Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 69


__ADS_3

"Jadi Chika akan mengaborsi anak gue" , ucapan itu tiba-tiba terlintas dalam pikiran Yogi.


Ada perasaan yang berbeda saat mendengar anaknya akan di aborsi , meskipun pada awalnya dia lah yang sangat menginginkan untuk mengaborsi anaknya , anak yang ada di dalam perut Chika.


"Kenapa orang yang gue sukai tidak bisa menyukai gue , kenapa orang yang gak gue sukai , malah hamil anak gue dan sangat mencintai gue meskipun sudah gue tolak , dia yang dulunya sangat mempertahankan cintanya untuk gue , sekarang mau mengaborsi anak gue dan meninggalkan gue" , ucap Yogi dalam hatinya.


Tiba-tiba perasaan patah hati dan kesepian bercampur jadi satu di dalam hati Yogi.


Tidak lama Yogi berdiri dan menuju ke motornya , dinyalakan mesin motornya dan diapun menuju ke arena balap liar.


Arena balap liar adalah tempat untuk dia melampiaskan semua emosi yang ada di dalam dirinya.


Malam itu Yogi bertanding lagi dengan Victor.


Selama bertanding balap liar , pikiran Yogi yang kalut membuat dia hilang konsentrasi , akhirnya dia kalah jauh hari ini , yang biasanya antara dia dan Victor hanya beda satu ban motor saja , hari ini dia di lewati oleh 3 pemotor lainnya.


"Ada apa loe hari ini bro?" , tanya Rangga setelah pertandingan selesai.


"Pikiran gue lagi kacau bro" , jawab Yogi.


"Loe lagi ada masalah ya?" , tanya Rangga.


"Iya bro..." , jawab Yogi.


"Apa loe mau menceritakan masalahnya sama gue?" , ucap Rangga.


"Tapi jangan disini bro , terlalu ramai" , ucap Yogi.


"Ya udah kita ke danau saja bro , disana jam segini sudah gak ada orang setau gue" , ucap Rangga.


"Boleh bro...", jawab Yogi.


Yogi dan Rangga sudah sampai di pinggir danau.


"Jadi , loe ada masalah apa bro?" , tanya Rangga.


"Cewek yang sangat gue cintai sudah menikah kemaren , tadi siang gue sempat lihat dia berjalan mesra banget sama suaminya" , cerita Yogi.


"Oh , jadi loe patah hati....tapi sebelumnya cewek itu pernah jadian sama loe?" , tanya Rangga.


"Gak pernah bro , dari dulu dia selalu nolak gue , sebelum dia menikah gue juga pernah memaksa dia untuk menerima gue , sampai gue menyakitinya , dia juga menolak gue dengan tegas , tapi gue gak bisa melupakannya dari hati gue , gue gak bisa menerima dia dengan orang lain" , cerita Yogi.


"Gila loe bro... sampai menyakiti cewek , apalagi cewek yang disukai , kita boleh bro nakal , hidup di arena balap liar , tapi jangan pernah menyakiti cewek bro" , ucap Rangga , setelah mendengar cerita Yogi.


"Loe benar bro , gue juga sekarang menyakiti cewek lain" , ucap Yogi dengan lirih.


Rangga hanya geleng-geleng kepala mendengar cerita Yogi.


"Ini , kenapa lagi?" , tanya Rangga.


"Cewek ini hamil anak gue bro , gue gak mau bertanggung jawab , awalnya gue mau kumpulin uang dari balap liar untuk aborsi anak yang ada di dalam perutnya" , cerita Yogi.


"Apa loe gak salah bro?" , ucap Rangga dengan nada agak tinggi karena terkejut.


"Loe udah berani melakukannya , harusnya loe bertanggung jawab , bukan malah membuat kesalahan yang lain bro" , ucap Rangga.


"Tadi dia telpon gue , katanya besok dia mau dijodohkan sama anak teman mamanya , dan dia pun akan mengaborsi anaknya sendiri , gue juga sedih mendengarnya bro , tapi gue harus bagaimana , bokap gue udah mau bangkrut , kalau nikah juga...gue mau hidupkan anak gue pake apa" , ucap Yogi dengan lirih.


"Gila loe bro , hidup loe banyak masalah sama cewek , gue yang seperti ini aja gak berani main-main sama cewek" , ucap Rangga sambil menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya gue juga gak tau kejadian malam itu , pada saat itu terjadi gue mabuk , paginya gue lihat dia sudah tidur di samping gue dengan tubuh yang polos" , cerita Yogi.


"Saran gue ya...kalau loe mau memperbaiki kesalahan loe , masih ada waktu , dia kan baru mau di jodohkan , belum menikah , kalau loe mau , loe bisa minta maaf kepada cewek yang mengandung anak loe dan loe bertanggung jawab , tapi ini cuma saran gue aja ya , loe mau ikutin apa gak itu urusan loe , sudah hampir pagi , gue mau pulang dulu ya bro" , ucap Rangga.


"Iya bro , thanks ya" , ucap Yogi.


Rangga hanya memberikan jempolnya ke arah Yogi , sambil menyalakan motornya.


Yogi pun menyalakan motornya dan berjalan pulang.


Sampai di kamarnya....

__ADS_1


"Semua yang diucapkan Rangga itu ada benarnya juga , tapi bagaimana gue meminta maaf , tadi aja Chika sudah menyampaikan perpisahan sama gue" , ucap Yogi dalam hatinya.


********


Antonio yang sudah bangun pagi itu , melihat selimut yang menutupi tubuh polos bidadari cantiknya tidak menutupi dadanya , Antonio pun menaikkan selimutnya hingga menutupi dada bidadari cantiknya , setelah itu dikecupnya kening bidadari cantiknya dengan lembut.


Antonio bangun dan mengambil bajunya yang berserakan di lantai , lalu di pakainya.


Antonio berjalan keluar kamar , mengambil air minum di dapur.


Tuti yang sudah berada disana , memberikan selamat kepada Antonio.


"Selamat atas pernikahannya ya tuan , semoga tuan cepat di berikan momongan dan langgeng terus sampai kakek nenek" , ucap Tuti sambil tersenyum.


"Amin....terima kasih ya Tuti" , ucap Antonio.


"Tadi pagi Tuti kesini , dapurnya bersih , apakah nona muda yang membersihkannya tuan?" , tanya Tuti.


"Iya Tuti , yang piring-piring kotor kemaren malam , nona muda yang cuci semuanya" , ucap Antonio.


"Ternyata nona muda mau ya bekerja di dapur , Tuti kirain nona muda gak pernah kerja sama sekali , karena pertama kali bertemu , tangan nona muda begitu halus" , ucap Tuti.


"Sebelumnya , memang nona muda sama sekali tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah , karena dirumahnya...asisten rumah tangganya tinggal di dalam , tapi sejak disini...nona muda ingin melakukan pekerjaan rumah" , jawab Antonio.


"Tuti senang , tuan mendapatkan seorang istri yang cantik dan baik seperti nona muda" , ucap Tuti sambil tersenyum.


"Iya makasih Tuti , saya ke kamar dulu" , ucap Antonio sambil membawa gelas nya ke kamar.


"Iya tuan" , jawab Tuti sambil tersenyum.


********


Sampai di dalam kamar , Antonio menyalakan TV sambil duduk di kasurnya.


Antonio membelai kepala bidadari cantiknya , sambil menonton TV.


Tidak lama , Sandra pun bangun dari tidurnya.


Dengan manja Sandra yang masih dalam posisi berbaring , menggeser tubuh polosnya dan memeluk pinggang suaminya dari depan.


"Hubby haussss..." , ucap Sandra dengan manja.


"Ini minum dulu sayang" , jawab Antonio sambil memberikan gelas yang berisi air yang dibawanya tadi , kepada bidadari cantiknya.


Sandra langsung mengangkat tubuh nya , terlihat jelas tubuh polosnya , yang tanpa sehelai benang itu... di hadapan Antonio.


"Sayang...kalau lihat begini , jadi pengen lagi" , ucap Antonio sambil memeluk pinggang ramping bidadari cantiknya.


Begitu mendengar ucapan Antonio , Sandra baru sadar kalau dia belum menggunakan bajunya.


"Aku ambil baju aku dulu ya hubby" , ucap Sandra sambil terkekeh , lalu mulai melangkahkan kakinya untuk turun dari kasur.


Tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh Antonio sampai terlentang di tempat tidur.


"Boleh ya sayang , mumpung masih libur" , ucap Antonio dengan lembut.


Sandra hanya pasrah ketika suaminya menginginkan hal itu.


Akhirnya mereka melakukannya lagi pagi itu.


Setelah mereka selesai merasakan kenikmatan dari cinta mereka berdua , Antonio dan Sandra mandi bersama , mereka berendam bersama di dalam bathtub.


"Sayang hari ini kamu mau jalan-jalan gak?" , tanya Antonio.


"Boleh deh hubby , dari pada dirumah terus , nanti kamu pengen terus" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Biarpun jalan-jalan , nanti malam kan masih bisa melakukannya lagi sayang" , ucap Antonio dengan senyum simpulnya.


"Kenapa kamu selalu ingin melakukannya , capek tau hubby" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.


"Habisnya enak sayang" , ucap Antonio sambil menciumi dengan lembut bibir bidadari cantiknya.

__ADS_1


Setelah Antonio melepaskan bibirnya dari bibir Sandra , mereka mengobrol dengan mesra sampai selesai mandi.


Sandra dan Antonio keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.


Antonio mengambil hair dryer dan mengeringkan rambut bidadari cantiknya.


"Hubby...lihat foto selfie kemaren dong" , ucap Sandra dengan manja.


"Kamu langsung buka di Hp aku aja" , jawab Antonio.


"Passwordnya apa hubby?" , tanya Sandra.


"Tanggal ulang tahun kamu sayang" , jawab Antonio sambil tersenyum.


"Kok passwordnya tanggal ulang tahun aku , hubby" , tanya Sandra sambil tersenyum.


"Suka aja" , jawab Antonio sambil tersenyum.


Sandra langsung membuka Hp suaminya , begitu kuncinya terbuka , langsung terlihat foto mereka sudah ada di wallpaper Hp Antonio.


"Ih...hubby curang , udah ganti duluan aja" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.


"Biar setiap waktu bisa lihat kamu sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Iya hubby , mulai sekarang gak boleh lihat cewek lain lagi ya , awas kalau ketahuan" , ucap Sandra dengan nada agak mengancam.


"Mana ada aku lihat cewek lain , yang ada kamu yang ditakutkan sayang , sebelum kita menikah saja sudah muncul 2 cowok yang suka sama kamu , nanti belum tau lagi siapa yang akan muncul" , ucap Antonio , yang sudah selesai mengeringkan rambut istrinya.


"Iya ya hubby" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Jangan tinggalin aku ya sayang" , ucap Antonio sambil memeluk bidadari cantiknya.


"Iya hubby , aku gak akan tinggalin hubby , cuma hubby yang ada di hati aku" , ucap Sandra dengan lembut.


"Ya udah , ayo makan dulu , setelah itu kita pergi jalan-jalan" , ucap Antonio.


"Iya hubby , aku dandan sebentar ya" , ucap Sandra.


Antonio hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah Sandra selesai dandan , mereka keluar menuju ruang makan.


"Sudah cakep aja non , mau kemana?" , tanya Tuti sambil tersenyum.


"Mau jalan-jalan mba" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Wahhh...asik ya non bisa jalan-jalan" , ucap Tuti sambil tersenyum.


"Iya mba , nanti setelah dari sini , mba Tuti kan bisa jalan-jalan juga" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Saya gak bisa non , setelah dari sini saya masih kerja lagi non" , ucap Tuti.


"Jadi mba Tuti dalam sehari kerja di 2 tempat?" , tanya Sandra.


"Iya non" , jawab Tuti.


"Apa gak capek mba?" , tanya Sandra.


"Mau gak mau non , demi kebutuhan hidup" , ucap Tuti.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya sambil memakan makanannya.


Setelah Sandra dan Antonio selesai makan , mereka mulai bersiap untuk pergi.


"Nanti kalau kerjaan kamu sudah selesai , langsung pulang aja ya Tuti , gak usah buat makan siang lagi" , ucap Antonio sebelum mereka meninggalkan apartemen.


"Iya tuan" , jawab Tuti.


"Kita pergi dulu ya mba" , ucap Sandra.


"Iya non , selamat bersenang-senang" , ucap Tuti sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih mba" , ucap Sandra sambil tersenyum.


__ADS_2