
James yang sudah sampai di lokasi lapangan golf , langsung tersenyum begitu melihat Angelica yang sudah datang bersama dengan opa Chandra dan saudara kembarnya.
"Halo sayangku , akhirnya kamu sudah sampai juga" , ucap James sambil tersenyum.
"Kayaknya begitu melihat pacarnya jadi lupa sama yang mengenalkannya" , ucap opa Chandra.
"Maaf opa , maklum baru jatuh cinta , pandangan hanya tertuju kepada sang pujaan hati" , jawab James.
"Kayaknya James sudah kebelet mau dinikahkan ini om" , ucap Freddy yang berjalan mendekati opa Chandra.
"Papa tau saja" , ucap James sambil terkekeh.
Angelica langsung mencubit perut James.
"Awwww...sakit sayangku" , ucap James dengan manja.
"Siapa suruh kamu seperti itu" , ucap Angelica.
"Seperti apa sayangku?" , tanya James di dekat Angelica.
"Itu yang mau nikah" , ucap Angelica sambil berbisik.
"Memang aku mau menikah dengan kamu" , ucap James sambil tersenyum.
Angelica mulai mencubit perut James lagi.
"Jangan sayangku , kamu lihat nih perut aku jadi biru gini gara-gara dicubit kamu" , ucap James sambil menaikkan baju kaosnya disana.
Membuat para wanita yang berdiri disana jadi terpukau dengan perut six pack yang dimiliki oleh James.
Angelica yang melihat mata para wanita mengagumi perut pacarnya , langsung merasa cemburu.
"Sudah tutup perut kamu" , ucap Angelica sambil menarik baju James.
"Iya...iya sayangku" , ucap James.
"Opa , mana teman opa yang mempunyai anak perempuan cantik" , tanya Alvaro.
"Ya gak tau opa , nanti kamu lihat saja kalau ada cewek cantik ya kamu ajak aja kenalan" , ucap opa Chandra
"Yah...tau gitu aku gak ikut ke sini opa" , ucap Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.
"Sudah terlanjur kesini , ayo kita menggerakkan tubuh kita dulu" , ucap opa Chandra.
"Iya opa" , jawab Alvaro dengan lemas.
Opa Chandra , Alvaro , Angelica , James dan Freddy berjalan bersama naik buggy car.
"Jadi saudara kembar kamu mau mencari pacar disini sayangku" , tanya James yang duduk di sebelah Angelica.
"Iya katanya aku punya pacar dari sini , dia juga mau , padahal di sekolah banyak anak cewek yang suka kepadanya" , ucap Angelica.
"Saudara kembar kamu lucu ya sayangku" , ucap James sambil tersenyum.
"Memang dia lucu dan unik" , jawab Angelica sambil tersenyum.
Alvaro hanya diam saja sampai ketika di lapangan golf , mata Alvaro langsung hijau melihat cewek yang langsing menggunakan baju ketat dan rok mini yang menghampiri mereka untuk membawakan tas golf.
"Kak , ini cewek cantik dari mana?" , tanya Alvaro.
"Itu cewek yang bekerja disini dek , mereka bertugas membawakan tas golf kita" , ucap Angelica.
"Oh...tapi cantik-cantik dan seksi ya kak" , ucap Alvaro.
"Iya , pastinya lebih tua dari kamu , kalau kamu mau , hati-hati lho" , ucap Angelica.
"Hati-hati kenapa kak?" , tanya Alvaro sambil mengerutkan keningnya.
"Kalau sama yang itu dek , dipastikan dia tidak seperti Esmeralda yang mau menyentuh perut kamu , tapi dia pasti akan menyentuh seluruh tubuh kamu" , ucap Angelica.
Perkataan Angelica pastinya berhasil membuat bulu kuduk Alvaro bergidik dan Alvaro langsung menyilangkan kedua tangannya di tubuhnya.
James yang mendengarkan percakapan Angelica dan Alvaro langsung tersenyum begitu melihat reaksi Alvaro.
"Sayangku , kenapa Alvaro seperti itu?" , bisik James di telinga Angelica.
__ADS_1
"Dia itu mau punya pacar , tapi takut di pegang sama cewek" , ucap Angelica.
"Bisa gitu ya" , ucap James sambil tersenyum.
Angelica menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Sudah ayo kita mulai latihan" , ucap opa Chandra.
"Iya opa" , jawab Angelica dan James bersamaan.
Opa Chandra berjalan bersama dengan Freddy menuju ke lapangan.
Angelica juga berjalan bersama dengan James ke lapangan.
Alvaro yang kebingungan mau ke arah mana , akhirnya mengikuti Angelica.
"Kamu kenapa ikut kakak?" , tanya Angelica.
"Aku gak tau mau ngapain kak" , jawab Alvaro.
Tiba-tiba Angelica melihat ada sesosok yang sangat dikenalinya.
"Dek , itu cewek yang mengejar-ngejar kamu bukan?" , tanya Angelica.
"Mana kak?" , tanya Alvaro.
"Itu dek , yang pakai baju warna kuning terang" , ucap Angelica.
Alvaro langsung melihat ke arah yang ditunjukkan oleh kakaknya , begitu Alvaro sudah melihat orang yang dimaksud oleh kakaknya.
Alvaro langsung memeluk tubuh Angelica dan membenamkan wajahnya disana.
"Kenapa Esmeralda disini juga kak?" , tanya Alvaro.
"Berjodoh kali dengan kamu" , ucap Angelica sambil terkekeh.
"Itu pacarnya Alvaro sayangku?" tanya James yang berdiri di belakang tubuh Angelica.
"Bukan , tapi cewek itu selalu mengejar-ngejar Alvaro sampai dia ketakutan" , ucap Angelica.
"Masa sama cewek seperti itu aja takut Alvaro" , ucap James.
"Kenapa kamu takut dipegang , kamu kan gak akan hamil juga" , ucap James sambil tertawa.
"Kenapa kakak sama pacarnya sama saja?", ucap Alvaro.
"Tandanya kami jodoh dong" , jawab James.
Wajah Angelica langsung memerah begitu mendengar ucapan James.
Esmeralda yang melihat Angelica juga ada disana , melangkahkan kakinya menuju ke arah Angelica.
"Dia kesini dek" , ucap Angelica.
"Aduh , jangan sampai dia melihat aku kak" , ucap Alvaro yang memeluk erat tubuh Angelica.
.
.
"Hi Angelica" , sapa Esmeralda.
"Hi Esmeralda" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Kamu kesini bersama siapa?" , tanya Esmeralda.
"Aku kesini bersama opa dan pacar aku" , ucap Angelica sambil menunjuk James yang ada dibelakangnya.
"Oh...ternyata kamu sudah mempunyai pacar ya , Alvaro mana?" , tanya Esmeralda.
"Mmmmmm....dia gak ikut" , ucap Angelica mencoba untuk berbohong.
"Kenapa aku merasa orang yang memeluk kamu ini mirip Alvaro ya?" , ucap Esmeralda sambil melihat tubuh belakang Alvaro.
Opa Chandra yang keheranan melihat Alvaro yang memeluk Angelica , berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Ada apa ini Angelica...Alvaro" , ucap opa Chandra.
James dan Angelica langsung tersenyum begitu mendengar opa menyebutkan nama Alvaro.
"Berarti benar kan kamu Alvaro. Pasti kamu ngumpet karena gak mau ketemu aku kan" , ucap Esmeralda sambil memegang tangan Alvaro.
"Jangan pegang tangan aku" , ucap Alvaro dengan nada tinggi.
"Ada apa ini?" , tanya opa Chandra yang heran melihat cucu kesayangannya marah-marah.
"Esmeralda ini suka dengan Alvaro opa , tapi Alvaro gak suka" , jawab Angelica.
"Oh...opa ngerti sekarang. Memangnya kenapa Alvaro gak suka , padahal dilihat anaknya sangat cantik , sama seperti mama kamu cantiknya" , ucap opa Chandra.
"Aku gak suka karena dia mau pegang-pegang aku opa" , jawab Alvaro.
Pastinya semua yang mendengarnya akan merasakan sangat gemas melihat cowok ganteng yang satu itu takut dipegang oleh cewek.
"Coba temenan dulu , nanti kamu juga baru tau dia baik atau gak" , ucap opa Chandra.
Tiba-tiba papa Esmeralda berjalan mendekati anaknya.
"Apa kamu bertemu dengan teman kamu nak?" , tanya papa Leo.
"Iya pa , ini cowok yang aku ceritain itu" , ucap Esmeralda.
"Oh , ini cowok yang kamu sukai itu" , ucap papa Leo secara spontan.
"Aku gak suka om" , jawab Alvaro.
Papa Leo hanya bisa tersenyum mendengarkan perkataan Alvaro yang terlalu berterus terang itu.
Freddy yang kenal dengan Leo , langsung meninggalkan permainannya dan berjalan mendekati mereka.
"Hi Leo , tumben kamu bawa anak kamu kesini" , ucap Freddy.
"Iya , aku bawa saja , siapa tau dia bisa berkenalan dengan orang baru disini" , ucap Leo.
"Iya , memang sangat bagus kalau anak-anak kita bisa saling berteman dengan teman rekan bisnis kita" , ucap Freddy.
"Iya , kamu benar" , jawab Leo.
"Apa anak kamu kenal dengan cucu om Chandra?" , tanya Freddy.
"Om Chandra siapa ya? Setau aku ini bukannya anaknya Antonio Winata ya" , ucap Leo yang hanya kenal dengan Antonio sejak mereka kerja sama.
"Iya , Antonio itu anaknya om Chandra" , ucap Freddy sambil mengenalkan om Chandra kepada Leo.
"Maaf om , saya cuma bertemu dengan Antonio , jadi saya gak pernah bertemu dengan om" , ucap Leo.
"Iya gak apa Leo , jadi ini putri kamu" , ucap opa Chandra sambil tersenyum.
"Iya om , ini putri saya" , jawab Leo.
"Kamu harusnya mencoba berteman dengan Esmeralda dulu ya Alvaro , jangan seperti itu sama cewek , bukannya kamu mau mencari cewek disini" , ucap opa Chandra.
"Apa!!! Kamu mau mencari cewek , tapi kamu selalu menolak aku" , ucap Esmeralda dengan rasa kesal di dalam dirinya.
"Ya suka-suka aku la" , jawab Alvaro.
Akhirnya terjadi perdebatan antara Esmeralda dan Alvaro untuk beberapa saat , sampai akhirnya mereka sudah capek saling berdebat.
"Baiklah , aku akan berteman dengan kamu" , ucap Alvaro dengan nafas yang terengah-engah.
"Cuma ngomong saja , berasa seperti lari sejauh 10 km , capek banget berdebat dengan cewek satu ini , gak ada habisnya , ada saja jawabannya terus" , ucap Alvaro dalam hatinya.
Esmeralda langsung tersenyum puas mendengar perkataan Alvaro.
"Nah gitu dong kata opa Chandra , kalau gitu ayo kita mulai lagi latihan".
"Iya opa" , jawab Alvaro dan Angelica bersamaan.
Mereka semua pun bubar dan mulai latihan golf disana.
Alvaro yang belum bisa main , di panggilkan pelatih oleh opa Chandra untuk mengajarinya.
__ADS_1
Esmeralda selalu berada di dekat Alvaro selama Alvaro berlatih golf.
Angelica sudah dipastikan dilatih oleh James sang kekasihnya.