
"Ma , oma" , sapa Angelica dan Alvaro begitu mereka masuk ke dalam butik.
"Tante" , sapa James.
"Iya James , ini kenalin oma Shinta dan oma Amel" , ucap Sandra.
James pun berkenalan dengan oma Shinta dan oma Amel sambil berjabat tangan.
Sebelumnya mama Shinta hanya mendengarkan tentang James dari papa Chandra , baru hari itu dia bertemu dan berkenalan langsung dengan James.
"Ternyata anaknya lumayan juga dan sangat serasi dengan cucu aku Angelica" , ucap mama Shinta dalam hatinya.
"Mama sudah selesai bahas model bajunya ma?" , tanya Angelica.
"Sudah nak , mama menggunakan baju mekar berwarna pink muda" , ucap Sandra.
"Untuk aku bagaimana ma?" , tanya Angelica yang selalu menyerahkan kepada mamanya untuk mencarikan bajunya.
"Kamu bajunya dibuat mirip mama punya saja ya , cuma beda modelnya saja sedikit. Bagaimana?" , tanya Sandra.
"Boleh ma" , jawab Angelica yang selalu suka dengan pilihan mamanya.
"Oma bagaimana model bajunya?" , tanya Alvaro.
"Kali ini oma pilih model A line saja" , ucap oma Amel.
"Kenapa gak model seperti mama dan kakak?" , tanya Alvaro.
"Kan yang jadi pemeran utamanya nanti itu mama kamu sayang , jadi mama kamu boleh modelnya mekar seperti itu , kalau oma jangan , nanti oma susah jalannya , mana oma sudah berumur juga" , ucap mama Amel sambil tersenyum.
Alvaro hanya menganggukkan kepalanya.
"Untuk aku bagaimana modelnya ma?" , tanya Alvaro.
"Untuk Alvaro model jas dong sayang , kamu kan cowok" , ucap Sandra.
"Sama dengan papa dong ma modelnya" , ucap Alvaro.
"Iya nak , nanti baju papa , kamu dan James semuanya sama modelnya" , ucap Sandra.
"Jadi ini calon menantu kamu Sandra?" , tanya tante Rita.
"Di doain aja ya tante supaya Angelica dan James berjodoh" , ucap Sandra.
"Pasti dong saya doain , nanti kalau jadi menikah kan butik saya juga jadi rame lagi , tapi ingat....untuk buat baju pengantinnya jangan buru-buru ya" , ucap tante Rita yang teringat dulu waktu Sandra dan Antonio menikah dalam waktu 2 bulan.
"Iya tante" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Setelah itu Angelica , Alvaro dan James diambil ukuran badannya oleh asisten tante Rita.
"Ma , kenapa papa gak datang buat ambil ukuran badan?" , tanya Alvaro.
__ADS_1
"Papa cuma pakai ukuran bajunya saja sayang , karena papa kan sudah banyak buat jas dengan tante Rita , ditambah papa ukuran badannya gak berubah , jadi papa gak datang untuk ukur badan , gak masalah" , ucap Sandra.
Alvaro menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Alvaro , Angelica dan James sudah selesai diambil ukuran badannya , Sandra mulai membayar DP untuk baju mereka semua.
"Yang saya punya dan Angelica biar saya yang bayar saja tante" , ucap James.
"Ini acara tante James , jadi biar tante yang bayarin semuanya , nanti setelah kamu menikah dengan Angelica , baru boleh kalau kamu mau bayarin , tapi jangan lupa ya bayarkan nya buat satu keluarga jangan cuma untuk berdua saja" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Gak masalah tante" , ucap James sambil tersenyum.
"Baiklah , setelah ini kita pergi makan dulu ya bersama dengan oma" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Angelica dan Alvaro bersamaan.
"James bisa ikut makan siang dengan kita kan?" , tanya Sandra.
"Bisa tante" , jawab James.
Sandra dan keluarganya berjalan keluar dari butik tante Rita menuju ke arah mobil mereka yang terparkir di sana.
"Kita mau makan dimana?" , tanya Sandra.
"Di restoran padang aja ya ma , aku mau makan sate dan martabak telor" , ucap Alvaro yang manja.
"Baiklah nak , kalau gitu kita ketemu di restoran padang ya setelah ini" , ucap Sandra.
"Iya tante" , jawab James.
"Aku tau kakak mau berduaan dengan James kan , hari ini aku akan mengalah , aku ikut mama" , ucap Alvaro sambil tersenyum manis.
"Alasan aja , bilang aja kalau kamu memang gak bisa lepas dari mama" , ucap Angelica.
"Sudah...sudah...ayo kita jalan lagi" , ucap Sandra.
Mama Shinta dan mama Amel hanya tersenyum melihat tingkah laku cucu kembar mereka.
Sandra bersama anak dan mamanya masuk ke dalam mobilnya dan James pergi bersama dengan Angelica.
"Sayangku , apa kamu gak mau kita menikah secepatnya?" , tanya James setelah mereka berada di dalam mobil.
"Aku takut menikah cepat James" , ucap Angelica.
"Kenapa takut sayangku" , ucap James sambil memegang tangan Angelica dan meletakkannya di pahanya.
"Aku takut aku nanti belum siap kalau kita harus punya anak , aku juga masih mau kuliah dan menjalankan perusahaan papa" , jawab Angelica.
"Tapi kan semua itu masih bisa dilakukan saat kita sudah menikah , kamu mau kuliah , setelah kita menikah juga masih bisa , kamu mau menjalankan perusahaan papa kamu , juga masih bisa , aku gak akan menghalangi kamu" , ucap James.
"Bagaimana dengan anak James , aku belum mau punya anak cepat , aku gak mau seperti mama yang meninggalkan impiannya setelah melahirkan kami" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Kalau kamu belum mau punya anak , gak apa apa sayangku , aku bisa pakai pengaman dulu" , ucap James sambil mencium punggung tangan Angelica.
Perkataan James yang sudah lebih intim , membuat wajah Angelica langsung memerah.
"Tapi aku tetap gak mau James , nanti setelah menikah , pasti akan mendapatkan tuntutan dari keluarga untuk kita segera memiliki anak" , ucap Angelica.
"Baiklah sayangku , aku akan menunggu sampai kamu siap" , ucap James.
"Iya James" , jawab Angelica.
Tidak terasa mobil yang dibawa oleh James telah sampai di restoran Padang.
James memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Sandra.
Mereka semua turun dari mobil dan masuk ke restoran Padang.
Alvaro langsung senang begitu melihat banyaknya makanan yang sudah ditata di atas meja , belum lagi dia memesan sate padang dan martabak telor.
"Bagaimana kamu mau dapat pacar kalau makan kamu banyak begini sayang" , ucap mama Shinta.
"Apa hubungannya aku dapat pacar dengan makan oma" , jawab Alvaro.
"Biasanya cewek itu akan menyukai cowok yang perutnya bagus , bukan yang gendut seperti bakpao" , ucap oma Shinta.
"Biar aku seperti ini , banyak cewek yang suka sama aku oma" , jawab Alvaro yang gak mau kalah.
"Kenapa oma gak pernah dengar Alvaro jalan dengan cewek , malah oma melihat Angelica yang sudah pacaran dengan James" , ucap oma Shinta.
"Banyak yang suka sama aku , tapi aku yang gak mau sama mereka oma" , ucap Alvaro.
"Kenapa kamu gak mau sama mereka? Kemaren opa Chandra cerita sama oma kalau kamu ketemu cewek di lapangan golf. Apakah itu pacar kamu?" , tanya oma Shinta.
"Jadi cucu manja oma ini sudah ada pacar sekarang?" , ucap oma Amel yang mendengarkannya.
"Jangan nanyain cewek itu lagi oma , aku gak suka dia sudah membohongi aku" , ucap Alvaro.
"Kenapa bisa di membohongi kamu?" , ucap oma Amel yang mulai penasaran.
"Awalnya aku bilang kalau dia masih sakit , aku akan datang melihatnya di rumah , ternyata dia beneran gak masuk sekolah waktu itu , aku pergi melihat dia kerumahnya bersama kakak dan James , aku kirain dia masih sakit pada saat itu , ternyata dia baik-baik saja. Dia sengaja mau melihat aku menepati janji aku , ya aku marah la , kenapa dia harus bohong seperti itu" , ucap Alvaro.
James , Angelica dan Sandra hanya tersenyum melihat Alvaro sambil makan makanan mereka.
"Itu tandanya dia mau melihat kamu perhatian atau gak sama dia" , ucap oma Shinta.
"Tapi aku gak suka digituin oma , James saja gak pernah kan berbuat seperti itu untuk menarik perhatian kakak" , ucap Alvaro.
"Iya , aku gak pernah , karena aku selalu mengatakan semua isi hati aku kepada Angelica secara langsung" , ucap James.
"Tuh kan oma , harusnya seperti itu" , jawab Alvaro.
"Cowok sama cewek itu berbeda sayang , kalau cewek gak terlalu bisa mengatakan semua isi hatinya kepada cowok yang disukainya , tapi mereka selalu mencari perhatian kepada cowok yang dia sukai" , ucap oma Amel.
__ADS_1
"Iya sayang , cewek memang seperti itu , jadi kamu coba ya merubah sifat kamu , kalau kamu seperti ini terus , kamu gak akan mendapatkan pacar" , ucap oma Shinta.
"Iya oma" , jawab Alvaro sambil memasukkan sate ke mulutnya.