Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 107


__ADS_3

Tiba-tiba Yogi berjalan dan mendekati meja Sandra dan Antonio.


"Sandra" , panggil Yogi.


Melihat Yogi berdiri di depannya membuat Sandra kaget dan ketakutan.


"Kenapa kamu disini?" , tanya Sandra.


"Aku mau bicara sama kamu" , ucap Yogi.


"Ada urusan apa kamu mencari istri saya?" , tanya Antonio.


"Saya mohon beri aku waktu sebentar , aku mau bicara dengan Sandra" , ucap Yogi.


"Kita sudah tidak ada urusan lagi Yogi , aku sudah menjawab semuanya ketika kamu menyakiti aku" , jawab Sandra dengan air mata yang tiba-tiba sudah keluar membasahi wajahnya.


Melihat istrinya yang sudah mulai ketakutan dan menangis , Antonio langsung berdiri dan duduk di sebelah istrinya , sambil memeluk bidadari cantiknya.


"Menyakiti , apakah cowok ini yang menyakiti nona muda waktu itu" , kata Lia dengan salah satu temannya disana.


"Aku rasa iya , pasti cowok ini , lihat aja nona muda ketakutan , kasihan sekali nona muda" , ucap temannya Lia.


"Ganteng-ganteng tapi nyeremin ya" , ucap Lia.


"Emangnya hantu", jawab temannya Lia.


"Bukan gitu , maksud aku tuh...ganteng-ganteng tapi kok nyakitin cewek" , ucap Lia.


Temannya Lia hanya menganggukkan kepalanya.


"Apa yang mau kamu bilang , bilang semuanya dengan jelas disini , aku tidak akan memberikan kamu waktu untuk mengobrol berdua dengan istri aku" , jawab Antonio dengan tegas.


Melihat Sandra yang ketakutan melihat dirinya , Yogi akhirnya berkata meskipun sangat berat untuk mengucapkannya dan sebenarnya bukan itu yang ingin dikatakannya.


"Aku minta maaf Sandra , karena telah menyakiti kamu" , ucap Yogi.


"Iya kamu aku maafkan , tapi jangan pernah mencari aku lagi" , jawab Sandra tanpa melihat ke arah Yogi.


Yogi hanya terdiam mendengar kata-kata dari orang yang paling dicintainya , seketika hatinya menjadi perih seperti di tusuk-tusuk benda tajam.


"Aku rasa istri aku sudah mengatakan semuanya , tolong kamu pergi dari sini" , ucap Antonio dengan tegas.


Tidak lama , akhirnya Yogi pun mulai berjalan meninggalkan restoran hotel.


"Sudah sayang , sudah...Yogi sudah pergi" , ucap Antonio sambil menenangkan bidadari cantiknya.


Untuk beberapa saat Sandra tidak bergerak dari pelukan suaminya , masih terdengar isak tangis dari sana.


Antonio terus membelai kepala bidadari cantiknya , sampai pada akhirnya Sandra mulai tenang dan mengangkat kepalanya.


"Aku takut hubby" , ucap Sandra.


"Iya...aku tau sayang , sudah ya , Yogi sudah pergi , kita makan lagi ya" , ucap Antonio.


Sandra pun menganggukkan kepalanya.


Antonio mengambil tissue di meja dan mulai menghapus air mata yang ada di wajah istri tercintanya.


Setelah itu Antonio mengambil makanannya dan makan di sebelah bidadari cantiknya.


Ketika mereka sudah selesai makan , Antonio dan Sandra berjalan menuju ke lift.


"Kamu istirahat di kamar atas saja ya sayang" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Iya hubby" , jawab Sandra.


Sampai di kamar atas , Antonio masih menemani bidadari cantiknya dikamar.


Entah karena nangis yang lama atau emosinya yang terguncang , tidak lama Sandra pun tertidur.


Antonio mengambil Hp nya dan menyentuh nama Robi di layar Hp nya.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo pak" , jawab Robi.


"Halo Robi , tolong bawakan semua dokumen dan laptop saya ke kamar atas ya", ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


********


Robi berjalan menuju ke ruangan Antonio.


Ketika dia sudah sampai disana terdengar Susi dan Adel mengobrol.


"Kamu dengar berita hari ini gak?", tanya Adel.


"Ada berita apa lagi" , ucap Susi yang dari tadi masih sibuk dengan kerjaannya.


"Tadi kan aku pergi cari makan di bawah , lagi pada heboh , katanya cowok yang melukai nona muda waktu itu ada di restoran" , cerita Adel.


"Kok bisa?" , tanya Susi.


"Kata bagian restoran awalnya cowok itu mengobrol dengan tamu lain , setelah tamu nya itu naik ke atas , dia menghampiri nona muda" , cerita Adel.


"Terus...terus..." , ucap Susi yang semakin penasaran.


"Terus dia mau ajak nona muda ngobrol , tapi nona muda ketakutan melihatnya dan menangis , sampai bos besar juga sempat marah sama cowok itu" , cerita Adel.


"Akhirnya dia pergi dari restoran" , jawab Adel.


"Nekat banget ya dia , sampai nyariin nona muda sampai kesini" , ucap Susi sambil geleng-geleng kepala.


"Tapi kata orang-orang yang lihat , cowok itu ganteng banget lho" , cerita Adel.


"Ganteng-ganteng tapi kasar , mana ada cewek yang mau" , ucap Susi.


"Berarti Yogi membuat masalah dengan nona muda , pantesan si bos dikamar atas" , ucap Robi dalam hatinya sambil berjalan masuk ke ruangan Antonio.


Setelah Robi mengambil semua dokumen dan laptop bos nya , Robi langsung berjalan keluar mendekati meja Susi.


"Susi , nanti kalau ada urusan , cari bos di kamar atas ya" , ucap Robi.


"Iya Robi" , jawab Susi.


"Pasti nona muda masih trauma , makanya si bos di kamar atas kerjanya hari ini" , ucap Susi setelah Robi berjalan pergi dari sana.


"Iya , kasian ya nona muda" , jawab Adel.


Susi hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya.


Robi yang sudah sampai di depan kamar khusus Antonio , langsung menekan bel didepan pintu.


Mendengar suara bel berbunyi , Antonio langsung membuka pintu kamarnya.


"Masuk Robi" , kata Antonio.

__ADS_1


"Tadi Yogi buat masalah lagi ya pak?" , tanya Robi sambil mengikuti Antonio masuk.


"Iya Robi , aku kirain dia tidak akan menemui Sandra , tidak disangka dia masih berani menemui istriku" , ucap Antonio.


"Apakah petugas keamanan hotel mau ditambah lagi pak?" , tanya Robi.


"Untuk sekarang gak usah dulu , kita lihat nanti bagaimananya , apakah dia masih berani mencari masalah disini lagi atau tadi hanya kebetulan , karena dia bertemu saudaranya kebetulan melihat istriku juga disana , yang penting orang suruhan yang kita bayar untuk mengawasi dia , lanjutin terus" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


"Mulai awal agustus , istri aku sudah mulai ada kegiatan di kampus , aku minta kamu carikan aku satu bodyguard untuk menjaga istriku kemana pun dia pergi , tapi dengan catatan jangan sampai keberadaannya di ketahui oleh istriku , dan juga minta dia melaporkan setiap saat semua kegiatan istri aku ketika selama diluar kepadaku" , ucap Antonio.


"Baik pak" , ucap Robi.


"Ok Robi , kamu sudah bisa melanjutkan pekerjaan kamu" , ucap Antonio.


"Baik pak , kalau gitu saya permisi dulu", ucap Robi sambil berjalan keluar kamar.


Antonio hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah Robi keluar dari sana , Antonio langsung membawa laptop dan dokumen ke kamar.


Antonio duduk diatas kasur di sebelah istrinya yang sudah tertidur , sambil mengerjakan pekerjaannya.


********


Yogi yang baru sampai bengkelnya , langsung membuang nafasnya dengan kasar.


"Kenapa lagi loe bro?" , tanya Rangga.


"Tadi gue ketemu sama cewek yang sangat gue cintai , ketika sudah bertemu dengan kakak gue" , ucap Yogi.


"Terus , apa yang membuat loe kesal?" , tanya Rangga.


"Tadi gue menghampiri cewek itu , gue udah gak peduli biarpun ada suaminya disana , tadi rencananya gue mau culik dia dan bawa kabur dari sini" , ucap Yogi sambil duduk di kursi kayu yang ada di bengkel.


"Gila loe bro , apa loe gak bisa relakan cewek itu?" , tanya Rangga.


"Gak bisa bro , gue gak bisa , hanya dia yang ada di hati dan pikiran gue" , ucap Yogi.


"Terus rencana loe gagal" , ucap Rangga.


"Iya bro , begitu melihat gue , dia langsung nangis ketakutan , suaminya langsung peluk dia , dan dia juga gak mau lihat gue" , ucap Yogi.


"Ya iya la , pasti la , udah loe sakiti gitu , mana ada cewek yang mau sama orang yang sudah nyakitin dia bro" , ucap Rangga.


Yogi hanya terdiam mendengar ucapan Rangga.


"Jadi sudah loe ketemu dan lihat dia nangis dipeluk suaminya , loe gak berkata sesuatu gitu" , tanya Rangga.


"Begitu lihat dia nangis seperti itu , tiba-tiba gue minta maaf karena telah menyakiti dia , meskipun sebenarnya bukan itu yang ingin gue katakan" , ucap Yogi sambil memegang pelipisnya.


"Trus , dia jawab apa?" , tanya Rangga.


"Dia udah maafin gue , tapi gue gak boleh muncul lagi di depan dia" , ucap Yogi.


"Lebih baik loe bisa merelakan dia bersama pria lain" , ucap Rangga.


"Gak bisa bro , gue gak bisa , biar bagaimanapun dia lah cinta gue , pemilik hati gue , bagaimana gue mau lepasin" , ucap Yogi dengan penuh emosi.


Melihat temannya yang sedang emosi , Rangga tidak mau bertanya lagi.


Sejenak hanya suasana hening yang ada disana , sampai ada pelanggan yang datang untuk memperbaiki motor.

__ADS_1


Rangga langsung memperbaiki motor pelanggannya.


Sedangkan Yogi...masih terduduk diam disana dengan rasa emosinya yang masih memenuhi perasaan dan pikirannya.


__ADS_2