Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 173


__ADS_3

"Mobil Shinta kenapa ma?" , tanya papa Surya.


"Bannya pecah pa pas lagi di jalan tol dan mobilnya menabrak pembatas jalan" , jawab mama Amel.


"Tapi mereka gak apa-apa kan?" , tanya papa Surya.


"Mereka baik-baik saja pa , cuma mobilnya saja yang rusak" , jawab mama Amel.


"Sekarang kita sudah di jalan tol , mama perhatikan ya , dimana Shinta dan Chandra" , ucap papa Surya.


"Iya pa" , jawab mama Amel sambil melihat ke sisi jalan tol.


Tidak lama mama Amel dan papa Surya melihat ada mobil yg lampu sen nya berkedip-kedip di pinggir jalan tol.


"Kayaknya itu deh ma" , ucap papa Surya.


"Lihat mobilnya kayaknya itu mobil Chandra pa , coba kita lihat dulu disana pa" , jawab mama Amel.


Papa Surya pun memberhentikan mobilnya di dekat mobil yang lampu sen nya berkedip-kedip , terlihat body mobilnya yang penyok sebelah.


"Iya benar pa , ini mobilnya Chandra" , ucap mama Amel.


Papa Surya memberhentikan mobilnya di belakang mobil Chandra dan turun dari mobil.


Shinta dan Chandra yang melihat Amel dan Surya mendekati mobilnya langsung turun dari mobil.


"Amel , untung saja kamu baru jalan , jadi kami bisa menumpang di mobil kamu" , ucap Shinta sambil memeluk Amel.


"Iya Shinta , syukurlah kalian gak kenapa-kenapa , aku sempat khawatir juga mendengar kalian kecelakaan" , ucap mama Amel.


"Iya Amel" , jawab Shinta.


Setelah itu Danang sopirnya mama Shinta memindahkan barang-barang bos dan nyonya bosnya ke mobil Surya.


"Kamu tunggu disini sampai orang bengkelnya datang ya Danang , setelah sampai di bengkel kamu pulang saja , masuknya lusa , setelah saya pulang dari kota B" , ucap Chandra kepada sopirnya.


"Baik tuan" , jawab Danang.


Surya , Chandra , Amel dan Shinta masuk ke mobil Surya.


Karena papa Surya bawa mobil sendiri , jadinya Chandra duduk di kursi depan di sebelah Surya , Amel dan Shinta duduk di kursi belakang.


Setelah di dalam mobil Surya , Shinta menelpon Antonio.


Sandra yang tertidur , terbangun begitu mendengar suara ponsel Antonio berbunyi.


Melihat mamanya yang menelpon , Antonio langsung mengangkatnya...


"Halo ma , jadi gimana?" , tanya Antonio yang khawatir dengan kedua orang tuanya.


"Halo nak , mama dan papa sudah berada di mobil mertua kamu" , jawab mama Shinta.


"Baiklah ma , aku juga jadi lega" , ucap Antonio.


"Iya nak , nanti begitu sampai mama kabari lagi" , ucap mama Shinta.


"Iya ma" , jawab Antonio.


Setelah itu mama Shinta memutuskan panggilan telponnya.


"Hubby , mama kenapa?" , tanya Sandra yang mendengar percakapan suaminya di telpon.


"Mobil papa dan mama tadi ban nya pecah dan mobilnya menabrak pembatas jalan tol" , ucap Antonio.


"Jadi keadaan papa dan mama gimana hubby?" , tanya Sandra.

__ADS_1


"Untungnya papa , mama dan sopir gak kenapa-kenapa sayang , cuma mobilnya saja yang rusak" , ucap Antonio.


"Syukurlah hubby , jadi papa dan mama gak jadi ke kota B hubby?" , tanya Sandra.


"Jadi sayang , sekarang papa dan mama sudah di mobil papa dan mama kamu" , ucap Antonio.


"Oh...papa dan mama aku baru jalan juga ya hubby" , ucap Sandra.


"Iya sayang" , jawab Antonio sambil mengelus wajah mulus istri tercintanya.


"Lain kali kita pergi bersama papa dan mama saja hubby , biar gak ada kejadian seperti ini lagi" , ucap Sandra.


"Iya sayang , tapi semua kejadian yang kita alami juga kita tidak bisa mengetahuinya , yang penting keadaan papa dan mama baik-baik saja kita sudah bersyukur sayang" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra.


*******


Sore itu Katherine sudah datang di bengkel Yogi.


"Halo cowok ganteng" , ucap Katherine sambil menciumi bibir Yogi.


Sejak malam panas yang mereka lakukan , Katherine setiap hari datang ke bengkel Yogi , tanpa malu dia pun langsung mencium bibir Yogi , ketika dia datang.


Membuat Rangga yang jomblo pun sering meneriaki mereka.


"Woi....hargai gue yang masih jomblo ini" , ucap Rangga.


"Terserah aku dong" , jawab Katherine sambil menjulurkan lidahnya.


Yogi hanya tersenyum melihat teman tidurnya dan sahabatnya itu.


"Cowok ganteng , hari ini kita mau nginap dimana lagi?" , tanya Katherine.


"Belum tau , lihat nanti saja ya" , jawab Yogi sambil memperbaiki motor pelanggannya.


"Yang satu hanya menganggap ceweknya teman tidur , yang satu beneran mencintai cowoknya , ntah apa yang akan terjadi lagi pada cewek ini nanti , semoga aja dia gak dicampakkan sama Yogi setelah dia puas menikmati cewek ini" , ucap Rangga dalam hatinya.


Niken yang waktu itu ingin pergi ke toko buku membeli novel terbaru , tiba-tiba ban motornya kempes di jalan.


Niken mendorong motornya sendiri sambil berjalan kaki , sampai akhirnya dia melihat ada bengkel di ujung jalan.


Niken pun dengan cepat membawa motornya ke arah bengkel.


Sampai di depan bengkel....


"Yogi" , ucap Niken.


"Hi Niken" , jawab Yogi.


"Salah satu cewek loe juga bro" , ucap Rangga.


"Bukan" , jawab Yogi dan Niken bersamaan.


"Oh....gue kirain salah satu cewek loe juga , soalnya ini cakep juga bro" , jawab Rangga.


"Bukan , ini teman gue waktu gue masih fitnes" , jawab Yogi.


Rangga hanya menganggukkan kepalanya.


"Loe ngapain ada disini?" , tanya Yogi.


"Ini motor gue ban nya kempes , kayaknya bocor deh" , jawab Niken.


"Ya udah sini gue lihat" , ucap Yogi.

__ADS_1


"Loe sambung kerjaan loe aja bro , biar gue yang liatin , kebetulan kerja gue sudah selesai" , ucap Rangga.


"Ok" , kata Yogi yang kembali mengerjakan kerjaannya.


"Yogi , apakah itu cewek yang loe suka , yang loe ceritakan sama gue waktu itu di tempat gym?" , tanya Niken yang ingin tau karena melihat Katherine duduk di dekat Yogi.


"Bukan" , jawab Yogi simple.


"Jadi cewek yang loe suka itu bagaimana? Apakah akhirnya loe memilih untuk mundur?" , ucap Niken.


"Gimana gue bisa memilih , yang ada gue terpaksa mundur" , ucap Yogi.


"Ya iya lah , loe terpaksa mundur karena Sandra yang loe sukai gak suka sama loe" , ucap Niken dalam hatinya.


"Jadi sekarang ini cewek loe?" , tanya Niken.


"Iya , aku pacarnya Yogi , kenalkan Katherine" , jawab Katherine sambil mengulurkan tangannya.


Yogi hanya diam saja melihat Katherine langsung mengenalkan dirinya , karena gak mungkin juga dia bilang bukan pacarnya tapi teman tidurnya.


Niken hanya tersenyum sambil menjabat tangan Katherine.


Tidak lama kemudian...


"Sudah selesai bannya" , ucap Rangga.


"Jadi berapa?" , tanya Niken.


"Boleh gak diganti dengan nomor ponsel kamu saja?" , tanya Rangga.


"Apa kalian gak rugi , nanti bos kalian marah gak , kalau aku gak bayar?" , tanya Niken.


"Gak akan ada yang marah , karena bosnya disini gue sama Yogi" , jawab Rangga.


"Oh , baiklah" , ucap Niken sambil memberikan nomor ponselnya.


"Kebetulan juga aku mau beli buku , kalau aku bayar ini kan gak jadi beli buku , lagian kalau dilihat-lihat , kayaknya cowok ini gak playboy kayak Yogi" , ucap Niken dalam hatinya.


Setelah Rangga mendapatkan nomor Niken , Rangga pun langsung mengirimkan chat ke ponsel Niken.


"Rangga , itu nama gue".


-(Pesan Dikirim)-


Niken pun melihat isi chat yang masuk di ponselnya...


Setelah membacanya...


"Itu nama gue , loe simpan ya dan nanti kita mulai sering-sering chat ya" , ucap Rangga sambil tersenyum.


"Iya" , jawab Niken sambil tersenyum malu-malu.


"Kalau gitu gue pergi dulu ya , terima kasih" , ucap Niken.


"Iya , sama-sama" , jawab Rangga sambil tersenyum.


Niken pun pergi dari sana sambil membawa motornya.


"Loe suka sama Niken bro?" , tanya Yogi.


"Iya bro" , jawab Rangga.


"Dia cewek yang baik dan masih kuliah , loe pantas bersama dia" , ucap Yogi.


"Thanks bro" , jawab Rangga.

__ADS_1


Setelah itu Yogi dan Rangga mulai menutup bengkel mereka , karena Yogi sudah mau pergi dengan Katherine.


Rangga menyalakan motornya dan pergi ke arah yang belum diketahui , karena Rangga masih mau diluar dulu sebelum pulang ke rumah Yogi , ditambah juga Yogi gak akan pulang malam ini , jadi Rangga juga tidak mau pulang cepat , dia pergi main dulu diluar.


__ADS_2