Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 118


__ADS_3

Kata-kata hubby , sayang dan istri...terngiang-ngiang di telinga Jeri.


"Apakah Sandra sudah menikah? Tapi tidak mungkin , dia baru juga masuk kuliah" , ucap Jeri dalam hatinya.


Jeri berjalan mencari Meri.


Terlihat Meri yang duduk di kantin dengan wajah yang bahagia , puas karena sudah membuat Sandra pingsan.


"Bisa loe ya , duduk dengan bahagia disini" , ucap Jeri.


"Ya bisa la , senang gue sudah buat tuh anak baru menderita" , ucap Meri.


"Loe bahagia sekarang , tapi lihat saja besok , loe dan kampus kita akan terancam gara-gara perbuatan loe" , ucap Jeri.


"Gak mungkin la , banyak kok anak kampus yg dikerjai begitu , tapi tidak pernah gue dengar ada masalah" , jawab Meri.


"Ya itu karena... yang kena itu anak biasa , ini yang loe siksa bukan anak sembarangan" , ucap Jeri.


"Apa hebat nya kalau bukan anak sembarangan?" , ucap Meri.


"Loe liat aja besok" , ucap Jeri sambil berjalan pergi dari sana.


"Huhhhhh....mau dia anak orang kaya kek , anak pejabat kek , gue gak takut" , ucap Meri dalam hatinya.


********


Antonio , papa Surya dan pak Maman sudah sampai di rumah sakit.


Antonio langsung menggendong Sandra dan membawanya ke ruangan Reihan.


Papa Surya dan pak Maman juga mengikuti Antonio.


Reihan langsung kaget melihat muka Sandra yang pucat.


"Kenapa bisa begini Antonio?" , tanya Reihan.


"Istri gue di kerjain selama ospek , hari ini dia di suruh berdiri di lapangan selama berjam-jam dibawah terik matahari , sampai akhirnya pingsan" , cerita Antonio.


"Apa?" , ucap Reihan yang langsung memeriksa keadaan Sandra.


"Kayaknya harus nginap di sini dulu malam ini , karena banyak kekurangan cairan , jadi gue infus dulu ya" , ucap Reihan.


Lalu Reihan memeriksa yang lainnya , ketika Reihan menekan denyut nadi Sandra , kayak ada yang berbeda.


"Antonio sepertinya istri loe hamil , tapi gue coba ambil sampel darahnya dulu ya buat memastikan" , ucap Reihan.


"Apakah itu benar? Kamu lakukan test secepatnya ya", ucap Antonio yang bahagia ketika mendengar bidadari cantiknya hamil.


Reihan mulai sibuk mengambil darah untuk di test dan membawanya ke labor , Reihan meminta orang labor untuk bisa secepatnya mendapatkan hasilnya.


Karena hari sudah sore papa Surya pulang duluan , pak Maman juga disuruh pulang oleh Antonio.


Sekarang tinggal Antonio yang sudah berada di ruang perawatan bersama Sandra.


Melihat Sandra yang sudah tertidur setelah disuntikan obat , yang diberikan oleh Reihan , Antonio dengan pelan dan sangat hati-hati membuka satu persatu karet warna warni yang masih terikat di rambut bidadari cantiknya.


Setelah semua karet di rambut bidadari cantiknya sudah terbuka , Antonio langsung mengambil Hp nya dan menelpon Robi asisten kepercayaannya.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo pak" , jawab Robi.


"Halo Robi , besok tolong kamu ke universitas A , kamu usut tuntas siapa yang membuat istri saya berdiri di tengah lapangan selama berjam-jam di bawah terik matahari sampai jatuh pingsan , pastikan orang yang membuat istri saya menderita mendapatkan hukumannya , besok kamu langsung datang dengan pengacara kantor kita , kalau mereka tidak mau mengaku , lakukan penuntutan terhadap kampus mereka" , titah Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


Setelah Antonio menutup telponnya....


"Siapa yang berani membuat kamu seperti ini sayang? Kenapa mereka melakukan ini kepada kamu? Apa salah kamu sampai diperlakukan seperti ini? Aku tidak akan melepaskan orang ini sayang , tidak akan", ucap Antonio dengan pelan sambil membelai kepala istrinya.


Karena sudah malam , Antonio pun mulai lelah dan tertidur sambil memegang tangan istrinya.


Keesokan pagi harinya... Reihan masuk ke kamar Sandra dan membangunkan Antonio.


"Antonio" , panggil Reihan.


"Iya" , jawab Antonio setelah membuka matanya.

__ADS_1


"Gue bawa kabar bagus buat loe , istri loe beneran hamil , gue sudah daftarkan istri loe ke teman gue yang dokter kandungan , dokter Sarah , nanti setelah istri loe bangun , bisa di bawa ke ruangannya untuk di periksa lebih lanjut" , ucap Reihan.


"Benarkah Reihan , gue gak salah dengar kan", ucap Antonio.


"Iya Antonio , loe akan jadi papa sebentar lagi" , ucap Reihan sambil tersenyum.


"Terima kasih Reihan , nanti gue bawa kesana setelah istri gue bangun" , ucap Antonio dengan bahagia.


"Iya Antonio , nanti siang setelah infusnya habis , istri loe juga sudah boleh pulang" , ucap Reihan.


"Iya Reihan , terima kasih" , ucap Antonio.


"Ya udah , gue jalan ke kamar pasien yang lain dulu ya" , ucap Reihan sambil tersenyum.


"Iya" , jawab Antonio sambil tersenyum.


Setelah Reihan keluar dari kamar rawat Sandra.


Antonio langsung menciumi kening bidadari cantiknya.


"Kita akan punya anak sayang , pantesan beberapa hari ini kamu makannya lebih banyak" , ucap Antonio dengan lembut.


Mendengar suara suaminya , Sandra pun terbangun.


"Hubby , kita dimana?" , tanya Sandra setelah membuka matanya.


"Kita dirumah sakit sayang , kemaren kamu pingsan" , jawab Antonio.


"Oh iya , kemaren aku pingsan , entah kenapa aku di suruh berdiri di lapangan sama kak Meri , padahal aku tidak salah apa apa hubby , dia minta apa aja aku belikan , dia suruh aku bayar makanannya , bahkan sampai makanan anak satu kelas juga aku bayarin" , cerita Sandra.


Mendengar cerita Sandra , Antonio semakin marah.


Antonio langsung menelpon Robi.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo pak" , ucap Robi.


"Halo Robi , saya sudah tau siapa orangnya , namanya Meri , kamu bereskan hari ini juga" , titah Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


"Tenang sayang , semua sudah kakak bereskan , sekarang kamu fokus jaga kesehatan kamu dan anak kita ya" , ucap Antonio sambil mengelus perut bidadari cantiknya yang masih rata itu.


"Anak kita , aku hamil hubby...", ucap Sandra dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya sayang kamu hamil , sebentar lagi kita ke ruangan dokter Sarah ya buat pemeriksaan lebih lanjut" , ucap Antonio dengan lembut.


Tiba-tiba air mata menetes ke wajah Sandra.


"Kenapa kamu menangis sayang?" , tanya Antonio.


"Aku terlalu bahagia hubby , akhirnya kita punya anak" , jawab Sandra sambil memeluk suami tercintanya.


"Iya sayang , hubby juga sangat bahagia sekali" , ucap Antonio.


"Kapan aku boleh pulang ke apartemen hubby?" , tanya Sandra.


"Siang ini kita sudah bisa pulang sayang , nanti setelah cairan infus kamu habis , kita sudah boleh pulang" , ucap Antonio.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya.


Tidak lama perawat membawakan sarapan untuk Sandra.


"Makan dulu ya sayang" , ucap Antonio sambil menyuapi bidadari cantiknya.


"Hubby gak makan juga?" , tanya Sandra.


"Iya nanti sayang , kamu makan dulu ya , nanti hubby beli makanan di kantin rumah sakit" , jawab Antonio sambil menyuapi makanan ke mulut bidadari cantiknya.


"Hubby , kemaren malam makan gak?" , tanya Sandra sambil mengunyah makanannya.


"Gak sayang" , ucap Antonio sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa hubby gak makan kemaren malam?" , tanya Sandra.


"Aku gak ada selera makan , aku cuma mau lihatin kamu saja" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Lain kali gak boleh gitu ya hubby , hubby harus makan , nanti hubby bisa sakit kalau gak makan" , ucap Sandra dengan lembut sambil memegang wajah suami tercintanya.


"Iya sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


Papa Surya yang khawatir dengan kondisi Sandra pagi itu , langsung menelpon menantunya.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo pa" , jawab Antonio.


"Halo Antonio , bagaimana keadaan Sandra?" , tanya papa Surya.


"Sandra sudah baik-baik saja pa , siang ini sudah boleh pulang , dan Sandra sekarang sedang mengandung pa" , ucap Antonio.


"Benarkah Antonio" , ucap papa Surya dengan bahagia.


"Benar pa" , jawab Antonio.


"Ok , kalau gitu nanti malam papa dan mama ke apartemen kamu" , ucap papa Surya.


"Iya pa" , jawab Antonio sambil memutuskan panggilan telpon.


Mama Amel yang melihat suaminya tersenyum bahagia langsung menanyakan...


"Kenapa papa bahagia , bukannya tadi mencemaskan keadaan anak kita?" , tanya mama Amel dengan penuh tanda tanya.


"Ya gimana papa gak bahagia ma , Sandra hamil , nanti malam kita ke apartemen Antonio ya" , ucap papa Surya.


"Apa pa , anak kita hamil...ini berita bagus , mama harus beri tahu Shinta" , ucap mama Amel.


"Iya ma , kabari besan kita juga" , ucap papa Surya.


"Iya pa" , jawab mama Amel.


"Kalau gitu papa jalan ke toko dulu ya ma , nanti malam kita ke tempat Antonio" , ucap papa Surya.


"Iya pa" , jawab mama Amel.


Mama Amel langsung mengambil Hp nya dan menyentuh nama Shinta disana.


Terdengar suara sambungan telpon berbunyi , tidak lama terdengar suara...


"Halo Amel" ,


"Halo Shinta , sebentar lagi kita akan punya cucu" , ucap Amel dengan bahagia.


"Benarkah Amel , kamu dapat berita dari siapa?" , tanya Shinta.


"Dari suami aku , sebenarnya kemaren Sandra pingsan di kampus , Antonio membawanya ke rumah sakit untuk dirawat , tadi pagi suami aku menanyakan keadaan Sandra kepada Antonio , Antonio mengatakan bahwa Sandra sedang hamil" , cerita mama Amel.


"Kenapa Sandra bisa pingsan?" , tanya mama Shinta.


"Katanya disuruh berdiri di lapangan berjam-jam di bawah terik matahari sama kakak kelasnya , makanya jatuh pingsan" , cerita mama Amel.


"Apaaaaaaaa.....kenapa disuruh seperti itu , tidak bisa dibiarkan ini" , ucap mama Shinta yang terkejut mendengar cerita mama Amel.


"Iya Shinta , Antonio juga gak akan melepaskan mahasiswa yang telah membuat Sandra seperti itu", ucap mama Amel.


"Iya memang gak boleh dibiarin ini , harus segera di selesaikan" , ucap mama Shinta dengan tegas.


"Iya , kamu benar , nanti malam aku dan suamiku ke apartemen mereka , apa kamu mau kesana juga nanti malam , jadi kita sekalian bertemu", ucap mama Amel.


"Iya boleh , nanti malam aku ke apartemen mereka bersama suamiku" , ucap mama Shinta.


"Ok sampai bertemu nanti malam" , ucap mama Amel.


"Iya Amel" , jawab mama Shinta sambil menutup panggilan telponnya.


Sesudah menutup panggilan telpon dari Amel , Shinta langsung menelpon suaminya yang sedang berada di lapangan golf.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo ma"


"Halo pa , Sandra sedang mengandung pa , nanti malam kita ke apartemen Antonio ya pa" , ucap mama Shinta.


"Oh ok ma..." , jawab papa Chandra sambil memutuskan sambungan telponnya.

__ADS_1


__ADS_2