Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 55


__ADS_3

Antonio yang gak ke kantor hari itu , membuat Robi merasa heran.


"Susi , kenapa bos gak ke kantor hari ini?" , tanya Robi.


"Gak tau juga , dari tadi gak ada kabar" , jawab Susi.


Robi berjalan menuju ke ruangannya dan menelpon bos nya.


Antonio yang masih menjaga istrinya yang sakit saat itu , langsung mengangkat ponselnya ketika terdengar suara panggilan telpon disana.


"Halo Robi" , jawab Antonio.


"Halo pak , hari ini bapak ke kantor gak?" , tanya Robi.


"Saya gak ke kantor , istri saya sedang sakit , kamu ada keperluan apa mencari saya?" , tanya Antonio.


"Ada dokumen yang harus bapak tanda tangani" , ucap Robi.


"Kamu bawa ke rumah saya sekarang" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


"Ada urusan penting di kantor ya hubby?" , tanya Sandra yang masih lemas disana.


"Gak penting banget sayang , cuma Robi mau minta tanda tangan dokumen saja , kamu gimana badannya sekarang?" , tanya Antonio sambil menyentuh kening istri tercintanya.


"Badan aku masih terasa lemas hubby dan pegel-pegel juga" , jawab Sandra.


"Kamu harus banyak istirahat sayang , mulai sekarang kamu jangan terlalu banyak kerjaan lagi ya , kemaren setelah kita pulang kamu gak bisa diam sih , bukannya istirahat saja , kamu malah sudah mulai masak masak" , ucap Antonio.


"Kamu jangan ngomel dong , kepala aku jadi sakit rasanya" , ucap Sandra sambil memijit kepalanya yang terasa sakit.


"Aku tuh khawatir sama kamu sayang , sini tidur diatas paha aku , biar aku pijitin kepalanya" , ucap Antonio dengan lembut.


Sandra langsung meletakkan kepalanya di atas paha suaminya , Antonio pun langsung memijit kepala istrinya.


Sandra yang menikmati pijitan dari suaminya pun langsung tertidur diatas kaki suaminya.


Robi yang sudah sampai di rumah Antonio langsung menekan bel yang ada didepan pintu rumah.


Ting...tong...


Tuti langsung berjalan membukakan pintu rumah.


"Ternyata pak Robi yang datang , lagi mencari tuan ya?" , ucap Tuti setelah membuka pintu.


"Iya Tuti , tuan dimana?" , tanya Robi.


"Sedang didalam kamarnya menjaga nona muda yang sakit , tunggu di sini sebentar ya , Tuti panggilkan dulu".


"Iya Tuti" , jawab Robi sambil duduk di sofa yang ada disana.


Tuti berjalan keatas menuju ke kamar tuan Antonio dan mengetuk pintu yang ada disana.


Tok...tok...tok....


"Masuk" , ucap Antonio dari dalam.

__ADS_1


"Permisi tuan , di bawah ada pak Robi yang datang mencari tuan" , ucap Tuti.


"Minta dia ke kamar saya saja Tuti" , jawab Antonio yang gak bisa keluar karena istrinya tidur di atas pahanya.


"Baik tuan" , jawab Tuti sambil berjalan keluar dari kamar Antonio menuju ke bawah.


"Pak Robi diminta tuan untuk langsung ke kamarnya saja" , ucap Tuti.


"Baik Tuti" , jawab Robi sambil berdiri dan berjalan naik ke atas menuju ke kamar bos nya.


Sebelumnya Robi juga sudah pernah ke kamar Antonio , makanya dia sudah tau dimana posisi kamar bos nya.


Sampai di depan pintu , Robi pun mengangkat tangannya dan mengetuk pintu disana.


Tok...tok...tok...


"Masuk" , jawab Antonio dari dalam.


"Permisi pak" , ucap Robi sambil berjalan masuk kedalam dan berdiri di sebelah kasur Antonio.


Karena Robi sudah terbiasa melihat kemesraan Antonio dan istrinya , jadi Robi pun tidak terkejut melihat nona muda yang tidur diatas paha bos nya.


"Jadi mana dokumen yang harus saya tanda tangani" , ucap Antonio.


"Ini pak" , jawab Robi sambil memberikan beberapa dokumen kepada Antonio.


Antonio membaca satu persatu dokumen yang diberikan oleh Robi dan menandatanganinya.


"Bagaimana dengan respon pelanggan hotel kita dengan adanya kerja sama dengan Jungleland Arthur?" , tanya Antonio.


"Bagus , Angelica memang bisa mengambil kesempatan" , ucap Antonio.


"Iya bapak benar , setiap yang dilakukan oleh nona kecil semuanya menguntungkan perusahaan" , ucap Robi.


"Iya Robi , saya beruntung memiliki Angelica bersama saya" , ucap Antonio.


"Iya pak , akhir bulan depan kita akan mengadakan laporan keuangan online dengan seluruh cabang hotel dan resort kita yang diluar kota , apakah nona kecil akan mengikutinya pak?" , tanya Robi.


"Nanti saya tanya Angelica dulu ya Robi , karena dia sudah dekat ujian akhir semester juga" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


"Apa ada yang lain lagi yang mau kamu laporkan kepada saya?" , tanya Antonio sambil memberikan dokumen yang sudah di tanda tanganinya.


"Untuk sekarang belum pak , cuma besok bapak ada meeting dengan pak Leo" , ucap Robi.


"Baiklah Robi" , ucap Antonio.


"Kalau gitu saya permisi dulu ya pak" , ucap Robi.


"Iya Robi" , jawab Antonio.


Robi berjalan keluar dari kamar Antonio kembali ke All Star Hotel untuk melanjutkan pekerjaannya.


********


Siang harinya Sandra sudah mulai merasa badannya lebih segar.

__ADS_1


Saat Alvaro dan Angelica sudah sampai di rumah , Alvaro langsung berlari memeluk mamanya yang sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan suaminya.


"Mama" , ucap Alvaro yang sudah memeluk tubuh mamanya.


"Iya nak , sudah pulang sekolah" , ucap Sandra sambil mengelus kepala anaknya.


"Sudah ma , tadi begitu bel pulang sekolah berbunyi , aku langsung berjalan dengan cepat ke kelas kakak , supaya gak ada yang memanggil aku , karena aku pulang kerumah dengan cepat dan mau melihat mama" , ucap Alvaro.


"Bilang aja kamu memang mau menghindari Esmeralda , makanya kamu langsung cepat-cepat lari ke kelas kakak dan suruh kakak cepat pulang" , ucap Angelica sambil duduk di kursi sofa.


"Kamu masih marah dengan Esmeralda nak?" , tanya Antonio.


"Iya pa" , jawab Alvaro.


"Kenapa kamu gak mau mencoba berhubungan baik dengan Esmeralda , susah lho ada cewek yang masih mau sama kamu kalau sudah melihat sifat asli kamu yang manja seperti ini , Esmeralda yang sudah melihat sifat manja kamu aja yang mau sama kamu" , ucap Antonio.


"Banyak kok pa yang suka sama aku , tapi aku tolak terus" , jawab Alvaro.


"Tapi mereka kan gak tau kalau kamu seperti ini kan di rumah , kalau Esmeralda kan sudah tau nak" , ucap Antonio.


"Tapi aku masih belum bisa menerima karena dia bohong sama aku pa" , ucap Alvaro.


"Dia hanya mencari perhatian kamu nak , kan dia juga bukan melakukan tindakan yang merugikan atau mencelakai kamu" , ucap Antonio.


"Tapi" , ucap Alvaro sambil melihat ke arah mamanya untuk meminta bantuan.


Sandra yang sudah mengetahui wajah anaknya memohon bantuannya....


"Ya sudah , ayo kita makan dulu , mama sudah lapar" , ucap Sandra.


"Baiklah sayang" , jawab Antonio.


"Makasih mama sayang" , ucap Alvaro sambil memeluk tubuh mamanya.


"Iya nak , tapi kamu juga harus memikirkan apa yang papa bilang" , ucap Sandra.


"Iya ma" , jawab Alvaro.


Antonio beserta istri dan anaknya berjalan bersama menuju ke meja makan dan makan bersama.


Setelah selesai makan , Alvaro dan Angelica langsung menuju ke kamar mereka masing-masing untuk mengerjakan tugas sekolah mereka.


Sandra dan Antonio masuk ke kamar untuk istirahat.


Sampai sore tiba , Sandra merasa kedinginan dan menggigil , tubuhnya juga sangat panas.


Antonio mengambil termometer dan mengukur suhu tubuh Sandra.


Ketika alat itu berbunyi tit...tit...tit... dengan cepat....


Antonio langsung terkejut melihat angka yang tertera disana.


"39 derajat celcius , demam kamu tinggi sekali sayang" , ucap Antonio.


Antonio langsung mengambil obat demam dan memberikannya kepada istrinya.


Setelah Sandra meminum obat demam yang diberikan oleh suaminya , Antonio langsung menelpon Reihan dan meminta untuk datang ke rumahnya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2