
Malam itu adalah malam pengantin untuk Robi dan Citra.
Setelah acara pernikahan selesai , Robi dan Citra masuk ke kamar presidential suite yang dihadiahkan oleh Antonio untuk malam pertama mereka.
Robi dan Citra langsung kaget begitu masuk ke dalam kamar.
"Banyak kelopak bunga mawar di atas kasur kita , ada boneka bebek juga yang saling berciuman membentuk love , trus banyak lilin aromatherapy juga , kalau kayak gini kita mau tidur dimana?" , tanya Citra.
"Ya kita tidur di kasur di atas kelopak bunga mawar" , jawab Robi simple.
"Kamu yakin Robi" , ucap Citra.
"Bukannya di film-film seperti itu ya , pasangan yang setelah menikah tidurnya diatas kelopak bunga mawar kan , untuk melakukan malam pertama mereka" , jawab Robi sambil tersenyum simpul.
Mendengarkan malam pertama membuat Citra langsung tersipu malu dan wajahnya langsung memerah.
"Apa kamu mau melakukannya sama aku Citra?" , tanya Robi.
"Apa perlu kamu tanya lagi Robi?" , tanya Citra.
"Ya aku kan harus meminta persetujuan dari kamu dulu" , jawab Robi.
"Kita kan bukan dalam urusan bisnis Robi , tapi hubungan percintaan" , ucap Citra sambil tersenyum.
"Iya , terus?" , ucap Robi.
"Kamu gak perlu menanyakan setiap hal yang ingin kamu lakukan bersama dengan aku setiap saat sedetail itu , aku mau menikah dengan kamu , berarti aku mau melakukannya dengan kamu" , ucap Citra dengan cepat karena menahan rasa malunya.
Setelah itu Robi langsung memeluk tubuh Citra.
"Terima kasih Citra" , ucap Robi.
Lalu Robi pun membuka gaun pengantin yang digunakan Citra malam itu.
Setelah beberapa waktu...
"Ini bagaimana cara membukanya?" , tanya Robi yang kebingungan membuka tali yang ada di dalam gaun penganten Citra.
"Itu kamu buka saja talinya Robi , setelah itu bajunya akan terbuka" , ucap Citra.
Robi pun mulai membuka tali yang mengikat baju itu satu persatu , sampai akhirnya baju gaun pengantin Citra terbuka dan jatuh ke lantai.
"Kamu cantik sekali istriku sayang" , ucap Robi sambil memandangi tubuh Citra yang hanya ditutupi oleh kain tipis di tubuh bawahnya.
"Kamu jangan menatap aku terus , aku jadi malu" , ucap Citra sambil menutup dada polosnya dengan kedua tangannya.
"Iya istriku sayang" , ucap Robi sambil tersenyum.
Robi membuka jasnya dan kemejanya , membiarkan semua bajunya berserakan di lantai kamar , lalu ia pun membawa tubuh Citra ke atas kasur.
Sampai di atas kasur , Robi mulai menciumi bibir Citra dengan lembut dan perlahan turun sampai ke leher Citra.
"Jangan di tutupi sayang" , ucap Robi sambil mengangkat tangan Citra yang menutupi dadanya dari tadi.
Citra pun membiarkan saja Robi mengangkat tangannya.
Robi mulai memainkan mulutnya di dada Citra yang sangat disukainya itu.
__ADS_1
Tidak lama , tangan Robi mulai turun ke tubuh bawah Citra.
Terdengar suara dari mulut Citra.
"Apakah sakit sayang?" , tanya Robi.
"Gak sayang , kamu lanjutkan saja" , ucap Citra yang sudah mulai merasakan kenikmatan dari sentuhan tangan Robi.
Robi terus memainkan tangannya di tubuh bawah Citra sampai tubuh Citra menggeliat dan Citra pun sudah siap , tapi Robi tetap memainkan jarinya disana , karena ini pertama kalinya untuk Robi dan dia pun tidak mengerti harus bagaimana.
"Robi" , panggil Citra dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Iya sayang" , jawab Robi.
"Apa kamu gak mau menyatukan milik kamu ke tubuh aku?" , tanya Citra.
"Apa kamu sudah siap?" , tanya Robi.
"Sudah Robi , tapi kamu masukannya pelan pelan ya , ini pertama kali buat aku" , jawab Citra.
"Iya sayang , ini juga pertama kali buat aku , jadi aku belum terlalu mengerti , kalau kamu gak bisa menikmati kasih tau ya" , ucap Robi.
Citra pun menganggukkan kepalanya.
Robi mulai membuka celananya dan memasukkan miliknya yang sudah siap.
Ketika Robi sudah mulai menyatukannya , terdengar suara rintihan dari mulut Citra.
"Apakah sakit sayang?" , tanya Robi.
"Iya sayang , rasanya sakit" , jawab Citra.
"Jangan sayang , katanya untuk pertama kali memang sakit , jadi kamu lanjutin aja ya , tapi pelan-pelan" , ucap Citra.
Akhirnya Robi pun melanjutkannya , setelah beberapa waktu , akhirnya Robi bisa menembus dinding pertahan Citra dan keluarlah sedikit darah dari sana yang membuktikan Citra masih perawan.
Setelah itu sudah tidak ada lagi rasa sakit dirasakan , sampai akhirnya mencapai kenikmatan bersama.
Robi melepaskan tubuhnya dari tubuh istrinya dan jatuh terkulai di samping tubuh polos istrinya , karena kecapean setelah melakukan kegiatan panas mereka.
"Cape banget ya sayang" , ucap Citra sambil menyentuh wajah suaminya.
"Iya sayang , aku gak ngerti , jadi aku berpikir terus selama kita melakukannya" , jawab Robi.
"Besok-besok gak usah mikir lagi sayang" , ucap Citra.
"Kenapa begitu sayang?" , tanya Robi.
"Kan sudah bisa sayang , besok besok tinggal mengulanginya saja" , jawab Citra sambil tersenyum.
"Iya sayang , makasih ya sudah menjadi milik aku" , jawab Robi sambil memeluk tubuh polos istrinya.
"Iya sayang" , jawab Citra sambil tersenyum.
Setelah itu Robi dan Citra tidur sambil berpelukan dengan tubuh polos mereka.
*********
__ADS_1
Antonio pergi ke All Star Hotel pagi itu untuk bekerja seperti biasanya.
Sampai di ruangan kerjanya Antonio memanggil Robi.
Antonio mengangkat telpon yang ada di mejanya dan menekan nomor yang ada disana.
Tidak lama terdengar suara dari sana...
"Halo" , jawab Robi.
"Halo Robi , kamu ke ruangan saya ya sekarang" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
Robi yang bersemangat hari itu , karena sudah menikmati malam yang indah bersama dengan Citra berjalan keluar dari ruangan kantornya menuju ke ruangan bos dengan wajah yang berseri-seri.
Sampai di depan pintu ruangan Antonio , Robi pun mengetuk pintu ruangan kerja Antonio.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Antonio.
"Permisi pak , ada apa bapak memanggil saya?" , tanya Robi.
"Perkembangan pembangunan All Star Hotel di kota C bagaimana?" , tanya Antonio.
"Berjalan dengan lancar pak , kalau gak ada hambatan tahun depan sudah bisa peresmian sesuai rencana awal" , jawab Robi.
"Baiklah , masalah Adam bagaimana?" , tanya Antonio.
"Sampai sekarang belum ada pengiriman cicilan uang ke kita pak" , jawab Robi.
"Orang yang diutus untuk mengawasi Adam , sudah melaporkan apa saja sama kamu?" , tanya Antonio.
"Dia melaporkan kalau Adam setiap malam keluar masuk klub malam dan hotel bersama Sherly pak" , jawab Robi.
"Mereka gak membayar uang yang mereka ambil , malah pergi bersenang-senang di klub malam dan di hotel" , ucap Antonio dengan kesal.
"Jadi bagaimana pak?" , tanya Robi.
"Ya sudah , kita lihat saja dalam setahun ini , kalau dia tidak bayar langsung bawa ke hukum saja" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
"Oh iya Robi , satu lagi...berhubung kamu baru menikah , lebih baik kamu jangan punya anak dulu" , ucap Antonio.
"Kenapa begitu pak?" , tanya Robi.
"Kalau kamu sudah punya anak , kamu tidak akan bisa bermesraan di kasur bersama dengan istri kamu sepuasnya karena diganggu dengan tangisan anak-anak" , jawab Antonio.
"Baik pak , ada lagi pak?" , ucap Robi.
"Gak ada lagi , kamu sudah boleh kembali bekerja" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
"Pantesan hari ini pak bos mood nya jelek , ternyata gak bisa bermesraan bersama istrinya" , ucap Robi dalam hatinya sambil keluar dari ruangan Antonio menuju ke ruangannya.
__ADS_1
Setelah itu Antonio mengerjakan pekerjaannya seperti biasa.
Antonio juga meeting dengan staf dan kliennya sampai sore.