Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 61


__ADS_3

James membawa Angelica ke taman bermain miliknya.


James sudah meminta kepada pak Indra supaya bianglala tidak dinaiki oleh pengunjung lain , hanya khusus untuk dia dan Angelica yang akan menaikinya pada malam itu.


"Silahkan masuk sayang" , ucap James sambil membukakan pintu bianglala.


Ketika mau masuk , Angelica mengeluarkan handsanitizer dari dalam tasnya.


James langsung memegang tangan Angelica.


"Gak usah di semprot sayang , aku sudah minta mereka untuk mensterilkan nya sebelum kita sampai disini dan sekarang juga semua bianglala ini gak ada yang naik selain kita" , ucap James.


Angelica pun memasukkan kembali handsanitizer miliknya ke dalam tas nya dan masuk ke dalam , langsung duduk di kursi yang ada disana.


Bianglala mulai dinyalakan setelah James juga masuk kesana.


Sampai ketika mereka sudah berada di posisi paling atas , terlihat ada letusan kembang api disana.


"James , kenapa ada kembang api" , ucap Angelica yang melihat ke arah jendela bianglala.


"Karena aku mau melamar kamu sayang , maukah kamu menikah dengan aku" , ucap James sambil berlutut di sana dan membuka kotak cincin yang sudah dipersiapkannya.


Angelica langsung terkejut melihat James yang melamarnya dengan benar sesuai keinginannya pada hari itu.


"Pantesan kamu berbeda hari ini" , ucap Angelica dengan jantung yang berdebar-debar pada saat itu.


"Iya sayang dan aku janji , aku akan memberikan kata-kata manis setiap hari buat kamu sampai kita menikah nanti. Jadi , apakah aku diterima menjadi suami kamu sayang?" , ucap James dengan perasaan yang berdebar dengan sangat hebat pada saat itu.


Sejenak Angelica terdiam dan melihat mata James yang memancarkan keseriusan disana.


.


.


"Aku mau James , aku mau menjadi istri kamu" , ucap Angelica yang benar-benar tidak bisa menolak James dalam hidupnya.


James langsung memasangkan cincin di jari manis kiri Angelica dan dia pun memeluk tubuh Angelica.


"Terima kasih sayang , aku pasti akan selalu mencintai kamu selamanya" , ucap James di telinga James.


"Iya James" , jawab Angelica dengan perasaan yang sangat bahagia.


James melepaskan pelukannya dan mulai mendekatkan wajahnya , dalam waktu hitungan detik , bibir James dan Angelica pun sudah bersatu.


James mulai menciumi bibir Angelica dengan lembut , sampai akhirnya James memainkan lidahnya disana.


Angelica yang belum pernah berciuman sebelumnya , merasakan sesak nafas.


"Bernafas sayang" , ucap James setelah melepaskan bibirnya.


Angelica pun mulai bernafas dengan normal.


"Kamu jangan menahan nafas selama kita melakukannya sayang , harus bisa mengambil udara juga" , ucap James sambil menyentuh wajah Angelica.


"Kan aku belum pernah James" , ucap Angelica.


"Iya , gak apa-apa sayang , lama-lama kamu juga akan terbiasa" , ucap James sambil tersenyum.


"Iya James" , ucap Angelica sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah itu mereka memandangi pemandangan malam yang indah dari atas bianglala sambil mengobrol dengan mesra.

__ADS_1


"James , kenapa sudah lama kita disini , bianglala nya gak berputar?" , ucap Angelica.


James langsung melihat jam yang ada di pergelangan tangannya , terlihat jam menunjukkan pukul 10 malam disana.


"Kamu benar juga sayang , ternyata kita sudah disini selama satu jam lebih" , ucap James sambil mengeluarkan ponselnya.


"Iya James , aku sudah harus pulang sekarang" , ucap Angelica.


James yang sedang menghubungi pak Indra pun menganggukkan kepalanya.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo pak" , jawab pak Indra.


"Halo pak Indra , kenapa bianglala nya gak jalan , bukankah harusnya sudah berputar" , ucap James.


"Iya pak , harusnya sudah berputar , kalau gitu saya periksa dulu ya pak" , ucap pak Indra.


"Baik" , jawab James sambil memutuskan sambungan telponnya.


Pak Indra langsung berjalan menuju ke wahana bianglala.


"Kenapa bianglala nya gak berputar , itu pak James dan pacarnya masih disana" , ucap pak Indra kepada petugas yang menjaga disana.


"Iya pak , saya juga gak tau , saya kira ini salah satu dari rencana yang dibuat oleh pak James" , ucap petugas tersebut.


"Bukan" , jawab pak Indra sambil menelpon bagian yang menangani kontrol wahana.


Tidak lama terdengar suara disana.


"Halo pak" , jawab petugas disana.


"Halo...Kenapa bianglala gak berputar?" , ucap pak Indra.


"Apa!!! Tolong kamu selesaikan secepatnya , karena disana ada bos besar dan pacarnya" , ucap pak Indra.


"Baik pak" , jawab petugas tersebut.


Dengan perasaan takut pak Indra menelpon James.


"Halo pak Indra" , jawab James.


"Halo pak , maaf...ternyata bianglala nya mengalami kemacetan , sehingga tidak bisa berputar dan sekarang sedang di perbaiki oleh teknisi kita" , ucap pak Indra.


"Apa!!! Bukankah saya sudah minta untuk di cek semua dan pastikan semuanya baik-baik saja saat saya menaikinya bersama dengan pacar saya" , ucap James dengan nada tinggi.


Membuat Angelica terkejut , karena baru kali ini dia melihat James marah-marah.


"Iya maaf pak , saya juga sudah minta mereka untuk mengerjakannya secepatnya" , ucap pak Indra.


"Ya sudah" , ucap James sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Ada apa James? Kenapa kamu marah?" , tanya Angelica.


"Ternyata mesinnya rusak sayang , sekarang sedang di perbaiki" , ucap James dengan wajah yang kesal.


"Jadi sekarang kita bagaimana James?" , ucap Angelica.


"Mau gak mau kita harus menunggu sampai mesinnya nyala sayang" , ucap James.


"Lama gak James?" , tanya Angelica.

__ADS_1


"Aku juga gak tau sayang" , jawab James.


.


.


Tuti yang sedang berada di rumah merasa khawatir karena melihat Angelica dan Alvaro belum pulang ke rumah.


Tuti pun mencoba menelpon tuan Antonio.


Antonio yang masih menonton televisi bersama dengan Sandra malam itu , mendengar ponselnya berbunyi , langsung melihat siapa yang menelponnya.


"Siapa yang telpon hubby?" , tanya Sandra.


"Tuti sayang" , jawab Antonio sambil menyentuh tombol terima panggilan disana.


"Halo Tuti" , jawab Antonio.


"Halo tuan , kenapa tuan kecil dan nona kecil belum pulang ke rumah ya" , ucap Tuti.


"Alvaro tidur di rumah sakit bersama dengan saya malam ini , kalau Angelica saya coba tanyakan dulu , karena dia pergi dengan James" , ucap Antonio.


"Baik tuan" , jawab Tuti sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Kenapa dengan Angelica hubby?" , tanya Sandra yang sudah mendengar percakapan suaminya.


"Angelica belum pulang ke rumah sayang" , jawab Antonio sambil menyentuh nama Angelica di layar ponselnya.


Angelica yang masih berada di bianglala , mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam tas nya.


Terlihat nama papanya yang tertera disana , Angelica pun langsung menjawabnya...


"Halo pa".


"Halo nak , kenapa kamu belum pulang?" , tanya Antonio.


"Aku dan James terjebak di bianglala taman bermain milik James pa , tiba-tiba mesinnya rusak dan sekarang sedang di perbaiki" , jawab Angelica.


"Apa!!! Nanti kamu kabari papa lagi ya nak" , ucap Antonio.


"Iya pa" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.


Antonio langsung menelpon Freddy pada malam itu.


Freddy yang sudah mau tidur bersama dengan istrinya mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon.


Begitu Freddy melihat nama Antonio disana , Freddy langsung menjawabnya.


"Halo Antonio".


"Halo Freddy , kata anak aku...dia dan James terjebak di bianglala karena mesinnya rusak" , ucap Antonio.


"Apa!!! Kalau gitu aku akan pergi ke taman bermain untuk melihat disana , nanti aku kabari kamu lagi" , ucap Freddy yang sudah mengetahui Antonio menjaga istrinya di rumah sakit.


"Baiklah" , jawab Antonio sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Ada apa pa?" , tanya mama Heni yang melihat suaminya mengambil baju di lemari dan menggantinya disana.


"Antonio memberitahukan , James dan Angelica terjebak di bianglala ma".


"Kalau gitu mama ikut ya pa".

__ADS_1


"Iya ma" , ucap Freddy sambil menganggukkan kepalanya.


Malam itu Freddy dan Heni langsung menuju ke taman bermain milik mereka.


__ADS_2