
Chika yang sedang di dandan dengan MUA pagi itu sudah mulai merasakan deg deg an.
"Hari ini hari pernikahan aku , bagaikan mimpi , aku yang berusia 17 tahun akan menikah dan sebentar lagi akan punya anak" , ucap Chika dalam hatinya.
Setelah beberapa jam berlalu , MUA selesai merias wajah dan membentuk rambut Chika.
Lalu Chika pun mulai mengganti pakaiannya dengan baju kebaya nikahnya.
"Cantik sekali nona Chika" , ucap WO yang membantu memakaikan kebaya nikah Chika.
"Terima kasih kak" , jawab Chika sambil tersenyum.
Tidak lama mama Vivi masuk ke kamar Chika...
"Sudah selesai sayang , Victor dan keluarganya sudah datang" , ucap mama Vivi.
"Sudah siap kok tante" , jawab WO nya.
"Ok , berarti sudah bisa turun ke bawah ya" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Chika.
Chika , mama Vivi dan WO mulai turun kebawah.
Terlihat pak penghulu , Victor dan keluarganya serta kerabat dari Chika sudah kumpul di ruang keluarga.
Chika yang dengan perasaan deg deg an berjalan mendekati ke arah Victor dan penghulu.
Victor langsung terpana melihat kecantikan Chika hari ini.
Setelah Chika duduk di sebelah Victor , acara akad nikah pun dimulai.
Sampai pada saat Victor mengucapkan...
"Saya terima nikah dan kawinnya Chika Hermawan binti Hermawan dengan mas kawin tersebut dan seperangkat alat sholat dibayar tunai".
Langsung semua orang yang berada disana mengucapkan "SAH".
Akhirnya Victor dan Chika resmi menjadi suami istri.
Victor memasangkan cincin pernikahan di jari manis Chika dan Chika pun memasangkan cincin pernikahan di jari manis Victor.
Setelah itu Chika menciumi punggung tangan Victor dan Victor mengecup kening Chika.
Selanjutnya mereka menandatangani surat nikah mereka , setelah itu dilanjutkan dengan meminta doa restu kepada kedua orang tua.
Setelah acara akad nikah selesai , Victor masih berada di rumah Chika , orang tuanya dan kerabat yang lain sudah pulang terlebih dahulu , karena nanti malam akan dilanjutkan acara di All Star Hotel.
"Kalian pasti belum makan , ayo makan dulu" , ucap mama Vivi.
__ADS_1
"Iya ma" , jawab Victor dan Chika bersamaan.
Victor mengikuti Chika menuju ke meja makan.
Mereka makan bersama dengan hening , sampai makanan mereka habis.
Setelah itu Chika masuk ke kamarnya diikuti oleh Victor.
"Chika sayang , baju ganti aku diletakin dimana?" , tanya Victor.
"Di dalam lemari yang ditengah , tadi digantungkan semua disana" , ucap Chika.
Victor langsung menuju ke lemari dan membukanya , lalu victor mengambil baju kaos nya.
Victor langsung membuka baju nikahnya disana.
"Kenapa loe buka baju disini?" , ucap Chika yang terkejut melihat Victor membuka bajunya.
"Chika sayang , kita itu sudah sah menjadi suami istri , jangankan buka baju atas , buka semua baju juga itu wajar" , ucap Victor yang sambil berjalan mendekati Chika dengan badan atasnya yang polos tanpa baju.
Melihat Victor yang mendekatinya dengan dada yang terbuka membuat Chika menundukkan wajahnya karena tersipu malu.
"Kenapa aku jadi seperti ini , ketika melihat semua tubuh polos Yogi , aku tidak seperti ini" , ucap Chika dalam hatinya.
Victor mengangkat wajah Chika dan mendekatkan wajah mereka.
Victor pun mulai menciumi bibir Chika , berawal dari ciuman lembut lalu menjadi ciuman yang lebih dalam , Victor mulai me-lu-mat bibir Chika , membuat Chika hampir kehilangan keseimbangan , sampai akhirnya tangan Chika memeluk tubuh polos Victor.
"Mulai sekarang kamu harus terbiasa melihat tubuh aku , karena nanti setiap hari kamu akan melihatnya" , ucap Victor dekat telinga Chika.
Chika hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Victor berjalan lagi ke arah lemari mengambil baju kaos nya dan memakainya.
"Kamu gak mau ganti baju juga?" , tanya Victor setelah menggunakan baju kaosnya.
"Mau , tapi aku gak bisa buka sendiri kebayanya", jawab Chika.
"Sini aku bantuin" , ucap Victor.
Chika mulai membuka kebaya luarnya dan tinggallah camisol yang gak bisa dibuka sendiri itu.
Victor menarik tali yang mengikat camisol itu dan membukanya satu persatu , setelah itu camisol kebaya Chika sudah terbuka.
Akhirnya Chika bisa mengganti bajunya setelah Victor membantu dia untuk membuka camisol kebayanya.
"Apa kamu masih merasa mual?" , tanya Victor , ketika mereka sudah duduk bersama di kasur Chika.
"Sejak minum obat yang diberikan oleh dokter Sarah , rasa mual nya sudah jarang muncul" , jawab Chika.
__ADS_1
"Baguslah , barang-barang kamu yang mau dibawa kerumah aku sudah di packing semua belum?" , tanya Victor.
"Itu sudah semua disana" , jawab Chika sambil menunjuk beberapa koper dan kardus yang ada di sudut kamarnya.
"Ok , beberapa hari lagi ya aku ambil sama sopir , nanti malam kan kita nginap di All Star Hotel , kamu udah siapin baju yang buat dibawa nanti malam?" , tanya Victor.
"Sudah , tadi aku gabungin ke dalam koper kamu yang dibawa kesini , karena baju kamu kan gak banyak , aku juga sudah masukin baju untuk beberapa hari kedepan" , jawab Chika.
"Iya , gak apa apa , jadi nanti di mobil pengantin kita cuma bawa 1 koper aja , gak banyak barang" , ucap Victor.
Chika hanya menganggukkan kepalanya.
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu di kamar Chika.
Ternyata WO yang datang bersama MUA.
"Kita mulai make up lagi ya" , ucap WO kepada Chika.
"Iya kak" , jawab Chika sambil mempersilahkan mereka masuk ke kamarnya.
Chika mulai duduk di meja riasnya , MUA mulai menghapus make up pagi dan membuka rambut Chika , untuk menyesuaikan dengan baju pengantin malamnya.
Victor duduk di kasur sambil memainkan game di ponselnya sambil menunggu istrinya selesai di make up.
********
Yogi yang sudah membuka bengkelnya mengobrol dengan Rangga karena belum ada pelanggan yang datang kesana.
"Bro , loe gak mau ke acara pernikahan cewek yang loe hamilin?" , tanya Rangga.
"Memangnya acara nya hari ini" , tanya Yogi dengan santai.
"Iya bro , kata teman gue yang juga temanan dengan Victor mereka nikahnya hari ini , malahan harusnya sekarang sudah sah sebagai suami istri , tinggal acara resepsinya aja ntar malam di hotel" , ucap Rangga.
"Ya biarin lah bro , anak gue juga katanya sudah gak ada" , ucap Yogi.
"Bukannya loe bilang , perasaan loe mengatakan anak loe masih ada" , ucap Rangga.
"Iya sebenarnya gue yakin anak gue masih ada , pasti dia bohongi gue" , jawab Yogi.
"Lalu loe gak mau mencari ibu dari anak loe" , ucap Rangga.
"Gue cuma mau lihat anak gue , kalau sama Chika gue gak suka sama sekali , dia mau nikah juga gue gak masalah" , ucap Yogi.
"Jadi loe cari dia waktu itu sampai berantem bukan karena loe mulai punya perasaan sama dia?" , tanya Rangga.
"Ya bukanlah , hati gue cuma untuk Sandra seorang , sampai sekarang juga masih dia yang memenuhi hati gue" , jawab Yogi.
"Tapi dia sudah punya suami , loe harus bisa melupakannya" , ucap Rangga.
__ADS_1
Seketika Yogi hanya terdiam mendengar ucapan Rangga.
"Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Rangga ada benarnya juga , ditambah juga Sandra sudah tidak suka sama dia , tapi kenapa gue tetap gak bisa untuk melupakannya meskipun dia sudah menolak gue berkali-kali , setiap melihat dia juga gue susah untuk menahan diri" , ucap Yogi dalam hatinya.