
Keesokan harinya begitu Antonio selesai mandi , Antonio membangunkan istrinya.
"Sayang..." , panggil Antonio sambil mengelus wajah dan menciumi wajah istrinya.
Tidak lama Sandra pun bangun.
"Iya hubby..." , jawab Sandra dengan suara serak baru bangun tidur.
"Bangun sayang , nanti si Citra datang , kamu mandi dulu ya , nanti kita sarapan bersama" , ucap Antonio dengan lembut.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil turun dari kasur dan mengambil bajunya , lalu masuk ke kamar mandi.
Setelah Sandra selesai mandi , mereka jalan ke meja makan dan sarapan berdua.
Tidak lama bel di apartemen berbunyi...
Tuti langsung membukakan pintu.
Citra datang lebih pagi hari ini , karena Antonio hanya mau tukangnya bekerja sampai jam 4 sore.
"Pagi bos...Sandra..." , sapa Citra.
"Pagi..." , ucap Antonio dan Sandra bersamaan.
"Udah sarapan kak?", tanya Sandra.
"Sudah Sandra" , jawab Citra.
"Ini tukang gue langsung kerja aja ya" , ucap Citra.
"Iya" , jawab Antonio sambil mengunyah makanannya.
Citra dan tukangnya langsung masuk ke ruangan yang mau di renovasi jadi wardrobe.
"Tuti...", panggil Antonio yang sudah selesai sarapan.
"Iya tuan , hari ini kamu disini temani nona muda sampai Citra dan tukangnya selesai bekerja" , titah Antonio.
"Baik tuan" , jawab Tuti.
Setelah itu Antonio berdiri dari kursinya , membawa tas kerjanya dan berjalan menuju ke pintu.
Sandra mengantarkan Antonio sampai depan pintu.
"Aku pergi dulu ya sayang , nanti sore kamu di jemput pak Maman ya", ucap Antonio.
"Iya hubby" , ucap Sandra.
Antonio menciumi kening bidadari cantiknya , setelah itu baru jalan menuju ke lift.
Sandra masuk ke dalam , menuju ke dapur.
"Mba , nanti tolong sediain minuman dan makanan kecil buat tukang dan kak Citra ya" , ucap Sandra.
"Iya non" , jawab Tuti.
"Mba...piyama yang kemaren aku letakin di keranjang baju sudah dicuci belum ya?" , tanya Sandra.
"Sudah non , sudah di setrika juga , saya letakin di keranjang dekat meja setrika" , jawab Tuti.
"Ok mba..." , jawab Sandra.
Sandra menuju ke meja setrika dan mengambil piyama couple yang dia beli kemaren , membawanya ke kamar dan memasukkan ke tas untuk di bawa ke hotel , karena malam ini dia dan Antonio akan menginap di All Star Hotel.
********
__ADS_1
Antonio yang sudah 3 hari tidak datang ke kantornya , langsung masuk ke ruangannya , dimeja kerjanya sudah tersusun banyak dokumen yang harus dia tanda tangani.
Antonio meletakkan jas nya di belakang kursi dan tasnya di meja , setelah itu dia langsung membuka laptop dan membaca satu persatu dokumen yang ada diatas mejanya.
Tidak lama terdengar bunyi ketukan pintu.
"Masuk" , jawab Antonio.
"Permisi pak , pak Wira sudah datang" , ucap Susi pada bos nya.
"Ok , persilahkan masuk" , jawab Antonio , yang memang dia sudah ada janji dengan pak Wira pagi ini.
"Pagi Antonio" , sapa pak Wira.
"Pagi pak", jawab Antonio sambil tersenyum.
"Wajah pengantin baru memang berbeda ya" , ucap pak Wira yang baru masuk , sambil tersenyum.
"Apanya yang beda pak?" , tanya Antonio.
"Kelihatan lebih cerah aja dari pada dulu" , ucap pak Wira sambil tersenyum.
"Bisa saja bapak" , jawab Antonio sambil tersenyum.
"Ini saya bawa perincian bahan untuk proyek di kota C" , ucap pak Wira sambil memberikan berkas-berkas pada Antonio.
Antonio melihat semua perincian yang tertera disana untuk beberapa saat.
"Ok pak , nanti tolong kirimkan aja seperti biasa" , ucap Antonio.
"Baik Antonio" , jawab pak Wira.
"Kemaren kamu acara nikahnya pakai dekor siapa?" , tanya pak Wira.
"Saya pakai Timmy pak , apakah bapak mau menyewa jasa dekor juga?" , tanya Antonio.
"Ada acara apa pak?" , tanya Antonio.
"Anak saya akan segera menikah Antonio" , ucap pak Wira.
"Cepat sekali pak" , jawab Antonio , yang sebenarnya dia sudah tau keadaan Chika anaknya pak Wira.
"Iya Antonio , anak saya sudah hamil , jadi kami harus menikahkannya secepatnya" , ucap pak Wira.
"Hamil...jadi anak bapak akan dinikahkan dengan cowok yang telah menghamilinya?" , tanya Antonio , yang sengaja ingin tau lebih lengkap informasinya.
"Dia tidak menikah dengan cowok yang telah menghamilinya , karena cowok itu tidak mau bertanggung jawab" , ucap pak Wira dengan lirih.
"Siapa yang telah menghamili anak bapak dan anak bapak akan menikah dengan siapa?" , tanya Antonio , yang pura-pura tidak tau.
"Saya tidak tau siapa yang menghamili anak saya , karena istri saya tidak mau memberitahukannya , tapi anak saya akan menikah dengan anaknya Wijaya", jawab pak Wira.
"Oh jadi anak bapak akan menikah dengan anaknya pak Wijaya" , ucap Antonio.
"Iya Antonio , sabtu ini mereka akan melamar Chika anak saya dan saya pikir ingin menggunakan ballroom hotel kamu buat acara resepsinya nanti" , ucap pak Wira.
"Iya , tentu bisa pak , nanti kabari saja" , jawab Antonio.
"Baiklah , kalau gitu saya permisi dulu" , ucap pak Wira.
"Baik pak , terima kasih" , jawab Antonio.
"Iya sama-sama Antonio" , jawab pak Wira sambil berdiri dan keluar dari ruangan Antonio.
"Jadi anaknya pak Wira akan dinikahi oleh anaknya pak Wijaya...ini bagus juga , jadinya pak Wira gak masuk dalam jeratan Doddy" , ucap Antonio dalam hatinya.
__ADS_1
Antonio mengambil Hp di mejanya , disentuhnya nama Cantikku di layar Hp nya.
Tidak lama terdengar suara dari sana...
"Halo hubby"
"Halo sayang , aku kangen kamu , kamu lagi ngapain?" , tanya Antonio.
"Ini aku lagi ngobrol sama kak Citra , hubby" , jawab Sandra.
"Nanti sore cepetan kesini ya" , ucap Antonio.
"Iya hubby , nanti jam 4 kan" , ucap Sandra.
"Iya sayang , lama banget rasanya jam 4" , jawab Antonio.
"Bentar lagi hubby , sabar ya" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Ya udah aku kerja lagi ya sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , ucap Sandra sambil memutuskan panggilan telponnya.
"Dari Antonio ya?" , tanya Citra yang sedang bersama Sandra.
"Iya kak" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Awalnya kakak pikir kamu tidak mau menerima Antonio , tapi tidak disangka kalian sudah menikah sekarang" , ucap Citra.
"Kenapa kakak berpikir begitu?" , tanya Sandra.
"Soalnya kan kamu itu cantik dan masih muda Sandra , mana mau sama dia yang sudah seperti om om , gayanya aja sudah kelihatan seperti om om" , ucap Citra sambil tertawa.
"Iya kak Citra benar juga" , ucap Sandra sambil tertawa.
.
.
.
"Awalnya aku juga ragu kak , tapi aku juga gak bisa nolak" , jawab Sandra.
"Maksudnya gak bisa nolak , kamu kasihan gitu sama dia?" , tanya Citra yang juga penasaran , kenapa Sandra mau dengan Antonio.
"Bukannya kasihan kak , tapi ada sesuatu yang lain di perasaan aku , membuat aku gak bisa nolak dia" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Hebat juga , si Antonio bisa meluluhkan hati kamu" , ucap Citra sambil tertawa.
Sandra hanya tersenyum mendengar ucapan kak Citra.
Sandra dan Citra hanya mengobrol ringan setelah itu , tidak terasa waktu pun cepat berjalan.
Hari sudah sore , Citra , tukangnya dan Tuti pun permisi pulang.
Sandra yang sudah siap-siap di apartemen tidak lama mendapat telpon dari pak Maman.
"Halo nona muda , saya sudah berada di lobby apartemen ya", ucap pak Maman.
"Baik pak , saya kesana sekarang" , jawab Sandra.
"Baik nona muda" , jawab pak Maman.
Sandra menuju ke lift dan turun ke lobby.
Sampai di lobby terlihat mobil Antonio yang di bawa oleh pak Maman sudah parkir disana.
__ADS_1
Sandra pun langsung masuk ke mobil.