
"Opa si James sengaja mau pegang-pegang aku" , ucap Angelica.
"Gak opa , aku hanya mau mengajari Angelica bermain golf" , ucap James membela diri.
"Memangnya gimana James ngajarin kamu , sampai kamu merasa marah seperti ini" , ucap opa Chandra.
Tadi dia berdiri di belakang aku dan memegang tangan aku seperti memeluk gitu.
"Coba diulang lagi , biar opa lihat" , ucap opa Chandra.
Angelica berdiri di depan James dan James mulai melakukan gerakan mengajari bermain golf.
"Ternyata cucu opa sama James sangat serasi sekali ya" , ucap opa Chandra sambil tersenyum.
Angelica langsung protes saat itu , meskipun wajahnya terasa panas dan jantungnya berdebar dengan sangat cepat ketika berdiri di dekat James , ditambah dengan perkataan opa Chandra , membuat jantung Angelica berdetak lebih cepat lagi.
"Memang gak ada yang salah dari cara James mengajari kamu" , ucap opa Chandra.
"Tapi aku maunya sama pelatih saja opa" , ucap Angelica sambil memohon.
"Sama James saja ya cucu kesayangan opa , dari pada opa mengeluarkan biaya lebih banyak lagi untuk membayar pelatih , lebih baik bersama dengan James , gratis" , ucap opa Chandra sambil tersenyum.
"Kayaknya opa kamu sudah menyetujui hubungan kita , apa kita langsung saja jadi sepasang kekasih" , ucap James di telinga Angelica.
Seketika wajah Angelica langsung memerah seperti tomat masak mendengarkan perkataan James.
Opa Chandra yang melihat Angelica sudah tidak membantah lagi , pergi berjalan untuk bermain golf lagi.
Hari itu akhirnya James yang mengajari Angelica bermain golf.
Dalam waktu yang sebentar saja , Angelica sudah bisa mengayunkan stiknya dengan benar.
"Bagus sekali Angelica , ayunannya kelihatan sangat indah" , ucap James yang terus berada di sisi Angelica.
"Terima kasih , itu juga berkat ajaran dari kamu" , jawab Angelica.
"Akhirnya kamu gak marah lagi sama aku , jadi bagaimana apa kamu mau menjadi kekasih aku , aku benar-benar menyukai kamu sejak pertama kali melihat kamu" , ucap James.
"Aku gak percaya , mana mungkin kamu langsung menyukai aku , lagian bukankah kalau orang mengungkapkan perasaanya itu bukan langsung seperti itu ya" , ucap Angelica dengan perasaan yang berdebar-debar pada saat itu.
"Baiklah , aku akan membuat pernyataan cinta yang serius kepada kamu nanti , kalau aku sudah membuatnya , apa kamu mau menerima aku?" tanya James.
"Tergantung bagaimana keseriusan kamu aja" , ucap Angelica.
"Kalau gitu boleh dong aku menyimpan nomor ponsel kamu , supaya aku bisa menghubungi kamu nantinya" , ucap James sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.
"Untuk apa kamu menghubungi aku" , ucap Angelica.
"Ya untuk buat janji menjemput kamu ketika semuanya sudah aku persiapkan" , ucap James dengan lembut.
__ADS_1
Saat itu jantung Angelica berdebar semakin tidak menentu.
Satu perasaan yang belum pernah dirasakannya ketika dekat dengan cowok.
Angelica mengambil ponsel James dan memasukkan nomor ponselnya disana.
James langsung menelpon nomor Angelica dan mengatakan....
"Itu nomor ponsel aku ya , jangan lupa dijadikan nomor satu" , ucap James sambil mengedipkan matanya.
"Kayaknya sudah mulai akrab nih , sudah saling menukar nomor ponsel" , ucap papa Freddy yang sudah selesai bermain golf dan mau memanggil anaknya.
"Iya dong pa" , jawab James.
Angelica hanya tersenyum sambil melihat papanya James.
"Kalian sudah selesai bermain golf nya?" , tanya opa Chandra yang juga sudah selesai bermain golf dan menemui cucunya Angelica.
"Sudah opa" , jawab Angelica.
"Baiklah , kalau gitu ayo kita pulang lagi" , ucap opa Chandra.
"Iya opa" , jawab Angelica.
Angelica bersama opa Chandra , opa Wijaya dan om Freddy beserta James berjalan menaiki buggy car menuju ke luar area lapangan golf.
Sampai diluar lapangan golf , mereka semua berpisah disana.
"Terserah kamu" , jawab Angelica yang sebenarnya saat itu entah kenapa ada rasa bahagia dia dalam dirinya.
Opa Chandra , opa Wijaya dan Freddy langsung tersenyum melihat James dan Angelica.
.
.
"Bagaimana James menurut kamu sayang?" tanya opa Chandra ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Gak tau opa , baru juga kenal" , jawab Angelica.
"Opa lihat kayaknya James suka sama kamu".
Kita lihat nanti saja ya opa , untuk sekarang aku masih , mencoba untuk mengenalnya dulu.
"Baiklah sayang , tapi kalau kalian saling menyukai , opa akan mendukungnya" , ucap opa Chandra sambil tersenyum.
"Iya opa" , jawab Angelica.
********
__ADS_1
Wijaya yang sudah sampai di rumahnya , langsung berjalan menuju ke dalam rumah.
"Sudah pulang pa?" tanya mama Farah.
"Iya sudah ma" , ucap opa Wijaya sambil duduk di kursi sofa yang ada di sana.
Mama Farah berjalan ke belakang dan mengambilkan minum dan pudding untuk suaminya.
"Opa" , sapa Vincent yang baru turun dari atas.
"Kamu mau kemana Vincent?" tanya opa Wijaya.
"Aku mau berlatih basket opa , minggu depan ada pertandingan" , jawab Vincent.
"Jangan sampai gara-gara pertandingan basket kamu gak belajar untuk ujian akhir nanti ya" , ucap opa Wijaya.
"Opa tenang saja , aku pasti akan belajar dengan giat , aku kan mau masuk ke sekolah jurusan bisnis internasional bersama dengan Angelica" , ucap Vincent yang tiba-tiba mengatakannya secara tidak sadar.
"Jadi kamu masuk sekolah bisnis karena bisa bersama dengan Angelica" , ucap opa Wijaya.
"Opsss" ....aku jadi salah ngomong deh.
"Sebenarnya iya opa" , jawab Vincent yang sudah tidak bisa berbohong lagi.
"Hari ini Chandra membawa cucunya Angelica ke lapangan golf dan opa lihat sepertinya Chandra mau mendekatkan cucunya dengan anak salah satu temannya dan tadi juga opa lihat sepertinya Angelica tertarik dengan anak teman opa nya itu" , ucap opa Wijaya.
Vincent langsung terdiam mendengarkan cerita opa Wijaya.
"Apakah cowok itu lebih ganteng dari aku opa?" , tanya Vincent.
"Kalau gantengnya sama dengan Vincent , cuma cowok itu lebih dewasa dan juga sekarang sedang menjalankan perusahaan milik keluarganya" , jawab opa Wijaya.
"Seru banget nih ceritanya" , ucap oma Farah yang baru keluar dari dapur.
"Iya ma , papa menceritakan kalau Chandra membawa Angelica ke lapangan golf dan mengenalkannya kepada anak dari salah satu teman kami disana" , ucap opa Wijaya.
"Gak disangka Chandra bergerak cepat ya pa untuk mencarikan jodoh cucunya" , ucap mama Farah.
"Mungkin karena Angelica cewek ma , bisa jadi Chandra gak mau nanti cucunya ketemu orang lain yang bisa menyakiti cucunya seperti Sandra dulu" , ucap opa Wijaya.
"Bisa jadi juga ya pa" , ucap mama Farah.
"Bukankah kamu mau pergi latihan basket?" , ucap opa Wijaya yang melihat Vincent masih berdiri disana.
"Oh iya opa , aku pergi dulu ya opa oma" , ucap Vincent sambil mencium pipi opa dan omanya.
"Iya" , jawab opa Wijaya.
"Iya sayang , hati-hati bawa motornya ya , jangan ngebut" , ucap oma Farah.
__ADS_1
"Iya oma , oma tenang saja , aku gak akan ngebut kok" , ucap Vincent sambil berjalan keluar.
Oma Farah langsung tersenyum melihat cucunya itu.