Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 51


__ADS_3

Antonio yang sudah menyelesaikan pekerjaannya di kota P , pulang kembali ke kota A dengan istri dan anaknya yang manja.


Hari itu mereka pulang dijemput oleh pak Maman , Angelica gak ikut menjemput orang tua dan saudaranya karena pergi ke lapangan golf dengan opa Chandra.


"Om , sepertinya James dan Angelica semakin lengket ya , bagaimana kalau kita mulai membicarakan acara pertunangan untuk mereka?" , ucap Freddy yang takut kalau James dan Angelica ke hotel lagi berdua.


Kemaren memang James masih bisa untuk tidak melakukan apa apa , tapi tidak bisa menjamin ke depannya akan bagaimana mereka selama berpacaran.


"Saya juga menginginkan Angelica segera menikah setelah lulus SMA , tapi Angelica masih belum mau untuk menikah cepat , saya rasa hanya James sendiri yang bisa meyakinkan Angelica untuk mau menikah setelah lulus sekolah" , ucap om Chandra.


"Sekarang semakin dilihat juga James sudah semakin berani untuk memeluk Angelica di depan umum" , ucap Freddy sambil melihat James dan Angelica yang sedang bermain golf dengan mesra disana.


Angelica sebenarnya sudah bisa menguasai teknik bermain golf yang diajarkan oleh James , tapi James selalu ingin bermain bersama dengan Angelica.


Awalnya James agak menjaga jarak ketika mengajarkan Angelica , tapi sekarang James sudah berani untuk menempelkan tubuhnya di punggung Angelica.


Angelica juga terlihat tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan James kepadanya.


"Iya kamu benar Freddy , kalau mereka gak jadi menikah , kita juga pasti akan menjadi bahan gosip disini" , ucap om Chandra.


"Iya om , saya juga gak mau nanti mereka melakukan sesuatu yang lebih jauh dari ini" , ucap Freddy.


"Baiklah , bagaimana kalau siang ini kita ke rumah anak saya Antonio , kebetulan mereka baru kembali dari kota P pagi ini , anggap saja kita makan siang bersama sekalian supaya keluarga kita bisa semakin erat dan nanti kita coba saja bahas masalah James dan Angelica" , ucap om Chandra.


"Baik om , saya setuju" , jawab Freddy.


Chandra mengambil ponselnya dan menyentuh nama Antonio di layar ponselnya.


Antonio yang baru saja keluar dari bandara , mendengarkan ponselnya berbunyi , Antonio pun mengambil ponselnya dari saku celananya dan langsung menjawabnya.


"Halo pa".


"Halo nak , kamu sudah sampai di rumah?", tanya papa Chandra.


"Belum pa , ini aku baru di jalan menuju ke rumah" , jawab Antonio.


"Nanti kita makan siang bersama ya , papa dan papa nya James akan ke rumah kamu setelah kami dari lapangan golf" , ucap papa Chandra.


"Baiklah pa , nanti kita mau makan di rumah atau di luar?" , tanya Antonio.


"Di rumah kamu saja nak" , jawab papa Chandra.


"Baiklah pa" , ucap Antonio.


Antonio memasukkan ponselnya di dalam saku celana setelah papa Chandra memutuskan sambungan telponnya.


"Sayang , papa dan Freddy mau makan siang ke rumah kita setelah pulang dari lapangan golf" , ucap Antonio.


"Kalau gitu aku pesan makanan di restoran chinese food aja ya hubby , kayaknya kalau masak sudah gak ada waktu lagi" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Iya sayang" , jawab Antonio sambil menganggukkan kepalanya.


"Freddy siapa pa?" , tanya Alvaro.


"Freddy itu papanya James sayang" , jawab Antonio.


"Kenapa papanya James datang kerumah kita pa?" , tanya Alvaro.


"Nanti kalau kamu sudah pacaran pasti orang tua pacar kamu akan sering bertemu dengan papa dan mama , supaya keluarga kita bisa semakin mengenal satu sama lain dan semakin akrab" , jawab Antonio.


"Oh gitu ya pa" , jawab Alvaro.


Antonio pun hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah Sandra memesan makanan di restoran chinese food....


"Pak Maman , nanti kita ke toko bakery yang biasa ya" , ucap Sandra.


"Baik nona muda" , jawab pak Maman.


"Mama mau beli roti ya?" , ucap Alvaro.


"Mama mau membeli beberapa dessert untuk makan siang nanti nak , kan kita mau kedatangan tamu" , ucap Sandra.


"Asik.....kalau gitu aku boleh beli banyak kue , pie dan pudding ma?" , ucap Alvaro.


"Boleh nak , tapi nanti jangan ngomel ya kalau perutnya ini seperti adonan roti" , ucap Sandra sambil menyentuh perut anaknya yang gak ada six pack nya.


"Iya , bisa diremas" , ucap Sandra sambil terkekeh.


"Itu gendut namanya mama" , jawab Alvaro.


"Iya memang itu maksudnya nak , kamu gak mau perutnya seperti papa yang dari dulu selalu bagus , dari papa menikah dengan mama tubuh papa itu gak banyak perubahan , masih kelihatan sangat bagus" , ucap Sandra.


"Aku harus menjaga tubuh aku tetap bagus , supaya kamu semakin cinta sama aku sayang" , ucap Antonio sambil memeluk bahu istrinya yang duduk di sebelahnya.


"Iya hubby , meskipun perut kamu seperti adonan roti , aku juga masih cinta sama kamu" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Kenapa papa kalau perutnya seperti adonan roti mama masih cinta?" , tanya Alvaro yang mulai cemburu melihat kemesraan orang tuanya.


"Karena papa itu satu-satunya pria yang bisa membuat mama jatuh cinta" , jawab Sandra sambil tersenyum.


Antonio yang mendengarnya , langsung menciumi kening istri tercintanya.


"Huft...aku akan mencari wanita yang bisa membuat aku jatuh cinta" , ucap Alvaro sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


"Iya , memang harusnya begitu , makanya jangan nempel terus sama mama" , ucap Antonio.


"Kan sekarang aku belum menemukannya pa , jadi masih boleh dong aku menempel dengan mama" , ucap Alvaro yang langsung menempelkan tubuhnya ke Sandra.

__ADS_1


"Iya nak , ayo kita turun lagi" , ucap Sandra yang melihat mobil mereka sudah sampai di depan toko bakery.


"Baru juga nempel sama mama , sudah sampai aja di toko bakery" , gumam Alvaro.


"Sudah , jangan seperti anak kecil lagi , ayo turun" , ucap Sandra.


"Iya mama" , jawab Alvaro.


"Hubby ikut turun gak?"


"Aku di mobil saja sayang" , jawab Antonio.


"Baiklah hubby" , ucap Sandra.


Sandra dan Alvaro berjalan masuk ke dalam toko bakery.


Ketika Sandra mulai memilih dessert disana , terlihat Chika juga sedang belanja dengan Vincent.


"Hi Chika" , sapa Sandra.


"Hi Sandra , apa kabar? Sudah lama banget ya kita gak ketemu" , ucap Chika.


"Iya , nanti kamu datang ya ke acara ulang tahun aku" , ucap Sandra.


"Kapan acaranya?" , tanya Chika.


"Nanti tanggal 2 November , di ball room All Star Hotel , ketika undangannya sudah jadi , nanti aku kirimkan ke rumah kamu , datang ya" , ucap Sandra.


"Baiklah , nanti aku datang dengan keluarga aku" , jawab Chika.


Sandra pun langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Alvaro , kenapa kamu sendiri , Angelica mana?" , tanya Vincent.


"Aku baru pulang dari kota P , Angelica gak ikut , sekarang dia sedang di lapangan golf bersama opa Chandra dan pacarnya" , jawab Alvaro.


"Berarti kemaren aku melihat mereka keluar basah kuyup dari waterboom itu , kamu gak ada disini ya" , ucap Vincent.


"Kenapa Angelica dan James bisa basah kuyup?" , tanya Sandra.


"Aku juga gak tau tante , ketika mau masuk ke waterboom kemaren dengan teman-teman aku melihat Angelica berjalan menggunakan handuk di tubuhnya sambil di peluk dengan pacarnya" , ucap Vincent.


"Baiklah , nanti ketika mereka sudah pulang ke rumah , tante coba tanyain , makasih ya sudah memberitahukannya kepada tante" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Iya tante , sama-sama" , jawab Vincent.


"Aku dan Vincent mau pulang duluan ya Sandra" , ucap Chika.


"Iya Chika" , jawab Sandra.

__ADS_1


Chika berjalan ke kasir untuk membayar roti yang dibelinya dan Sandra mulai melanjutkan memilih dessert yang diinginkannya bersama dengan Alvaro.


__ADS_2