
Beberapa hari kemudian...
"Bagaimana caranya aku melamar Angelica , supaya dia mau menikah dengan aku?", ucap James yang sedang duduk di ruangan kerjanya.
James melihat cara orang yang melamar dengan romantis.
Setelah melihat beberapa video orang yang melamar kekasihnya , akhirnya James mendapatkan ide untuk melamar Angelica.
James mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar dari ruangan kerjanya.
"Pak , mau kemana?" , tanya Ernest sekretaris James.
"Aku mau pergi sebentar , ada hal penting yang harus aku urus" , ucap James.
"Baiklah pak" , jawab Ernest.
"Hal penting apa yang harus diurus sama bos?" , gumam Ernest sambil melihat James pergi dari sana.
James yang sudah sampai di mobilnya , langsung menjalankan mobilnya menuju ke mall.
James langsung menuju ke toko perhiasan yang ada didalam mall dan memilih satu cincin berlian untuk Angelica.
"Ukuran lingkaran jari manis pacarnya berapa?", tanya petugas disana.
"Jari manisnya kecil , aku rasa sama dengan ukuran kelingking aku" , ucap James sambil mengangkat kelingkingnya.
Petugas toko langsung mengukur ukuran jari kelingking James , setelah itu dia memberikan cincin berlian dengan ukuran yang sesuai dengan jarinya.
James mencoba cincin yang sudah dipilihnya itu di jari kelingkingnya.
"Baiklah , aku ambil yang ini" , ucap James.
"Baik tuan" , jawab petugas tersebut sambil memasukkan cincin berlian kedalam kotak kecil yang dilapisi oleh kain beludru itu.
James memberikan kartunya yang berwarna hitam kepada petugas tersebut.
Tidak butuh waktu lama , James telah selesai melakukan transaksi , petugas itu memberikan kartu James dan paper bag yang berisikan cincin berlian yang dibeli oleh James.
James berjalan dengan bahagia menuju ke mobilnya.
Sampai di mobilnya , James menyalakan ponselnya dan menyentuh nama pak Indra disana.
James meminta pak Indra mempersiapkan semua permintaannya untuk sabtu ini melamar Angelica di taman bermain.
Setelah pak Indra mengerti semua yang diinginkan oleh James.
James memutuskan sambungan telponnya dan menjalankan mobilnya menuju ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.
********
"Kamu hari ini gak di jemput pacar kamu lagi?" , tanya Vincent sambil duduk di depan Alvaro dan Angelica yang sedang makan di kantin.
"Gak , hari ini dia sibuk di kantornya" , jawab Angelica.
"Kamu kenapa waktu itu keluar dari waterboom basah kuyup?" , tanya Vincent.
"Waktu itu aku lagi nemenin dia ngurus kerjaan dia di waterboom , wahana ember tumpahnya rusak dan sedang diperbaiki , saat aku dan karyawan James berdiri dekat sana , tiba-tiba ember nya udah nyala dan berputar , ya akhirnya di siram deh" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak ganti baju?" , tanya Vincent yang ingin tau.
"Awalnya kan bukan mau main disana , cuma nemenin dia kerja disana saja , jadi kami gak bawa baju ganti" , jawab Angelica.
"Lalu setelah itu kalian langsung pulang?" , tanya Vincent lagi.
"Kenapa kamu nanya-nanya terus?" , tanya Angelica.
"Ya , aku mau tau , salah kalau aku mau tau kemana orang yang aku cintai pergi" , ucap Vincent.
Alvaro yang sedang makan mie ayam langsung tersedak mendengar perkataan Vincent.
"Minum airnya dek" , ucap Angelica sambil menepuk-nepuk punggung Alvaro dan memberikan segelas air.
Alvaro meminum air yang diberikan Angelica.
"Jadi kamu selama ini mencintai kakak aku" , ucap Alvaro setelah meletakkan gelasnya di meja.
"Iya , masa kami gak tau , kan aku suka nanya-nanya tentang Angelica sama kamu" , ucap Vincent.
"Mana aku tau , kamu gak pernah mengatakannya kalau kamu suka , aku kirain ya kamu nanya biasa saja" , jawab Alvaro.
"Kamu aja yang gak mengerti tentang cinta" , ucap Vincent.
"Siapa bilang aku gak ngerti tentang cinta , aku hanya belum menemukan orang yang aku cintai" , jawab Alvaro.
"Sudah...sudah...sudah mau masuk kelas juga , ayo cepat habiskan makanan kamu dek" , ucap Angelica.
"Jadi kamu pergi kemana setelah kalian basah kuyup" , ucap Vincent yang masih bertanya.
"Aku dan James ke hotel" , jawab Angelica sambil berdiri dari sana.
"Kak , tunggu aku" , ucap Alvaro yang meminum airnya dan mengejar Angelica.
.
.
"Kenapa langsung pergi kak?" , tanya Alvaro setelah jalan di samping Angelica.
"Kakak malas dek ditanya-tanyai terus sama Vincent , lagian kakak juga sudah menolak dia waktu dia mengutarakan perasaannya kepada kakak" , ucap Angelica.
"Jadi dia pernah mengutarakan perasaannya?" , tanya Alvaro yang tidak mengetahuinya.
"Iya dek" , jawab Angelica.
"Kakak bilang begitu apa dia nanti gak salah paham kak , kan kakak dan James gak melakukan apa apa di hotel" , ucap Alvaro.
"Biarkan saja dia mau berpikir bagaimana dek , semoga saja dia gak terus mengejar kakak setelah ini" , jawab Angelica.
Bel tanda masuk kelas berbunyi...
Angelica dan Alvaro masuk ke kelas mereka masing-masing untuk mengikuti pelajaran karena sebentar lagi mereka akan ujian akhir semester.
Setelah beberapa jam mengikuti pelajaran , akhirnya jam pulang sekolah pun tiba.
Angelica seperti biasa menunggu adiknya di depan kelasnya.
__ADS_1
Alvaro yang baru keluar dari kelas di samperin oleh Esmeralda.
"Alvaro , apa kamu sudah gak mau temenan sama aku lagi?" , ucap Esmeralda.
"Iya Esmeralda" , jawab Alvaro sambil berjalan menuju ke kelas Angelica.
Esmeralda terus mengikuti Alvaro.
"Tapi aku beneran menyukai kamu Alvaro , aku minta maaf kalau kemaren aku sudah bohong kepada kamu , sehingga membuat kamu marah" , ucap Esmeralda.
"Iya aku maafkan" , jawab Alvaro.
"Berarti kita bisa temenan lagi dong" , ucap Esmeralda.
"Maaf Esmeralda , aku masih belum bisa" , jawab Alvaro.
"Tapi Alvaro , aku kan karena ingin kamu datang melihat aku , makanya aku seperti itu" , ucap Esmeralda.
Alvaro yang sudah melihat kakaknya , langsung memanggilnya.
"Kak".
"Iya dek , ayo pulang lagi" , ucap Angelica.
Alvaro langsung menganggukkan kepalanya dan jalan bersama Angelica sambil diikuti Esmeralda.
"Esmeralda kenapa ikut kamu dek?" , tanya Angelica.
"Dia masih mau berteman dengan aku kak" , jawab Alvaro.
"Ya gak apa dong , kan dia juga gak salah" , ucap Angelica.
"Gak mau kak" , jawab Alvaro.
"Kamu kenapa gitu sih Alvaro , baru juga aku buat kesalahan sekali saja" , ucap Esmeralda.
"Iya dek , jangan gitu , kamu aja kemaren sempat khawatir kan dengan keadaan Esmeralda" , ucap Angelica.
"Benarkah kamu mengkhawatirkan aku waktu itu Alvaro?" , tanya Esmeralda sambil tersenyum.
Alvaro langsung salah tingkah begitu Esmeralda menanyainya...
"Kak itu mobil kita" , ucap Alvaro sambil berjalan dengan cepat menuju ke mobilnya.
Angelica langsung tersenyum melihat tingkah adik kembarnya itu.
"Angelica , benarkah Alvaro mengkhawatirkan keadaan aku waktu itu?" , tanya Esmeralda.
"Iya Esmeralda , dia saja sampai lari-lari pergi cari air mineral buat kamu" , jawab Angelica.
"Tapi kenapa dia sekarang gak mau berteman lagi dengan aku" , ucap Esmeralda.
"Kalau kamu suka dengan dia , kamu harus bisa melihat dia anaknya seperti apa , karena dia itu anak yang sangat unik" , ucap Angelica sambil tersenyum simpul.
"Jadi aku harus bagaimana?" , tanya Esmeralda.
"Ya kamu harus cari tau sendiri , bagaimana cara supaya bisa dekat lagi dengan dia , aku mau pulang dulu ya" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Baiklah" , jawab Esmeralda dengan penuh tanda tanya di kepalanya saat itu.