
"Mobil Shinta kenapa ma?" , tanya papa Surya.
"Bannya pecah pa pas lagi di jalan tol dan mobilnya menabrak pembatas jalan" , jawab mama Amel.
"Tapi mereka gak apa-apa kan?" , tanya papa Surya.
"Mereka baik-baik saja pa , cuma mobilnya saja yang rusak" , jawab mama Amel.
"Sekarang kita sudah di jalan tol , mama perhatikan ya , dimana Shinta dan Chandra" , ucap papa Surya.
"Iya pa" , jawab mama Amel sambil melihat ke sisi jalan tol.
Tidak lama mama Amel dan papa Surya melihat ada mobil yg lampu sen nya berkedip-kedip di pinggir jalan tol.
"Kayaknya itu deh ma" , ucap papa Surya.
"Lihat mobilnya kayaknya itu mobil Chandra pa , coba kita lihat dulu disana pa" , jawab mama Amel.
Papa Surya pun memberhentikan mobilnya di dekat mobil yang lampu sen nya berkedip-kedip , terlihat body mobilnya yang penyok sebelah.
"Iya benar pa , ini mobilnya Chandra" , ucap mama Amel.
Papa Surya memberhentikan mobilnya di belakang mobil Chandra dan turun dari mobil.
Shinta dan Chandra yang melihat Amel dan Surya mendekati mobilnya langsung turun dari mobil.
"Amel , untung saja kamu baru jalan , jadi kami bisa menumpang di mobil kamu" , ucap Shinta sambil memeluk Amel.
"Iya Shinta , syukurlah kalian gak kenapa-kenapa , aku sempat khawatir juga mendengar kalian kecelakaan" , ucap mama Amel.
"Iya Amel" , jawab Shinta.
Setelah itu Danang sopirnya mama Shinta memindahkan barang-barang bos dan nyonya bosnya ke mobil Surya.
"Kamu tunggu disini sampai orang bengkelnya datang ya Danang , setelah sampai di bengkel kamu pulang saja , masuknya lusa , setelah saya pulang dari kota B" , ucap Chandra kepada sopirnya.
"Baik tuan" , jawab Danang.
Surya , Chandra , Amel dan Shinta masuk ke mobil Surya.
Karena papa Surya bawa mobil sendiri , jadinya Chandra duduk di kursi depan di sebelah Surya , Amel dan Shinta duduk di kursi belakang.
Setelah di dalam mobil Surya , Shinta menelpon Antonio.
Sandra yang tertidur , terbangun begitu mendengar suara ponsel Antonio berbunyi.
Melihat mamanya yang menelpon , Antonio langsung mengangkatnya...
"Halo ma , jadi gimana?" , tanya Antonio yang khawatir dengan kedua orang tuanya.
"Halo nak , mama dan papa sudah berada di mobil mertua kamu" , jawab mama Shinta.
"Baiklah ma , aku juga jadi lega" , ucap Antonio.
"Iya nak , nanti begitu sampai mama kabari lagi" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Antonio.
Setelah itu mama Shinta memutuskan panggilan telponnya.
"Hubby , mama kenapa?" , tanya Sandra yang mendengar percakapan suaminya di telpon.
"Mobil papa dan mama tadi ban nya pecah dan mobilnya menabrak pembatas jalan tol" , ucap Antonio.
"Jadi keadaan papa dan mama gimana hubby?" , tanya Sandra.
__ADS_1
"Untungnya papa , mama dan sopir gak kenapa-kenapa sayang , cuma mobilnya saja yang rusak" , ucap Antonio.
"Syukurlah hubby , jadi papa dan mama gak jadi ke kota B hubby?" , tanya Sandra.
"Jadi sayang , sekarang papa dan mama sudah di mobil papa dan mama kamu" , ucap Antonio.
"Oh...papa dan mama aku baru jalan juga ya hubby" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , jawab Antonio sambil mengelus wajah mulus istri tercintanya.
"Lain kali kita pergi bersama papa dan mama saja hubby , biar gak ada kejadian seperti ini lagi" , ucap Sandra.
"Iya sayang , tapi semua kejadian yang kita alami juga kita tidak bisa mengetahuinya , yang penting keadaan papa dan mama baik-baik saja kita sudah bersyukur sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
*******
Sore itu Katherine sudah datang di bengkel Yogi.
"Halo cowok ganteng" , ucap Katherine sambil menciumi bibir Yogi.
Sejak malam panas yang mereka lakukan , Katherine setiap hari datang ke bengkel Yogi , tanpa malu dia pun langsung mencium bibir Yogi , ketika dia datang.
Membuat Rangga yang jomblo pun sering meneriaki mereka.
"Woi....hargai gue yang masih jomblo ini" , ucap Rangga.
"Terserah aku dong" , jawab Katherine sambil menjulurkan lidahnya.
Yogi hanya tersenyum melihat teman tidurnya dan sahabatnya itu.
"Cowok ganteng , hari ini kita mau nginap dimana lagi?" , tanya Katherine.
"Belum tau , lihat nanti saja ya" , jawab Yogi sambil memperbaiki motor pelanggannya.
"Yang satu hanya menganggap ceweknya teman tidur , yang satu beneran mencintai cowoknya , ntah apa yang akan terjadi lagi pada cewek ini nanti , semoga aja dia gak dicampakkan sama Yogi setelah dia puas menikmati cewek ini" , ucap Rangga dalam hatinya.
Niken yang waktu itu ingin pergi ke toko buku membeli novel terbaru , tiba-tiba ban motornya kempes di jalan.
Niken mendorong motornya sendiri sambil berjalan kaki , sampai akhirnya dia melihat ada bengkel di ujung jalan.
Niken pun dengan cepat membawa motornya ke arah bengkel.
Sampai di depan bengkel....
"Yogi" , ucap Niken.
"Hi Niken" , jawab Yogi.
"Salah satu cewek loe juga bro" , ucap Rangga.
"Bukan" , jawab Yogi dan Niken bersamaan.
"Oh....gue kirain salah satu cewek loe juga , soalnya ini cakep juga bro" , jawab Rangga.
"Bukan , ini teman gue waktu gue masih fitnes" , jawab Yogi.
Rangga hanya menganggukkan kepalanya.
"Loe ngapain ada disini?" , tanya Yogi.
"Ini motor gue ban nya kempes , kayaknya bocor deh" , jawab Niken.
"Ya udah sini gue lihat" , ucap Yogi.
__ADS_1
"Loe sambung kerjaan loe aja bro , biar gue yang liatin , kebetulan kerja gue sudah selesai" , ucap Rangga.
"Ok" , kata Yogi yang kembali mengerjakan kerjaannya.
"Yogi , apakah itu cewek yang loe suka , yang loe ceritakan sama gue waktu itu di tempat gym?" , tanya Niken yang ingin tau karena melihat Katherine duduk di dekat Yogi.
"Bukan" , jawab Yogi simple.
"Jadi cewek yang loe suka itu bagaimana? Apakah akhirnya loe memilih untuk mundur?" , ucap Niken.
"Gimana gue bisa memilih , yang ada gue terpaksa mundur" , ucap Yogi.
"Ya iya lah , loe terpaksa mundur karena Sandra yang loe sukai gak suka sama loe" , ucap Niken dalam hatinya.
"Jadi sekarang ini cewek loe?" , tanya Niken.
"Iya , aku pacarnya Yogi , kenalkan Katherine" , jawab Katherine sambil mengulurkan tangannya.
Yogi hanya diam saja melihat Katherine langsung mengenalkan dirinya , karena gak mungkin juga dia bilang bukan pacarnya tapi teman tidurnya.
Niken hanya tersenyum sambil menjabat tangan Katherine.
Tidak lama kemudian...
"Sudah selesai bannya" , ucap Rangga.
"Jadi berapa?" , tanya Niken.
"Boleh gak diganti dengan nomor ponsel kamu saja?" , tanya Rangga.
"Apa kalian gak rugi , nanti bos kalian marah gak , kalau aku gak bayar?" , tanya Niken.
"Gak akan ada yang marah , karena bosnya disini gue sama Yogi" , jawab Rangga.
"Oh , baiklah" , ucap Niken sambil memberikan nomor ponselnya.
"Kebetulan juga aku mau beli buku , kalau aku bayar ini kan gak jadi beli buku , lagian kalau dilihat-lihat , kayaknya cowok ini gak playboy kayak Yogi" , ucap Niken dalam hatinya.
Setelah Rangga mendapatkan nomor Niken , Rangga pun langsung mengirimkan chat ke ponsel Niken.
"Rangga , itu nama gue".
-(Pesan Dikirim)-
Niken pun melihat isi chat yang masuk di ponselnya...
Setelah membacanya...
"Itu nama gue , loe simpan ya dan nanti kita mulai sering-sering chat ya" , ucap Rangga sambil tersenyum.
"Iya" , jawab Niken sambil tersenyum malu-malu.
"Kalau gitu gue pergi dulu ya , terima kasih" , ucap Niken.
"Iya , sama-sama" , jawab Rangga sambil tersenyum.
Niken pun pergi dari sana sambil membawa motornya.
"Loe suka sama Niken bro?" , tanya Yogi.
"Iya bro" , jawab Rangga.
"Dia cewek yang baik dan masih kuliah , loe pantas bersama dia" , ucap Yogi.
"Thanks bro" , jawab Rangga.
__ADS_1
Setelah itu Yogi dan Rangga mulai menutup bengkel mereka , karena Yogi sudah mau pergi dengan Katherine.
Rangga menyalakan motornya dan pergi ke arah yang belum diketahui , karena Rangga masih mau diluar dulu sebelum pulang ke rumah Yogi , ditambah juga Yogi gak akan pulang malam ini , jadi Rangga juga tidak mau pulang cepat , dia pergi main dulu diluar.