
Sampai di kamar atas....
"Hubby...." , ucap Sandra sambil memeluk suaminya.
"Coklat kamu sudah selesai di makan sayang?" , tanya Antonio.
"Sudah hubby , ini aku sisain buat beberapa hari kedepan" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Sini minum air putih dulu , kalau gak nanti bisa batuk lho sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil meminum air putih dan melepaskan pelukannya.
Antonio meletakkan koper mereka ke dalam kamar.
Ketika Antonio mau mengganti celananya dengan celana pendek , tiba-tiba Sandra menghampirinya , langsung memeluknya dari belakang.
"Aduh , kayaknya mulai lagi menempelnya" , ucap Antonio dalam hatinya.
"Sayang , aku mau ganti celana dulu , atau mau kita bermesraan di kasur aja tanpa pakai baju" , goda Antonio kepada istrinya.
Diluar perkiraan Antonio , yang awalnya dia pikir bidadari cantiknya pasti gak akan mau , ternyata malah kebalikannya.
Sandra mulai memasukkan tangannya ke bawah baju suaminya dan memainkan jari-jarinya ditubuh suaminya , setelah itu dia berpindah kedepan tubuh suaminya sehingga mereka saling berhadapan dan membuka baju kaos suaminya.
"Aku mau hubby" , ucap Sandra sambil tersenyum dan memainkan jarinya di dada suaminya.
Antonio yang sudah tidak bisa menahan dirinya... karena sentuhan dari istrinya , langsung membawa istrinya ke atas kasur dan mulai menciumi seluruh wajah , bibir , dan leher istrinya.
Antonio membuka baju istrinya dan mulai menyentuh setiap area sensitif di tubuh istrinya , setelah mereka siap....terjadilah penyatuan diantara mereka berdua.
Karena Sandra sedang hamil muda , maka Antonio pun melakukannya dengan sangat hati-hati.
Setelah beberapa waktu , akhirnya mereka mencapai kenikmatan bersama.
Antonio pun mulai melepaskan dirinya dan memeluk tubuh polos istrinya.
"Hubby , nanti gak ke kantor kan?" , tanya Sandra.
"Gak sayang , besok juga aku bekerjanya disini saja" , ucap Antonio sambil mengecup kepala istrinya.
Tidak lama Hp Antonio berbunyi , terlihat nama Robi disana.
"Halo Robi" , jawab Antonio.
"Halo pak , ada berkas yang mau ditanda tangani" , ucap Robi.
"Ok , kamu bawa semua berkas yang mau di tanda tangani ke kamar atas sekarang , kalau ada berkas di atas meja saya juga tolong dibawakan sekalian" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
Antonio langsung turun dari kasur , mengambil baju kaos nya dan menggunakannya , lalu dia pun menuju ke lemari mengambil celana pendeknya dan menggunakannya.
"Kenapa cepet banget pakai baju , hubby?" , tanya Sandra dengan manja.
"Robi sebentar lagi mau kesini sayang , mau membawa berkas-berkas" , jawab Antonio.
Sandra turun dari kasur dengan tubuh polosnya dan memeluk suaminya.
"Bukannya hari ini hubby gak kerja" , ucap Sandra dengan manja.
"Tapi ada dokumen yang harus ditanda tangani sayang" , ucap Antonio.
Tidak lama terdengar bunyi bel di kamar Antonio.
"Itu pasti Robi sudah datang sayang , aku keluar dulu ya , kamu naik ke kasur tutupi tubuhnya dengan selimut" , ucap Antonio.
"Cium dulu hubby" , ucap Sandra dengan manja.
__ADS_1
Akhirnya Antonio mencium bibir istrinya sekilas dan baru dia berjalan keluar , karena Sandra sudah melepaskan pelukannya.
Begitu keluar dari kamar tidak lupa Antonio menutup pintu kamar mereka , karena istrinya sedang dalam keadaan polos tanpa sehelai benang satu pun.
Sandra langsung naik ke kasur dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
Antonio membuka pintunya , lalu Robi mengikuti Antonio menuju ke sofa ruang tamu disana.
"Ini sudah dibawa semua berkas-berkasnya?" , tanya Antonio.
"Sudah pak", jawab Robi.
Antonio mulai melihat-lihat dokumen yang dibawa Robi dan mulai menandatangani satu persatu.
"Pak barusan saya dapat informasi kondisi Doddy kritis , setelah mendengar perusahaanya bangkrut , sekarang sedang di rawat di rumah sakit Kenanga" , ucap Robi.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya.
"Saya pikir orang yang buat mengawasi Doddy dan Yogi cukup sampai disini" , ucap Antonio sambil memberikan berkas yang sudah di tanda tanganinya .
"Baik pak , kalau gitu saya permisi dulu" , ucap Robi sambil berjalan keluar.
"Iya Robi" , ucap Antonio sambil menutup pintu kamarnya.
"Aku rasa untuk beberapa saat... Yogi tidak akan terlalu berani mencari masalah lagi , dan yang terpenting bodyguard untuk Sandra juga sudah ada" , ucap Antonio dalam hatinya.
Antonio berjalan memasuki tempat tidur , sampai di dalam dia melihat istrinya masih disana dengan tubuh polosnya.
Antonio pun tersenyum simpul melihat istrinya.
"Sayang..." , ucap Antonio setelah naik ke kasur dan membelai punggung polos istrinya.
"Iya hubby , enak banget digituin hubby" , ucap Sandra sambil meletakkan kepalanya di dada suaminya.
"Kamu gak pakai baju , nanti masuk angin sayang" , ucap Antonio.
"Bentar lagi ya hubby , masih mau begini dulu" , ucap Sandra sambil memainkan jarinya di dada suaminya.
"Iya hubby , lebih nyaman" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Tidak lama Antonio dan Sandra pun tertidur karena kelelahan setelah aktifitas yang mereka lakukan sebelumnya.
********
Setelah Yogi dan Rangga selesai memperbaiki semua motor yang masuk ke bengkel hari itu , hari sudah mulai malam.
"Gue harus ambil barang-barang gue bro" , ucap Yogi.
"Ok bro , setelah selesai tutup bengkel gue bantuin loe" , ucap Rangga.
Yogi dan Rangga mulai menutup bengkel mereka.
Setelah itu mereka menaiki motor mereka masing-masing , menjalankannya menuju ke rumah Yogi.
Setelah beberapa saat motor mereka sampai di depan rumah Yogi.
"Gile bro....rumah loe gede banget" , ucap Rangga.
"Sudah bukan rumah gue lagi" , ucap Yogi dengan lirih.
Yogi melangkah masuk , membuka pintu rumahnya , Rangga mengikuti Yogi masuk ke dalam rumahnya.
"Bik Iyem..." , panggil Yogi.
"Iya den" , ucap bik Iyem.
"Bik , ini gaji bibik bulan ini , mulai hari ini bibik sudah gak kerja disini lagi ya" , ucap Yogi.
__ADS_1
"Kenapa begitu den?" , tanya bik Iyem.
"Perusahaan papa bangkrut bik , besok rumah ini juga akan di lelang" , ucap Yogi.
"Jadi tuan sama den Yogi tinggal dimana sekarang?" , tanya bik Iyem.
"Papa sedang koma di rumah sakit bik , aku akan tinggal dengan teman aku untuk sementara" , ucap Yogi.
"Kalau gitu bibik pulang kampung dulu ya den , kalau nanti butuh bibik , cari bibik di nomor telpon yang biasa ya den" , ucap bik Iyem.
"Iya bik , makasih ya bik , sekarang bibik beresin semua barang-barang bibik , nanti aku pesankan taksi buat ke terminal bus" , ucap Yogi.
"Iya den , terima kasih ya den" , ucap bik Iyem sambil berjalan masuk ke kamarnya untuk menyusun barang-barangnya.
Yogi dan Rangga langsung menuju ke kamar Yogi.
"Keren banget kamar loe bro" , ucap Rangga.
"Ya" , jawab Yogi simple sambil menyusun barang-barangnya.
Setelah beberapa jam akhirnya Yogi selesai menyusun semua barang-barangnya.
"Gue sudah siap bro , ayo jalan lagi" , ucap Yogi.
"TV besar loe dan audio loe gak loe bawa juga?" , tanya Rangga.
"Gak bro , gue gak boleh membawa barang lain selain baju-baju dan keperluan pribadi gue" , ucap Yogi dengan lirih.
"Ok deh , kalau gitu ayo kita jalan" , ucap Rangga setelah melihat wajah sedih yang terpancar di wajah Yogi.
Yogi dan Rangga turun ke lantai bawah , sampai di dekat ruangan keluarga , Yogi berhenti sebentar.
Yogi melihat ke lemari yang disusun foto-foto keluarga mereka dan Yogi mengambil satu foto keluarga mereka.
Foto keluarga lengkap , ketika masih ada mamanya dan kakaknya disana.
Setelah Yogi memasukkan foto itu ke dalam tas nya , dia pun berjalan keluar rumah bersama Rangga.
Rangga hanya bisa terdiam melihat kesedihan di raut wajah temannya itu.
Ketika Yogi keluar , bik Iyem sudah duduk di kursi luar.
"Sudah siap den , beres-beres nya?" , tanya bik Iyem.
"Sudah bik" , jawab Yogi.
Aku telponin taksi ya buat bibik.
"Iya den" , jawab bik Iyem.
Yogi mengambil Hp nya dan memesan taksi ke rumahnya.
Tidak lama taksi pesanannya pun datang.
"Bik , taksinya sudah datang" , ucap Yogi.
"Iya den...den Yogi baik-baik ya , jaga diri , bibik titip salam ya den buat tuan , semoga tuan cepat diberikan kesembuhan" , ucap bik Iyem dengan mata berkaca-kaca.
"Iya bik , terima kasih" , jawab Yogi.
"Iya den , bibik juga terima kasih ya , maaf kalau selama bibik disini bibik ada salah sama den dan tuan , bibik pergi dulu ya den" , ucap bik Iyem sambil berjalan masuk ke dalam taksi.
"Iya bik" , jawab Yogi.
Yogi hanya terdiam sambil melihat asisten rumah tangga yang sudah bertahun-tahun bersama mereka itu pergi dari sana.
"Ayo bro" , ucap Rangga.
__ADS_1
"Iya bro" , jawab Yogi sambil mengikat tasnya di motornya dan motor Rangga.
Setelah itu mereka menyalakan motornya dan menjalankannya menuju ke kostan Rangga.