
Sementara Sandra sudah masuk ke dalam kelasnya.
Di dalam kelas , ternyata sudah ada Niken disana.
"Hi Niken" , ucap Sandra.
"Hi Sandra , kamu baru datang?" , tanya Niken.
"Iya" , jawab Sandra.
Tidak lama bel tanda masuk pun berbunyi.
Meri dan Jeri masuk ke kelas Sandra.
Mereka mengelilingi setiap mahasiswa disana.
"Cantik sekali cewek ini" , ucap Jeri dalam hatinya ketika melihat Sandra.
Setelah Meri dan Jeri mengabsen semua mahasiswa di kelas itu , mereka memberikan tugas kepada mahasiswa.
Mereka membagi beberapa kelompok , terus diberikan game untuk diselesaikan.
Sampai akhirnya siang , mereka pun istirahat sebentar.
Sandra dan Niken menuju ke kantin kampus untuk membeli makanan , setelah itu mereka makan sambil ngobrol.
Sampai terdengar bel tanda masuk berbunyi , Sandra dan Niken kembali ke kelas mereka.
Setelah di dalam kelas , Meri dan Jeri masih memberikan pengarahan , sampai beberapa menit sebelum pulang , setiap mahasiswa diberikan tugas untuk dibawa besok.
Tiba giliran Sandra , Jeri tersenyum melihat Sandra...
"Kamu saya tugaskan besok membawa coklat Toblerone yang bungkus nya berwarna oranye ya , karena kamu sangat manis seperti coklat", ucap Jeri sambil tersenyum.
"Iya kak" , jawab Sandra yang tidak berani untuk membantah kakak kelasnya.
Meri yang mendengar ucapan Jeri...
"Jangan-jangan si Jeri suka lagi sama anak baru itu , awas aja kalau benar , aku kerjain anak baru itu" , ucap Meri dalam hatinya.
Setelah semua tugas diberikan , mereka sudah boleh pulang.
Sandra langsung berpisah dengan Niken dan menuju ke mobilnya.
Sampai di dalam mobil Sandra membuka satu persatu karet di rambutnya.
Pak Maman , menjalankan mobilnya menuju ke All Star Hotel.
Sampai di All Star Hotel , Sandra turun dan berjalan lagi dengan muka kesal , menuju ke ruangan Antonio.
Sampai di dekat ruangan Antonio , Sandra langsung membuka pintu dan memanggil suaminya.
"Hubby...." , panggil Sandra.
"Hari ini bidadari cantikku kenapa lagi?" , tanya Antonio sambil memeluk pinggang istrinya yang sudah duduk di atas pangkuannya.
"Masa aku besok disuruh bawa Toblerone bungkusnya oranye , mana ada hubby" , ucap Sandra.
"Tenang sayang , ada kok" , jawab Antonio.
__ADS_1
"Benarkah hubby" , ucap Sandra dengan tidak percaya.
"Benar sayang , bentar ya hubby telpon Robi dulu" , ucap Antonio.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
Antonio menelpon Robi dengan Hp nya , tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo pak" , jawab Robi.
"Halo Robi , kamu buatin Toblerone bungkus oranye buat ospek istri saya ya , sore ini bawakan ke ruangan saya" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
Lalu Robi berjalan ke supermarket , membeli Toblerone bungkus putih dan membawanya ke tempat tukang cat.
Sampai di tukang cat...
"Tolong buatin warna oranye ya pak" , ucap Robi kepada bapak disana.
"Buat ospek ya mas" , ucap bapak tersebut.
"Iya pak" , jawab Robi.
Lalu bapak itu mulai mengecat bungkus Toblerone nya.
Setelah selesai Robi membayarnya dan menjalankan mobilnya ke All Star Hotel.
Sampai di All Star Hotel , Robi langsung menuju ke ruangan Antonio.
Tok...tok...tok...
"Permisi pak , ini pesanan bapak" , ucap Robi.
"Ok Robi , terima kasih ya" , ucap Antonio.
"Iya sama-sama pak" , jawab Robi sambil berjalan keluar dari ruangan Antonio.
"Ini sayang , sudah jadi" , ucap Antonio.
"Wowwwww ini beneran jadi Toblerone oranye hubby" , ucap Sandra sambil melihat Toblerone yang sudah di cat tersebut.
"Iya sayang , dari dulu tugas kampus itu sama aja , jadi hubby sudah tau semuanya" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Makasih ya hubby" , ucap Sandra sambil mendekati suaminya dan menciumnya.
"Hubby masih lama gak?" , tanya Sandra setelah melepas ciumannya.
"Bentar lagi selesai kayaknya" , ucap Antonio.
"Kalau gitu aku istirahat di sofa dulu ya , capek banget rasanya hubby" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
Sandra langsung merebahkan tubuhnya di sofa , tidak berapa lama Sandra pun tertidur disana.
Antonio mulai melanjutkan pekerjaannya.
Setelah beberapa jam berlalu Antonio sudah selesai bekerja , dia mematikan laptopnya , mengambil tas kerjanya dan jasnya , tidak lupa dia membawa coklat Toblerone oranye untuk istrinya bawa besok ke kampus.
__ADS_1
"Sayang bangun...kita pulang yuk" , ucap Antonio dengan lembut sambil menciumi wajah istrinya.
Tidak lama Sandra pun terbangun dari tidurnya.
"Sudah selesai ya hubby" , ucap Sandra.
"Iya sayang , ayo kita pulang ke apartemen" , ucap Antonio.
"Iya hubby , coklat oranye aku sudah dibawa hubby?" , tanya Sandra.
"Sudah sayang" , ucap Antonio.
Antonio dan Sandra berjalan keluar dari kantor dan berjalan menuju ke parkiran mobil.
Sampai di mobil , Antonio mulai menyalakan dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kita mau beli makanan dimana sayang?" , tanya Antonio.
"Nanti pesan chinese food minta diantarkan ke apartemen saja hubby" , jawab Sandra.
Antonio pun menganggukkan kepalanya dan menjalankan mobilnya menuju ke apartemen mereka.
********
Beberapa hari pun berlalu.
Sejak Sandra benar membawa toblerone oranye , Jeri semakin senang dan tertarik kepada Sandra.
Jeri juga tidak pernah memberikan tugas yang sulit untuk Sandra.
Melihat Jeri yang semakin suka dengan Sandra , membuat Meri semakin kesal , karena sebenarnya Meri menyukai Jeri dari dulu , tapi karena Jeri mempunyai banyak penggemar , Meri pun tidak berani mengutarakan perasaannya.
Rasa cemburu yang ada di hati Meri , membuat Meri selalu menyuruh Sandra untuk melakukan hal yang dia inginkannya.
Dari menyuruh Sandra membelikan barang yang dia inginkan , membayarkan semua makanannya , sampai menyuruh Sandra untuk membayarkan makanan semua orang yang ada di kelas.
Semua hal itu tidak ada masalah untuk Sandra karena dari sebelum menikah tabungan Sandra sudah banyak , ditambah setelah menikah papa dan suaminya mengirimkan uang bulanan untuknya , yang pastinya belum digunakan olehnya sampai sekarang.
"Apa kamu tidak masalah mengeluarkan segitu banyak uang untuk ospek?" , tanya Niken.
"Ya , mau gimana lagi...kalau aku gak ikutin apa yang diminta kak Meri , aku nanti dikasih hukuman , lebih baik aku ikuti saja" , jawab Sandra.
"Kamu pasti anak orang kaya ya?" , ucap Niken.
"Gak kok , biasa aja" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Sampailah satu hari sebelum acara penutupan ospek.
Meri menyuruh Sandra untuk berdiri di lapangan terbuka , di bawah sinar terik matahari selama berjam-jam , tanpa tau apa kesalahan yang dibuat oleh Sandra.
Hari itu panasnya sangat terik sekali.
Tidak ada satu pun mahasiswa termasuk Niken , yang berani untuk bertanya , "kenapa Sandra disuruh berdiri di tengah lapangan" , karena Meri mengatakan bagi siapa yang ingin membela Sandra akan ikut berdiri juga di tengah lapangan.
Setelah beberapa jam berdiri disana , Sandra sudah mulai kehausan , keringat bercucuran ditubuhnya , kepala nya pun sudah mulai sakit dan tidak lama pandangannya mulai kabur , dia pun..... langsung jatuh pingsan.
Jeri yang selalu memperhatikan Sandra dari jauh , langsung berlari ke tengah lapangan begitu melihat Sandra jatuh pingsan , Jeri langsung mengangkat dan membawa Sandra ke ruang kesehatan.
Meri yang melihat Jeri berlari ke tengah lapangan dan langsung mengangkat tubuh Sandra dengan kedua tangannya , membuat Meri semakin cemburu dan marah.
__ADS_1
"Kenapa anak baru itu harus cantik sih , gue rusak mukanya , baru tau rasa" , ucap Meri dalam hatinya.