Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 100


__ADS_3

Sandra terbangun dari tidurnya dan dilihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 6 sore.


Sandra langsung turun dari tempat tidur dan menuju ke dapur.


Sandra memasak nasi dan mengeluarkan semua bahan-bahan yang dibutuhkan.


Dari mulai membersihkan ayam , membersihkan udang , mencuci sayur , memotong bawang , memotong bakso dan mengiris daun bawang...


Semua hal itu sudah dengan mudah dilakukan oleh Sandra , sejak belajar masak dengan pak Herman.


Setelah semua bahan yang dibutuhkan sudah selesai di potong-potong , Sandra melihat ke rice cooker , pas banget nasinya juga sudah matang.


Sandra mulai memasak nasi goreng seafood dengan cara yang sudah di ajarkan oleh pak Herman.


Sekarang Sandra sudah tidak canggung menggunakan peralatan masak di dapur.


Sandra mulai memasukkan bahan-bahan satu persatu , sampai semua sudah dimasukkan , terakhir dia memasukkan nasi , setelah itu dia tinggal memasukkan kecap asin , kecap manis , cabe , garam dan kaldu jamur.


Antonio yang sudah bangun , melihat tidak ada istrinya di sebelahnya langsung keluar dari kamar.


Begitu Antonio keluar dari kamar , sudah tercium bau masakan Sandra , Antonio pun langsung menuju ke dapur.


"Wangi banget sayang , aku jadi lapar" , ucap Antonio sambil memeluk pinggang bidadari cantiknya dari belakang.


"Bentar lagi jadi kok hubby , sabar ya" , ucap Sandra dengan lembut.


"Iya sayang" , jawab Antonio.


Sandra mengambil sedikit nasi goreng dengan sendok...


"Cobain hubby , sudah enak belum?" , tanya Sandra sambil menyuapkan ke mulut suaminya.


"Sudah enak sayang" , jawab Antonio setelah mencobanya.


"Ok kalau gitu aku siapin dulu ya" , ucap Sandra sambil melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya.


Antonio sangat bahagia melihat bidadari cantiknya dengan telaten memotong tomat dan timun , lalu disusun dengan sayur selada diatas piring.


Setelah sudah selesai menyusun daun selada , tomat dan timun , Sandra meletakkan nasi goreng seafood diatas piring dan tidak lupa meletakkan telur mata sapi yang sudah di buatnya sebelum masak nasi goreng tadi.


Terakhir Sandra menaburkan bawang goreng diatas nasi goreng seafood.


"Sudah jadi deh" , ucap Sandra sambil tersenyum.


Antonio langsung tersenyum melihat istrinya.


"Biarpun istriku manja dan kekanakan , tapi kalau sudah bekerja istriku kelihatan berbeda , kelihatan dewasa dan mandiri , aku sangat bahagia karena cuma aku yang bisa melihat semua sisi yang ada di dalam diri bidadari cantikku" , ucap Antonio dalam hatinya.


"Ayo hubby , kita makan lagi" , ucap Sandra sambil membawa 2 piring berisikan nasi goreng ke meja makan.


"Sayang , kalau seperti ini , aku sudah tidak mau lagi makan masakan Tuti" , ucap Antonio sambil makan nasi goreng buatan istrinya.

__ADS_1


"Kenapa begitu hubby?" , tanya Sandra.


"Soalnya lebih enak masakan kamu dari pada masakan Tuti" , jawab Antonio.


"Jadi besok pagi hubby mau sarapan apa?" , tanya Sandra.


"Apa aja deh , yang penting kamu yang masak sayang" , jawab Antonio.


"Boleh hubby , tapi bangunkan aku ya besok pagi , kalau gak pasti aku telat lagi bangunnya" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Iya juga ya , kalau gak bisa bangun gak pa pa juga deh , biar aku sarapan buatan Tuti aja" , ucap Antonio.


Setelah itu Sandra dan Antonio makan dengan hening , hanya suara sendok dan garfu saja yang terdengar disana , sampai mereka selesai makan.


Setelah selesai makan , Sandra mulai membereskan piring dan peralatan dapur yang digunakannya tadi ketika masak.


Antonio menuju ke ruang tamu dan menyalakan TV disana.


Tidak lama Sandra pun menyusul suaminya di ruang tamu , setelah semua pekerjaannya selesai.


"Hubby..." , panggil Sandra setelah duduk di samping suami tercintanya.


"Iya sayang" , jawab Antonio sambil memeluk pinggang bidadari cantiknya.


"Besok-besok aku akan usahakan deh bisa bangun pagi , supaya bisa menyiapkan sarapan buat hubby" , ucap Sandra dengan manja.


"Makasih ya sayang , kalau gak bisa jangan dipaksakan ya" , ucap Antonio sambil mencium kening bidadari cantiknya.


********


Beberapa hari kemudian....


Yogi dan Rangga sudah mendapatkan tempat untuk memasukkan barang-barang onderdil di bengkel yang baru akan mereka rintis.


Bengkel mereka yang berada di pinggir jalan , membuat hal itu menjadi salah satu keuntungan mereka.


Meskipun mereka baru membuka bengkel , tapi ada ada saja orang yang datang , karena motornya yang tiba-tiba rusak di tengah jalan.


Tidak hanya memperbaiki motor yang rusak , terkadang juga ada yang datang untuk sekedar mengganti oli motor mereka.


Yogi sangat serius menjalankan usahanya dengan Rangga.


Dengan keterbatasan modal dan usaha bengkel yang masih baru mulai , pastinya pemasukan mereka belum stabil.


Sehingga Yogi dan Rangga masih tetap ikut balapan liar pada malam harinya , untuk mendapatkan hadiah uang tunai yang akan mereka gunakan untuk menambah modal mereka di usaha bengkel.


Siang itu , ketika Yogi sedang mengganti oli motor pelanggan di bengkelnya , terdengar suara Hp nya berbunyi.


Dilihatnya ke layar Hp nya , papa Doddy yang menelpon.


"Halo pa , ada apa mencari aku" , jawab Yogi.

__ADS_1


"Kamu bisa pulang sekarang nak , kakakmu sudah datang" , ucap papa Doddy.


"Iya pa , sebentar lagi aku pulang" , jawab Yogi.


"Iya nak" , jawab papa Doddy sambil memutuskan panggilan telpon di Hp nya.


Yogi langsung mengerjakan pekerjaannya , tidak lama...akhirnya Yogi selesai mengerjakan kerjaannya.


"Rangga bengkel tolong loe yang urus dulu ya , gue disuruh pulang sama bokap gue" , ucap Yogi.


"Ok bro" , jawab Rangga.


Yogi langsung menyalakan motornya dan menjalankannya menuju ke rumahnya.


Sebelumnya di rumah Yogi...


Hari itu Amanda pulang dengan seorang anak kecil.


Awalnya Amanda ragu untuk menekan bel rumah , yang sudah ditinggalkan lama olehnya.


Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk menekan bel.


Tidak lama asisten rumah tangganya membukakan pintu.


"Non Amanda" , panggil bik Iyem asisten rumah tangganya.


"Iya bik , bibik masih kerja disini?" , tanya Amanda.


"Iya non , bibik masih kerja disini , non kenapa gak pulang-pulang?" , tanya bik Iyem.


"Aku sudah punya kerjaan dan keluarga di luar kota bik" , jawab Amanda.


"Si non sudah menikah?" , tanya bik Iyem.


"Iya bik , ini anak aku bik" , ucap Amanda.


"Kenapa bapak gak dikasih tau kalau non sudah menikah?" , tanya bik Iyem.


"Kalau kasih tau papa , pasti papa tidak akan setuju bik" , jawab Amanda.


Bik Iyem hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.


"Papa ada bik?" , tanya Amanda.


"Ada non , bentar ya bibik panggilkan" , ucap bik Iyem.


"Iya bik" , jawab Amanda.


Amanda memasuki rumahnya , melihat ke seisi ruangan dibawah , tidak ada yang berubah dari sejak dia pergi meninggalkan rumahnya , semua barang-barang yang ada di sana masih sama.


Sampai foto kenangan-kenangan bersama dengan mamanya semasa masih hidup , juga masih tersusun rapi disana.

__ADS_1


Amanda mengambil dan melihat salah satu foto keluarga mereka , yang sangat bahagia ketika mamanya masih hidup dulu.


__ADS_2