
"Halo Chandra... Shinta... " sapa papa Surya dan mama Amel.
"Halo Surya... Amel... " sapa papa Chandra dan mama Shinta.
"Halo om tante" ucap Sandra dan Antonio berbarengan.
"Halo" jawab kedua orang tua mereka.
"Maaf kita datang terlambat" kata papa Surya.
"Tidak apa-apa , kita juga baru sampai" ucap papa Chandra.
Setelah papa Surya , mama Amel dan Sandra duduk di meja makan , om Chandra mulai bicara.
Surya , sebenarnya aku ada permintaan sama kamu.
"Apa itu Chandra? , katakan saja" ucap Surya.
Antonio dan Sandra kan sudah berpacaran.
"Bagaimana kalau kita mulai meresmikan hubungan mereka secepatnya?" tanya Chandra.
"Maksud kamu menikahkan mereka secepatnya?" ucap Surya.
"Iya" jawab Chandra.
Mama Amel dan Sandra yang mendengar kata-kata dari om Chandra , langsung terkejut.
Papa Surya melihat kearah mama Amel.
"Kenapa harus secepatnya?" tanya mama Amel.
"Ya ini , karena aku ada masalah pribadi" ucap om Chandra.
Antonio terkejut mendengar , ada masalah pribadi.
"Ada masalah apa pa , kenapa aku tidak tau?'' tanya Antonio dengan penuh tanda tanya.
Papa Chandra mulai menceritakan semua pembicaraannya dengan Doddy , dari Doddy meminta Antonio menikahi putrinya Amanda dan sampai Doddy ingin mempertemukan Antonio dan Amanda 3 bulan lagi.
Papa Surya dan mama Amel mendengarkan semua yang di ceritakan papa Chandra dengan seksama.
"Itu makanya aku tidak ingin terjebak dalam permainan Doddy , kebetulan juga Antonio sudah bersama Sandra , aku setuju dengan hubungan mereka" ucap papa Chandra.
Papa Surya masih terdiam memikirkan semua ucapan Chandra.
Tidak lama terdengar bunyi ketukan pintu , ternyata pelayan disana membawakan makanan , yang sudah di pesankan oleh Chandra dan Shinta.
Setelah semua makanan tertata rapi di meja...
"Lebih baik kita makan dulu , nanti baru kita bahas lagi" ucap mama Shinta memecahkan keheningan di dalam ruangan itu.
"Baiklah , ayo kita makan dulu" kata mama Amel.
Tidak lama makan , papa Surya pun memulai berbicara.
"Apabila kita menikahkan Antonio dan Sandra , apakah Doddy tidak akan mengganggu Antonio dan Sandra?" tanya Surya.
__ADS_1
"Setau aku dia itu licik dalam berbisnis , tapi untuk tindakan kriminal tidak pernah ada" ucap Chandra.
"Apakah kita bisa menjamin keamanan anak aku? Sandra anak aku satu-satunya Chandra , aku tidak mau kalau nanti Sandra kenapa-kenapa" ucap Surya.
"Aku akan menjamin keamanan untuk putrimu , Surya " ucap Chandra.
"Iya aku juga akan menjaga Sandra , aku juga tidak akan membiarkan orang menyakiti menantuku" ucap Shinta.
Antonio yang mendengar rencana pernikahan itu pastinya senang dan bahagia , karena dia memang sudah tidak sabar untuk menikah dengan Sandra.
"Baiklah , aku akan menanyakan dulu kepada Sandra" ucap Surya.
"Bagaimana nak , apa kamu mau menikah dengan Antonio?" tanya papa Surya.
Sejenak Sandra terdiam.
Dalam hatinya dia senang , tapi juga takut bagaimana dengan kuliahnya.
Semua orang disana menunggu jawaban Sandra dengan perasaan yang was... was... , termasuk Antonio , pada saat itu jantungnya langsung berdebar dengan sangat cepat , di satu sisi dia takut di tolak juga.
Setelah beberapa saat Sandra mulai berbicara.
"Sandra mau pa , tapi kan aku baru mau masuk kuliah , bagaimana dengan kuliahku?" ucap Sandra.
"Kamu masih boleh melanjutkan kuliah kamu sayang" ucap mama Shinta.
"Baiklah , kalau gitu aku bersedia" jawab Sandra.
Mendengar jawaban Sandra , Antonio langsung mendekatkan kursinya dengan Sandra dan memegang tangan Sandra.
"Terima kasih ya sayang" ucap Antonio dengan tersenyum bahagia.
"Baiklah , kalau gitu kapan kita mau adakan acaranya?" tanya mama Amel.
"Kalau bisa 2 bulan lagi" jawab papa Chandra dan mama Shinta.
Papa Surya dan mama Amel langsung mengangguk mengerti , karena rencana Doddy mempertemukan anaknya dengan Antonio 3 bulan lagi , maka Antonio harus menikah lebih cepat dari itu.
"Kalau gitu tanggal berapa mau diadain acaranya?" tanya papa Surya.
"Bagaimana tanggal 25 Juni , kebetulan hari Sabtu?" ucap papa Chandra.
"Ya aku ikut saja" ucap papa Surya.
"Kalau begitu mulai besok kita akan mulai sibuk , aku harus buat janji besok dengan Rita , untuk membuatkan baju untuk Sandra dan Antonio" ucap mama Amel.
"Aku ikut bersama ya ke tempat Rita , sambil bahas baju buat kita juga" ucap mama Shinta sambil tersenyum.
"Iya boleh" ucap mama Amel sambil tersenyum.
"Kita juga harus mulai membuat baju untuk kita Surya" ucap Chandra.
"Iya Chandra , masa nanti yang ceweknya saja yang menggunakan baju cantik , kita juga harus tampil , dengan jas yang membuat kita kelihatan lebih tampan" ucap Surya.
Mendengar perkataan papa Surya , semua orang yang disana langsung tertawa bersamaan.
"Untuk lokasi resepsinya di All Star Hotel saja , untuk masalah wo , katering dan dekor kita pakai vendor yang sudah bekerja sama dengan kita" ucap papa Chandra.
__ADS_1
Papa Surya hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
"Iya , nanti aku atur waktu pertemuan dengan mereka pa" jawab Antonio dengan bersemangat.
Mendengar semua orang membahas masalah pernikahannya , Sandra tidak bisa hanya diam saja.
"Aku bisa bantu apa untuk acara ini?" tanya Sandra.
Semua orang langsung tertawa mendengar pertanyaan Sandra.
"Kamu itu ratunya sayang , jadi semuanya biar papa dan mama saja yang urus" jawab mama Amel.
"Iya sayang , nanti tante juga bisa bantuin buat ngurusnya , tante sudah biasa kok , kan anak tante sudah 2 orang yang menikah" ucap tante Shinta.
"Tapi kan aku pengen ikut juga , dari pada di rumah aja" jawab Sandra.
"Boleh sayang , nanti kamu ikut sama mama dan tante Shinta ya" kata mama Amel dengan lembut.
"Iya ma" jawab Sandra sambil tersenyum.
"Kalau gak , mau bareng aku juga bisa kok sayang" ucap Antonio.
Mereka tertawa melihat Antonio yang gak rela , kalau istrinya dikuasai oleh mama Amel dan mama Shinta , selama mengurus persiapan pernikahan mereka.
Sandra pun ikutan tertawa melihat tingkah Antonio.
"Untuk urusan ini , harusnya aku ikut mama dan tante kak" jawab Sandra.
"Iya nak , cuma 2 bulan ini , nanti setelah ini juga kamu 24 jam terus bersama dengan Sandra setiap hari" goda mama Shinta.
"Iya deh ma" ucap Antonio dengan nada pasrah.
Makan malam hari ini adalah acara makan malam yang paling berkesan buat Sandra dan Antonio , karena ini sudah bukan cuma sekedar acara makan malam biasa , tapi sudah acara pembahasan lamaran pernikahan untuk mereka berdua.
Setelah semuanya selesai makan mereka pun berjalan keluar bersama.
Papa Chandra dan mama Shinta jalan bersama.
Papa Surya dan mama Amel jalan bersama.
Antonio dan Sandra pun berjalan sambil bergandengan tangan bersama , dengan perasaan yang bahagia , karena sebentar lagi mereka akan menikah.
Sampai di parkiran mobil mereka mulai berpamitan satu dengan lainnya.
"Aku pulang dulu ya kak" ucap Sandra dengan Antonio , yang masih menggenggam tangan Sandra.
"Iya sayang" ucap Antonio sambil mengecup kening Sandra.
"Malu dong kak , diliatin papa mama" ucap Sandra sambil tersipu malu.
"Gak pa pa dong sayang , kan kita juga sudah mau menikah ini" kata Antonio.
"Iya deh kak" ucap Sandra , sambil melepaskan tangannya dengan tangan Antonio.
"Aku pulang dulu ya om... tante..." ucap Sandra dengan cepat , karena masih merasa malu.
"Iya Sandra" ucap om Chandra dan tante Shinta berbarengan sambil tersenyum.
__ADS_1
"Lucu ya pa , calon menantu kita" ucap mama Shinta.
Papa Chandra hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.