
Keesokan paginya James yang baru bangun tidur ingin langsung mengganti bajunya dengan baju golf.
Ketika James membuka pintu lemari bajunya , James langsung teringat dengan Angelica yang merisaukan bau dan selalu menyemprotkan handsanitizer.
"Kalau aku gak mandi juga hari ini , ketika aku dekat dengan Angelica pada saat bermain golf nanti , pasti dia akan menanyakan masalah bau lagi , lebih baik aku mandi saja pagi ini dari pada Angelica nanti gak mau dekat dengan aku" , ucap James.
James langsung membuka bajunya dan seperti biasa dia akan melemparkannya sesukanya dan berjalan masuk dengan tubuh polosnya ke dalam kamar mandi.
James mandi sambil bernyanyi-nyanyi karena dia bahagia akan bertemu dengan kekasih pujaan hatinya.
Setelah James selesai mandi , James menggunakan baju golfnya dan merapikan rambutnya , lalu dia pun berjalan ke bawah menuju ke meja makan.
"Kayaknya hari ini ada yang beda dari anak mama" , ucap mama Heni.
"Apanya yang beda ma?" , tanya James yang sudah duduk di kursi kosong di sebelah mamanya.
"Hari ini anak mama wangi sekali , gak bau asem" , ucap mama Heni sambil tersenyum.
"Iya aku sudah mandi" , jawab James.
"Gitu dong nak , pasti kamu mau bertemu dengan Angelica kan" , ucap mama Heni.
"Mama tau aja" , jawab James sambil terkekeh.
"Ya tau la dan mama jadi senang , karena Angelica bisa membuat kamu berubah dan mau mandi" , ucap mama Heni.
"Iya ma , karena aku gak ingin kehilangan Angelica" , jawab James.
Mama Heni dan papa Freddy langsung tersenyum melihat anaknya.
"Pa , nanti siang dari lapangan golf , aku mau langsung pergi dengan Angelica , papa naik mobil papa sendiri saja ya ke lapangan golf" , ucap James.
"Iya nak" , jawab papa Freddy.
********
Pagi-pagi di rumah Antonio dan Sandra sudah heboh karena ulah Alvaro.
"Mamaaaaaaa , pilihkan baju golf dan sepatu golf yang bisa membuat aku semakin ganteng" , ucap Alvaro yang membawa semua baju golf dan sepatu golf nya ke kamar Sandra.
"Ya ampun nak , kamu pakai apa saja juga ganteng banget" , ucap Sandra.
"Carikan yang paling bagus sama aku ma , aku mau mendapatkan cewek juga disana" , ucap Alvaro.
Antonio hanya tersenyum melihat anak manjanya sambil duduk di atas kasurnya.
Sandra mulai sibuk memilihkan baju untuk anak manjanya pergi ke lapangan golf.
"Ini aja ya sayang , ini pasti cocok banget sama kamu" , ucap Sandra sambil memberikan baju golf yang berwarna merah biru dan sepatu merahnya.
"Baik mama" , jawab Alvaro yang langsung berlari keluar dari kamar Sandra dan membawa baju yang sudah dipilihkan oleh mamanya ke kamar nya.
"Baju kamu yang lain gak dibawa juga sayang?" , teriak Sandra.
Alvaro yang sudah berlari dengan cepat , dipastikan tidak mendengar suara mamanya.
Sandra langsung menggelengkan kepalanya dan mulai merapikan baju anaknya yang sudah berantakan di atas kasurnya.
"Makanya anak kita itu lebih cepat menikah lebih baik sayang" , ucap Antonio yang turun dari kasurnya dan berjalan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Iya hubby" , ucap Sandra sambil melipat satu persatu baju golf Alvaro.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar Sandra.
Antonio membuka pintu kamarnya , terlihat Tuti berdiri disana.
"Ada apa Tuti?".
"Tuan besar sudah datang tuan" , jawab Tuti.
"Baiklah , sebentar lagi saya ke bawah" , ucap Antonio.
"Baik tuan" , jawab Tuti sambil berjalan turun ke bawah.
"Sayang , papa sudah datang" , ucap Antonio sambil masuk ke dalam kamar.
"Iya hubby , kamu ke bawah dulu , nanti aku nyusul" , jawab Sandra sambil mengangkat baju Alvaro.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
Antonio berjalan turun ke bawah dan ternyata Angelica sudah ada disana bersama dengan papa Chandra.
"Alvaro katanya mau ikut juga ya nak" , ucap papa Chandra.
"Iya pa , katanya dia mau dapat pacar juga seperti Angelica" , jawab Antonio sambil tersenyum.
"Jadi cucu opa sudah pacaran sama James" , ucap opa Chandra sambil tersenyum ke arah Angelica.
"Iya sudah opa , baru kemaren" , jawab Angelica.
"Baguslah , kalau gitu nanti setelah kamu lulus kita sudah harus mengadakan acara pertunangan kalian" , ucap opa Chandra.
"Memang harus cepat kalau memang sudah suka sayang , jadi gak akan ada yang bisa mengganggu lagi" , ucap opa Chandra.
"Tapi kan aku baru juga pacarannya opa , apa gak kecepatan kalau harus membicarakan masalah bertunangan?" , ucap Angelica.
"Gak kok sayang , lagian opa juga setuju kamu sama James dari pada sama Vincent" , ucap opa Chandra.
"Aku juga gak suka sama Vincent" , jawab Angelica.
"Iya , tapi opa lihat dari dulu , dia kayaknya suka dengan kamu" , ucap opa Chandra.
"Iya opa , tapi aku sudah menolaknya" , jawab Angelica.
"Setelah kamu tolak , dia gak melakukan hal-hal yang aneh kan?" , tanya opa Chandra yang takut kalau dia mewarisi sifat Yogi.
"Kayaknya gak ada yang aneh opa" , jawab Angelica.
"Baguslah , pokoknya kamu harus hati-hati saja ya , jangan sampai di menyakiti kamu gara-gara kamu tolak" , ucap opa Chandra yang teringat bagaimana menantunya dulu diperlakukan oleh Yogi bahkan sampai menantunya hamil pun masih diperlakukan kasar dengan Yogi.
"Iya opa" , jawab Angelica.
"Aku rasa Vincent gak berani berbuat lebih pa" , ucap Antonio yang sudah mendengarkan semua percakapan papanya dan Angelica.
"Tapi kita juga harus waspada nak" , ucap papa Chandra.
"Iya pa" , jawab Antonio.
Tidak lama Sandra sudah turun bersama dengan anak manjanya.
__ADS_1
"Pa" , sapa Sandra.
"Iya nak" , jawab papa Chandra.
"Papa sudah sarapan belum?" , tanya Sandra.
"Papa sudah sarapan nak , tapi kamu ada buat apa lagi?" , tanya papa Chandra.
"Kemaren aku buat pudding buah pa , papa mau?" , tanya Sandra.
"Boleh nak" , jawab papa Chandra.
Sandra berjalan menuju ke dapur dan mengambil beberapa pudding buah yang baru dibuatnya kemaren dan membawanya ke meja makan.
Antonio , papa Chandra , Angelica berjalan menuju ke meja makan , dimana Alvaro sudah duduk disana terlebih dahulu.
"Cucu opa katanya mau mencari pacar ya di lapangan golf" , goda opa Chandra.
"Iya opa , nanti kenalin aku dengan cewek cantik ya opa" , jawab Alvaro sambil memakan pudding buah buatan mamanya.
"Memangnya di sekolah kamu gak ada cewek cantik?" , tanya opa Chandra.
"Gak ada opa" , jawab Alvaro.
"Cucu opa mau cari pacar yang seperti gimana?" , tanya opa Chandra.
"Seperti mama aku dong opa" , jawab Alvaro.
Semua orang hanya tersenyum mendengarnya.
"Kalau seperti mama ya susah Alvaro , mama kamu ini beda dari yang lain" , ucap opa Chandra.
"Kenapa beda dari yang lain pa?" , tanya Antonio.
"Ya beda la , dia menolak semua cowok ganteng hanya untuk menikah dengan kamu" , jawab opa Chandra.
Alvaro dan Angelica langsung tertawa mendengarkan perkataan opa Chandra.
"Papa ini selalu saja ngeledek aku" , ucap Antonio.
"Karena hubby yang bisa membuat aku jatuh cinta pa" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Memang hanya kamu bidadari cantik aku sayang" , ucap Antonio sambil menyentuh wajah istrinya dengan tangannya.
"Gak tahan deh lihat kalian bermesraan terus , Angelica Alvaro ayo kita pergi sekarang ke lapangan golf" , ucap opa Chandra.
Sandra dan Antonio hanya tersenyum melihat papa Chandra.
"Iya opa" , jawab Alvaro dan Angelica bersamaan.
"Kami pergi dulu ya pa...ma..." , ucap Alvaro dan Angelica sambil mencium pipi papa dan mamanya.
"Iya nak" , jawab Sandra dan Antonio.
"Jangan nakal ya nak" , pesan Sandra kepada Alvaro anak manjanya.
"Iya mama , aku mana pernah nakal , yang ada aku selalu menggemaskan" , ucap Alvaro sambil tersenyum manis.
Sandra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sifat kekanak-kanakan yang ada pada Alvaro.
__ADS_1