
Setelah pergi dari rumah Wira , Wijaya bertemu dengan Chandra.
Hari itu mereka memang sudah janji mau bertemu di lapangan golf.
Sampai di lapangan golf , Wijaya menuju ke tempat Chandra yang sudah duduk di sana.
"Chandra" , panggil Wijaya.
"Wijaya , baru sampai kamu?" , tanya Chandra.
"Iya tadi kebetulan aku ada urusan sebentar" , ucap Wijaya.
"Kalau masih berbisnis , memang banyak yang harus diurus , kalau aku sudah santai , sudah tinggal menikmati hidup saja" , ucap Chandra sambil tersenyum.
"Aku bukan ada urusan bisnis , tapi pergi untuk acara lamaran anak aku" , ucap Wijaya.
"Anak kamu akan menikah dengan siapa?" , ucap Chandra yang pura pura tidak tau.
"Iya , dengan anaknya Wira" , jawab Wijaya sambil menghela nafasnya.
"Anak kamu memang sudah pacaran dengan anaknya Wira?" , tanya Chandra yang ingin mendapatkan informasi lebih.
"Gak , sebenarnya mereka itu dijodohkan , istri aku dan istrinya Wira itu temenan , tapi masalahnya anaknya si Wira itu lagi hamil" , jawab Wijaya.
"Kamu tau siapa ayah dari anak yang di kandungnya?" , tanya Chandra yang pura-pura tidak tau.
"Kata Victor , namanya Yogi...rival dia di arena balapan liar" , ucap Wijaya.
"Apakah kamu tau Yogi itu anak siapa?" , tanya Chandra.
"Sampai sekarang aku tidak tau keluarga dia , tapi aku takutnya nanti dia akan muncul untuk merusak rumah tangga anak aku" , ucap Wijaya.
"Yogi itu anaknya Doddy" , jawab Chandra , yang melihat temannya tidak tau siapa keluarga Yogi yang sebenarnya.
"Dari mana kamu tau Chandra?" , tanya Wijaya dengan wajah yang terkejut.
"Aku tau karena , Yogi telah menyakiti menantu aku sebelum mereka menikah , sampai anakku membayar orang untuk mengawasi gerak gerik Yogi , dari sana aku tau kalau ternyata dia anaknya Doddy" , cerita Chandra.
"Kenapa Yogi bisa menyakiti menantu kamu?" , tanya Wijaya.
"Menurut cerita dari menantu aku , dari dulu Yogi itu sangat mencintainya , tapi menantu ku tidak pernah mau menerimanya , sampai akhirnya dia memaksa dan melukainya" , cerita Chandra.
"Berarti dia menghamili Chika anaknya Wira bukan karena cinta , tapi karena pelampiasan karena ditolak oleh orang yang disukainya , makanya dia tidak mau bertanggung jawab kepada anaknya Wira" , ucap Wijaya.
"Bisa jadi seperti itu , semoga saja dia tidak melakukan hal buruk kepada keluarga kamu suatu hari nanti" , ucap Chandra.
__ADS_1
"Iya aku sudah berpikir , ingin Victor yang memimpin di kantor cabang yang ada di luar kota , jadi mereka nanti tidak akan ketemu lagi dengan Yogi" , ucap Wijaya.
"Iya , kamu sudah harus mengatur dari sekarang , jangan sampai nanti pernikahan anak kamu batal gara-gara Yogi" , ucap Chandra.
"Iya kamu benar juga , nanti aku juga mau menikahkan anak aku di ballroom All Star Hotel , nanti tolong kamu berikan pengawasan yang ketat ya ketika acara berlangsung" , ucap Wijaya.
"Nanti kamu kasih tau Antonio saja , pasti dia akan membantu supaya acara kamu berjalan dengan lancar" , jawab Chandra.
"Iya , besok aku akan buat janji dengan Antonio" , ucap Wijaya.
Chandra hanya menganggukkan kepalanya.
********
Antonio dan Sandra hari itu pulang ke apartemen mereka , untuk melihat perkembangan wardrobe room.
Sampai di apartemen , Antonio melihat Robi sedang asik mengobrol dengan Citra.
"Kayaknya kalian cocok deh , kenapa loe gak tinggalin aja Ferdi , trus jadian sama Robi asisten gue" , ucap Antonio yang baru masuk ke apartemennya.
Mendengar suara Antonio , Robi dan Citra langsung melihat ke arah Antonio.
"Enak aja loe suruh gue putus , gue pacaran sudah bertahun-tahun gitu" , jawab Citra.
"Iya pacaran bertahun-tahun , tapi hubungannya gak jelas mau kemana , lebih baik sama asisten gue , dari wajah jelas lebih cakep asisten gue , dari kerjaan juga lebih bagus posisi kerjaan asisten gue dibanding cowok loe , loe mau bawa ke teman loe juga Robi bisa mengimbangi pembicaraan kalian" , ucap Antonio panjang lebar mempromosikan asistennya.
"Ya gak bisa gitu juga kali" , jawab Citra sambil melipat kedua tangan di dadanya.
"Ya terserah loe , gue cuma memberikan saran yang terbaik aja buat loe , secara umur loe kan juga sudah gak muda lagi" , ucap Antonio sambil mengikuti Sandra yang berjalan menuju ke dapur.
Sejenak Citra terdiam , setelah mendengar ucapan Antonio.
"Hubby...apakah tidak masalah berkata seperti itu kepada kak Citra?" , tanya Sandra kepada suaminya ketika mereka sudah di dapur.
"Biar dia juga sadar sayang , aku yakin cowoknya gak serius sama dia" , jawab Antonio sambil memeluk pinggang istrinya yang sedang memotong buah.
"Dari mana hubby tau , kalau cowoknya kak Citra gak serius" , tanya Sandra sambil mengupas kulit apel.
"Ya iya la sayang , kalau cowok itu serius mana mau cuma pacaran lama-lama , pasti ingin segera menikahi orang yang dicintainya" , jawab Antonio.
"Seperti hubby ya , yang ingin cepat menikah" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya dong sayang , karena aku benar-benar cinta dan serius sama kamu , makanya aku ingin segera menikah , dari pada nanti kamu diambil sama cowok lain" , ucap Antonio.
"Kalau aku diambil sama cowok lain sebelum menikah gimana?" , tanya Sandra dengan rasa penasaran.
__ADS_1
"Ya aku pasti patah hati , dan akan susah mencintai cewek lain lagi , karena hatiku sudah dipenuhi sama kamu sayang" , ucap Antonio.
"Kasian nya hubby... tapi untungnya gak seperti itu ya hubby" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya untungnya Tuhan baik sama aku , tetap menjadikan kamu jodohku" , ucap Antonio sambil menciumi leher istrinya.
Sandra hanya tersenyum mendengar kata-kata suami tercintanya.
"Apelnya sudah selesai di potong hubby , kita bawa keluar ya , biar bisa makan bersama kak Citra dan Robi", ucap Sandra.
"Iya sayang" , ucap Antonio sambil melepaskan pelukannya dari pinggang Sandra.
"Kak Citra , Robi , ayo makan buah dulu" , ucap Sandra ketika sudah keluar dari dapur , menuju ke meja makan.
"Iya" , jawab Citra dan Robi bersamaan , sambil berjalan menuju ke meja makan.
Sandra memberikan piring kecil dan garfu kepada suaminya , kak Citra dan Robi.
"Aku tidak menyangka , ternyata Sandra bisa ya melakukan hal seperti ini" , ucap Citra.
"Kalau sudah menikah , harus bisa melakukan pekerjaan rumah kak" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Pasti Antonio yang memaksa kamu untuk bisa mengerjakan pekerjaan rumah ya", ucap Citra.
"Enak aja loe , gue gak pernah suruh istri gue kerja ya" , ucap Antonio dengan nada suara yang agak tinggi.
"Gak kok kak , ini memang keinginan aku , aku ingin bisa melayani suami aku sendiri" , ucap Sandra , setelah melihat suaminya yang marah mendengar ucapan Citra.
"Tuh loe dengar sendiri kan" , ucap Antonio yang masih kesal dengan ucapan Citra.
"Ya , loe jangan sensi gitu dong , biasa aja kali gue nanya , secara Sandra gak pernah melakukan pekerjaan rumah di rumahnya sendiri" , ucap Citra yang jadi serba salah.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya sambil memakan buah.
"Iya hubby , kak Citra memang taunya aku gak pernah kerja di rumah , jadi dia gak tau hubby" , ucap Sandra dengan lembut , mencoba untuk mencairkan suasana yang mulai agak tegang disana.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
Robi hanya terdiam sambil makan buah , mendengar perdebatan antara bos nya dengan Citra.
"Jadi kapan wardrobe gue selesai?" , tanya Antonio.
"Sore ini sudah bisa selesai" , jawab Citra.
"Ok" , jawab Antonio.
__ADS_1
Setelah itu Sandra , Antonio , Citra dan Robi hanya mengobrol ringan sambil duduk di meja makan.