
Hari hari berlalu dengan sangat cepat , Sandra yang sudah siap melaksanakan ujiannya sudah tidak datang lagi ke kampus sampai nanti semester dua...Sandra sudah mulai kuliah online , hanya datang ke kampus untuk kelas praktek saja.
Karena hari lahiran sudah dekat , Sandra mulai menyusun barang-barang perlengkapan bayi dan baju-baju ke dalam koper , semua keperluan yang sudah dikasih daftar dari rumah sakit untuk ibu melahirkan yang akan dibawa ke rumah sakit ketika dia akan melahirkan.
Setelah semua baju dan perlengkapan sudah semua ke dalam koper , Sandra meletakkan kopernya di dekat samping lemari supaya memudahkan untuk diambil ketika mau pergi ke rumah sakit saat akan melahirkan.
Di apartemen Sandra juga sudah mulai menyusun perlengkapan bayi di dalam rak yang ada dikamarnya dan menyusun baju-baju bayi di dalam lemari yang sudah di letakkan di wardrobe room.
"Hubby , ternyata kita belum beli untuk gendongan bayi" , ucap Sandra ketika melihat barang-barang yang sudah mereka beli.
"Iya sayang nanti aku minta Robi yang pergi belikan ya" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Kenapa kita gak pergi hari ini saja untuk membelinya hubby , kebetulan juga hari ini libur kan" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Jangan sayang , ini sudah dekat hari lahiran kamu , kata dokter Sarah kemungkinan kamu lahiran dalam beberapa hari ini sayang" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh istrinya.
"Iya ya hubby , kalau gak nanti aku minta tolong mama Amel saja ya yang belikan" , jawab Sandra.
"Iya boleh sayang , kebetulan juga Robi lagi aku suruh renovasi kamar kita di All Star Hotel" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Kenapa di renovasi hubby?" , tanya Sandra penuh tanda tanya.
"Iya aku minta di buat menjadi lebih besar sayang , jadi nanti ada 2 kamar , kamar yang satu lagi nanti untuk anak-anak kita juga , kalau yang sekarang kan gak cukup kamarnya kalau nanti anak-anak kita kesana" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya hubby benar juga , mana anak kita dua lagi" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
"Sudah malam , kita tidur lagi yuk sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , ucap Sandra.
Antonio membantu Sandra yang duduk di lantai untuk berdiri , karena perutnya yang semakin membesar , jadi Sandra agak kesulitan kalau bangun setelah duduk di lantai.
Setelah berdiri , Sandra dan Antonio berjalan keluar dari wardrobe room dan masuk ke kamar mereka , naik ke atas kasur.
Sandra masih tidur dengan bantal khusus ibu hamilnya dan Antonio masih selalu memeluk tubuh istrinya meskipun sedikit terhalang oleh bantal khusus ibu hamil.
Tengah malam tiba-tiba Sandra merasakan sakit yang luar biasa di perutnya.
"Hubby....hubby....perut aku sakit" , ucap Sandra sambil meringis kesakitan.
Antonio pun langsung bangun begitu mendengar suara istrinya memanggilnya.
"Kenapa sayang?" , tanya Antonio yang agak panik.
"Perut aku sakit sekali hubby , sakit" , ucap Sandra yang sedang kesakitan.
"Kayaknya kamu sudah mau melahirkan sayang , kita ke rumah sakit saja ya sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra yang masih menahan rasa sakitnya.
Antonio memapah tubuh Sandra sambil membawa koper yang baru disiapin oleh istrinya tadi malam.
__ADS_1
Antonio membawa istrinya menuju ke parkiran mobil.
Setelah Antonio memasukkan Sandra ke dalam mobil , Antonio meletakkan koper di bagasi dan setelah itu Antonio masuk ke kursi pengemudi , menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit.
Karena tengah malam jalanan sepi , jadi tidak butuh waktu lama mobil yang dibawa oleh Antonio sudah sampai di rumah sakit.
Perawat rumah sakit yang melihat Antonio memapah istrinya yang sedang hamil merasakan sakit yang luar biasa di perutnya , langsung membawakan kursi roda dan membantu Antonio.
"Istrinya sudah mau melahirkan pak?" , tanya perawat tersebut.
"Kayaknya iya suster , dari tadi istri saya mengatakan perutnya sakit sekali" , ucap Antonio sambil meletakkan tubuh Sandra ke kursi roda.
Perawat tersebut langsung mendorong kursi roda Sandra ke dalam ruangan perawatan.
"Siapa dokter yang menangani kelahiran istri bapak?" , tanya perawat tersebut.
"Dokter Sarah" , ucap Antonio.
"Kalau gitu saya akan menghubungi dokter Sarah dulu ya pak" , ucap perawat tersebut.
"Baik suster" , jawab Antonio.
Perawat tersebut keluar dari ruangan kamar rawat dan langsung menelpon dokter Sarah yang sudah pulang ke rumahnya.
"Hubby...sakit...sakit banget hubby" , ucap Sandra sambil menggenggam tangan suaminya dengan kuat.
"Sabar ya sayang , sebentar lagi anak kita akan lahir , sabar ya" , ucap Antonio yang gak tega melihat istrinya kesakitan.
Setelah setengah jam berlalu , akhirnya dokter Sarah sampai di rumah sakit dan langsung masuk ke ruang rawat inap Sandra.
"Perut aku sakit sekali dokter" , jawab Sandra yang masih merasakan kesakitan di perutnya.
"Air ketubannya sudah pecah belum?" , tanya dokter Sarah.
"Belum dokter" , jawab Sandra.
"Kalau gitu kita periksa dulu ya" , ucap dokter Sarah sambil membuka kedua kaki Sandra dan memasukkan tangannya di bawah sana.
"Masih pembukaan 4 ya , kita tunggu sampai pembukaannya lengkap , baru kita mulai proses persalinannya" , ucap dokter Sarah.
"Baik dokter" , jawab Antonio dan Sandra.
Selama beberapa jam Sandra tidak tidur karena merasakan sakit saat perutnya berkontraksi.
Dokter Sarah juga datang ke sana untuk memeriksa keadaan Sandra.
"Sudah pembukaan enam ya , tinggal 4 pembukaan lagi sudah bisa melahirkan" , ucap dokter Sarah.
"Baik dokter" , jawab Antonio dan Sandra.
Semakin lama perut Sandra semakin sering sakit.
"Sakit sekali hubby....sakit....." , ucap Sandra dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya.
__ADS_1
Antonio yang terus berada di samping Sandra terus mengelap keringat istrinya dengan handuk.
"Sabar ya sayang , kamu pasti kuat" , ucap Antonio menguatkan istrinya.
"Sakit...sakit sekali hubby , aku gak kuat" , ucap Sandra sambil meringis kesakitan.
Sebenarnya Antonio gak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu , tapi dia tetap menguatkan istrinya.
Sampai keesokan siang harinya...
"Hubby...kayaknya aku pipis celana , di ****** ***** aku rasanya keluar air" , ucap Sandra.
"Kayaknya bukan pipis sayang , karena gak ada baunya" , ucap Antonio sambil mencoba menciumi bau nya.
Antonio langsung menekan bel yang ada di dalam kamarnya dan tidak lama perawat dan dokter Sarah masuk kesana.
"Ada apa pak?" , tanya dokter Sarah.
"Kayaknya air ketuban istri saya sudah pecah dokter" , ucap Antonio.
Dokter Sarah melihat ada air di kasur Sandra.
"Iya benar , ini sudah saatnya melahirkan" , ucap dokter Sarah.
Perawat pun langsung menyiapkan peralatan untuk persalinan.
Tidak lama kemudian Sandra dibawa ke ruangan persalinan yang juga diikuti oleh Antonio.
Sandra melahirkan anak kembar mereka secara normal.
Setelah lebih dari 12 jam di ruangan persalinan Sandra berusaha untuk terus mengejan , akhirnya bayi Sandra yang pertama telah lahir pagi hari jam 5 subuh tanggal 3 Mei.
Terdengar suara tangisan bayi yang keras di dalam sana.
Oekkkkk.....oekkkkk.....membuat Sandra pun menjadi lega dan bahagia.
"Bayinya yang pertama cewek ya pak" , ucap perawat kepada Antonio.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah 5 menit berlalu akhirnya anak yang kedua pun lahir dengan selamat dan juga mengeluarkan suara tangisan yang tidak kalah kerasnya dari anak yang pertama.
Sandra langsung tersenyum bahagia setelah anaknya lahir dengan selamat.
"Bayi yang kedua cowok ya pak" , ucap perawat kepada Antonio.
Antonio pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Anak kita sudah lahir sayang , terima kasih ya sayang" , ucap Antonio sambil mencium kening istrinya.
Sandra pun tersenyum melihat suaminya.
Sandra yang sudah melemah , sudah mulai mau menutup matanya , apa yang dikatakan oleh suaminya setelah itu pun sudah tidak didengarnya dengan jelas.
__ADS_1
Sampai salah satu perawat mengatakan...
"Dokter , pasien mengalami pendarahan".