
Setelah kejadian Sherly , sudah tidak ada lagi gangguan dalam kehidupan Antonio dan Sandra.
Sandra yang sudah mulai sibuk dengan ujiannya , selalu belajar sampai larut malam.
Antonio juga masih sibuk dengan pekerjaannya , terkadang juga Sandra dan Antonio masih pergi ke kota B untuk melihat pekerjaan karyawan All Star Hotel disana.
Robi yang disuruh Antonio untuk mencari seorang cowok untuk menggantikan posisi Sherly pun sudah didapatkannya.
Sekarang Robi sudah tenang dan tidak terlalu sibuk seperti sebelumnya.
Robi pun bisa mempersiapkan rencana pernikahannya dengan Citra yang akan di langsungkan dalam 3 bulan lagi.
"Pak , apakah bapak benar akan memberikan ball room All Star Hotel sebagai hadiah untuk acara pernikahan aku dengan Citra nanti?" , tanya Robi yang sekarang berada di ruangan Antonio.
"Apakah kalian akan menikah?" , tanya Antonio.
"Iya pak , 3 bulan lagi kami akan menikah , kalau benar kami mendapatkan hadiah resepsi menikah di ball room All Star Hotel , saya bisa membuat undangannya" , ucap Robi.
"Jangankan saya kasih kalian pakai ball room hotel untuk digunakan ketika acara pernikahan , saya juga akan memberikan kamar presidential suite sebagai hadiah untuk malam pertama kalian" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak pak , kalau gitu saya akan mengatur semuanya dari sekarang" , ucap Robi sambil tersenyum.
"Iya sama sama Robi" , jawab Antonio.
Setelah itu Robi pun keluar dari ruangan Antonio dengan bahagia.
********
Chika yang sudah mau melahirkan hari itu merasakan sakit yang luar biasa diperutnya , Chika memanggil mama Farah.
"Maaaaaa" , teriak Chika dari dalam kamarnya.
Mendengar teriakan Chika , mama Farah langsung masuk ke kamar Chika.
"Ma sakit ma , sakit sekali...." , ucap Chika sambil memegang perutnya.
"Kamu sudah mau melahirkan sayang , ayo kita ke rumah sakit , mana koper yang sudah kamu persiapkan untuk dibawa ke rumah sakit sayang" , ucap mama Farah.
"Itu ma , di samping lemari" , ucap Chika.
Mama Farah langsung mengambil koper yang sudah dipersiapkan Chika dan memapah Chika keluar dari kamar.
"Bik Mumun....cepat kesini" , panggil mama Farah.
"Iya nyonya" , jawab bik Mumun sambil berlari menaiki anak tangga.
"Tolong kamu bawakan koper Chika , Chika sudah mau melahirkan" , ucap mama Farah.
"Baik nyonya" , jawab bik Mumun.
Mama Farah memapah tubuh Chika sampai diluar dan masuk ke dalam mobil.
Bik Mumun memasukkan koper Chika ke bagasi mobil dan sopir mama Farah yang memang selalu stand by disana langsung menyalakan mobil dan menjalankannya menuju ke rumah sakit Kenanga.
Sambil di jalan mama Farah menelpon Victor yang sudah berada di kantornya.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo ma" , jawab Victor.
"Halo Victor , Chika sudah mau melahirkan , kamu kerumah sakit sekarang ya , mama sedang di jalan membawa Chika ke rumah sakit Kenanga" , ucap mama Farah.
"Iya ma aku ke rumah sakit sekarang" , jawab Victor sambil memutuskan sambungan telponnya dan mengambil kunci mobilnya.
"Pa , Chika mau melahirkan , aku kerumah sakit dulu ya" , ucap Victor kepada papanya yang sedang mengobrol dengan karyawannya disana.
"Iya nak , nanti setelah papa selesai , papa langsung kerumah sakit" , jawab papa Wijaya.
__ADS_1
"Iya pa" , jawab Victor sambil masuk ke dalam mobilnya dan menjalankannya menuju ke rumah sakit Kenanga.
Chika yang masih di dalam mobil menuju perjalanan ke rumah sakit.
"Ma , kenapa aku berasa ada keluar air dari bawah" , ucap Chika sambil menahan sakit di perutnya.
"Itu air ketuban kamu sudah pecah sayang , ayo pak buruan ke rumah sakit" , ucap mama Farah.
"Iya buk" , jawab sopir mama Farah sambil menambah kecepatan mobilnya.
Tidak lama mobil mama Farah sampai di depan pintu rumah sakit.
"Pak , tolong anak saya mau melahirkan" , ucap mama Farah.
Perawat yang mendengarkan langsung membawakan kursi roda dan memindahkan Chika dari mobil ke kursi roda.
Setelah itu Chika dan mama Farah di bawa ke ruang perawatan.
"Siapa dokter yang selama ini menangani anak ibu?" , tanya perawat tersebut.
"Dokter Sarah" , jawab mama Farah.
Perawat tersebut langsung menghubungi dokter Sarah.
Tidak lama Victor pun sudah sampai di rumah sakit.
"Sayang , bagaimana sayang?" , tanya Victor.
"Sakit sekali mas , perut aku sakit sekali" , ucap Chika sambil memegang dengan erat tangan suaminya.
"Sabar ya sayang , tidak lama lagi anak kita akan lahir , sabar ya" , ucap Victor.
"Iya mas" , ucap Chika yang sedang menahan rasa sakitnya.
Tidak lama dokter Sarah masuk dan memeriksa kondisi Chika , ini air ketubannya sudah pecah , sudah harus segera melahirkan.
"Baik dokter" , jawab suster tersebut sambil berjalan keluar.
Tidak lama , Chika di bawa ke ruang persalinan ditemani dengan Victor.
Persalinan Chika dilakukan secara normal , setelah 10 jam Chika berjuang untuk melahirkan anaknya , akhirnya jam 9 malam tanggal 5 Maret anak cowok pertama Chika lahir ke dunia ini.
Anak cowok yang begitu lahir langsung nangis dengan kerasnya.
"Oeeekkkkkk.....oeeekkkkkk....."
Mendengar suara tangisan anaknya , Chika langsung lega dan Victor pun tersenyum bahagia lalu dia menciumi kening Chika.
Setelah perawat membersihkan tubuh anak mereka yang baru lahir , perawat tersebut memperlihatkan anak cowok itu kepada Chika dan Victor , Victor langsung mengumandangkan azan di telinga anaknya.
Tidak lama Victor keluar dari kamar perawatan , karena Chika sebentar lagi akan dipindahkan ke ruangan perawatan.
"Bagaimana nak?" , tanya papa dan mama yang sudah menunggu di luar kamar persalinan.
"Sudah lahir dengan selamat ma , sebentar lagi juga Chika dipindahkan ke kamar perawatan", ucap Victor.
"Syukurlah nak", ucap mama Farah.
Mama Farah , papa Wijaya dan Victor menuju ke ruang perawatan Chika terlebih dahulu , tidak lama terlihat perawat membawa ranjang Chika dan baby nya ke ruangan perawatan.
********
Sandra dan Antonio sedang mengadakan acara 7 bulanan Sandra secara sederhana di rumah utama.
Acara 7 bulanan sederhana yang dipimpin oleh pendeta dan hanya dihadiri oleh tetangga dekat dan beberapa teman dari papa mama Antonio dan Sandra , berlangsung dengan hikmat dan lancar pada hari itu.
Setelah acara doa untuk keselamatan ibu dan baby , dilanjutkan dengan acara makan-makan yang sudah di siapkan oleh koki All Star Hotel.
__ADS_1
Tidak lama acara 7 bulanan Sandra pun selesai , tamu-tamu sudah mulai berpamitan pulang satu persatu.
Setelah para tamu undangan pulang papa Chandra mendapat telpon dari Wijaya.
Melihat Wijaya yang menelponnya , papa Chandra langsung mengangkatnya.
"Halo Wijaya" , jawab Chandra.
"Halo Chandra , menantu aku sudah melahirkan kemaren malam" , ucap Wijaya.
"Selamat ya Wijaya , sampai kapan di rumah sakit?" , tanya Chandra.
"Katanya besok malam kalau keadaan Chika dan anaknya baik-baik saja , sudah bisa pulang ke rumah" , jawab Wijaya.
"Kalau gitu nanti aku kerumah kamu saja , untuk melihat cucu kamu , karena hari ini acara 7 bulanan menantu aku" , jawab Chandra.
"Iya gak apa apa Chandra , nanti kamu kalau kerumah kabari aja , semoga menantu kamu dilancarkan dan dimudahkan persalinannya nanti dan semoga anak dan mamanya sehat-sehat" , ucap Wijaya.
"Terima kasih Wijaya" , ucap papa Chandra.
"Iya sama sama Chandra" , jawab Wijaya.
Setelah itu papa Chandra memutuskan sambungan telponnya.
"Siapa yang menelpon pa?" , tanya mama Shinta.
"Wijaya ma , menantunya sudah melahirkan kemaren malam" , jawab papa Chandra.
"Oh iya , Chika dan Sandra kan hamilnya beda 2 bulan pa" , ucap mama Shinta.
"Kita belikan kado apa yang ma?" , tanya papa Chandra.
"Belikan kebutuhan baby aja pa , kebetulan mama dan Amel kan mau ajak Sandra juga buat beli perlengkapan baby , nanti mama cari sekalian ya" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab papa Chandra.
Antonio yang melihat papa dan mamanya mengobrol , langsung mendekati papa dan mamanya.
"Ada apa sampai papa dan mama mengobrol disini?" , tanya Antonio.
"Chika anaknya si Wira sudah melahirkan kemaren malam , nanti mama mau belikan kadonya sekalian sama mau cari perlengkapan baby sama Sandra" , jawab mama Shinta.
"Mama kapan mau pergi sama Sandra?" , tanya Antonio.
"Rencananya besok atau lusa sayang , kebetulan kan hari libur" , jawab mama Shinta.
"Oh , kalau gitu aku bisa pergi juga" , kata Antonio.
"Iya , nanti jemput mama dan mertua kamu juga ya , biar kita pergi sama-sama" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Antonio.
Antonio berjalan menuju ke tempat istrinya yang sedang duduk dengan mama Amel dan papa Surya.
"Sayang , kata mama kalian mau cari perlengkapan untuk baby ya" , ucap Antonio.
"Kemaren mama ajak aku hubby , tapi belum tau kapan perginya" , jawab Sandra.
"Rencananya besok atau lusa sayang , kemaren mau lihat dulu selesai acara 7 bulanan kamu , kalau kamu kecapean setelah acara 7 bulanan , kita perginya lusa aja , karena kan sekarang perut kamu semakin besar dan kamu juga cepat lelah" , ucap mama Amel.
"Iya ma , kalau gitu lusa aja ya , besok aku mau istirahat dulu" , ucap Sandra.
"Iya boleh sayang" , jawab mama Amel.
Tidak terasa hari pun sudah sore , mama Amel dan papa Surya permisi untuk pulang pada papa Chandra dan mama Shinta.
Antonio dan Sandra yang sudah mau pulang ke apartemen , juga permisi pulang kepada papa Chandra dan mama Shinta.
__ADS_1
Setelah itu Sandra dan Antonio berjalan menuju ke mobil , Antonio membukakan pintu untuk istrinya masuk ke mobil , setelah itu Antonio masuk ke kursi pengemudi , menyalakan mobilnya dan membawa mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen.