Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 81


__ADS_3

Victor langsung duduk di sebelah Chika setelah papa nya dan papa Chika pergi.


"Mulai sekarang loe harus melupakan Yogi , loe harus ingat bapak dari anak loe itu gue" , ucap Victor.


Tiba-tiba air mata keluar dari mata Chika.


"Terima kasih Victor , gue gak menyangka loe dan papa mama loe mau menerima gue , gue akan benar-benar berbakti sama loe dan kedua orang tua loe" , ucap Chika dengan isak tangis.


Victor langsung menghapus air mata yang ada di wajah Chika dengan tangannya.


"Sudah loe jangan nangis , nanti anak loe juga nangis" , ucap Victor.


Chika hanya menganggukkan kepalanya sambil menghapus air matanya dengan tissue , yang ada di meja.


Mama Vivi dan mama Farah ikut terharu melihat anak mereka.


"Ya udah , ayo kita jalan sekarang , kalau gak jalan sekarang , nanti gak sempat buat baju lagi" , ucap mama Farah.


Diikuti anggukan kepala oleh Chika dan Victor.


"Victor bawa mobil tante aja ya" , ucap mama Vivi sambil memberikan kunci mobilnya.


"Iya tante" , jawab Victor sambil mengambil kunci mobil mama Vivi.


Victor , Chika , mama Farah dan mama Vivi berjalan menuju ke mobil.


Victor dan Chika duduk di depan , mama Farah dan mama Vivi duduk di kursi belakang.


"Farah , aku benar-benar terima kasih sama kamu dan suami kamu , kalau gak ada kalian , aku gak tau bagaimana dengan Chika" , ucap Vivi.


"Iya gak apa apa Vi , mungkin ini juga sudah jodohnya anak kita" , ucap Farah.


Vivi hanya menganggukkan kepalanya.


"Nanti kamu data berapa orang yang akan diundang , hari senin kita ke percetakan" , ucap Farah.


"Iya , nanti kita sekalian cari percetakan yang menerima pembuatan souvernir juga ya , biar sekalian" , ucap Vivi.


"Iya boleh" , ucap Farah.


Chika dan Victor hanya mendengarkan obrolan dari mama mamanya.


"Chika nanti kasih tau juga ya berapa banyak teman kamu yang mau diundang" , ucap tante Farah.


"Kayaknya aku gak undang teman aku tante , karena nanti pasti akan menjadi banyak pertanyaan" , jawab Chika.


"Ok , kalau kamu gak mau , gak apa apa kok" , ucap tante Farah sambil tersenyum.


"Victor nanti mau undang teman kamu atau gak?" , tanya mama Farah.


"Iya ma , nanti aku undang yang teman dekat aku saja , gak banyak juga kok", ucap Victor.


"Iya nak" , jawab mama Farah.


Tidak lama mobil yang dibawa Victor sudah sampai di depan butik Rita.


Victor , Chika , Farah dan Vivi memasuki butik Rita.


"Halo Farah...Vivi...tumben banget kalian datang bersama , ada acara apa?" , tanya Rita.


"Halo Rita" , jawab Farah dan Vivi bersamaan.


"Kami mau buat baju , untuk acara pernikahan anak kami" , ucap Farah.


"Jadi anak kalian akan menikah , dari teman jadi besanan ya" , ucap Rita sambil tersenyum.


Farah dan Vivi hanya tersenyum mendengar ucapan Rita.


"Jadi kapan acara pernikahannya?" , tanya Rita setelah mengambil kertas sketsa dan pensilnya.


" 1 bulan dari sekarang" , ucap Farah dan Vivi bersamaan.


"Apaaaaa" , ucap Rita dengan suara yang agak tinggi karena terkejut mendengarnya.


Rita langsung mengambil gelas yang ada di mejanya dan meminum airnya , setelah tenang , dia memulai obrolan kembali.


"Kenapa sekarang kalian pada cepat nikahin anak sih , kemaren anak nya Shinta cuma 2 bulan , sekarang kalian 1 bulan , ada apa dengan kalian semua?" , ucap Rita.


"Kami ada sedikit masalah , makanya kami cepat menikahkan mereka" , jawab mama Vivi.


"Ya udah , jadi berapa baju yang akan dibuat?" , tanya Rita.


"Kalau bisa untuk kami masing-masing 2 , Chika dan Victor juga 2 , karena akan ada akad nikah dan acara resepsi" , ucap mama Farah.


"Bagaimana kalau untuk Farah , Vivi dan Chika , baju yang buat acara resepsinya ambil dari salah satu koleksi terbaru aku , karena pastinya aku gak bisa terkejar membuat semua itu dalam 1 bulan" , ucap Rita.


"Iya boleh kamu atur saja , yang pasti bajunya jadi" , ucap Farah.

__ADS_1


"Ok , jadi baju akad nikah mau model apa?" , tanya Rita.


"Karena kita hanya sederhana dirumah saja , jadi model kebaya modern aja ya" , ucap Vivi.


"Ok" , kata Rita sambil menggambarkan baju kebaya modern untuk akad nikah Chika.


Setelah selesai menggambarnya , Rita memperlihatkan model baju kebaya modern tangan panjang , leher sabrina , diatasnya ada tille kulit yang ditata dengan brokat , dengan warna serba putih dengan model rok semi ballgown bahan dalaman dilapisi tille putih dan pastinya akan dipenuhi dengan payet supaya kelihatan lebih elegan.


"Bagaimana?" , tanya Rita.


"Aku suka ma" , jawab Chika setelah melihat gambar tante Rita.


"Ok , jadi seperti ini aja ya , nanti buat jas calon suaminya aku sesuaikan dengan baju Chika" , ucap Rita.


"Iya" , jawab mama Farah dan mama Vivi bersamaan.


"Kalau untuk kalian berdua bagaimana?" tanya Rita kepada Farah dan Vivi.


"Aku kebaya modern panjang baju sampai setengah paha dengan rok span saja , gak usah banyak model , nanti gak keburu" , ucap Vivi.


"Aku juga sama aja deh seperti itu" , ucap mama Farah.


"Ok , nanti aku bedain model baju kalian aja ya" , ucap Rita.


"Iya , nanti kainnya dari kamu ya" , jawab Farah.


"Ok kalian mau warna apa?" , tanya Rita.


"Warna hijau daun aja ya" , ucap mama Farah kepada Vivi.


"Iya boleh , aku setuju" , jawab Vivi.


"Ok , kalau gitu kita ambil ukuran badan kalian dulu ya , setelah itu cobain baju dari koleksi terbaru aku" , ucap Rita.


Farah , Vivi , Chika dan Victor hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai mengambil ukuran badan Farah , Vivi , Chika dan Victor , tante Rita membawa mereka ke ruangan koleksi terbarunya.


"Ini koleksi terbaru aku , untuk Chika yang gaun baby pink ini sangat cocok untuk acara resepsinya , apakah mau dicoba?" , tanya tante Rita.


"Iya bagus tante , aku mau coba" , jawab Chika.


Chika masuk ke ruang ganti baju , ketika Chika masuk kesana sudah ada asisten tante Rita yang akan membantu memakaikan gaun itu ke tubuh Chika.


Tidak lama Chika pun keluar dari ruangan ganti baju dengan baju ballgown berwarna baby pink , model bahu terbuka dan ada tangan kecil yang menutupi bagian dada , lengan sampai ke belakang , ditambah dengan detail bordiran yang sudah di payet , membuat baju itu terlihat mewah dan elegan.


"Ternyata cantik banget calon istri gue" , ucap Victor dalam hatinya.


"Gimana ma , tante Farah?" , tanya Chika.


"Bagus sayang , sangat cocok di kamu" , jawab mama Vivi dan tante Farah bersamaan.


"Victor menurut kamu gimana?" , tanya Chika dengan malu-malu.


"Bagus kok , loe cantik pake itu" , jawab Victor.


"Ini bagus di kamu Chika , kelihatannya juga bajunya sudah pas di badan kamu" , ucap tante Rita.


"Iya tante , aku mau yang ini aja" , jawab Chika.


"Ok , kalau gitu ini tante keep buat kamu ya" , ucap tante Rita.


Chika hanya menganggukkan kepalanya.


"Ok , sekarang Farah dan Vivi , kalian mau cobain yang mana , aku punya satu warna tapi 2 model , yang satu A line dan yang satu lagi mermaid" , ucap Rita.


"Aku kayaknya yang A line aja , karena badan aku lebih berisi , kalau Vivi mungkin lebih cocok yang mermaid , dia kurus dan tinggi" , ucap Farah.


"Boleh , kalau gitu kita cobain dulu aja" , ucap Vivi.


Farah dan Vivi menuju ke ruangan ganti baju.


Farah menggunakan baju berwarna pink fuschia A line , berlengan panjang , ditutupi oleh kain brokat dan sudah full payet.


Vivi menggunakan baju pink fuschia mermaid , dengan brokat bagian atasnya sampai lengan , tiba pada saat potongan mermaid ke bawah , motif brokat nya sudah ditata dengan sangat cantik dan full payet.


Kedua baju itu sangat cocok di tubuh mereka.


Begitu Farah dan Vivi keluar dari ruang ganti baju...


"Cantik banget mama dan tante" , ucap Chika sambil tersenyum.


"Iya bajunya cocok buat kalian" , ucap tante Rita sambil tersenyum.


"Iya kita juga suka bajunya", jawab Farah dan Vivi bersamaan.


"Ok , aku langsung sesuaikan dengan badan kalian ya" , ucap Rita.

__ADS_1


Farah dan Vivi hanya menganggukkan kepalanya.


"Baju Farah ada yang harus dibesarkan sedikit dan panjangnya juga di potong sedikit karena agak kepanjangan" , ucap Rita.


"Iya" , jawab Farah.


"Baju Vivi sudah pas ya , cuma bagian panjangnya aja di potong sedikit" , ucap Rita.


"Iya" , jawab Vivi.


"Ok , kalau gitu kita ketemu 2 minggu lagi ya buat fitting baju yang dijahit sama fitting baju ini lagi" , ucap Rita.


"Baik Rita , terima kasih ya" , ucap mama Farah dan mama Vivi sambil tersenyum.


"Iya sama-sama" , jawab Rita sambil tersenyum.


Setelah itu mereka pun keluar dari butik Rita dan menuju ke mobil.


Sampai di dalam mobil , Victor menyalakan mobil dan menjalankannya dengan kecepatan sedang.


"Kita mau kemana lagi ma?" , tanya Victor.


"Mama langsung pulang aja ya nak , masih ada yang mau dikerjakan lagi di rumah" , jawab mama Farah.


Victor menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.


Selama dalam perjalanan mama Farah dan mama Vivi mengobrol tentang acara nanti.


Tidak terasa mobilnya sudah sampai di depan rumahnya.


"Mama pulang dulu ya , kamu mau pulang atau masih mau pergi nak" , ucap mama Farah.


"Aku masih mau pergi dengan Chika ma" , jawab Victor.


"Ok , kalau gitu mama pulang dulu ya".


"Jeng Vivi sampai bertemu senin ya , nanti aku jemput kamu aja" , ucap Farah.


"Iya Farah nanti kabarin aja" , ucap Vivi.


"Ok" , jawab Farah sambil masuk menuju ke rumahnya.


"Tante mau ikut kita atau gimana?" , tanya Victor.


"Tante pulang aja ya , nanti kalian pergi berdua saja" , jawab Vivi.


"Iya tante" , ucap Victor.


Victor menjalankan mobil ke arah rumah Chika , mobilnya sampai di rumah Chika tanpa ada satu obrolan pun selama dalam perjalanan.


"Victor kita ganti mobil aja ya , pakai mobil aku aja setelah ini" , ucap Chika setelah mereka sampai di depan rumah Chika.


Victor hanya menganggukkan kepalanya.


"Kenapa gak pakai mobil mama aja sayang , udah tanggung kan tinggal langsung jalan aja" , ucap mama Vivi.


"Gak apa apa ma , pakai mobil aku aja" , ucap Chika sambil masuk ke rumah mengambil kunci mobilnya.


"Victor tolong jagain Chika ya , dia masih terlalu labil dan emosian anaknya , jadi apa yang dilakukannya suka gak dipikirkan terlebih dahulu" , ucap mama Vivi.


"Iya tante , aku sudah tau , aku akan berusaha buat jagain Chika mulai dari sekarang" , jawab Victor.


"Iya terima kasih ya Victor" , ucap mama Vivi sambil tersenyum.


"Iya tante , sama sama" , jawab Victor.


Tidak lama Chika keluar dari rumahnya.


"Ayo Victor , ini kunci mobil gue" , ucap Chika.


"Aku pergi dulu ya tante" , ijin Victor kepada mama Vivi.


"Iya Victor" , jawab mama Vivi.


"Aku pergi dulu ya ma" , ucap Chika sambil mencium pipi mamanya.


"Iya sayang" , ucap mama Vivi.


Victor dan Chika masuk ke mobil.


Victor menyalakan mobil Chika dan menjalankannya dengan kecepatan sedang.


"Kita mau kemana?" , tanya Chika.


"Ada yang mau gue beli di mall , sekalian kita makan disana ya , gue laper" , ucap Victor.


"Iya boleh Victor" , jawab Chika.

__ADS_1


__ADS_2