Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 124


__ADS_3

Yogi dan Lauren masih menunggu di depan ruang rawat papanya , tidak lama dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana dengan keadaan papa saya dokter?" , tanya Yogi.


"Jadi yang baru masuk hari ini , dalam keadaan tidak sadar adalah papa kamu?" , tanya dokter Kemal.


"Iya dokter" , jawab Yogi.


"Kalau gitu kamu ikut ke ruangan saya dulu , nanti saya kasih tau disana" , ucap dokter Kemal.


Yogi dan Lauren mengikuti dokter Kemal menuju ke ruangannya.


"Silahkan duduk" , ucap dokter Kemal , ketika mereka sudah memasuki ruangan.


"Kondisi papa kamu sekarang dalam keadaan kritis , terjadi pecah pembuluh darah di otak kirinya , dari hasil MRI nya ada pendarahan yang luas dan sekarang sedang dalam keadaan koma" , ucap dokter Kemal.


"Jadi harus bagaimana dokter?" , tanya Yogi dengan perasaan yang khawatir.


"Untuk beberapa hari ini kita masih akan lihat perkembangannya dulu dengan obat-obat yang kami berikan , karena tensi darahnya juga masih tinggi kita belum bisa melakukan tindakan , kalau tensi darahnya sudah turun , kita baru bisa melakukan tindakan operasi atau penyedotan darah di dalam otak nya" , ucap dokter Kemal.


"Baiklah dokter , tolong lakukan yang terbaik buat papa saya" , ucap Yogi.


"Iya , kami pasti akan berusaha melakukan yang terbaik" , ucap dokter Kemal.


"Kalau gitu kami permisi dulu dokter" , ucap Yogi dan Lauren.


Dokter Kemal hanya menganggukkan kepalanya.


Yogi dan Lauren keluar dari ruangan dokter Kemal dan menuju ke depan ruangan perawatan papanya.


"Kak , apa benar semua harta dan usaha papa sudah tidak ada lagi?" , tanya Yogi dengan lirih.


"Iya Yogi , kamu juga sudah harus pindah dari sana , karena rumah berserta isinya akan di lelang mulai besok" , ucap Lauren.


Yogi hanya terdiam mendengar perkataan kak Lauren asisten papanya.


Sejenak hanya suasana hening yang ada diantara mereka.


"Kakak pulang dulu ya Yogi , nanti kalau ada apa-apa kabari ya" , ucap Lauren memecahkan keheningan disana.


"Iya kak , terima kasih ya sudah bawain papa ke sini" , ucap Yogi.


"Iya sama-sama Yogi" , ucap Lauren sambil berjalan pergi dari sana.


Tidak lama datang seorang perawat mendekati Yogi.


"Apa kamu keluarga dari pak Doddy?" , tanya perawat tersebut.


"Iya benar suster , saya anaknya...ada apa ya?" , tanya Yogi.


"Ini untuk pembayarannya , tolong diurus di bagian administrasi ya", ucap perawat tersebut sambil memberikan sehelai kertas kepada Yogi.


"Baik suster , nanti saya urus" , jawab Yogi sambil mengambil kertas dari tangan suster tersebut.


"Begitu melihat jumlahnya Yogi sangat terkejut , baru masuk saja sudah 10 juta , aku harus cari uang dimana kalau papa lama disini , untuk beberapa hari kedepan aku masih bisa bayar , tapi kalau lebih lama..." , ucap Yogi dalam hatinya.


Dengan langkah yang lunglai Yogi menuju ke ruang administrasi dan membayar tagihan hari itu.

__ADS_1


Tidak lama Hp Yogi berbunyi , Yogi langsung melihat siapa yang menelponnya.


Ternyata Rangga yang menelpon....


"Halo" , jawab Yogi.


"Halo bro , kenapa loe lama banget , bengkel lagi rame banget , gue gak bisa kerjain sendiri" , ucap Rangga.


"Ok , gue kesana sekarang" , ucap Yogi sambil memutuskan telponnya.


Mendengar bengkel yang ramai dan Yogi juga sangat membutuhkan uang , Yogi langsung keluar dari rumah sakit dan menyalakan motornya menuju ke bengkel.


Sampai di bengkel....


"Bagaimana bokap loe bro?" , tanya Rangga.


"Bokap gue kritis , ada pendarahan di otaknya , sekarang lagi koma" , jawab Yogi sambil memperbaiki motor salah satu pelanggan di bengkel.


"Gue turut prihatin bro" , ucap Rangga.


"Iya bro , makasih....makanya sekarang gue harus cari uang yang banyak untuk bayar biaya rumah sakit , mana gue sudah harus keluar dari rumah nanti malam" , ucap Yogi.


"Kenapa loe harus keluar dari rumah loe?" , tanya Rangga.


"Perusahaan bokap gue sudah dinyatakan bangkrut dan rumah gue berserta isinya mau di lelang , untuk melunasi sisa hutang bokap gue" , ucap Yogi.


"Trus loe sudah tau mau nginap dimana?" , tanya Rangga.


Yogi hanya menggelengkan kepalanya.


"Loe mau gak tinggal bareng sama gue di kostan , lumayan juga kan gue bisa irit buat bayar biaya bulanannya" , ucap Rangga mencoba menawarkan bantuan.


"Ok , gue mau bro...thank you ya" , ucap Yogi.


"Iya sama-sama bro , tapi pastinya gak senyaman kamar yang ada di rumah loe ya" , ucap Rangga.


"Iya gak apa-apa bro , yang penting gue ada tempat berteduh dulu" , ucap Yogi.


Rangga menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Setelah itu mereka sibuk memperbaiki motor yang masuk di bengkel mereka.


********


Siang itu di apartemen Antonio...


Antonio dan Sandra sedang makan siang makanan yang sudah dimasak oleh Tuti.


Siang ini , Sandra sudah mulai gak menempel dengan suaminya.


Melihat keadaan , Antonio langsung mengajak istrinya untuk pergi ke All Star Hotel.


"Sayang , selesai makan kita beres-beres baju , lalu ke All Star Hotel ya" , ucap Antonio.


"Iya hubby , setelah aku beberes di dapur nanti , baru aku bereskan baju kita ya , kan mba Tuti sudah pulang" , ucap Sandra.


"Iya sayang , boleh" , jawab Antonio sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu , mereka selesai makan , Sandra langsung mengangkat piring kotor dan membawanya ke dapur.


Setelah semua piring tercuci dengan bersih , Sandra membuka kulkas dan memasukkan coklatnya ke dalam kotak plastik , setelah semua coklatnya masuk disana , dia membawanya ke kamar.


Sandra mengambil baju yang mau digunakan selama di hotel nanti.


"Hubby....aku kan masuk kuliahnya awal bulan depan , bajunya bawa dari sekarang atau nanti saja?" , tanya Sandra kepada suaminya yang duduk di sofa sambil melihat email yang masuk di ponselnya.


"Nanti saja ya sayang , bawa yang untuk di gunakan beberapa hari dulu saja , baju kita di hotel kan juga ada sebagian" , jawab Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra sambil mengambil beberapa daster , piyama dan baju rumah mereka.


Setelah semuanya sudah masuk ke dalam koper , Sandra menutup kopernya dan mengganti baju rumahnya dengan daster simple hariannya.


Antonio juga mengganti baju rumahnya dengan baju kaos dan jeans.


Setelah semuanya selesai , Antonio berjalan sambil membawa satu koper mereka dan Sandra mengikuti suaminya sambil membawa kotak yang berisikan coklat di tangannya.


Sampai di parkiran mobil , Antonio memasuki koper mereka ke bagasi mobil , Sandra yang sudah masuk lebih dulu ke dalam mobil , mulai sibuk membuka bungkus coklat dan memasukkan ke mulutnya.


Antonio yang sudah masuk ke mobil , hanya tersenyum melihat bidadari cantiknya makan coklat dengan sangat bahagia seperti anak-anak.


Antonio mulai menyalakan mobilnya dan menjalankannya menuju ke All Star Hotel.


"Kayaknya enak banget sayang , sampai suami kamu gak kelihatan" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Iya enak banget hubby , hubby mau juga" , ucap Sandra sambil memberikan coklat kepada suaminya.


"Mau sayang , tapi disuapin sama kamu ya" , jawab Antonio sambil tersenyum.


Sandra pun memasukkan coklat yang dipegangnya ke mulut suaminya.


"Enak kan hubby , manisssss" , ucap Sandra sambil tersenyum manis.


"Iya sayang , manis" , jawab Antonio sambil tersenyum.


Tidak lama mobil Antonio sudah sampai di parkiran khusus All Star Hotel.


Antonio dan Sandra turun dari mobil sambil membawa barang mereka.


Begitu mereka masuk semua staf mengucapkan selamat siang kepada Antonio dan Sandra.


"Siang" , jawab Antonio dan Sandra kepada setiap staf yang menyapa mereka.


Robi yang sedang berada di lobby , langsung menghampiri Antonio dan istrinya.


"Siang pak...siang nona muda" , sapa Robi.


"Siang Robi" , ucap Antonio dan Sandra bersamaan.


"Bukannya bapak gak datang ke kantor ya hari ini?" , tanya Robi.


"Iya tadi pagi saya belum bisa ke kantor , tapi untuk beberapa hari ini saya bekerja di kamar atas dulu" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


Setelah itu Antonio dan Sandra masuk ke lift menuju ke kamar atas.

__ADS_1


__ADS_2