.
"Ya udah , jangan lupa bilangin bik Iyem untuk bersihkan kamar kakak" , ucap Amanda.
"Iya kak" , jawab Yogi , setelah itu Yogi memutuskan sambungan telponnya.
"Kenapa kamu pakai bicara , tadi kakak aku yang telpon" , ucap Yogi kepada Katherine.
"Karena aku bahagia begitu bangun masih melihat kamu cowok ganteng" , ucap Katherine.
"Apa kamu masih pengen lagi?" , tanya Yogi.
Katherine hanya menganggukkan kepalanya.
"Sabtu depan ya , aku sudah harus pulang" , jawab Yogi yang langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
__ADS_1
"Menunggu seminggu lagi itu benar-benar membuat aku tersiksa , kapan aku bisa menikah dengan kamu cowok ganteng" , ucap Katherine yang melihat Yogi sudah memasuki kamar mandi.