
Hari-hari berlalu dengan cepat , dalam dua hari Antonio dan Sandra tidak bertemu karena Antonio pergi ke kota B melihat perkembangan pembangunan disana.
Setelah kembali ke kota A , tibalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Antonio.
Hari dimana dia akan melamar Sandra , dengan suasana yang romantis besok malam.
Paginya , seperti biasa Antonio menelpon Sandra untuk membangunkannya.
Terdengar suara dari sana , yang dipastikan suara serak baru bangun tidur.
"Halo kak" , ucap Sandra , dengan mata yang masih mengantuk.
"Halo sayang , pagi ini kakak jemput ya" , ucap Antonio.
"Mau kemana?" , tanya Sandra , yang lupa kalau dia harus ke rumah utama Antonio.
"Hari ini kan kita harus datang ke rumah utama sayang , papa Chandra menunggu kita disana , bersama saudara kakak" , ucap Antonio.
"Oh iya kak , maaf aku lupa , aku siap-siap dulu ya" , ucap Sandra , sambil bangun dan langsung duduk di kasurnya.
"Iya sayang , kamu siap-siap dulu aja , nanti sejam lagi kakak jemput" , ucap Antonio.
"Iya kak" , ucap Sandra , sambil mematikan telponnya dan langsung menuju ke kamar mandi.
Antonio bersiap-siap di kamarnya , dia mulai membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam , dan dia pun tersenyum-senyum sendiri.
Ting...tong... terdengar bel apartemen Antonio yang berbunyi.
"Pagi pak" , ucap Robi , setelah Antonio membukakan pintu.
"Pagi Robi" , ucap Antonio.
Hari ini , Robi disuruh datang dari pagi ke apartemen Antonio , untuk mempersiapkan semuanya.
"Ini semua orang bagian dekor , yang akan mendekor ruangan balkon bapak" , ucap Robi.
"Baik Robi , hari ini apartemen aku serahkan sama kamu , aku mau pergi dulu ya" , ucap Antonio.
"Baik pak" , ucap Robi.
Para petugas dekor mulai sibuk memulai pekerjaan mereka.
Tuti pembantu Antonio yang sudah datang di apartemen pagi itu , menanyakan kepada Robi...
"Pak Robi , mau ada acara apa nanti disini?" tanya Tuti.
"Saya juga gak tau mba , bos cuma suruh untuk mengubah balkon , menjadi tempat makan malam romantis" , ucap Robi.
"Apakah berarti tuan sudah punya calon?" tanya Tuti.
"Sudah ada mba , aku juga sudah bertemu dengannya , dan aku dengar , mereka juga akan menikah dalam waktu dekat ini'' , ucap Robi.
"Bagaimana rupa nona muda , Robi?" tanya Tuti yang ingin tau.
"Nona muda sangat cantik mba , dan pastinya bos sangat menyayanginya" , ucap Robi.
__ADS_1
"Oh baiklah , kalau gitu aku lanjutkan pekerjaan aku lagi" , ucap Tuti.
"Baik" , ucap Robi yang mulai berjalan , memperhatikan para petugas dekor , yang sedang bekerja disana.
"Aku bahagia , akhirnya tuan sudah mendapatkan calon istrinya , aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan nona muda" , ucap Tuti sambil tersenyum-senyum sendiri.
Sementara Sandra sudah selesai mandi , mulai mencari baju yang pantas , untuk ke rumah utama Antonio.
Setelah mendapatkan baju yang akan digunakannya hari ini , Sandra pun berdandan simple seperti biasa.
Tidak lama Sandra pun sudah siap dan mulai turun kebawah.
Mama Amel dan papa Surya yang sedang duduk di ruang keluarga , sangat heran melihat anaknya pagi-pagi sudah rapi dan cantik.
"Mau kemana anak kesayangan papa?" tanya papa Surya.
"Mau ke rumah om Chandra pa , aku dan kak Antonio disuruh kesana hari ini , karena ada sodara kak Antonio disana" , ucap Sandra.
"Oh...ok nak , nanti sampaikan salam papa dan mama buat om Chandra dan tante Shinta ya" , ucap papa Surya.
"Iya pa , nanti aku sampaikan sama om Chandra dan tante Shinta" , ucap Sandra.
Tidak lama , terdengar suara mobil Antonio yang sudah sampai di halaman rumah Sandra.
"Aku jalan dulu ya pa...ma..." , ucap Sandra , sambil mencium pipi papa Surya dan mama Amel.
Melihat pintu rumah Sandra terbuka , Antonio langsung masuk ke rumah Sandra.
Terlihat Sandra yang sedang pamitan dengan orang tuanya.
"Pagi om...tante..." , sapa Antonio.
"Pagi Antonio" , ucap mama Amel dan papa Surya bersamaan , sambil berdiri menuju ke arah pintu.
Sandra yang kaget melihat Antonio sudah di rumahnya , langsung berjalan mendekati Antonio.
"Aku bawa Sandra dulu ya hari ini , om dan tante" , ijin Antonio , kepada orang tua Sandra.
"Iya Antonio" , ucap papa Surya dan mama Amel bersamaan.
"Titip salam ya... buat papa dan mama kamu" , ucap papa Surya kepada Antonio.
"Iya om , nanti aku sampaikan" , ucap Antonio.
"Kami jalan dulu ya pa...ma..." , ucap Sandra.
"Iya sayang" , ucap papa Surya dan mama Amel.
Antonio dan Sandra pun berjalan menuju ke mobil.
Ketika mau masuk ke mobil , Citra yang sedang jalan di depan rumah Sandra , langsung memanggil mereka.
"Antonio , Sandra , pagi-pagi kalian mau kemana?" tanya Citra , yang baru pulang joging.
"Mau kerumah gue" , kata Antonio.
__ADS_1
"Idihhhhh...pagi-pagi udah mau kerumah aja" , goda Citra sambil tersenyum jail.
"Bukan seperti yang loe pikirkan kali , mau ketemu keluarga besar gue", jawab Antonio.
"Oh , iya yang bentar lagi sudah mau menuju halal , jadi sibuk bertemu keluarga besar ya , aku jadi iri" , ucap Citra.
"Kenapa loe iri , bukannya loe senang bakal dapat angpao yang besar?'' , ucap Antonio sambil tertawa.
"Iya itu gue senang , tapi gue yang ngenalin kalian , tapi kalian yang lebih dulu merrid , lah...gue yang udah pacaran bertahun-tahun , belum juga dilamar-lamar" , ucap Citra dengan lirih.
"Yah...itu derita loe , ya udah gue mau jalan dulu" , ucap Antonio sambil tertawa.
"Ihhh...jahat loe , udah deh Sandra , gak usah aja nikah sama dia", ucap Citra.
"Ya...gak bisa gitu juga , kak Citra" , ucap Sandra , sambil tersenyum.
"Ha...ha...ha...loe udah gak bisa pengaruhi calon istri gue" , ucap Antonio.
"Ya udah , pokoknya loe siapin aja angpao gue" , ucap Citra.
"Iya pasti gue siapin buat loe" , ucap Antonio sambil masuk ke mobilnya.
Sandra yang melihat tingkah laku Citra dan Antonio , hanya tersenyum-senyum melihatnya , sambil masuk ke mobil Antonio.
********
Sampai dirumah utama Antonio , mereka berdua sudah disambut oleh papa Chandra , mama Shinta dan saudara Antonio berserta istrinya.
Antonio dan Sandra menyapa semua orang yang ada disana.
"Salam dari papa dan mama , buat om dan tante" , ucap Sandra , kepada om Chandra dan tante Shinta.
"Makasih sayang , salam balik ya dari kami" , ucap tante Shinta.
"Iya tante , nanti aku sampaikan" , jawab Sandra.
"Katanya kamu sudah jalan dari jam 8 , kenapa lama sampainya nak?" tanya papa Chandra.
"Tadi ada sedikit nyamuk yang ganggu pa" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Nyamuk , siapa yang ganggu kalian?" tanya mama Shinta , sambil mengernyitkan dahinya.
"Itu ma... si Citra" , ucap Antonio.
"Oh...mama kirain ada orang yang ganggu kalian di perjalanan , karena gara-gara Doddy itu , membuat mama jadi kepikiran terus , mama tidak mau acara pernikahan ini gagal" , ucap mama Shinta.
"Tenang aja ma , aku bisa jaga diri kok" , ucap Antonio.
"Mama gak usah terlalu khawatir , papa kan juga sudah gak ke lapangan golf lagi , teman-teman papa juga belum papa kabari , tentang pernikahan Antonio" , ucap papa Chandra.
Mama Shinta hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Oh iya , jadi lupa maksud awal dari acara hari ini" , ucap mama Shinta.
Sandra sayang , sini tante kenalkan sama anak tante.
__ADS_1