
"Pak Tono , kata asisten saya...kemaren bapak menanyakan pekerjaan untuk nanti setelah pembangunan ini selesai" , ucap Antonio.
"Iya benar pak , saya dan teman-teman sejak bekerja dengan bapak , kami bisa memenuhi kebutuhan di rumah , jadi kami khawatir bagaimana nanti selanjutnya , kalau bangunan bapak sudah jadi , otomatis kami akan kembali seperti sebelumnya , tidak mempunyai pekerjaan tetap" , ucap pak Tono.
"Saya sudah membahas masalah ini dengan asisten saya , pak Tono dan teman-teman bisa menjadi petugas keamanan di hotel saya nanti , tapi bapak dan teman-teman harus mengikuti training sebelum mulai bekerja , apakah bapak mau mengikutinya?" , tanya Antonio.
"Iya saya bersedia pak , asalkan kami bisa mendapatkan pekerjaan tetap , kami pasti akan mengikuti semua persyaratan yang bapak berikan" , jawab pak Tono.
"Baiklah pak , jadi bapak dan teman-teman bapak nanti akan diarahkan oleh asisten saya Robi ya" , ucap Antonio.
"Iya pak , terima kasih pak , kami pasti akan berkerja sebaik mungkin di hotel bapak" , jawab pak Tono.
"Iya pak , sama sama" , jawab Antonio.
"Ok Robi , nanti tolong kamu urusin ya semuanya" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
"Apakah masih ada yang mau dibahas lagi?" , tanya Antonio.
"Untuk sementara belum ada pak" , jawab Robi.
"Baiklah , disini tolong kamu urusin ya , saya mau kembali ke hotel dan nanti langsung pulang ke kota A" , ucap Antonio.
"Iya pak" , jawab Robi.
Antonio pun pergi dari sana dan menuju ke mobilnya.
"Kita langsung kembali ke hotel ya pak" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab pak Maman.
Tidak lama mobil yang dibawa pak Maman sudah sampai di parkiran hotel , Antonio langsung turun dari mobil dan berjalan menuju ke kamarnya.
Begitu Antonio buka pintu , masuk ke kamarnya , terlihat bidadari cantiknya sudah duduk di kasur sambil menonton TV dan sudah menggunakan baju jalannya.
"Sayang" , panggil Antonio.
"Hubby , aku lapar" , ucap Sandra yang sudah turun dari kasur dan memeluk suami tercintanya.
"Iya sudah mau siang , pastilah kamu sudah lapar sayang" , ucap Antonio.
"Mau makan di hotel atau diluar sayang?" , tanya Antonio.
"Makan diluar aja ya hubby" , jawab Sandra.
"Kalau gitu kita sekalian check out ya dari sini , nanti siap makan langsung pulang ke kota A" , ucap Antonio.
"Iya hubby , aku juga sudah beresin semua barang-barang kita" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Ok , aku minta pak Maman siap-siap dulu ya" , ucap Antonio sambil mengambil ponselnya dari sakunya.
"Iya hubby" , jawab Sandra yang masih tetap memeluk tubuh suaminya.
Antonio menelpon pak Maman sopirnya , tidak lama terdengar suara dari sana.
__ADS_1
"Halo pak" , jawab pak Maman.
"Halo pak Maman , sekarang kita langsung check out ya" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab pak Maman.
Setelah menutup telponnya Antonio dan Sandra keluar dari kamar hotel , berjalan sambil berpelukan sampai di lobby hotel.
Antonio mengurus check out di resepsionis , tidak lama pak Maman sudah sampai di meja resepsionis.
Setelah selesai semuanya , pak Maman membawa barang-barang bosnya ke mobil , setelah itu mereka masuk ke dalam mobil.
"Sekarang kita langsung cari tempat makan ya pak" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab pak Maman.
Tidak lama mereka sampai di salah satu restoran ayam goreng disana.
Sandra , Antonio dan pak Maman turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.
Karena di sana restoran ayam goreng , pastinya yang dijual bermacam-macam ayam goreng.
Setelah memesan makanannya , tidak lama pelayan pun mengantarkan makanan yang mereka pesan.
"Ayamnya enak hubby" , ucap Sandra ketika sudah mencoba ayamnya.
"Kalau suka makan yang banyak ya sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Sampai di mobil pak Maman langsung menjalankan mobil mereka menuju ke kota A.
********
Siang itu Yogi dan Amanda dipanggil oleh dokter Kemal.
"Tensi darah pak Doddy sekarang sudah mulai stabil , untuk menghentikan pendarahan di otaknya , kita bisa melakukan operasi secepatnya" , ucap dokter Kemal.
"Setelah operasi apakah papa saya akan sembuh total dokter?" , tanya Amanda.
"Itu tergantung kondisi pasien lagi , ada pasien yang setelah operasi bisa kembali normal , ada juga yang setelah operasi bisa sadar , tapi lumpuh setengah tubuhnya , kami sebagai dokter hanya bisa mengupayakan semampu kami dan semaksimal mungkin" , jawab dokter Kemal.
"Baik dokter , tolong lakukan yang terbaik buat papa saya" , ucap Amanda dengan lirih.
"Iya , kita pasti akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengobati bapak anda" , ucap dokter Kemal.
Setelah Amanda menandatangani surat persetujuan yang diberikan oleh dokter , dokter dan perawat pun mulai mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk operasi pak Doddy malam nanti.
Malam pun tiba....
Perawat membawa pak Doddy menuju ke ruang operasi.
Karena hari itu papanya akan di operasi , maka Yogi tidak pergi ke bengkel , dia di rumah sakit bersama kakaknya dan keponakannya.
"Kak , lebih baik kita makan dulu" , ucap Yogi ketika mereka berada di depan ruangan operasi.
__ADS_1
"Iya ma , aku juga lapar" , jawab Albert anak Amanda.
"Baiklah , kalau gitu kita makan dulu" , ucap Amanda.
Amanda , Yogi dan Albert menuju ke kantin rumah sakit dan memesan makanan disana.
"Apakah operasi ini akan berhasil dek?" , tanya Amanda.
"Kita serahkan semuanya kepada Tuhan dan dokter ya kak" , jawab Yogi.
"Kakak takut kalau terjadi apa-apa sama papa , karena sekarang hanyalah papa yang kita punya" , ucap Amanda dengan lirih.
"Kalau nanti setelah operasi papa ternyata tidak bisa kembali normal seperti dulu , apakah kakak akan kembali tinggal bersama kami?" , tanya Yogi.
"Kakak masih ada beberapa kontrak yang harus diselesaikan di kota M , nanti setelah kontrak selesai baru bisa dilihat lagi dek" , jawab Amanda.
"Iya kak" , ucap Yogi.
Setelah itu mereka makan dengan hening , yang terdengar hanyalah suara orang yang berada di kantin tersebut.
Amanda , Yogi dan Albert menuju ke depan ruangan operasi setelah mereka selesai makan.
Hari sudah menunjukkan tengah malam , belum ada juga dokter atau perawat yang keluar dari ruangan operasi.
Albert yang sudah mengantuk pun tidur di kursi dengan kepalanya diatas paha mamanya , Amanda.
Selama berada di depan ruangan operasi tidak ada obrolan antara Yogi dan Amanda.
Yang ada hanyalah perasaan khawatir , bagaimana keadaan papa mereka , apakah akan sembuh setelah operasi , apakah operasi ini akan berhasil.
Semua pertanyaan seperti itu muncul di pikiran mereka pada saat itu.
Setelah hampir 10 jam operasi berlangsung , akhirnya dokter Kemal keluar dari ruangan operasi.
Yogi langsung mendekati dokter Kemal , karena Albert sedang tidur , jadi Amanda tidak bisa berdiri menemui dokter Kemal.
"Bagaimana operasi papa saya dokter?" , tanya Yogi.
"Operasinya berjalan dengan sukses , kita akan lihat kondisinya dalam beberapa hari ini ya , untuk sekarang papa kamu sudah melewati masa krisisnya" , ucap dokter Kemal.
"Baik dokter , terima kasih", jawab Yogi.
Dokter Kemal pun berjalan keluar menuju ke ruangannya.
Yogi menceritakan apa yang dokter Kemal katakan kepadanya , kepada kakaknya Amanda.
"Syukurlah dek , semoga papa bisa sadar dan pulih kembali" , ucap Amanda.
"Iya kak" , jawab Yogi.
Setelah dari ruangan operasi papa mereka di pindahkan ke ruangan HCU.
Pada saat itu kondisi papa mereka masih dalam keadaan belum sadar karena pengaruh obat bius yang diberikan pada saat operasi , Yogi dan Amanda memutuskan untuk pulang kerumah dan beristirahat , karena mereka tidak tidur semalaman menunggu di depan ruangan operasi.
Yogi , Amanda dan Albert pulang dengan menggunakan motor Yogi menuju ke rumah mereka.
__ADS_1