Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 10


__ADS_3

"Alvaro itu harus diajarkan untuk berhemat sayang , aku takut kalau dia suka belanja banyak-banyak seperti itu nanti dia gak bisa mengatur keuangannya ketika dia menikah" , ucap Antonio sambil berjalan naik ke atas kasur dan memeluk tubuh bidadari cantiknya yang sudah duduk terlebih dahulu disana.


"Iya hubby , tadi aku juga sudah batasin dia , kalau gak , masa dia mau beli 15 sepatu , aku saja kaget lihatnya" , ucap Sandra.


"Iya sayang , tapi kenapa baju kamu biarin dia beli banyak?" , tanya Antonio.


"Karena baju kaos mereka memang sudah mulai jelek hubby , makanya aku biarkan dia beli" , jawab Sandra.


"Baiklah , padahal kamu selalu hemat , anak manja kamu ini dapat sifat boros dari siapa ya sayang?" , tanya Antonio.


"Kayaknya dari hubby , hubby kan yang suka membelikan barang-barang mahal terus" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Itu kan wajar sayang , aku belikan nya juga untuk istri aku sendiri" , ucap Antonio.


"Iya , tapi ada beberapa yang aku gak suka hubby , seperti cincin berlian sama liontin berlian yang besar itu , aku gak suka pakainya , berasa kayak tante tante" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Ya sudah , nanti aku belikan yang kecil-kecil saja ya , yang buat kamu pakai , yang besarnya di simpan saja" , ucap Antonio.


"Baiklah hubby sayang" , jawab Sandra.


"Ngomong-ngomong sayang , lilin aromatherapy nya mana?" , tanya Antonio dengan lembut di telinga bidadari cantiknya.


"Gak jadi aku beli , karena hubby gak mau punya anak lagi" , jawab Sandra.


"Ya udah , gak pake itu juga aku bisa melakukannya" , ucap Antonio yang sudah membaringkan tubuh istrinya dan mulai menciumi seluruh tubuh istrinya.


Sandra hanya tersenyum sambil menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya.


********


Vincent yang sedang berada di dalam kamarnya terus berpikir sambil duduk di atas kasurnya.


Bagaimana caranya aku bisa mengajak Angelica pergi berduaan dengan aku ya?


Kenapa Angelica susah sekali diajak keluar?


Tiba-tiba lamunan Vincent dibuat sadar dengan bunyi ketukan yang ada di depan pintunya.


Vincent turun dari kasur dan berjalan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa pa?" , tanya Vincent yang melihat papa Victor di depan kamarnya.


"Kamu sudah tau mau ambil kuliah dimana nak?" , tanya Victor.


"Belum tau pa" , jawab Vincent.


"Sebentar lagi kamu sudah mau lulus SMA , kamu harus buat keputusan nak" , ucap Victor.


"Aku kepingin jadi atlet basket pa , tapi aku masih ragu , karena opa mau aku masuk arsitektur atau insinyur , tapi permintaan opa juga gak bisa aku kabulkan karena aku kan masuknya jurusan IPS" , ucap Vincent.


"Kenapa kamu gak ambil jurusan bisnis saja nak , jadi nanti kamu masih bisa menjalankan perusahaan property keluarga kita" , ucap Victor.

__ADS_1


"Coba aku pikirkan dulu ya pa , karena aku masih berat pengen jadi atlet basket" , ucap Vincent.


"Baiklah nak , kalau gitu papa ke kamar dulu ya" , ucap Victor.


"Iya pa" , jawab Vincent.


"Jadi bertambah lagi deh yang harus dipikirkan" , ucap Vincent setelah papa Victor keluar dari kamarnya.


*******


"Vincent bilang apa mas?" , tanya Chika ketika melihat suaminya sudah masuk ke dalam kamar.


"Dia mau jadi atlet basket sayang" , jawab Victor.


"Kalau kali ini kita ijinkan Vincent jadi atlet gimana mas?" , tanya Chika.


"Tapi siapa yang akan melanjutkan perusahaan property keluarga kita sayang?" , tanya Victor.


"Ada Camilla dan Valentino mas" , jawab Chika.


"Dari anak-anak kita , cuma Vincent yang bisa diandalkan sayang , dia mandiri juga bertanggung jawab" , ucap Victor.


"Tapi kalau dia gak mau menjalankannya , bukankah kita juga gak bisa memaksakannya mas" , ucap Chika.


"Iya sayang , aku tau maksud kamu supaya dia bisa menjadi apa yang dia inginkan , tapi hidup gak semudah itu sayang , seperti aku saja dulu kalau mau menikah dengan kamu , aku harus menjalankan perusahaan property milik papa , baru aku disetujui menikah dengan kamu" , ucap Victor.


"Ternyata kamu bisa menikah dengan aku itu ada syaratnya ya mas" , ucap Chika sambil terkekeh.


"Iya sayang , demi kalian aku harus menjadi seperti apa yang orang tua aku inginkan , makanya apakah aku salah kalau aku menginginkan Vincent juga menjalankan perusahaan keluarga kita" , ucap Victor sambil memeluk tubuh Chika.


"Saat itu aku mau menjadi pembalap sayang , tapi setelah bertemu dengan kamu , impian aku sudah tidak ada artinya lagi , karena kamu lebih penting di hati aku saat itu" , ucap Victor.


"Terima kasih ya mas" , ucap Chika sambil menciumi wajah Victor.


"Iya sayang" , jawab Victor.


"Baiklah mas , nanti aku coba bicarakan dengan Vincent ya , semoga dia mau menjalankan perusahaan kamu" , ucap Chika.


"Iya sayang" , jawab Victor.


Setelah itu Chika dan Victor tidur bersama sambil berpelukan masuk ke alam mimpi.


********


Pagi harinya tiba-tiba Alvaro masuk ke dalam kamar Sandra dan Antonio.


"Mama" , panggil Alvaro yang sudah berada di dalam kamar orang tuanya.


"Iya nak , ada apa?" , tanya Sandra yang baru bangun tidur.


"Ada apa pagi-pagi Alvaro mencari mama?" , ucap Antonio yang juga baru bangun dengan tubuh polosnya , karena mereka melakukan aktifitas ranjang sampai tengah malam.

__ADS_1


Sebelum menjawab pertanyaan papa dan mamanya , Alvaro menjadi salah fokus melihat dada polos papanya dan bahu polos mamanya disana.


"Kenapa papa dan mama gak pakai baju ketika tidur?" , tanya Alvaro.


"Ya wajar dong nak , namanya juga papa dan mama suami istri" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh polos istrinya.


"Gak boleh , hanya aku yang boleh peluk mama" , ucap Alvaro yang mulai berjalan mendekati mamanya.


Sandra yang sedang dalam keadaan tidak menggunakan pakaian satu pun , langsung berteriak....


Jangan!!!


"Kenapa mama?" , tanya Alvaro yang sudah duduk di atas kasur di samping mamanya.


"Jangan sekarang ya sayang , kalau sekarang cuma papa yang boleh" , jawab Sandra.


"Kenapa cuma papa saja , masa aku gak boleh , biasanya juga selalu boleh" , ucap Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.


Sandra yang sangat gemas ingin menarik bibir anak manjanya itu , akhirnya mengurungkan niatnya , karena kondisinya saat itu tidak memungkinkan untuknya bangun.


"Iya , jangan sekarang ya sayang , nanti setelah mama siap-siap baru boleh ya" , ucap Sandra dengan lembut.


"Itu sudah membuktikan kalau mama cuma buat papa" , ucap Antonio.


"Hubby jangan gitu dong , nanti kalian ribut lagi" , ucap Sandra.


"Iya iya sayang" , jawab Antonio yang masih memeluk tubuh bidadari cantiknya.


"Kalau gitu mama siap-siap dulu , aku tungguin disini" , ucap Alvaro.


"Kamu keluar dulu ya sayang , jadi mama bisa siap-siap" , jawab Sandra.


"Kenapa hari ini mama gak sayang sama aku?" , ucap Alvaro.


"Mama sayang kok dengan Alvaro , siapa bilang mama gak sayang , cuma mama mau mandi dulu sayang" , ucap Sandra.


"Kan bisa mama tinggal masuk ke kamar mandi dan aku nungguin disini" , ucap Alvaro.


"Mama mandinya sama papa Alvaro sayang , jadi kamu ke kamar kamu dulu ya" , ucap Antonio.


"Kenapa harus mandi sama papa , kenapa gak sama aku" , ucap Alvaro.


"Kamu sudah besar nak" , jawab Sandra.


"Papa juga sudah tua" , jawab Alvaro.


"Kamu dibilang sudah tua hubby" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Anak ini benar-benar mau aku kirim ke tempat ya jauh ya" , ucap Antonio.


"Mama , papa tuh jahat" , ucap Alvaro.

__ADS_1


"Sudah sudah , papa gak akan berani kirim anak kesayangan mama ke tempat yang jauh , sekarang kamu ke kamar kamu dulu ya , kamu juga belum mandi kan , sana mandi dulu , nanti mama peluk kalau anak kesayangan mama sudah wangi" , ucap Sandra.


"Iya mama" , jawab Alvaro yang akhirnya keluar juga dari kamar orang tuanya.


__ADS_2