
Baru juga kita berpisah , aku sudah kangen saja dengan kamu Angelica.
James langsung mengusap layar ponselnya dan menyentuh nama Angelica sayang yang sudah di simpannya di dalam ponselnya.
Angelica yang sedang melihat-lihat baju di salah satu toko yang ada di dalam mall , mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
"Nomor siapa ini?" , gumam Angelica yang tidak menyimpan nomor James di ponselnya.
Angelica mencoba untuk menjawabnya...
"Halo , siapa ya?" , tanya Angelica.
"Halo Angelica , masa kamu lupa dengan calon suami kamu di masa depan" , ucap James.
"Dasar orang aneh" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Lho kok langsung di matikan begitu saja" , ucap James sambil melihat ke layar ponselnya.
James gak menyerah , kali ini dia mencoba menelpon kembali dengan menggunakan video call.
Angelica yang melihat nomor yang tadi juga langsung mengumpat dengan kesal.
"Siapa sih , ganggu aja".
"Kenapa nak?" tanya Sandra yang sedang berada disana juga.
"Ini ma , ada cowok aneh telponin aku terus , pakai bilang calon suami aku di masa depan lagi" , jawab Angelica.
Sandra langsung tersenyum melihat anaknya.
"Coba diangkat sayang , mama mau melihat wajahnya , kebetulan kan dia telpon dengan video call" , ucap Sandra.
Angelica yang awalnya malas untuk menjawab panggilan video call itu , akhirnya menerimanya.
"Akhirnya kamu mengangkatnya sayangku" , ucap James ketika sudah melihat wajah Angelica.
"Ganteng juga ternyata orangnya sayang" , ucap Sandra dengan pelan di samping anaknya.
"Ternyata kamu James yang telponin aku" , jawab Angelica.
"Ya iya dong aku , masa cowok lain , kan aku calon suami kamu" , ucap James.
"Jangan ke ge-er an kamu" , jawab Angelica dengan ketus.
"Ngomong-ngomong kamu gak menyimpan nomor aku ya" , ucap James.
"Ngapain juga aku simpan nomor kamu , gak penting" , jawab Angelica.
"Kamu benar-benar menggemaskan , membuat aku tambah cinta deh sama kamu" , ucap James sambil tersenyum.
Antonio yang awalnya sibuk memilih baju dengan Alvaro , melihat istri dan anak perempuannya sedang melihat ke layar ponsel , langsung berjalan mendekati istrinya.
"Angelica ngobrol dengan siapa sayang?" , tanya Antonio sambil memeluk pinggang istrinya dari belakang.
Membuat Sandra yang serius mendengarkan obrolan anaknya , menjadi terkejut karena kedatangan suaminya.
__ADS_1
"Itu cowok yang namanya James nelpon Angelica hubby" , ucap Sandra.
"Wah , benar-benar cepat banget ya gerakannya" , ucap Antonio.
"Iya hubby , kayaknya gak lama lagi anak kita bakal dibawa pergi sama suaminya" , ucap Sandra.
"Gak apa-apa sayang , sudah umurnya juga" , jawab Antonio.
"Kamu gak melihat anak manja kamu hubby , nanti dia belanja banyak lho" , ucap Sandra.
"Gak apa-apa sayang , hari ini aku biarkan dia beli semua yang dia inginkan , nanti aku suruh dia bawa sendiri tanpa troli" , jawab Antonio sambil tersenyum simpul.
"Ih hubby jahat , nanti kalau dia sakit lagi , hubby mau kita tidur bertiga lagi?" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Oh iya juga ya sayang , ya sudah...biar dia bawa pakai troli dari pada gangguin kemesraan kita berdua" , jawab Antonio.
Karena Antonio yang mengganggu Sandra , akhirnya Sandra sudah gak tau apa yang diobrolin anaknya Angelica dengan James , sampai akhirnya Angelica sudah selesai telponan.
"Yah....hubby , aku jadi gak bisa dengar percakapan mereka" , ucap Sandra yang sangat ingin tau saat itu.
"Paling juga seperti kita ketika bertemu sayang dan pastinya aku lebih romantis dong" , ucap Antonio.
"Iya iya hubby sayang , kamu tetap lebih romantis sampai sekarang , tapi aku kan mau tau juga gimana cowok itu mendekati anak aku" , jawab Sandra.
"Aku berharap anak kita segera menikah deh sayang , biar kamu hanya fokus sama aku" , jawab Antonio.
Sampai akhirnya Alvaro manja datang ke tempat mereka dan mereka semua langsung terkejut melihat belanjaan Alvaro yang sudah satu troli penuh.
"Tuh hubby , katanya hari ini kamu mengijinkan dia untuk belanja apa yang dia mau kan , sekarang kamu bayar semuanya" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Alvaro langsung bahagia begitu mendapatkan semua yang dia inginkan hari itu.
"Hubby , aku lapar , kita makan di restoran Jepang ya" , ucap Sandra.
"Boleh sayang , jadi teringat ciuman pertama kita di private room restoran Jepang bukan?" , tanya Antonio.
"Gak tau hubby , aku juga lupa" , jawab Sandra sambil terkekeh.
"Jadi papa pertama kali menciumi mama di restoran?" , tanya Alvaro yang mendengarkannya.
"Iya nak , tapi bukan di tempat umum , di private room , cuma ada papa dan mama saja disana" , jawab Antonio.
"Nanti kalau aku mau mencium cewek aku dimana ya?" , ucap Alvaro sambil berpikir.
Sandra langsung menepuk bahu anak manjanya.
"Ubah dulu sifat kamu yang manja ini , baru boleh cium cium" , ucap Sandra.
"Sakit ma" , jawab Alvaro dengan manja sambil bergelayut di tangan mamanya.
"Gimana mau punya pacar kalau seperti ini terus?" , ucap Antonio.
"Ya pasti bisa la pa aku punya pacar" , jawab Alvaro.
"Kalau punya pacar , jangan ajak mama ya kalau kamu pergi kencan" , ucap Antonio sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ya gak mungkin dong aku ajak mama" , jawab Alvaro.
"Kalau mau di pegang sama pacarnya jangan kabur lagi ya" , ucap Antonio sambil tertawa.
"Mama...papa tuh" , ucap Alvaro dengan manja.
"Mama gak tau deh sayang , sekarang kamu bawa tuh troli barang belanjaan kamu , masa papa yang bawa trolinya" , ucap Sandra.
Alvaro langsung mengambil troli yang dibawa oleh papa nya dari tadi.
"Udah lihat kan kalau mama lebih cinta sama papa" , ucap Antonio yang menggoda anaknya.
Alvaro hanya diam sambil mendorong troli belanjaan.
"Kamu jangan godain anak kamu terus hubby" , ucap Sandra.
Antonio hanya tersenyum sambil melihat istrinya.
Tidak lama mereka sudah sampai di restoran Jepang.
Antonio berserta istri dan anak-anaknya duduk di meja kosong yang ada disana.
"Jadi bagaimana percakapan dengan James tadi sayang?" , tanya Sandra.
"Dia ngajakin aku jalan sabtu depan ma" , jawab Angelica.
"Terus kamu mau pergi dengan dia?" , tanya Sandra.
"Dia nya maksa terus , akhirnya ya aku setujui saja" , jawab Angelica.
"Gak biasanya kakak bisa menerima ajakan cowok , aku jadi penasaran dengan cowok ini" , ucap Alvaro.
"Pastinya dia gak malas seperti kamu" , ucap Angelica.
"Aku rajin kok , sekolah aja aku juara satu di kelas" , jawab Alvaro.
"Pastinya dia menjalankan perusahaan keluarganya , gak kayak kamu yang harus dipaksa dulu" , jawab Angelica.
"Wow....sudah tua dong kak" , ucap Alvaro sambil terkekeh.
"Gak masih muda kok" , jawab Angelica.
"Memangnya umurnya berapa?" , tanya Alvaro.
"22 tahun".
"Itu termasuk tua kakak" , ucap Alvaro sambil tertawa.
"Kalau untuk cewek dapat cowok lebih tua darinya lebih bagus nak , ditambah James sudah punya penghasilan yang bagus , jadi bisa untuk membahagiakan kakak kamu , kalau mereka jadi menikah" , jawab Antonio.
"Tuh dengar kata papa , memangnya kamu yang kalau menikah akan merepotkan papa dan mama" , jawab Angelica.
"Mama" , ucap Alvaro yang manja.
"Semua yang papa dan kakak katakan itu benar sayang , makanya kamu berubah ya" , ucap Sandra.
__ADS_1
Alvaro hanya diam sambil memakan makanannya yang sudah dipesannya dengan jumlah yang banyak.