Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 31


__ADS_3

Shinta sudah sampai di depan rumah Amel , dengan sopir pribadinya.


"Hi Amel...ayo masuk mobil" ucap Shinta.


"Hi Shinta...." , jawab Amel sambil masuk ke mobil Shinta.


"Hari ini kita langsung ke percetakan , sama cari bahan seragam , buat keluarga ya" , ucap Amel.


"Iya , untuk percetakannya disini aja , kemaren teman aku pada bilang bagus" , ucap Shinta.


"Iya boleh , kita juga gak punya banyak waktu , untuk mempersiapkan semuanya" , ucap Amel.


"Iya kamu benar'' , kata Shinta.


Sampai di percetakan undangan , Amel dan Shinta sibuk melihat-lihat , contoh undangan yang akan mereka buat.


"Kalau untuk 5000 undangan , apakah bisa selesai dalam waktu 1 bulan?" , tanya Shinta.


Amel yang sudah dapat data dari papa Surya , yang akan diundang itu ada kira-kira 2000 tamu undangan , dan dari Shinta ada 3000 tamu undangan , jadinya total 5000 undangan.


"Bisa buk" , kata petugas di percetakan tersebut.


Setelah beberapa jam memilih contohnya , akhirnya Amel dan Shinta memutuskan , untuk membuat undangan warna merah , bahan beludru , dengan tulisan gold yang timbul , kelihatan mewah dan elegan.


Setelah selesai dari tempat percetakan mereka langsung menuju ke pasar , yang banyak toko kainnya.


Amel dan Shinta , sibuk memilih kain , yang akan dijadikan untuk seragam keluarga.


"Oh iya Amel , untuk bridesmaids nya , apakah Sandra sudah menentukan siapa orangnya , dan pakai baju warna apa?" , tanya Shinta.


"Ya , ampun aku kelupaan , untung kamu ingetin Shinta , nanti malam aku tanya sama Sandra" , ucap Amel.


"Iya , nanti kalau gak keburu cari kain , minta bahan dari Rita , juga bisa" , kata Shinta.


"Iya boleh juga , sekarang kita cari yang buat keluarga aja ya" , ucap Amel.


"Keluarga inti kan kita pakai warna merah , untuk keluarga yang lain kita kasih warna apa?" , ucap Shinta.


"Apa kita pakai bahan jaquard ini aja ya , dasar putih motifnya merah , masih nyambung juga dengan baju kita , kalau foto keluarga besar , atau mau pakai warna merah juga , biar senada" , ucap Amel.


"Aku rasa , untuk saudara dan sepupu kita kasih yang merah aja , untuk keponakan kita kasih yang bahan jaquard , dasar putih motif merah" , ucap Shinta.


"Ok , berarti sekarang , kita tinggal cari buat para staf kantor" , ucap Amel.


"Untuk para staf , apakah mau sama atau dibedakan warna bajunya?" , tanya Shinta.


"Apa kita bedakan aja ya , biar ketahuan yang mana staf All Star Hotel , yang mana staf Sumber Rejeki Elektronik'' , kata Amel.


"Iya boleh juga , kalau gak , ntar kita bingung lihat fotonya , yang mana" , ucap Shinta sambil tersenyum.


Dibalas dengan senyuman juga oleh Amel.


Setelah habis hampir setengah hari , memilih bahan , akhirnya selesai juga.


Semua bahan sudah di potong , untuk ukuran perorang dan dimasukkan ke plastik satu-persatu.


"Besok , kita tinggal bagiin bahan-bahan ini kepada keluarga dan staf" , ucap Shinta.


"Iya , besok kita akan sibuk mengirimi bahan seharian" , ucap Amel sambil tersenyum.


"Iya" ucap Shinta sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah semua bahan , masuk di bagasi mobil , Amel dan Shinta masuk ke mobil , yang sudah dinyalakan oleh sopir pribadi Shinta.


********


Antonio yang sudah selesai meeting , langsung menuju , ke kamar atas.


Antonio masuk ke kamar , suasananya sangat hening.


"Pasti bidadari cantikku ketiduran" , ucap Antonio dalam hatinya.


Antonio langsung berjalan ke arah kasur , terlihat Sandra sudah tidur nyenyak , dibawah selimut , sambil memeluk bantal guling.


Antonio naik ke atas kasur dan duduk disebelah tubuh Sandra.


"Kamu lagi tidur aja , cantik banget sayang" , ucap Antonio , sambil membelai kepala Sandra dengan lembut.


Sayang....


Baru Antonio mau membangunkan Sandra , tiba-tiba Hp nya berbunyi , ternyata dari Susi sang sekretaris.


"Iya , ada apa Susi?" , tanya Antonio.


"Ada berkas yang harus bapak tanda tangani pak" , ucap Susi.


"Ok , kamu bawa ke kamar saya sekarang" , titah Antonio.


"Baik pak" , ucap Susi.


"Tumben si bos di atas" , ucap Susi.


Adel , teman satu ruangan Susi mendengar kata-kata Susi barusan.


"Pacarnya?" tanya Susi , penuh tanda tanya.


"Kamu belum tau , hari ini pacarnya si bos ikut ke sini , tadi beberapa staf sudah melihat nya , ketika mereka datang" , ucap Adel.


"Cantik gak pacarnya" , tanya Susi.


"Aku dengar , katanya cantik banget dan masih muda lagi" , ucap Adel.


"Wah aku jadi penasaran , ya udah aku langsung ke atas deh , mau liat pacar si bos" , ucap Susi yang kepo.


"Nanti ceritain ya , sama aku" , kata Adel.


"Ok" , jawab Susi , sambil berlalu pergi.


Gosip tentang bos , merupakan hal yang paling menarik untuk karyawan. Apalagi , tentang pacarnya. 😆😆😆


Ting...tong...bel di kamar Antonio berbunyi.


Antonio langsung membuka pintu , dan membiarkan Susi masuk kesana.


"Mana berkas-berkas , yang mau ditanda tangani" , ucap Antonio.


"Ini pak , ada 2" , ucap Susi.


Antonio langsung melihat isi berkas-berkasnya.


"Susi melihat ke sekeliling arah ruangan , kenapa tidak kelihatan pacarnya , apa diumpetin di dalam kamar ya" , ucap Susi dalam hatinya.


Karena antara kasur dan ruang tamu ada pembatasnya , jadi Susi tidak bisa melihat Sandra , yang sedang tidur disana.

__ADS_1


"Ini sudah saya tanda tangani , nanti siang saya mau keluar , jadi kalau ada apa-apa , kamu kabari saya , lewat email atau telpon" , titah Antonio , kepada sekretarisnya.


"Baik pak" , ucap Susi , sambil berjalan keluar dari kamar Antonio.


Susi yang sudah sampai di meja kerjanya , langsung ditanya sama Adel.


"Jadi , gimana pacarnya si bos?'' , tanya Adel.


"Gak keliatan , cuma si bos aja tadi yang ada" , jawab Susi sambil melihat komputernya.


"Oh..." , jawab Adel , sambil melanjutkan pekerjaannya.


Setelah menutup pintu...


"Antonio langsung menuju ke kasur , masih tidur aja...bidadari cantikku , capek banget ya kemaren" , ucap Antonio dalam hatinya.


"Sayang...sayang..." , ucap Antonio dengan lembut , sambil mengelus kepala dan mengecup kening Sandra.


Merasakan ada sentuhan di wajahnya , Sandra mulai terbangun.


"Kak , udah selesai meeting nya" ucap Sandra , sambil mengucek matanya.


"Iya sayang , baru selesai , kamu masih mau istirahat disini , atau kita mau langsung jalan ke butik" , ucap Antonio.


"Harus ke butik kak , kata tante Rita sebelum jam makan siang" , jawab Sandra , sambil bangun dan duduk menyandarkan tubuhnya di badan Antonio , yang duduk pas di sebelahnya.


"Tapi kayaknya...kamu masih ngantuk sayang" , ucap Antonio , yang sekarang salah satu tangannya , sudah memeluk pinggang Sandra.


Antonio mengambil air minum , yang ada di lemari , samping kasur dan memberikannya kepada Sandra.


Setelah Sandra minum airnya , Antonio kembali meletakkan gelas ke atas lemari.


"Bentar ya kak , aku kumpulin nyawaku dulu" , ucap Sandra.


"Iya sayang , mau lama juga gak pa pa , kayak gini...kakak juga males mau keluar , maunya bermesraan sama kamu aja disini" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Yang sabar ya kak , gak nyampe 2 bulan lagi , kita udah sama-sama terus" , ucap Sandra , sambil tersenyum melihat ke arah Antonio.


"Iya ya sayang , kakak benar-benar bahagia banget , akhirnya bisa menikah sama kamu , kakak waktu itu sempat takut , kamu akan menolak untuk menikah cepat sama kakak" , ucap Antonio.


"Kenapa kakak takut?" , tanya Sandra.


"Soalnya kan kamu masih muda , baru juga mau masuk kuliah , pacaran mungkin mau kamu terima , tapi kalau menikah...kan belum pasti kamu mau" , ucap Antonio.


"Waktu mengutarakan perasaan kan kakak bilang , kalau mau menjalani hubungan yang serius sama aku , makanya waktu ditanya pernikahan aku langsung mau , karena aku menjalani hubungan ini dengan serius dan pada saat itu...di pikiranku , aku gak mau kehilangan kakak" ucap Sandra.


"Antonio langsung membenamkan kepalanya di leher Sandra , makasih sayang , kakak juga gak mau kehilangan kamu sayang" , ucap Antonio , sambil mencium pipi manis Sandra.


"Ya udah , aku rapi rapi dulu ya kak , nanti kita telat lagi , ke tempat tante Rita" , ucap Sandra.


"Iya sayang" , ucap Antonio , sambil melepaskan pelukannya , di pinggang Sandra.


Sandra menuju ke meja rias , yang ada di kamar tersebut , merapikan rambut dan dandanannya.


Antonio melihat email yang masuk di Hp nya , sambil menunggu Sandra.


Tidak lama kemudian , Sandra sudah selesai merapikan dandanannya.


"Aku udah siap kak" , ucap Sandra.


"Ayo kita jalan lagi" , ucap Antonio , sambil berdiri dari tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2