
Setelah Clara keluar dari All Star Hotel , dia duduk diam di dalam mobilnya.
Teringat masa-masa dulu saat dia masih sekolah.....
Pada saat itu Clara memiliki ego yang sangat tinggi , karena kecantikannya membuat banyak siswa cowok yang menyukainya dan saling berlomba untuk mendapatkan hatinya.
Bahkan sampai Antonio pun sangat menyukainya dan selalu mendekatinya , sampai suatu ketika...Antonio mengutarakan perasaannya kepada Clara , di lapangan basket sekolah.
"Clara aku mencintaimu , maukah kamu menjadi pacarku" , ucap Antonio dengan lembut.
"APA....aku tidak mendengarnya , bisakah kamu mengatakannya lebih keras lagi?" , ucap Clara dengan tersenyum.
Pada saat itu Antonio berpikir mungkin dia akan diterima , lalu dia mulai berteriak....
"AKU MENCINTAIMU CLARA....MAUKAH KAMU JADI PACARKU" , teriak Antonio.
Sampai orang yang lewat di dekat sana langsung melihat ke arah mereka , dan menantikan jawaban dari Clara , menerima atau menolak Antonio.
Setelah beberapa lama...dengan suara yang lantang , Clara menjawab....
"SORRY , aku lebih memilih cowok aku yang ganteng , dibandingkan kamu yang biasa saja" , ucap Clara sambil berlalu pergi dari sana.
Setelah kejadian itu sebagian siswa ikut prihatin , karena Antonio di tolak dengan tidak berperasaan oleh Clara dan sebagian lagi menjadikan Antonio sebagai bahan lelucon.
"Pada saat itu aku sangat bodoh sekali , kalau aku tidak sombong dan tidak memperlakukan Antonio seperti itu , mungkin sekarang aku sudah menjadi nyonya All Star Hotel yang megah ini" , ucap Clara dalam mobilnya sambil memandangi gedung All Star Hotel.
Tidak lama , Clara mulai menyalakan mobilnya dan menjalankannya menuju ke rumahnya.
Setelah beberapa saat , Clara sampai juga di rumahnya.
Begitu dia masuk ke rumah , dia terkejut ada Lionel , suaminya disana sedang ngobrol bersama mamanya.
"Kenapa kamu kesini?" , tanya Clara.
"Ya aku mau menjemput kamu pulang beby" , ucap Lionel.
"Kamu gak pernah memperhatikan aku , kamu juga gak mau punya anak , kamu hanya sibuk dengan pekerjaan kamu , apa perlu kita pertahankan hubungan kita ini" , ucap Clara.
"Maafkan aku beby , aku gak akan sibuk lagi dengan kerjaan , aku mau kita punya anak , tapi ikut aku pulang ya beby , aku gak bisa hidup tanpa kamu beby , setiap aku pulang kerja gak ada kamu dirumah , rasanya hampa beby" , ucap Lionel sambil memohon.
Clara sejenak terdiam melihat suaminya memohon kepadanya.
"Suami kamu masih mencintai kamu nak , lebih baik kalian bicarakan baik-baik masalah kalian dan perbaiki hubungan kalian , mama juga gak mau kalau kalian sampai cerai" , ucap mama Clara.
"Perkataan mama benar juga , nanti pasti akan susah mencari seseorang yang akan mencintai kita , lagi pula aku juga sudah gak bisa mendapatkan Antonio , kalau cari yang lain belum tentu bisa dapat yang sukses seperti Lionel sekarang" , ucap Clara dalam hatinya.
"Apakah benar semua yang kamu katakan itu honey? Kamu akan berubah , mau memperhatikan aku dan mau memiliki anak bersamaku" , tanya Clara kepada suaminya.
"Ya...aku janji beby" , ucap Lionel.
"Ok , aku akan ikut kamu pulang , kamu kapan akan balik ke Kanada?" , tanya Clara.
"Rencananya kalau masalah kita cepat selesai disini , aku akan pulang besok , karena aku gak bisa ambil cuti lama" , ucap Lionel.
"Ok , aku akan ikut kamu pulang besok" , ucap Clara.
"Thank you beby" , ucap Lionel sambil memeluk istrinya.
Mama Clara langsung tersenyum melihat anaknya akur kembali dengan suaminya.
********
__ADS_1
Hari hari pun berlalu dengan sangat cepat.
Setelah kejadian itu tidak ada lagi nama Clara di antara Antonio dan Sandra.
Antonio dan Sandra tetap hidup harmonis dan mesra setiap hari.
Sudah seminggu Sandra belajar masak dengan pak Herman , setiap hari kemampuannya semakin meningkat.
Pak Herman pun sangat senang mengajarkan Sandra memasak , karena setiap hari masakan Sandra selalu terasa enak.
Meskipun banyak sekali terjadi keributan yang dibuat Sandra di dalam dapur , dari berteriak dan menjauh dari kuali yang sudah dimasukin ayam atau ikan yang akan digoreng , karena Sandra sangat takut dengan letusan minyak panas yang ada di dalam kuali mengenai tubuhnya.
Ketika Sandra akan membersihkan sayur yang akan digunakan , dia melihat ulat yang berjalan di sana , maka sayur itu akan langsung di lemparnya dari tangannya , yang nanti hasil lemparannya pasti akan mengenai salah satu staf di dapur itu.
Tapi...staf yang terkena oleh lemparan sayur yang ada ulatnya itu tidak akan marah kepada Sandra , pertama karena Sandra adalah nyonya bos mereka dan kedua hal itu malah menjadi bahan tertawaan oleh mereka.
Melihat ekspresi Sandra yang berteriak ketakutan dan langsung melempari sayur yang ada ulatnya , membuat semua staf di dapur menjadi kaget dan setelah itu langsung tertawa melihat tingkah lucu nyonya bos mereka.
Terkadang Sandra selalu merasa tidak enak kepada mereka yang terkena hasil lemparannya.
Tapi mereka selalu meyakinkan Sandra... "Tidak apa apa nona muda , kita gak masalah terkena lemparan sayur , asalkan jangan nanti lemparan air cuci ayam aja yang mengenai kita" , ucap bu Nunung yang sering terkena oleh lemparan sayur dari Sandra sambil tertawa.
"Ya gak mungkin dong bu , saya lempari air bekas cucian ayam" , jawab Sandra sambil tertawa.
Setelah itu semua staf mulai melakukan pekerjaannya masing-masing dan Sandra melanjutkan praktek memasaknya.
Hari itu Sandra belajar membuat sop ikan tenggiri dengan pak Herman.
Setelah masakannya selesai , seperti biasa pak Herman selalu memuji hasil masakannya.
Sandra mengambil 2 mangkuk dan 2 nasi , yang menjadi kegiatan rutinnya mulai dari awal belajar memasak , membawakan hasil belajar masaknya untuk makan siang suaminya.
"Nanti biar Lia saja yang bantu bawain ya nona muda , ini terlalu banyak kalau nona muda bawa sendiri" , ucap pak Herman.
"Iya pak Herman , terima kasih ya" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Pak Herman pun memanggil Lia ke dapur untuk membantu Sandra membawa makanannya ke ruangan Antonio.
"Semoga suami aku suka ya dengan hasil masakan aku" , ucap Sandra kepada pak Herman dan semua staf yang bekerja disana.
Yah....itu sudah menjadi kebiasaan Sandra sebelum dia membawa kan hasil masakannya untuk di coba oleh suaminya.
"Pak Herman dan staf disana pun selalu menjawab , pasti bos akan suka nona muda" , ucap mereka sambil tersenyum.
Setelah itu Sandra membalasnya dengan tersenyum juga , lalu mulai berjalan meninggalkan dapur menuju ke ruangan suaminya.
"Ternyata nona muda selain cantik , baik banget ya", ucap salah satu staf disana.
"Iya , aku sampai gak enak , karena nona muda selalu merasa bersalah setiap membuat keributan disini , padahal dengan kehadiran nona muda disini membuat kita juga jadi lebih enjoy bekerja" , ucap bu Nunung.
"Iya ibu benar , nona muda orangnya sangat menyenangkan , setiap hari ada saja tingkah lucunya yang membuat kita tertawa" , ucap staf yang lainnya.
"Iya kalian doain saja supaya nona muda betah belajar masak disini" , ucap pak Herman kepada anak buahnya itu.
"Iya pak" , ucap anak buahnya , setelah itu mereka pun mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Sandra yang sudah sampai di dekat ruangan Antonio bersama Lia menanyakan kepada Susi...
"Apakah bapak ada di ruangannya?"
"Ada nona muda" , jawab Susi.
__ADS_1
"Ada tamu gak?" , tanya Sandra , karena dia tidak mau kejadian Clara datang kesini itu terjadi lagi.
"Hari ini gak ada tamu , nona muda" , ucap Susi sambil tersenyum.
"Baiklah , terima kasih Susi" , jawab Sandra sambil tersenyum dan langsung masuk ke ruangan suaminya.
Begitu dengar suara Ceklek....
Antonio langsung melihat ke arah pintu.
"Sayang" , panggil Antonio.
"Hubby , hari ini aku belajar masak sop ikan tenggiri" , ucap Sandra dengan bersemangat.
Antonio sangat bahagia melihat ekspresi dari bidadari cantiknya setiap membawa hasil belajar masaknya setiap hari , tapi bukan ekspresi yang pertama kali ketika Sandra melihat ada Clara disana ya ðŸ¤
Lia langsung menata piring dan mangkuk di meja dekat sofa.
Setelah Lia selesai menatanya , dia pun permisi dari sana.
"Saya permisi dulu ya pak...nona muda..." , ucap Lia.
"Iya terima kasih ya Lia" , jawab Sandra.
Antonio dan Sandra berjalan menuju ke sofa.
"Kayaknya enak nih , dari baunya aja udah wangi banget" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Cobain dulu hubby" , ucap Sandra sambil menyuapkan sop ke mulut suaminya.
Antonio langsung mencoba makanan yang diberikan oleh Sandra.
"Enak banget sayang , kalau seperti ini aku jadi gak mau makan diluar lagi" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya , nanti aku masakin terus ya buat hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Makasih sayang" , ucap Antonio sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
Sandra hanya tersenyum sambil memakan makanannya.
"Hubby , malam ini kita nginap di rumah mama , nanti sebelum pergi ingetin aku bawa baju dan sepatu kita buat acara pernikahan Ajeng besok ya" , ucap Sandra.
"Iya sayang , nanti kita juga harus cari baju buat acara pernikahan anaknya pak Wijaya" , ucap Antonio.
"Kalau di jahit keburu gak ya hubby" , tanya Sandra.
"Gak tau sayang , apa tante Rita mau menerimanya , sudah mepet banget lho , gak sampai sebulan lagi" , ucap Antonio.
"Iya juga ya hubby , apa kita cari baju batik yang sudah jadi aja ya hubby" , ucap Sandra.
"Iya boleh sayang , kita cari yang sudah jadi aja ya , biar gak repot juga" , jawab Antonio.
"Iya hubby" , ucap Sandra sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka melanjutkan makan masakan Sandra sampai habis.
"Aku lanjutin kerjaan bentar ya sayang , setelah selesai baru kita jalan ya" , ucap Antonio sambil berjalan ke meja kerja kebesarannya.
"Iya hubby" , ucap Sandra sambil menganggukkan kepalanya.
Sandra menunggu suaminya bekerja sambil memainkan game di Hp nya.
__ADS_1