Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 34


__ADS_3

Keesokan paginya James yang baru bangun tidur ingin langsung mengganti bajunya dengan baju golf.


Ketika James membuka pintu lemari bajunya , James langsung teringat dengan Angelica yang merisaukan bau dan selalu menyemprotkan handsanitizer.


"Kalau aku gak mandi juga hari ini , ketika aku dekat dengan Angelica pada saat bermain golf nanti , pasti dia akan menanyakan masalah bau lagi , lebih baik aku mandi saja pagi ini dari pada Angelica nanti gak mau dekat dengan aku" , ucap James.


James langsung membuka bajunya dan seperti biasa dia akan melemparkannya sesukanya dan berjalan masuk dengan tubuh polosnya ke dalam kamar mandi.


James mandi sambil bernyanyi-nyanyi karena dia bahagia akan bertemu dengan kekasih pujaan hatinya.


Setelah James selesai mandi , James menggunakan baju golfnya dan merapikan rambutnya , lalu dia pun berjalan ke bawah menuju ke meja makan.


"Kayaknya hari ini ada yang beda dari anak mama" , ucap mama Heni.


"Apanya yang beda ma?" , tanya James yang sudah duduk di kursi kosong di sebelah mamanya.


"Hari ini anak mama wangi sekali , gak bau asem" , ucap mama Heni sambil tersenyum.


"Iya aku sudah mandi" , jawab James.


"Gitu dong nak , pasti kamu mau bertemu dengan Angelica kan" , ucap mama Heni.


"Mama tau aja" , jawab James sambil terkekeh.


"Ya tau la dan mama jadi senang , karena Angelica bisa membuat kamu berubah dan mau mandi" , ucap mama Heni.


"Iya ma , karena aku gak ingin kehilangan Angelica" , jawab James.


Mama Heni dan papa Freddy langsung tersenyum melihat anaknya.


"Pa , nanti siang dari lapangan golf , aku mau langsung pergi dengan Angelica , papa naik mobil papa sendiri saja ya ke lapangan golf" , ucap James.


"Iya nak" , jawab papa Freddy.


********


Pagi-pagi di rumah Antonio dan Sandra sudah heboh karena ulah Alvaro.


"Mamaaaaaaa , pilihkan baju golf dan sepatu golf yang bisa membuat aku semakin ganteng" , ucap Alvaro yang membawa semua baju golf dan sepatu golf nya ke kamar Sandra.


"Ya ampun nak , kamu pakai apa saja juga ganteng banget" , ucap Sandra.


"Carikan yang paling bagus sama aku ma , aku mau mendapatkan cewek juga disana" , ucap Alvaro.


Antonio hanya tersenyum melihat anak manjanya sambil duduk di atas kasurnya.


Sandra mulai sibuk memilihkan baju untuk anak manjanya pergi ke lapangan golf.


"Ini aja ya sayang , ini pasti cocok banget sama kamu" , ucap Sandra sambil memberikan baju golf yang berwarna merah biru dan sepatu merahnya.


"Baik mama" , jawab Alvaro yang langsung berlari keluar dari kamar Sandra dan membawa baju yang sudah dipilihkan oleh mamanya ke kamar nya.


"Baju kamu yang lain gak dibawa juga sayang?" , teriak Sandra.


Alvaro yang sudah berlari dengan cepat , dipastikan tidak mendengar suara mamanya.


Sandra langsung menggelengkan kepalanya dan mulai merapikan baju anaknya yang sudah berantakan di atas kasurnya.


"Makanya anak kita itu lebih cepat menikah lebih baik sayang" , ucap Antonio yang turun dari kasurnya dan berjalan memeluk tubuh istrinya dari belakang.

__ADS_1


"Iya hubby" , ucap Sandra sambil melipat satu persatu baju golf Alvaro.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar Sandra.


Antonio membuka pintu kamarnya , terlihat Tuti berdiri disana.


"Ada apa Tuti?".


"Tuan besar sudah datang tuan" , jawab Tuti.


"Baiklah , sebentar lagi saya ke bawah" , ucap Antonio.


"Baik tuan" , jawab Tuti sambil berjalan turun ke bawah.


"Sayang , papa sudah datang" , ucap Antonio sambil masuk ke dalam kamar.


"Iya hubby , kamu ke bawah dulu , nanti aku nyusul" , jawab Sandra sambil mengangkat baju Alvaro.


"Iya sayang" , jawab Antonio.


Antonio berjalan turun ke bawah dan ternyata Angelica sudah ada disana bersama dengan papa Chandra.


"Alvaro katanya mau ikut juga ya nak" , ucap papa Chandra.


"Iya pa , katanya dia mau dapat pacar juga seperti Angelica" , jawab Antonio sambil tersenyum.


"Jadi cucu opa sudah pacaran sama James" , ucap opa Chandra sambil tersenyum ke arah Angelica.


"Iya sudah opa , baru kemaren" , jawab Angelica.


"Baguslah , kalau gitu nanti setelah kamu lulus kita sudah harus mengadakan acara pertunangan kalian" , ucap opa Chandra.


"Memang harus cepat kalau memang sudah suka sayang , jadi gak akan ada yang bisa mengganggu lagi" , ucap opa Chandra.


"Tapi kan aku baru juga pacarannya opa , apa gak kecepatan kalau harus membicarakan masalah bertunangan?" , ucap Angelica.


"Gak kok sayang , lagian opa juga setuju kamu sama James dari pada sama Vincent" , ucap opa Chandra.


"Aku juga gak suka sama Vincent" , jawab Angelica.


"Iya , tapi opa lihat dari dulu , dia kayaknya suka dengan kamu" , ucap opa Chandra.


"Iya opa , tapi aku sudah menolaknya" , jawab Angelica.


"Setelah kamu tolak , dia gak melakukan hal-hal yang aneh kan?" , tanya opa Chandra yang takut kalau dia mewarisi sifat Yogi.


"Kayaknya gak ada yang aneh opa" , jawab Angelica.


"Baguslah , pokoknya kamu harus hati-hati saja ya , jangan sampai di menyakiti kamu gara-gara kamu tolak" , ucap opa Chandra yang teringat bagaimana menantunya dulu diperlakukan oleh Yogi bahkan sampai menantunya hamil pun masih diperlakukan kasar dengan Yogi.


"Iya opa" , jawab Angelica.


"Aku rasa Vincent gak berani berbuat lebih pa" , ucap Antonio yang sudah mendengarkan semua percakapan papanya dan Angelica.


"Tapi kita juga harus waspada nak" , ucap papa Chandra.


"Iya pa" , jawab Antonio.


Tidak lama Sandra sudah turun bersama dengan anak manjanya.

__ADS_1


"Pa" , sapa Sandra.


"Iya nak" , jawab papa Chandra.


"Papa sudah sarapan belum?" , tanya Sandra.


"Papa sudah sarapan nak , tapi kamu ada buat apa lagi?" , tanya papa Chandra.


"Kemaren aku buat pudding buah pa , papa mau?" , tanya Sandra.


"Boleh nak" , jawab papa Chandra.


Sandra berjalan menuju ke dapur dan mengambil beberapa pudding buah yang baru dibuatnya kemaren dan membawanya ke meja makan.


Antonio , papa Chandra , Angelica berjalan menuju ke meja makan , dimana Alvaro sudah duduk disana terlebih dahulu.


"Cucu opa katanya mau mencari pacar ya di lapangan golf" , goda opa Chandra.


"Iya opa , nanti kenalin aku dengan cewek cantik ya opa" , jawab Alvaro sambil memakan pudding buah buatan mamanya.


"Memangnya di sekolah kamu gak ada cewek cantik?" , tanya opa Chandra.


"Gak ada opa" , jawab Alvaro.


"Cucu opa mau cari pacar yang seperti gimana?" , tanya opa Chandra.


"Seperti mama aku dong opa" , jawab Alvaro.


Semua orang hanya tersenyum mendengarnya.


"Kalau seperti mama ya susah Alvaro , mama kamu ini beda dari yang lain" , ucap opa Chandra.


"Kenapa beda dari yang lain pa?" , tanya Antonio.


"Ya beda la , dia menolak semua cowok ganteng hanya untuk menikah dengan kamu" , jawab opa Chandra.


Alvaro dan Angelica langsung tertawa mendengarkan perkataan opa Chandra.


"Papa ini selalu saja ngeledek aku" , ucap Antonio.


"Karena hubby yang bisa membuat aku jatuh cinta pa" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Memang hanya kamu bidadari cantik aku sayang" , ucap Antonio sambil menyentuh wajah istrinya dengan tangannya.


"Gak tahan deh lihat kalian bermesraan terus , Angelica Alvaro ayo kita pergi sekarang ke lapangan golf" , ucap opa Chandra.


Sandra dan Antonio hanya tersenyum melihat papa Chandra.


"Iya opa" , jawab Alvaro dan Angelica bersamaan.


"Kami pergi dulu ya pa...ma..." , ucap Alvaro dan Angelica sambil mencium pipi papa dan mamanya.


"Iya nak" , jawab Sandra dan Antonio.


"Jangan nakal ya nak" , pesan Sandra kepada Alvaro anak manjanya.


"Iya mama , aku mana pernah nakal , yang ada aku selalu menggemaskan" , ucap Alvaro sambil tersenyum manis.


Sandra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sifat kekanak-kanakan yang ada pada Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2