Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 116


__ADS_3

Sementara Sandra sudah masuk ke dalam kelasnya.


Di dalam kelas , ternyata sudah ada Niken disana.


"Hi Niken" , ucap Sandra.


"Hi Sandra , kamu baru datang?" , tanya Niken.


"Iya" , jawab Sandra.


Tidak lama bel tanda masuk pun berbunyi.


Meri dan Jeri masuk ke kelas Sandra.


Mereka mengelilingi setiap mahasiswa disana.


"Cantik sekali cewek ini" , ucap Jeri dalam hatinya ketika melihat Sandra.


Setelah Meri dan Jeri mengabsen semua mahasiswa di kelas itu , mereka memberikan tugas kepada mahasiswa.


Mereka membagi beberapa kelompok , terus diberikan game untuk diselesaikan.


Sampai akhirnya siang , mereka pun istirahat sebentar.


Sandra dan Niken menuju ke kantin kampus untuk membeli makanan , setelah itu mereka makan sambil ngobrol.


Sampai terdengar bel tanda masuk berbunyi , Sandra dan Niken kembali ke kelas mereka.


Setelah di dalam kelas , Meri dan Jeri masih memberikan pengarahan , sampai beberapa menit sebelum pulang , setiap mahasiswa diberikan tugas untuk dibawa besok.


Tiba giliran Sandra , Jeri tersenyum melihat Sandra...


"Kamu saya tugaskan besok membawa coklat Toblerone yang bungkus nya berwarna oranye ya , karena kamu sangat manis seperti coklat", ucap Jeri sambil tersenyum.


"Iya kak" , jawab Sandra yang tidak berani untuk membantah kakak kelasnya.


Meri yang mendengar ucapan Jeri...


"Jangan-jangan si Jeri suka lagi sama anak baru itu , awas aja kalau benar , aku kerjain anak baru itu" , ucap Meri dalam hatinya.


Setelah semua tugas diberikan , mereka sudah boleh pulang.


Sandra langsung berpisah dengan Niken dan menuju ke mobilnya.


Sampai di dalam mobil Sandra membuka satu persatu karet di rambutnya.


Pak Maman , menjalankan mobilnya menuju ke All Star Hotel.


Sampai di All Star Hotel , Sandra turun dan berjalan lagi dengan muka kesal , menuju ke ruangan Antonio.


Sampai di dekat ruangan Antonio , Sandra langsung membuka pintu dan memanggil suaminya.


"Hubby...." , panggil Sandra.


"Hari ini bidadari cantikku kenapa lagi?" , tanya Antonio sambil memeluk pinggang istrinya yang sudah duduk di atas pangkuannya.


"Masa aku besok disuruh bawa Toblerone bungkusnya oranye , mana ada hubby" , ucap Sandra.


"Tenang sayang , ada kok" , jawab Antonio.

__ADS_1


"Benarkah hubby" , ucap Sandra dengan tidak percaya.


"Benar sayang , bentar ya hubby telpon Robi dulu" , ucap Antonio.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya.


Antonio menelpon Robi dengan Hp nya , tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo pak" , jawab Robi.


"Halo Robi , kamu buatin Toblerone bungkus oranye buat ospek istri saya ya , sore ini bawakan ke ruangan saya" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


Lalu Robi berjalan ke supermarket , membeli Toblerone bungkus putih dan membawanya ke tempat tukang cat.


Sampai di tukang cat...


"Tolong buatin warna oranye ya pak" , ucap Robi kepada bapak disana.


"Buat ospek ya mas" , ucap bapak tersebut.


"Iya pak" , jawab Robi.


Lalu bapak itu mulai mengecat bungkus Toblerone nya.


Setelah selesai Robi membayarnya dan menjalankan mobilnya ke All Star Hotel.


Sampai di All Star Hotel , Robi langsung menuju ke ruangan Antonio.


Tok...tok...tok...


"Permisi pak , ini pesanan bapak" , ucap Robi.


"Ok Robi , terima kasih ya" , ucap Antonio.


"Iya sama-sama pak" , jawab Robi sambil berjalan keluar dari ruangan Antonio.


"Ini sayang , sudah jadi" , ucap Antonio.


"Wowwwww ini beneran jadi Toblerone oranye hubby" , ucap Sandra sambil melihat Toblerone yang sudah di cat tersebut.


"Iya sayang , dari dulu tugas kampus itu sama aja , jadi hubby sudah tau semuanya" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Makasih ya hubby" , ucap Sandra sambil mendekati suaminya dan menciumnya.


"Hubby masih lama gak?" , tanya Sandra setelah melepas ciumannya.


"Bentar lagi selesai kayaknya" , ucap Antonio.


"Kalau gitu aku istirahat di sofa dulu ya , capek banget rasanya hubby" , ucap Sandra.


"Iya sayang" , jawab Antonio.


Sandra langsung merebahkan tubuhnya di sofa , tidak berapa lama Sandra pun tertidur disana.


Antonio mulai melanjutkan pekerjaannya.


Setelah beberapa jam berlalu Antonio sudah selesai bekerja , dia mematikan laptopnya , mengambil tas kerjanya dan jasnya , tidak lupa dia membawa coklat Toblerone oranye untuk istrinya bawa besok ke kampus.

__ADS_1


"Sayang bangun...kita pulang yuk" , ucap Antonio dengan lembut sambil menciumi wajah istrinya.


Tidak lama Sandra pun terbangun dari tidurnya.


"Sudah selesai ya hubby" , ucap Sandra.


"Iya sayang , ayo kita pulang ke apartemen" , ucap Antonio.


"Iya hubby , coklat oranye aku sudah dibawa hubby?" , tanya Sandra.


"Sudah sayang" , ucap Antonio.


Antonio dan Sandra berjalan keluar dari kantor dan berjalan menuju ke parkiran mobil.


Sampai di mobil , Antonio mulai menyalakan dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kita mau beli makanan dimana sayang?" , tanya Antonio.


"Nanti pesan chinese food minta diantarkan ke apartemen saja hubby" , jawab Sandra.


Antonio pun menganggukkan kepalanya dan menjalankan mobilnya menuju ke apartemen mereka.


********


Beberapa hari pun berlalu.


Sejak Sandra benar membawa toblerone oranye , Jeri semakin senang dan tertarik kepada Sandra.


Jeri juga tidak pernah memberikan tugas yang sulit untuk Sandra.


Melihat Jeri yang semakin suka dengan Sandra , membuat Meri semakin kesal , karena sebenarnya Meri menyukai Jeri dari dulu , tapi karena Jeri mempunyai banyak penggemar , Meri pun tidak berani mengutarakan perasaannya.


Rasa cemburu yang ada di hati Meri , membuat Meri selalu menyuruh Sandra untuk melakukan hal yang dia inginkannya.


Dari menyuruh Sandra membelikan barang yang dia inginkan , membayarkan semua makanannya , sampai menyuruh Sandra untuk membayarkan makanan semua orang yang ada di kelas.


Semua hal itu tidak ada masalah untuk Sandra karena dari sebelum menikah tabungan Sandra sudah banyak , ditambah setelah menikah papa dan suaminya mengirimkan uang bulanan untuknya , yang pastinya belum digunakan olehnya sampai sekarang.


"Apa kamu tidak masalah mengeluarkan segitu banyak uang untuk ospek?" , tanya Niken.


"Ya , mau gimana lagi...kalau aku gak ikutin apa yang diminta kak Meri , aku nanti dikasih hukuman , lebih baik aku ikuti saja" , jawab Sandra.


"Kamu pasti anak orang kaya ya?" , ucap Niken.


"Gak kok , biasa aja" , jawab Sandra sambil tersenyum.


Sampailah satu hari sebelum acara penutupan ospek.


Meri menyuruh Sandra untuk berdiri di lapangan terbuka , di bawah sinar terik matahari selama berjam-jam , tanpa tau apa kesalahan yang dibuat oleh Sandra.


Hari itu panasnya sangat terik sekali.


Tidak ada satu pun mahasiswa termasuk Niken , yang berani untuk bertanya , "kenapa Sandra disuruh berdiri di tengah lapangan" , karena Meri mengatakan bagi siapa yang ingin membela Sandra akan ikut berdiri juga di tengah lapangan.


Setelah beberapa jam berdiri disana , Sandra sudah mulai kehausan , keringat bercucuran ditubuhnya , kepala nya pun sudah mulai sakit dan tidak lama pandangannya mulai kabur , dia pun..... langsung jatuh pingsan.


Jeri yang selalu memperhatikan Sandra dari jauh , langsung berlari ke tengah lapangan begitu melihat Sandra jatuh pingsan , Jeri langsung mengangkat dan membawa Sandra ke ruang kesehatan.


Meri yang melihat Jeri berlari ke tengah lapangan dan langsung mengangkat tubuh Sandra dengan kedua tangannya , membuat Meri semakin cemburu dan marah.

__ADS_1


"Kenapa anak baru itu harus cantik sih , gue rusak mukanya , baru tau rasa" , ucap Meri dalam hatinya.


__ADS_2