Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 101


__ADS_3

"Amanda , akhirnya kamu pulang juga nak" , ucap papa Doddy yang sudah semakin kurus karena stress.


Amanda langsung meletakkan foto yang dipegangnya dan membalikkan tubuhnya , terlihat papanya berdiri disana dengan wajah yang sudah mulai menua dan kurus.


"Iya pa , aku pulang" , jawab Amanda.


"Anak kecil ini siapa nak?" , tanya papa Doddy.


"Albert , panggil kakek" , ucap Amanda kepada anaknya.


"Kakek" , panggil Albert kepada Doddy.


"Kakek? Apa ini anak kamu?" , tanya papa Doddy.


"Iya pa , ini anak aku" , jawab Amanda.


"Kenapa kamu menikah tidak memberitahukan kepada papa?" , tanya papa Doddy.


"Kalau aku memberitahukan papa , papa pasti tidak akan setuju" , ucap Amanda.


"Apakah kamu menikah dengan fotografer itu?" , tanya papa Doddy.


"Iya pa" , jawab Amanda.


"Kenapa kamu gak mau dengar papa nak , kalau kamu dengar papa , kamu pasti sudah menjadi nyonya pemilik All Star Hotel sekarang" , ucap papa Doddy.


"Bukankah anak dari pemilik All Star Hotel sudah menikah pa , beritanya juga sudah masuk ke semua surat kabar" , ucap Amanda.


"Iya kamu benar , awalnya papa ingin menikahkan kamu dengan anak dari pemilik All Star Hotel , karena perusahaan papa mulai bangkrut dan papa butuh orang yang bisa menyelamatkan perusahaan papa" , ucap papa Doddy.


"Jadi waktu itu papa menelpon aku karena ingin menikahkan aku" , ucap Amanda.


"Iya nak , tapi kamu tidak mau datang pada saat itu , semuanya sudah terlambat" , ucap papa Doddy.


"Tapi aku juga tidak mau pa kalau dinikahkan dengan orang yang tidak aku sukai , lagi pula aku rasa ini hanyalah keinginan papa , pasti sebelumnya juga anak dari pemilik All Star Hotel itu sudah memiliki pacar , makanya mereka menikah" , ucap Amanda.


"Iya nak , tapi papa butuh orang yang bisa menyelamatkan perusahaan papa , papa akan melakukan apapun meskipun harus menjual kamu" , jawab papa Doddy.


"Karena itu aku tidak pernah mau tinggal dirumah ini pa , sejak mama meninggal papa berubah , papa selalu mengutamakan ambisi papa" , ucap Amanda.


Sejenak Doddy terdiam , apa yang dikatakan anaknya semuanya benar , karena ambisinya yang kuat untuk memiliki uang yang banyak untuk dirinya sendiri , itulah yang menyebabkan dia memanipulasi keuangan di perusahaannya , sehingga membuat semua investor tidak lagi percaya kepadanya dan menarik semua dana yang sudah mereka masukkan disana.


********


Yogi yang sudah sampai di rumahnya , langsung masuk ke dalam rumah.


"Kak Amanda" , panggil Yogi.


Amanda langsung berdiri dan memeluk adik satu-satunya itu.


"Iya Yogi , ini kakak" , ucap Amanda.


"Kakak gimana kabarnya , apakah kakak baik-baik saja disana?" , tanya Yogi.


"Kakak baik-baik saja dek...malahan sekarang kakak sangat bahagia disana" , jawab Amanda.


"Ini anak siapa kak?" , tanya Yogi yang melihat ada anak kecil disana.

__ADS_1


"Ini Albert keponakan kamu dek" , ucap Amanda.


"Keponakan aku , berarti anak kakak" , ucap Yogi.


"Iya dek" , jawab Amanda sambil tersenyum.


Yogi mendekati anak Amanda.


"Siapa namanya kak?" , tanya Yogi.


"Albert"


"Albert panggil uncle Yogi" , ucap Amanda.


"Uncle Yogi" , panggil Albert.


Seketika Yogi teringat dengan Chika yang hamil.


"Kalau aku mau bertanggung jawab dari awal , pasti tahun depan aku juga akan punya anak yang lucu seperti Albert" , ucap Yogi dalam hatinya.


"Kamu ke kota ini sama siapa Amanda?" , tanya papa Doddy.


"Aku bersama Tristan pa" , jawab Amanda.


"Kenapa kamu kesini hanya berdua saja , dimana suami kamu?" , tanya papa Doddy.


"Tristan nungguin aku di All Star Hotel pa" , ucap Amanda.


"Jadi kalian menginap disana?" , tanya papa Doddy dengan lirih.


"Belum sekarang ya nak , sekarang papa belum siap" , jawab papa Doddy.


"Ya sudah pa , kalau gitu aku rasa aku sudah gak ada urusan di sini lagi , aku dan anakku kembali ke hotel dulu ya pa" , ucap Amanda.


"Iya nak" , jawab Doddy dengan wajah yang lesu.


Amanda dan anaknya berdiri dan berjalan keluar menuju keluar.


"Tunggu kak" , panggil Yogi.


"Iya dek" , jawab Amanda.


"Kakak ke hotel naik apa?" , tanya Yogi.


"Kakak naik taksi dek" , jawab Amanda.


"Aku anterin aja ya kak" , ucap Yogi sambil mengambil kunci mobil di atas lemari dekat pintu.


Amanda mengikuti Yogi menuju ke mobil.


"Kak , kapan pulang ke kota M?" , tanya Yogi ketika mereka sudah di dalam mobil.


"Kakak disini cuma 3 hari dek , cuma karena papa minta kakak pulang , awalnya kakak gak mau pulang , tapi Tristan minta kakak untuk menemui papa" , jawab Amanda.


"Apa nanti aku boleh bertemu dengan kakak lagi sebelum kakak keluar kota?" , tanya Yogi.


"Iya boleh dek , nanti kakak kasih tau Tristan kalau kamu mau datang" , ucap Amanda.

__ADS_1


"Iya kak" , jawab Yogi.


Tidak lama mobil yang di bawa Yogi sudah sampai di All Star Hotel.


"Kakak turun dulu ya dek , terima kasih sudah nganterin kakak , nanti kakak kabari kamu lagi" , ucap Amanda.


"Iya kak" , jawab Yogi.


Setelah melihat kakaknya memasuki hotel Yogi menjalankan mobilnya keluar dari area All Star Hotel.


Yogi menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya , sampai dirumahnya , dia langsung meletakkan kunci mobil dan mengambil kunci motornya.


Yogi menyalakan motornya dan menuju ke bengkelnya.


Yogi yang sudah sampai di bengkelnya , langsung duduk dengan lemas disana.


"Kenapa loe bro?" , tanya Rangga.


"Tadi gue dipanggil kerumah , karena sodara gue yang sudah lama gak pulang , datang hari ini" , ucap Yogi.


"Ketemu sodara harusnya senang dong , kenapa loe lesu gitu?" , ucap Rangga.


"Ternyata kakak gue sudah punya anak" , ucap Yogi.


"Kalau kakak loe sudah menikah ya wajar dong sudah punya anak" , kata Rangga.


"Iya tapi gue sama bokap gak tau kapan dia menikah dan tiba-tiba pulang sudah ada anak?" , jawab Yogi.


"Jadi loe kesal , karena gak di beritahu ketika kakak loe menikah" , ucap Rangga.


"Bukan gitu juga bro" , jawab Yogi.


"Jadi kenapa loe seperti ini?" , tanya Rangga.


"Ketika gue lihat anak kakak gue , gue langsung teringat anak gue bro , kalau gue mau bertanggung jawab waktu itu , tahun depan pasti anak gue wajahnya juga selucu anak kakak gue" , ucap Yogi lirih.


"Sekarang loe harus menerima kenyataan bro , anak loe sudah gak ada , makanya nanti loe jangan mempermainkan perasaan perempuan lagi , kalau gak loe akan menyesal terus seumur hidup loe" , ucap Rangga.


"Iya loe betul bro , sejak Chika bilang dia hamil , dan cewek yang gue sukai menikah dengan pria lain , gue juga gak pernah lagi pergi dengan cewek-cewek gue yang lain" , ucap Yogi.


"Astaga bro....jadi selama ini cewek loe banyak , gue kira cuma 2 ini aja" , kata Rangga dengan nada tinggi karena terkejut.


"Iya bro , banyak banget , tapi gue gak pernah ngajakin serius , cuma buat temenin gue makan sama jalan-jalan aja" , ucap Yogi.


"Gila loe bro , G-O-K-I-L..... gue aja sejak putus cinta dulu , sampai sekarang belum bisa menerima cewek baru" , ucap Rangga.


"Selagi muda hidup harus dinikmati bro , kapan lagi kita bisa manfaatkan wajah tampan kita untuk mendapatkan wanita" , ucap Yogi.


"Ya nikmati...dinikmati , pada kenyataannya sekarang loe seperti ini" , jawab Rangga.


"Iya loe benar bro , tapi entah kenapa perasaan gue mengatakan kalau anak gue masih ada" , ucap Yogi.


"Bagaimana kita bisa tau , kalau kata cewek loe kan udah di aborsi" , ucap Rangga.


"Tapi perasaan gue bilang masih ada bro" , ucap Yogi.


Rangga hanya terdiam mendengar ucapan Yogi.

__ADS_1


__ADS_2