Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 37


__ADS_3

Angelica berjalan bersama dengan James menuju ke lapangan basket.


Marco yang juga berada disana untuk menonton pertandingan basket , langsung berjalan mendekati Angelica.


"Hi Angelica , gak biasanya kamu datang dengan pria selain adik kembar kamu" , ucap Marco.


"Iya , kali ini aku datang bersama dengan pacar aku" , jawab Angelica sambil menunjuk James yang tangannya masih memeluk pinggang Angelica.


"Apakah dia nilainya lebih tinggi dari kamu?" , ucap Marco yang ditolak karena nilainya lebih rendah dari Angelica.


"Bukan urusan kamu" , ucap Angelica.


"Dia anak dari SMA mana? Kenapa aku gak pernah melihat cowok ini disini" , ucap Marco.


"Dia memang bukan anak sini" , jawab Angelica.


"Terus dia siapa?" , tanya Marco.


"Kenalkan aku James , direktur Jungleland Arthur dan Waterboom Arthur" , ucap James.


"Apa!!! Gak mungkin semuda ini sudah menjadi direktur" , ucap Marco.


"Ya mungkin dong , karena perusahaan ini milik keluarga aku" , ucap James.


"Pantesan kamu memilih dia , ternyata dia kaya" , ucap Marco.


"Jangan mengatai pacar aku , kamu tidak tau pacar aku ini anak siapa" , ucap James.


Angelica hanya diam saja disana , karena dia memang tidak pernah memberi tahukan jati dirinya kepada teman-teman yang ada di sekolah.


"Aku tidak tau , memangnya dia anak siapa? Pastinya sama dengan aku hanya anak seorang pengusaha biasa" , ucap Marco.


"Dia itu anaknya...."


Kata-kata James langsung dihentikan oleh Angelica.


"Gak usah disebutin sayang , aku gak mau orang tau identitas aku yang sebenarnya" , bisik Angelica di telinga James.


Mendengarkan kata-kata sayang yang keluar dari mulut Angelica membuat James menjadi bahagia dan lupa dengan Marco yang ada di hadapannya.


"Kamu gak perlu tau aku anak siapa" , ucap Angelica sambil menarik baju James dan berjalan menuju ke kursi batu yang ada di lapangan untuk melihat pertandingan yang sudah berlangsung itu.


Alvaro dan Esmeralda mengikuti Angelica dan James yang sudah duduk di kursi batu.


Vincent yang sudah merebut bola , tiba-tiba melihat Angelica sudah ada disana.


Awalnya Vincent sangat bahagia melihat Angelica yang sudah datang , tapi tiba-tiba pandangan bahagia itu langsung berubah , begitu melihat James yang memeluk bahu Angelica sambil duduk disana.


Membuat lawan dengan mudahnya mengambil bola dari tangan Vincent dan memasukkan bolanya ke dalam ring , membuat tim Vincent ketinggalan 1 skor.


Tiba saatnya istirahat....


"Kamu ada apa hari ini Vincent?", tanya pelatih.


"Maaf pak , tadi saya kurang konsentrasi" , ucap Vincent yang mengetahui kesalahannya.

__ADS_1


"Pokoknya di sesi terakhir ini , kamu harus fokus , kejar 1 skor yang ketinggalan dan ciptakan skor yang tinggi seperti yang kamu lakukan di pertandingan sebelumnya" , ucap pelatih.


"Baik pak" , jawab Vincent.


Terdengar bunyi prit , yang menandakan waktu istirahat telah habis , Vincent dan tim mulai masuk kembali ke dalam lapangan.


Vincent yang sedang kacau perasaannya saat itu , berusaha untuk fokus selama di pertandingan.


"Teman kamu yang bernama Vincent itu yang mana sayangku" , ucap James.


"Itu yang bajunya nomor 3 , James" , ucap Angelica.


"Ternyata keren banget ya anaknya" , ucap James.


"Gak , biasa aja" , jawab Angelica sambil terus melihat pertandingan yang sebenarnya tidak dia sukai , hanya karena sudah terlanjur janji saja makanya dia datang untuk melihat pertandingan basket Vincent.


Sampai akhirnya pertandingan telah selesai , tim Vincent memenangkan pertandingan hari itu dengan perbedaan 1 skor dengan lawan.


Angelica bersama James dan Alvaro bersama Esmeralda , berjalan menemui Vincent untuk memberikan selamat kepadanya.


Terlihat om Victor dan opa Wijaya juga ada disana.


Angelica dan Alvaro menyapa om Victor dan opa Wijaya.


James hanya menyapa opa Wijaya , karena dia belum pernah bertemu dengan Victor sebelumnya.


"Selamat ya Vincent , kamu menang lagi" , ucap Angelica dan Alvaro.


Iya terima kasih sudah datang melihat pertandingan aku.


"Oh iya , kenalkan ini James pacar aku" , jawab Angelica.


Vincent yang hatinya sakit saat mendengar Angelica mengatakan pacarnya , mencoba untuk tetap biasa saja dan berkenalan dengan James.


"Kapan kalian mulai pacaran?" , tanya Vincent dengan penuh tanda tanya.


"Baru beberapa hari ini" , jawab James sambil tersenyum.


"Benarkah itu Angelica" , ucap Vincent dengan perasaan yang hancur saat itu.


"Itu benar Vincent" , jawab Angelica.


Victor yang melihat anaknya masih mengobrol dengan Angelica.


"Papa dan opa pulang dulu ya nak , nanti kamu langsung pulang kerumah ya , kita pergi makan diluar untuk merayakan kemenangan kamu" , ucap Victor.


"Iya pa" , jawab Vincent.


Victor dan opa Wijaya berjalan pergi dari sana menuju ke parkiran mobil mereka.


"Alvaro dan Esmeralda sudah jadian juga?" , tanya Vincent.


"Gak" , jawab Alvaro.


"Gak , tapi kenapa dia mengikuti kamu terus" , goda Vincent untuk menutupi perasaannya yang sakit pada saat itu.

__ADS_1


"Itu karena dia aja yang mau ikut aku terus" , jawab Alvaro.


"Kalau gak suka gak mungkin dong kamu mau dia pergi bersama kamu" , ucap Vincent.


"Itu gara-gara opa yang menyuruh aku untuk mencoba berteman dengan dia , lagian aku juga gak pergi berdua aja , tapi bersama kakak dan pacarnya" , ucap Alvaro.


"Kenapa kamu gak memberitahukan kepada aku kalau Angelica sudah dekat dengan cowok" , bisik Vincent.


"Kamu gak nanya aku" , jawab Alvaro.


.


.


"James , aku sudah lapar" , ucap Angelica.


"Kalau gitu ayo kita pergi makan sayangku" , ucap James.


Mendengar kata-kata sayangku , membuat Vincent mengepalkan tangannya dengan kuat , untuk menahan rasa cemburu yang ada di dalam dirinya.


"Apa kamu mau ikut makan bersama dengan kami Vincent?" , tanya Angelica.


"Gak usah deh , aku juga harus cepat pulang karena papa mau mengajak aku makan diluar untuk merayakan kemenangan aku hari ini" , jawab Vincent.


"Baiklah , kalau gitu kami pergi dulu ya" , ucap Angelica.


"Iya" , jawab Vincent.


Vincent terus melihat Angelica yang pinggangnya di peluk terus dengan James selama berjalan menuju ke luar gedung sekolah.


"Kenapa bukan aku yang bisa berjalan seperti itu dengan kamu Angelica? Kenapa bukan aku juga yang bisa memanggil kamu dengan sebutan sayang" , ucap Vincent dalam hatinya.


Vincent yang patah hati langsung terduduk dengan lemas di kursi batu yang ada disana.


"Kamu gak pulang Vincent?" , tanya Toni teman satu tim basket Vincent.


"Sebentar lagi" , jawab Vincent.


"Baiklah , aku pulang dulu ya" , ucap Toni.


"Iya" , jawab Vincent.


Vincent duduk disana untuk menenangkan perasaannya yang sedang sakit saat itu.


Sampai cewek-cewek para penggemar Vincent datang dan mengerumuni Vincent , memberikannya selamat dan banyak hadiah.


Vincent langsung menerima semua hadiah yang diberikan , setelah itu dia sudah mau pergi dari sana.


"Terima kasih ya atas ucapan selamat dan hadiahnya , sekarang aku mau pergi dulu , karena aku sudah ditunggu sama papa aku di rumah" , ucap Vincent yang mencoba untuk kabur.


"Tunggu dulu Vincent ganteng , belum juga kita berfoto-foto" , ucap salah satu penggemarnya.


"Maaf ya , aku sudah harus pulang" , jawab Vincent yang sudah memegang tasnya dan langsung berlari dari sana.


"Yah...kabur lagi deh" , ucap penggemar Vincent.

__ADS_1


__ADS_2