Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 28


__ADS_3

Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi.


Alvaro dan Nathalie sudah keluar bersama dari kelas , karena mereka akan menuju ke rumah Alvaro untuk mengerjakan tugas kimia.


"Alvaro" , panggil Esmeralda.


"Kamu mau ngapain lagi?" , tanya Alvaro.


"Aku mau ikut kalian pergi" , jawab Esmeralda yang melihat Alvaro dan Nathalie jalan bersama.


"Gak bisa Esmeralda , kami mau membuat tugas kelompok kimia , memangnya kamu gak buat tugas kamu?" , tanya Alvaro.


"Aku sudah membuatnya bersama dengan teman aku dari pertama kali di kasih guru" , jawab Esmeralda.


"Aku gak mau , nanti kamu bisa meniru apa yang aku dan Nathalie buat" , jawab Alvaro.


"Aku mencintai kamu Alvaro , gak mungkin aku akan meniru apa yang kamu buat , bahkan aku mau bantuin kamu" , ucap Esmeralda yang tidak ingin Alvaro berduaan dengan Nathalie.


"Maaf Esmeralda , kamu pulang saja ya , yuk kita jalan lagi Nathalie" , ucap Alvaro.


Nathalie hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Alvaro berjalan keluar.


Esmeralda juga mengikuti Alvaro keluar.


"Kenapa kamu ngikutin aku?" , tanya Alvaro.


"Kan mobil aku di parkirnya di luar juga" , jawab Esmeralda.


"Oh...iya juga ya" , jawab Alvaro.


Sampai diluar gerbang....


"Dek...kenapa kamu lama banget?" , tanya Angelica yang sudah menunggunya dari tadi.


"Ini kak ada pengganggu" , ucap Alvaro sambil melirik Esmeralda.


"Sekarang kamu bilang pengganggu , siapa tau nanti kamu manja-manja sama dia" , ucap Angelica sambil tersenyum.


"Jangan doain aku suka dengan dia dong kak" , ucap Alvaro.


Esmeralda memilih untuk pergi menuju ke mobilnya dari pada mendengarkan setiap ucapan Alvaro yang selalu menolak dirinya , sambil memikirkan cara untuk bisa dekat dengan Alvaro.


"Ya sudah , jadi ini cewek yang kamu sukai?" , tanya Angelica sambil melihat Nathalie.


"Bukan kakak , aku mau buat tugas kimia bersama Nathalie" , ucap Alvaro.


"Sekarang buat tugas berdua ya , gak sendiri lagi?" , ucap Angelica sambil tersenyum.


"Bukannn kakak , ini karena tugas kelompok dari guru" , jawab Alvaro.


"Iya...iya...ya sudah ayo kita pulang lagi" , ucap Angelica.


"Aku jalan dengan mobil aku sendiri ya" , ucap Nathalie.


"Boleh , kamu tinggal ikutin mobil aku dari belakang saja ya" , jawab Alvaro.


"Iya" , jawab Nathalie sambil berjalan menuju ke mobilnya.


Ketika Angelica masuk ke dalam mobil...


"Pak , anterin aku ke All Star Hotel dulu ya , baru setelah itu anterin Alvaro ke rumah".


"Baik nona kecil , nanti setelah dari rumah , saya ke All Star Hotel lagi atau gak nona kecil?" , tanya pak Kamil.


"Gak usah pak , nanti saya pulang bersama papa saja" , jawab Angelica.


"Baik nona kecil" , jawab pak Kamil.


Tidak lama terdengar suara ponsel Angelica berbunyi.


"Si James lagi" , gumam Angelica sambil menjawabnya.


"Halo".

__ADS_1


"Halo sayangku , pasti baru pulang sekolah ya" , ucap James.


"Iya , jangan panggil aku sayangku sayangku terus , siapa juga sayangnya kamu" , ucap Angelica meskipun jantungnya berdebar sangat cepat saat itu.


"Pacar kakak ya?" , tanya Alvaro.


Angelica langsung menggelengkan kepalanya.


"Kamu sedang bersama dengan cowok ya?" , ucap James.


"Iya , memangnya kenapa" , jawab Angelica.


James langsung memindahkan panggilannya menjadi video call.


"Kenapa harus video call sih" , ucap Angelica dalam hatinya.


"Kenapa kak?" , tanya Alvaro sambil melihat kakaknya yang menatap layar ponselnya.


"Gara-gara kamu bersuara sih , jadinya dia minta video call deh" , jawab Angelica.


"Angkat kak , aku mau lihat orangnya" , jawab Alvaro sambil menyentuh tombol terima di layar ponsel Angelica.


Sontak membuat Angelica jadi terkejut karena Alvaro dengan cepat menyentuhnya dan sekarang sudah kelihatan wajah James disana.


"Kenapa lama banget angkatnya sayangku?" , tanya James.


"Idih , sudah pakai sebutan sayangku" , ucap Alvaro sambil tersenyum.


"Suka-suka aku dong mau angkat atau gak" , jawab Angelica.


"Tapi akhirnya kamu ngangkat juga kan , wajah kamu mana sayangku , aku sudah kangen banget mau melihat kamu" , ucap James sambil tersenyum.


"Mesra banget ya" , jawab Alvaro dari samping.


"Itu suara cowok siapa sih sayangku? Aku mau lihat dong" , ucap James.


Angelica langsung mengarahkan ponselnya ke arah Alvaro.


"Kamu siapa Angelica?" , tanya James.


"Gak mungkin , aku yang calon suaminya Angelica" , jawab James.


"Tapi aku yang sekarang bersama dengan dia" , ucap Alvaro sambil memeluk tubuh kakaknya.


Angelica hanya tersenyum melihat tingkah adiknya yang unik satu ini.


"Kenapa kamu bisa tersenyum saat bersama dia sayangku , apa benar dia pacar kamu?" , tanya James.


"Menurut kamu bagaimana?" , tanya Angelica.


James terus memperhatikan Angelica dan Alvaro.


"Kenapa aku merasa kalian mirip ya?" , tanya James.


"Itu tandanya kami berjodoh" , jawab Alvaro.


Angelica hanya bisa tertawa kecil disana.


"Bukan , kalian kembar ya" , jawab James.


"Kenapa kamu bisa cepat mengetahuinya" , ucap Alvaro.


"Iya kan benar kalau kalian kembar" , ucap James.


"Iya , ini adik kembar aku" , jawab Angelica.


James langsung merasa lega.


"Bagus juga , berarti aku sudah kenalan dengan calon adik ipar aku" , ucap James.


"Pe de banget kamu" , ucap Angelica.


"Ya pe de la , lagian kamu juga sudah mau keluar sama aku" , jawab James sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Tidak lama terdengar suara ketukan pintu di ruangan kerja James.


"Iya masuk" , jawab James.


Terlihat Susan asisten pribadi James berjalan masuk ke dalam.


"Ada apa Susan?" , tanya James.


"Pak Carlo dari perusahaan L sudah datang pak" , jawab Susan.


"Baiklah , suruh masuk ke ruangan saya saja" , jawab James.


"Baik pak" , jawab Susan sambil berjalan keluar.


James melihat lagi ke arah ponselnya yang masih tersambung dengan Angelica.


"Sayangku , aku meeting dulu ya , nanti aku telpon kamu lagi" , jawab James.


"Iya James" , jawab Angelica sambil tersenyum.


Angelica memutuskan sambungan telponnya.


"Pantesan kakak suka dengan James , ternyata penampilannya seperti papa" , ucap Alvaro.


Angelica langsung tersenyum , karena yang dibilang oleh Alvaro benar.


"Tapi dia lebih ganteng dari pada papa kan?" , ucap Angelica.


"Kalau yang itu aku setuju kak" , jawab Alvaro sambil tersenyum.


Tidak lama mobil yang dibawa oleh pak Kamil telah sampai di All Star Hotel.


Angelica langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam hotel.


"Kenapa di hotel?" , ucap Nathalie yang tidak mengetahui keluarga Alvaro.


"Tapi yang keluar cuma saudaranya saja nona" , jawab sopir pribadi Nathalie.


"Oh iya , mobilnya jalan lagi , ikuti saja pak" , ucap Nathalie.


"Iya non" , jawab sopir pribadi Nathalie.


Setelah beberapa saat mobil Alvaro sudah sampai di depan rumahnya.


Pak Didit satpam rumah langsung membukakan pagar rumahnya.


Pak Kamil langsung memasukkan mobil sambil diikuti oleh mobil Nathalie.


Sampai di halaman rumah , Alvaro langsung turun dari mobil dan menunggu Nathalie keluar dari mobilnya.


"Ini rumah kamu Alvaro?" , tanya Nathalie.


"Iya , ini rumah aku" , jawab Alvaro.


Nathalie langsung kagum melihat rumah Alvaro yang sangat megah seperti istana itu.


"Kenapa tadi Angelica turun di hotel?" , tanya Nathalie.


"Itu kan hotel milik papa aku , setiap hari kami juga pasti kesana setelah pulang sekolah" , jawab Alvaro.


"Oh...ternyata papa kamu pemilik All Star Hotel" , ucap Nathalie.


Alvaro pun menganggukkan kepalanya.


"Pantesan rumahnya megah sekali , ternyata papanya orang tajir , berbeda dengan orang tua aku yang hanya seorang dokter" , ucap Nathalie dalam hatinya.


Alvaro berjalan menuju ke pos satpam.


"Pak Didit , aku minta rokoknya ya" , ucap Alvaro.


"Jangan tuan kecil , nanti bapak bisa dimarahin sama tuan dan nona muda kalau tuan Alvaro ketahuan merokok" , jawab pak Didit dengan ketakutan.


"Bukan untuk aku merokok , tapi untuk percobaan tugas kimia aku" , jawab Alvaro.

__ADS_1


"Oh baiklah" , ucap pak Didit sambil memberikan rokoknya yang tersisa.


__ADS_2