
Chika yang tidak mendapat kabar dari Yogi pun semakin panik , ditambah rasa mual nya semakin sering.
"Bagaimana ini?" , ucap Chika yang sedang berada di kamar nya.
Kalau papa tau , aku pasti dimarahi.
Chika mengambil Hp nya , di sentuhnya nama Yogi di layarnya...
Terdengar suara sambungan telpon berbunyi.
Agak lama , tapi detik-detik sebelum sambungan telpon terputus , terdengar suara dari sana.
"Halo" , jawab Yogi.
"Halo Yogi sayang" , ucap Chika yang lega , akhirnya Yogi mengangkat telpon darinya.
"Bagaimana Yogi sayang , apakah kamu sudah memikirkan , bagaimana dengan anak kita?" , tanya Chika.
"Sudah , tapi gue lagi nyari uangnya sekarang" , ucap Yogi.
"Jadi gimana keputusan Yogi?" , tanya Chika dengan perasaan yang berdebar-debar.
"Kita akan aborsi anak itu!" , ucap Yogi.
"Anak ini tidak salah Yogi , jangan bunuh anak ini" , ucap Chika.
"Kalau loe gak mau aborsi , loe besarin aja sendiri" , ucap Yogi.
"Kenapa Yogi tidak mau menikahi Chika?" , tanya Chika.
"Sudah jelas kan , gue gak suka sama loe , gue ada urusan lagi" , ucap Yogi sambil memutuskan panggilan telpon Chika.
"Gue akan buat loe menikah sama gue , apapun caranya" , ucap Chika.
********
Papa Surya , mama Amel , Sandra dan Antonio sudah kumpul di meja makan.
"Kalian gak mau nginap disini aja , malam ini?" , tanya papa Surya , sambil makan.
"Tadi aku juga bilang gitu pa , tapi kak Antonio kan gak ada bajunya disini , besok-besok aku bawa beberapa baju kak Antonio , supaya nanti bisa nginap disini" , ucap Sandra.
"Iya lain kali kalian nginap disini , gak ada Sandra mama juga jadi sepi" , ucap mama Amel.
"Iya tante , nanti kita akan nginep disini" , ucap Antonio.
"Anak kesayangan papa , gak menyusahkan Antonio kan?" , tanya papa Surya.
"Gak kok pa" , jawab Sandra.
"Gak mungkin , anak kesayangan papa kan manja sekali", ucap papa Surya sambil tersenyum.
Sandra hanya memanyunkan bibirnya , mendengar ucapan papanya.
Antonio yang melihat tingkah Sandra pun menjadi gemes....
"Sandra manja , tapi gak menyusahkan aku kok om" , ucap Antonio sambil tersenyum ke arah Sandra.
"Tuh...kan , kak Antonio aja gak merasa kalau aku menyusahkan dia" , ucap Sandra.
"Iya nak" , ucap papa Surya sambil tersenyum.
"Kamu harus banyak-banyak sabar ya , menghadapi Sandra , terkadang Sandra memang suka marah atau kesal , saat keinginannya gak di setujui" , pesan mama Amel pada Antonio.
__ADS_1
"Iya tante , aku mengerti" , ucap Antonio sambil tersenyum.
Tidak lama mereka pun selesai makan malam.
Selesai makan malam Antonio dan Sandra pamitan pulang.
"Kami pulang dulu ya om...tante..." , ucap Antonio.
"Iya hati-hati di jalan ya", ucap mama Amel dan papa Surya sambil mencium pipi anak kesayangan mereka.
Setelah masuk ke dalam mobil , Antonio menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen.
Selama dalam perjalanan , tidak ada yang mereka bicarakan , hanya lagu pop dari audio mobil yang terdengar , sampai mereka tiba di parkiran apartemen.
Setelah Antonio memarkirkan mobilnya , Sandra dan Antonio berjalan ke arah lift , sambil berpelukan menuju ke unit apartemen mereka.
"Aku mandi dulu ya kak" , ucap Sandra , setelah masuk ke dalam kamar mereka.
"Iya sayang" , ucap Antonio sambil duduk di sofa kamar.
Tidak lama Sandra pun keluar dari kamar mandi menggunakan piyama strawberry nya.
"Gemes banget piyama kamu , merah-merah seperti bibir kamu" , ucap Antonio sambil mengecup bibir Sandra.
"Nanti ya dilanjutin lagi setelah kakak selesai mandi" , ucap Antonio , setelah melepaskan bibirnya dari bibir Sandra.
Wajah Sandra menjadi merah seperti tomat mendengar ucapan Antonio , meskipun Sandra sering mendengar Antonio berkata seperti itu , tapi tetap saja wajah Sandra menjadi merah seperti tomat , setelah mendengarnya.
Sandra menunggu Antonio sambil rebahan di kasur mereka.
Tidak lama Antonio keluar dari kamar mandi dengan kaos dan celana pendeknya.
Antonio langsung menuju ke kasur dan merapatkan tubuhnya dengan Sandra.
"Kenapa sudah gak sabar?" , tanya Sandra.
"Setelah minggu depan , kakak bisa memiliki kamu seutuhnya sayang" , ucap Antonio.
"Bukannya sekarang aku milik kakak seutuhnya" , ucap Sandra.
"Belum sayang , kita masih belum melakukan hal itu" , ucap Antonio sambil tersenyum.
Sandra langsung menenggelamkan wajahnya ke dada Antonio , karena tersipu malu.
Sekarang kakak hanya bisa melakukan ini aja sayang...
Antonio mendekatkan wajahnya ke wajah Sandra dan mulai menciumi bibir Sandra dengan lembut.
Setelah mereka berciuman dengan mesra beberapa saat , Antonio pun melepaskan bibirnya dari bibir Sandra , lalu memeluk tubuh Sandra dengan erat.
"Apa kamu bahagia dengan kakak sayang?" , tanya Antonio.
"Sangat bahagia kak" , jawab Sandra.
"Terima kasih ya sayang" , ucap Antonio sambil menciumi kening Sandra.
Setelah itu mereka pun tertidur sambil berpelukan.
********
Hari-hari berlalu dengan cepat.
Hingga tibalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua keluarga.
__ADS_1
Hari jumat , hari sebelum acara pernikahan Antonio dan Sandra.
Sore itu Antonio dan Sandra menuju ke hotel , karena malam ini mereka akan makan malam keluarga , setelah itu nginap di hotel untuk melangsungkan acara pernikahan besok.
Ketika Antonio dan Sandra sudah sampai di hotel , keluarga Antonio sudah kumpul di ruangan khusus untuk keluarga.
Antonio dan Sandra pun menyapa papa Chandra , mama Shinta , saudara dan ipar Antonio.
Tidak ketinggalan si lucu imut Kiki , Karen dan Penelope , yang datang menyapa Sandra dan Antonio.
"Nak , nanti baju mama dan Amel yang ada di kamar kalian di pindahkan ke kamar kami ya" , ucap mama Shinta kepada Antonio.
"Iya ma , nanti aku minta staf anterin ke kamar mama dan tante Amel" , jawab Antonio.
"Besok pagi jangan lupa ya jam 4 sudah harus dandan , jangan sampai telat bangun ya" , ucap tante Shinta kepada Sandra.
"Iya tante" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Tidak lama papa Surya dan mama Amel sudah sampai di hotel.
Mereka pun menuju ke restoran bersama.
Pada saat makan malam keluarga , saudara Antonio memberikan hadiah pernikahan buat Antonio dan Sandra.
"Hadiah dari aku bukanya besok malam ya" , ucap Angga kepada Antonio dan Sandra.
"Emangnya isinya apa sih kak?" , tanya Antonio.
"Pokoknya kamu pasti suka , tapi bukanya harus besok malam ya" , ucap Angga sambil tersenyum.
"Iya deh , makasih kak" , ucap Antonio.
"Kalau kado dari kak Alex harus dibuka besok juga?" , tanya Antonio.
"Terserah kamu aja , kapan mau dibuka" , ucap Alex.
"Ok , terima kasih kak" , ucap Antonio.
Setelah itu mereka hanya mengobrol ringan selama makan malam.
Selesai makan , semuanya pun langsung menuju kamar masing-masing , untuk beristirahat , karena besok pagi sudah harus bangun dan bersiap-siap.
"Erik , ikut saya sebentar" , ucap Antonio.
"Iya pak" , jawab Erik sambil mengikuti Antonio dan Sandra ke kamar atas.
Sampai di kamar atas , Antonio mengeluarkan baju mama Shinta dan mama Amel.
"Ini tolong kamu anterin baju ke kamar mama Shinta dan mama Amel" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Erik.
Setelah itu Sandra dan Antonio mencuci muka dan mengganti bajunya , lalu menuju ke kasur untuk beristirahat.
"Kak , aku kok jadi deg degan ya" , ucap Sandra.
"Bukan cuma kamu sayang , kakak juga sama , besok kita sudah resmi menjadi suami istri sayang" , ucap Antonio sambil mengecup kening Sandra.
"Besok aku bisa bangun gak ya kak?" , ucap Sandra.
"Ya , besok kalau MUA nya sudah datang kakak bangunin kamu ya , sekarang kita tidur dulu" , ucap Antonio.
"Iya kak" , jawab Sandra.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke alam mimpi.