Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 182


__ADS_3

Antonio berjalan mengambil air yang diletakin oleh mama Shinta di atas meja kemaren malam.


"Hubby...." , panggil Sandra.


"Sayang....kamu sudah bangun" , ucap Antonio yang mendengar suara panggilan istrinya dan langsung berjalan mendekati istrinya.


"Kita dimana hubby" , tanya Sandra.


"Kita dirumah sakit sayang , kemaren perut kamu sakit sekali , makanya aku bawa kesini" , jawab Antonio yang sudah duduk di samping kasur istrinya dan mengelus wajah cantik bidadari cantiknya.


"Anak kita gimana hubby?" , tanya Sandra.


"Anak kita gak apa-apa sayang , kamu harus kuat ya demi anak kita" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh istrinya.


"Aku takut hubby....kemaren Yogi memaksa aku mengikuti dia" , ucap Sandra yang mulai terisak tangis.


"Tenang ya sayang , gak usah dipikirin lagi , dia sudah berada di kantor polisi , kamu jangan pikirin lagi ya" , ucap Antonio dengan lembut.


"Maafkan aku ya hubby , kalau aku dengerin pak Maman untuk langsung ke All Star Hotel , pasti aku gak akan ketemu Yogi" , ucap Sandra yang sudah menangis.


"Kamu gak salah sayang , gak apa apa...lain kali kamu gak boleh lagi ya pergi sendiri , nanti aku akan kasih dua orang bodyguard untuk menjaga kamu ya sayang" , ucap Antonio dengan lembut.


Padahal didalam hatinya dia juga menangis dan gak tega melihat istrinya disakiti kembali dengan Yogi , tapi dia harus kuat dan tidak boleh memperlihatkan kesedihannya di depan istri tercintanya.


"Iya hubby , kali ini aku akan mengikuti semua kata hubby" , ucap Sandra yang masih menangis di pelukan suaminya.


Tidak lama seorang perawat datang membawakan makanan Sandra , perawat itu meletakkan makanan Sandra di atas meja dan setelah itu langsung keluar dari sana.


"Saya keluar dulu ya pak , semoga ibu cepat sembuh" , ucap perawat itu yang sudah mengetahui kondisi Sandra yang sebenarnya dan dia juga kasian melihat Sandra yang masih menangis di dalam pelukan suaminya.


"Iya suster , terima kasih" , ucap Antonio.


"Hubby...aku mau pulang aja ke apartemen" , ucap Sandra yang masih terisak tangis.


"Apa kamu sudah gak apa apa sayang?" , tanya Antonio.


"Kalau hubby terus bersama aku , aku gak apa apa hubby" , jawab Sandra dengan suara terisak tangis.


"Nanti aku tanya dokter Sarah dulu ya sayang , sekarang kamu makan dulu ya , dari kemaren siang pasti kamu belum makan kan" , ucap Antonio.


Sandra menganggukkan kepalanya.


Antonio mengambil makanan yang sudah diletakkan disana dan menyuapi istrinya.


Sandra memakan setiap makanan yang disuapi oleh Antonio sampai habis.

__ADS_1


"Hubby tadi malam makan gak?" , tanya Sandra.


"Aku makan sayang , mama bawain makanan buat aku" , ucap Antonio.


Sandra pun menganggukkan kepalanya lalu menyandarkan tubuhnya di kasur pasien yang sudah diberdirikan kepalanya oleh Antonio.


Sandra duduk sambil terdiam melihat langit-langit kamarnya.


"Sayang...kamu lagi pikirkan apa?" , tanya Antonio.


"Sebenarnya aku masih takut hubby , setiap kejadian kemaren selalu terbayang-bayang di kepala aku" , ucap Sandra yang sudah menitikkan air matanya.


"Jangan dipikirkan lagi ya sayang , ada aku disini , tidak akan ada yang berani menyakiti kamu sayang" , ucap Antonio yang langsung memeluk tubuh istri tercintanya.


"Iya hubby , tapi aku masih takut" , ucap Sandra yang wajahnya sudah basah dengan air mata.


Antonio mengelus-elus punggung istrinya yang sudah berada di dalam pelukannya.


"Sudah sayang , semua sudah berlalu , sekarang ada aku bersama kamu , kamu sudah aman sayang , gak akan ada lagi yang berani menyakiti kamu" , ucap Antonio mencoba menenangkan istri tercintanya.


Tidak lama Sandra pun mulai tenang kembali.


Sandra mulai menutup matanya dan tidak lama diapun tertidur dalam pelukan suaminya.


Melihat istrinya yang tertidur kembali , Antonio langsung menurunkan kepala kasur dan membaringkan tubuh istrinya dengan lembut di atas kasur.


Pagi itu mama Amel dan mama Shinta sudah sampai di rumah sakit.


"Antonio , bagaimana keadaan Sandra?" , tanya mama Amel.


"Tadi dia masih memanggil manggil aku sambil minta tolong ma dalam tidurnya , tapi tadi Sandra juga sudah bangun dan sudah makan juga , dia juga minta pulang ke apartemen , tidak lama Sandra mulai menangis lagi mengingat kejadian kemaren dan barusan ketiduran lagi" , ucap Antonio.


"Kamu harus mendampingi Sandra terus ya Antonio , Sandra itu anaknya kelihatannya kuat dari luar tapi sebenarnya hatinya sangat rapuh , setiap dia ada masalah dia pasti akan menyimpannya sendiri dan selalu mengatakan tidak apa-apa di depan kita , tapi nanti dia bisa menangis sendiri" , ucap mama Amel.


"Iya ma , aku pasti akan terus menjaganya dan gak akan meninggalkannya sendiri , sampai dia benar-benar sudah bisa melupakan masalah ini" , ucap Antonio.


"Iya Antonio , mama percaya sama kamu" , ucap mama Amel.


"Untuk sementara mama dan Amel akan menjaga Sandra ketika kamu sibuk di kantor , jadi kamu masih bisa kerja juga nak" , ucap mama Shinta.


"Iya ma , tapi aku belum ada semangat untuk bekerja dulu beberapa hari ini , aku masih mau menemani istri aku" , ucap Antonio.


"Iya nak , mama ngerti...kalau kalian butuh apa-apa cepat kabari kami ya nak" , ucap mama Shinta.


"Iya ma" , jawab Antonio.

__ADS_1


"Sekarang kamu makan dulu ya , mama bawakan sarapan untuk kamu" , ucap mama Shinta.


"Iya ma" , jawab Antonio sambil memakan makanan yang dibawakan oleh mamanya.


Setelah Antonio menghabiskan makanan yang dibawakan oleh mamanya...


"Ma , tolong jaga Sandra sebentar ya , aku mau keruangan dokter Sarah sebentar" , ucap Antonio.


"Iya nak" , jawab mama Amel dan mama Shinta bersamaan.


Antonio keluar dari kamar rawat istrinya dan menuju ke ruangan dokter Sarah.


Antonio menanyakan kepada perawat yang ada di depan ruangan dokter Sarah...


"Apakah dokter Sarah ada di ruangannya?"


"Ada pak , silahkan masuk" , ucap perawat tersebut sambil membukakan pintu ruangan dokter Sarah yang memang belum ada jadwal pasien pada pagi itu.


"Pagi dokter" , ucap Antonio.


"Pagi pak , ada apa kesini , apakah ibu Sandra baik-baik saja?" , tanya dokter Sarah.


"Tadi dia sudah bangun , kelihatannya masih trauma dan sekarang sudah tertidur lagi , tapi dia tadi sempat mengatakan ingin pulang dokter , apakah memungkinkan untuk istri saya bisa pulang hari ini?" , tanya Antonio.


"Sebenarnya dia masih tidur karena pengaruh obat yang diberikan ke dalam infusnya , nanti siang kalau perutnya sudah tidak sakit , saya rasa sudah bisa pulang , cuma yang harus benar-benar diperhatikan adalah masalah traumanya , kalau masih berlanjut saya sarankan untuk ke psikiater" , ucap dokter Sarah.


"Baiklah dokter" , jawab Antonio.


"Baiklah , kalau gitu kita lihat perkembangannya dalam beberapa hari ini , kalau setelah ibu Sandra pulang , keadaan psikis nya bisa lebih baik , gak perlu konsultasi dengan psikiater" , ucap dokter Sarah.


"Baik dokter , tolong dokter atur kan yang terbaik buat istri saya" , ucap Antonio.


"Iya pak , pasti saya akan memberikan yang terbaik buat ibu Sandra" , jawab dokter Sarah.


"Terima kasih dokter" , ucap Antonio.


"Iya sama sama pak" , jawab dokter Sarah.


Setelah itu Antonio keluar dari ruangan dokter Sarah dan menuju ke kamar rawat inap istrinya.


Sampai di dalam kamar Sandra....


"Bagaimana nak , apa kata dokter Sarah?" , tanya mama Shinta.


"Kalau siang ini perut Sandra sudah tidak sakit lagi , Sandra sudah bisa pulang ma , tapi kita harus memperhatikan psikis nya setelah pulang" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Mama yakin Sandra pasti kuat nak" , ucap mama Shinta.


"Iya ma , aku juga berharap seperti itu" , ucap Antonio sambil berjalan dan duduk di dekat ranjang istri tercintanya , lalu Antonio mengelus wajah mulus istrinya.


__ADS_2