Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 87


__ADS_3

Saudara Antonio , kak Angga dan kak Alex sudah datang ke rumah utama bersama istri dan anak-anak mereka yang sudah dewasa semua.


Antonio bersama Sandra , Angelica dan Alvaro pergi ke rumah utama untuk makan malam bersama pada malam itu.


"Antonio , keluarga kamu benar-benar gak mau kalah ya sama keluarga aku" , ucap Angga.


"Maksudnya kak?" , tanya Antonio yang gak mengerti maksud perkataan kakaknya.


"Masa anak kamu tamat SMA langsung menikah , mana duluan lagi dari anak aku" , ucap Angga.


Antonio dan yang lainnya pun langsung tertawa , termasuk calon besan dari kak Angga yang juga ada di situ.


"Ya mau bagaimana lagi? Anak aku sangat cantik sih , jadi cowoknya gak mau melepaskannya" , ucap Antonio sambil tersenyum lebar.


"Memangnya calon suami anak kamu siapa?" , ucap Angga.


"Anak dari pemilik Arthur Jungleland dan Arthur Waterboom" , ucap papa Chandra.


"Apa!!!" , ucap Angga sambil membulatkan matanya karena terkejut.


"Iya" , jawab Antonio dengan santai.


"Kalian benar-benar membuat kita terkejut , dulu Antonio menikah dengan anaknya om Surya , yang menjadi teman papa dan mama , sekarang Angelica menikah dengan anak dari pengusaha besar , temannya papa juga dan teman Antonio. Nanti Alvaro akan menikah dengan anak pengusaha dari mana?" , ucap Angga.


"Aku belum tau , dia masih dalam pencarian. Yang pasti anak aku akan sekolah arsitektur di Singapura" , ucap Antonio.


"Nanti Penelope juga ada konser di Singapura , Alvaro datang ya lihat konsernya kakak Penelope" , ucap Dona istri Alex.


"Alvaro mau sekolah di Singapura? Bukannya Alvaro gak bisa pisah dari Sandra ya" , ucap Angga.


"Disuruh sama papa , uncle" , jawab Alvaro.


"Ya ampun , segitunya ya kamu karena cemburu sama anak kamu yang gak mau pisah dari istri kamu , makanya kamu kirim anak kamu sekolah di luar negeri?" , ucap Angga sambil menggelengkan kepalanya.


"Bukan begitu kak , aku cuma pengen anak aku sekolah di tempat yang bagus" , jawab Antonio.


"Aku gak percaya nih , pasti karena cemburu kan. Kamu kalau cemburu kan gitu , sama Kiki aja sampai segitunya" , ucap Angga.


"Itu kan anak kamu , kalau anak aku ya aku gak masalah mau dekat dengan mamanya" , ucap Antonio.


"Papa kadang gak suka aku peluk-peluk mama" , jawab Alvaro.

__ADS_1


"Mana ada , kalau papa gak suka ya papa angkat kamu trus papa lempar keluar. Memangnya selama ini ada papa seperti itu sama kamu?" , ucap Antonio.


Alvaro pun menggelengkan kepalanya , karena memang selama ini papanya gak pernah memarahinya kalau dia tidur di tengah kasur sambil memeluk tubuh mamanya.


Opa Chandra , mama Shinta dan semua yang ada disana hanya menggelengkan kepala melihat Antonio dan Angga ditambah Alvaro yang berdebat disana.


"Sudah....sudah....besok kita masih ada acara lagi , jangan berdebat. Gak enak juga dengan calon besan Angga" , ucap mama Shinta.


"Iya , gak apa-apa tante. Ternyata keluarga tante sangat harmonis dan menyenangkan ya" , ucap Camel mama dari Friska calon istri Kiki.


"Ya beginilah kalau anak-anak sudah kumpul" , ucap mama Shinta.


"Meskipun mereka tinggal di luar kota , tapi kalau sudah kumpul masih terasa ya keakrabannya" , ucap Peter papa dari Friska.


"Iya" , jawab mama Shinta.


"Surya besok ikut juga kan nak ke acara malam tahun baru di Al Angel Park" , ucap papa Chandra.


"Ikut pa , besok mama dan papa kami jemput dulu. Angelica akan dijemput oleh James dan calon mertuanya" , ucap Sandra.


"Baiklah nak , besok siapin banyak bahan makanan ya , kita akan berpesta semalaman" , ucap papa Chandra.


"Iya pa , kemaren aku sudah minta koki hotel buat antarkan ke Al Angel Park besok sore" , jawab Sandra , karena memang kalau sudah urusan makanan disana , Sandra yang akan mengaturnya.


"Sandra masak apa buat besok?" , tanya kak Angga.


"Kali ini gak ada kak , semuanya aku pesan. Tapi kakak tenang saja , aku pesannya di tempat yang jualnya sudah pasti enak rasanya" , ucap Sandra.


"Benar uncle , semua makanan yang mama pesan pasti enak-enak" , jawab Alvaro sambil mengangkat kedua jempol tangannya.


"Iya uncle tau kalau mama pesan makanan yang enak-enak , tapi masalahnya adalah....uncle sudah lama gak merasakan masakan yang mama kamu buat. Masakan mama kamu itu sangat enak sekali" , ucap Angga.


"Kakak kan bisa masak , harusnya kakak yang memasak disini. Kalau gak Kiki kan katanya masuk sekolah patisserie di Italia , harusnya buatin untuk kita cobain disini dulu , baru buka toko bakery" , ucap Antonio.


"Tokonya juga masih dalam proses pembangunan uncle. Itupun susah banget minta dananya sama papa" , ucap Kiki.


"Masa kakak buat anaknya saja gak mau kasih dana" , ucap Antonio.


"Kan aku gak sekaya kamu Antonio" , ucap Angga.


"Kenapa Kiki gak minta sama uncle aja buat investasi ke toko bakery nya?" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Memangnya uncle mau membantu aku aunty" , ucap Kiki.


"Kalau nanti prospeknya menguntungkan ya uncle mau saja" , jawab Antonio.


"Benarkah uncle?" , ucap Kiki.


"Iya" , jawab Antonio.


Kiki langsung berdiri dan memeluk tubuh Antonio.


"Terima kasih uncle" , ucap Kiki.


"Iya sama-sama" , jawab Antonio.


"Nanti aku mau buat hotel baru juga kak , patiserrie kakak juga bisa dimasukkan ke hotel yang baru nanti" , ucap Angelica.


"Angelica mau buat hotel?" , tanya Angga dan Alex yang kurang percaya.


"Iya nak , jadi Angelica itu ingin bangun hotel , tapi kerja sama dengan calon suaminya. Kebetulan di dekat waterboom mereka masih ada lahan kosong yang sangat luas dan itu nantinya akan dibangun hotel kita disana" , ucap papa Chandra.


Semua orang yang ada disana langsung berdecak kagum dengan Angelica.


"Kamu dulu hamil makan apa Sandra?" , tanya Bella.


"Makan apa ya , kebanyakan makan yang manis-manis kayaknya deh" , jawab Sandra.


"Makanya aku jadinya manis ya ma" , jawab Alvaro.


Membuat semua orang yang ada disana langsung tertawa.


"Antonio ini benar-benar selalu memberikan kita kejutan-kejutan yang tidak terduga" , ucap kak Alex.


"Iya , kamu benar Alex. Untung saja makanan aku sudah habis , kalau gak pasti aku akan susah menelannya lagi" , ucap Angga.


"Kamu mau terkejut atau gak , pasti juga bisa makan aja , kapan juga kamu gak bisa makan" , ucap mama Shinta.


Keluarga Friska hanya bisa tersenyum sambil mendengarkan obrolan keluarga dari calon besannya itu.


Sampai hari sudah menjelang malam , Antonio beserta istri dan anaknya pulang ke rumah mereka , karena kamar yang ada di rumah utama digunakan semua oleh keluarga saudaranya dan juga Friska beserta orang tuanya.


"Kami pulang dulu ya pa , ma , dan semua" , ucap Antonio dan Sandra yang gak mungkin menyebutkannya satu persatu.

__ADS_1


"Iya" , jawab mereka semua.


Angelica dan Alvaro juga berpamitan kepada opa Chandra , oma Shinta dan para uncle dan aunty beserta saudara sepupu mereka.


__ADS_2