
"Ma , opa , oma" , sapa Vincent yang baru pulang kerumah siang itu.
"Iya nak" , jawab Chika sambil mencium wajah anaknya.
Tidak ketinggalan Vincent juga menciumi wajah opa dan oma.
"Ma , tante Sandra masuk ke rumah sakit , kata Alvaro sakit tipes" , ucap Vincent sambil duduk di kursi sofa.
"Kalau gitu kita nanti jenguk Sandra di rumah sakit ya ma" , ucap Chika.
"Baiklah nak , nanti ketika Victor pulang baru kita pergi bersama" , jawab mama Farah.
"Kamu tau Sandra dirawat di kamar nomor berapa?" tanya opa Wijaya.
"Aku lupa menanyakannya kepada Alvaro opa" , jawab Vincent.
"Kalau gitu nanti opa tanya sama Chandra saja" , ucap opa Wijaya.
"Iya opa" , jawab Vincent.
********
Siang itu Robi mencari Antonio , karena sudah ada janji meeting dengan pak Leo.
"Susi , bapak ada gak di ruangannya?"
"Dari tadi pagi bapak belum kesini" , jawab Susi.
Robi berjalan kembali menuju ke ruangannya dan langsung menelpon Antonio.
Antonio yang sedang makan dengan anak-anaknya di rumah sakit , mengangkat telponnya setelah melihat nama Robi disana.
"Halo Robi".
"Halo pak , siang ini bapak ada janji dengan pak Leo" , ucap Robi.
"Oh iya , maaf saya lupa memberitahukan kepada kamu , istri saya sedang dirawat di rumah sakit , tolong kamu gantikan dulu ya buat meeting dengan pak Leo hari ini , itu kan cuma masalah bahan untuk baju karyawan saja" , jawab Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
Setelah itu Antonio memutuskan sambungan telponnya dan meletakkan ponselnya di atas meja.
"Pa , kenapa papa gak mau pergi meeting hari ini?" , tanya Angelica.
"Gak sayang , karena papa gak mau meninggalkan mama selama mama sakit" , jawab Antonio.
"Bukankah pekerjaan lebih penting pa" , ucap Angelica.
"Beda nak , pekerjaan memang penting , tapi mama itu orang yang paling penting dalam hidup papa , jadi papa bisa mengesampingkan pekerjaan demi merawat mama sampai mama sembuh" , jawab Antonio.
"Iya kak , mama itu lebih penting , memangnya kakak yang lebih mementingkan sekolah" , ucap Alvaro.
"Bukan begitu juga dek , lagian kan juga sekarang sudah ada kita yang jaga mama disini" , ucap Angelica.
"Iya nak , papa ngerti maksud kamu , tapi papa gak akan meninggalkan mama sampai mama sembuh" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
Alvaro yang sudah selesai makan langsung berjalan menuju ke kasur mamanya.
"Ma...gimana rasanya? Sudah gak apa-apa kan?" , tanya Alvaro sambil meletakkan wajahnya di atas kasur mamanya.
"Mama sudah merasa lebih baik nak , kamu jangan sedih begitu wajahnya" , ucap Sandra sambil menyentuh wajah anaknya.
"Gimana aku gak sedih ma , sekarang setiap pagi dan setiap malam gak ada ciuman dari mama" , ucap Alvaro dengan manja.
"Sabar ya sayang , beberapa hari lagi mama pasti sudah bisa pulang ke rumah" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Benarkah ma , kapan mama boleh pulang lagi kerumah?" , tanya Alvaro.
"Gak tau nak , kata dokter Reihan sampai kondisi mama benar-benar pulih baru mama bisa pulang" , jawab Sandra.
"Malam ini boleh gak aku tidur disini?" , tanya Alvaro dengan manja.
"Jangan sayang , disini tidurnya gak nyaman , gak seperti di rumah , besok juga kamu masih pergi sekolah nak" , ucap Sandra.
"Kalau besok apa aku boleh ma tidur disini , kan lusa hari sabtu dan aku libur sekolah" , ucap Alvaro.
"Jangan ya nak , biar papa saja yang disini , nanti kamu datang kesini saja lebih pagi buat lihat mama" , ucap Sandra.
"Mama selalu gitu , gak pernah mau aku yang menjaganya , selalu cuma papa" , ucap Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.
"Karena mama cintanya cuma sama papa , makanya mama maunya cuma sama papa" , jawab Antonio.
"Jangan gitu hubby , aku gak mau nanti kepala aku sakit lagi mendengarkan kamu berdebat dengan Alvaro" , ucap Sandra.
"Iya maaf sayang , aku gak tahan kalau gak menggoda anak aku yang manja satu ini" , ucap Antonio.
Sandra hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya.
Angelica mulai membereskan semua bungkus makanan mereka dan membuangnya ke dalam tong sampah.
Setelah itu Angelica berjalan mengumpulkan baju kotor mama dan papanya , memasukkannya ke dalam paper bag untuk dibawa pulang ke rumah nanti.
"Besok bawain baju papa lagi ya nak kesini" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
********
Sore itu setelah opa Wijaya mendapatkan nomor kamar dimana Sandra dirawat , Chika , Victor berserta papa dan mamanya juga Vincent menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Sandra.
"Antonio" , panggil papa Wijaya dan mama Farah setelah membuka pintu kamar Sandra.
"Kak" , sapa Victor dan Chika bersamaan.
"Iya" , jawab Antonio.
"Om" , sapa Vincent.
"Iya Vincent , itu Angelica dan Alvaro sedang duduk di samping mamanya" , ucap Antonio.
"Iya om" , jawab Vincent.
"Sandra bagaimana keadaannya? Ini aku bawain pudding buah" , ucap Chika yang sudah berjalan masuk mendekati ranjang Sandra dan meletakkan pudding buah yang sudah dibawanya di atas lemari yang ada di samping ranjang Sandra.
"Terima kasih Chika , aku sudah mulai baikan Chika" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Tante , om , oma , opa" , sapa Angelica dan Alvaro bersamaan.
"Iya" , jawab opa Wijaya , oma Farah , Chika dan Victor bersamaan.
"Vincent gak datang tante" , tanya Alvaro.
"Ada , itu di sana" , tunjuk Chika.
Alvaro berjalan mendekati Vincent dan mengobrol di kursi bersama.
Antonio dan Sandra mengobrol bersama dengan Chika dan Victor berserta om Wijaya dan tante Farah.
Angelica yang sedang mendengarkan obrolan orang tuanya , merasakan ponselnya yang di dalam saku celana bergetar , Angelica mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
Begitu melihat nama James yang video call disana , Angelica langsung tersenyum dan berjalan menjauh dari papa dan mamanya menuju ke kursi sofa , tempat dimana Alvaro dan Vincent sedang mengobrol.
"Halo James" , jawab Angelica.
__ADS_1
"Halo sayang , kamu sedang dimana?", tanya James yang mengetahui kalau kamar Angelica gak seperti itu , karena mereka memang sering video call malam hari.
"Aku sedang di rumah sakit James" , ucap Angelica.
"Kamu ngapain di rumah sakit?" , tanya James.
"Mama aku masuk rumah sakit".
"Kenapa kamu gak kasih tau kalau tante masuk rumah sakit sama aku" , ucap James dengan nada yang agak protes.
"Maaf James , aku lupa" , jawab Angelica.
"Ya sudah , kebetulan aku sedang jalan pulang aku langsung kesana ya , kamu kirimkan aku dimana tante Sandra dirawat" , ucap James.
"Iya James" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan video call nya.
Melihat James dan Angelica yang sedang video call , Vincent pun merasa cemburu saat itu.
.
.
James yang mau pergi ke rumah sakit , berhenti dulu di toko buah dan membeli beberapa buah , James juga meminta orang toko untuk menata buah-buah yang sudah dipilihnya dengan cantik kedalam keranjang rotan yang disediakan disana.
Setelah petugas toko buah selesai menata buah-buah yang dipilih oleh James , James membayarnya dan membawanya ke dalam mobil.
Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa James sudah sampai di rumah sakit.
James berjalan masuk ke rumah sakit , menuju kamar VVIP yang sudah diberitahukan oleh pacarnya.
"Sayang" , panggil James ketika membuka pintu dan melihat Angelica yang duduk di sana bersama dengan Alvaro dan Vincent.
Melihat James datang , Vincent langsung meremas baju yang ada di dadanya.
Antonio yang sedang melihat ke arah Vincent , langsung mengetahui bahwa Vincent menyukai Angelica.
"Pa , ma , James datang" , ucap Angelica sambil berjalan bersama James ke dekat ranjang mamanya.
"Om...tante...maaf saya baru datang , karena Angelica baru ngabarin , ini saya bawain buah untuk tante" , ucap James.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya James , terima kasih ya , jadi merepotkan kamu" , ucap Sandra.
"Gak merepotkan sama sekali kok tante" , jawab James sambil tersenyum.
Angelica mengambil keranjang buah yang diberikan oleh James dan meletakkannya di atas lemari yang ada disana.
"Opa Wijaya" , sapa James ketika baru menyadari kalau ada opa Wijaya juga disana.
"Iya James , kamu datang sendiri?" , tanya Wijaya.
"Iya opa" , jawab James.
"Ini pacarnya Angelica ya" , ucap Chika.
"Iya tante" , jawab Angelica yang sudah berdiri di sebelah James sambil tersenyum.
"Serasi banget ya dengan Angelica" , ucap oma Farah.
"Terima kasih oma" , jawab Angelica dan James bersamaan.
Vincent hanya terdiam mendengarkan perkataan oma Farah yang mengatakan Angelica dan James sangat serasi.
Memang kalau dilihat Angelica dan James memiliki kemiripan wajah diantara mereka berdua.
"Apakah Angelica memang sudah berjodoh dengan James?" , ucap Vincent dalam hatinya.
__ADS_1